My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
120.



E N D ...‼️


Tak terasa hari pernikahan Grace dan Daffin akan segera di langsungkan.


Semua persiapan untuk pernikahan sudah di handle oleh kedua belah pihak keluarga.


Gedung, Vendor, Catering, undangan dan lain hal sudah mereka persiapkan semuanya teliti dan detail.


Acara ijab qobul Grace dan Daffin akan di langsungkan di kediaman Reyhan.


Sementara untuk pesta pernikahan mereka akan di langsungkan di sebuah gedung mewah di jakarta.


Seorang gadis sedang duduk di depan cermin dengan dua orang MUA yang sedang memberikan polesan untuk wajah cantiknya. Satu orang bertugas untuk merias wajah gadis itu, dan satunya lagi bertugas untuk menata rambutnya.


Dan kedua orang lainnya yang tak lain adalah dua sahabat gadis itu sedang duduk di tepi ranjang memperhatikan setiap gerakan yang MUA lakukan.


Graciella!! Gadis itu kini tampak cantik dengan balutan kebaya milik mamanya yang waktu itu dipakai Luna untuk melangsungkan ijab qobul. Bukan tidak mampu untuk membuat sendiri gaun yang akan ia gunakan dalam prosesi ijab qobulnya, namun sudah menjadi keinginannya sejak dulu jika dirinya menikah akan memakai kebaya yang pernah Luna kenakan waktu itu.


Namun untuk gaun yang akan ia kenakan dalam pesta pernikahan nanti dia akan memakai gaun yang sudah dirancang langsung oleh Desiner kebanggaan keluarga, siapa lagi kalau bukan Salwa Andara.


___


" Sahabat gue udah mo nikah, sedangkan gue masih stuck di situ situ aja." gumam Naya menatap Grace namun pikirannya kearah Gibran. Laki laki yang sampai saat ini belum peka jika Naya menyukainya.


" Gimana ada kemajuan, lu dan dia aja sama sama diem. Kalau cinta ungkapin kalau takut patah hati, yaudah gak usah jatuh cinta sekalian." sahut Grizzele yang sudah jengah mendengar keluhan Naya.


" Gibran?" sahut Grace diangguki Grizzele.


" Lu beneran suka sama dia?"


" Lu tanya hal itu udah ketiga kali Grace, dan jawaban gue tetep sama. Iya." jawab Naya yang memutar bola matanya malas.


" Gue cuma mastiin doang. Tapi kelihatannya dia juga suka sama lu." ucap Grace membuat Naya memincingkan matanya menatap Grace.


" Tau dari mana lu?" sahut Grizzele, namun Grace malah menaikkan bahunya.


" Sialan."


" Kelihatan dari cara dia natap Naya."


" Emang natapnya kek gimana? ada gambar lope lope di mata dia gitu?" balas Grizzele yang malah mendapat tabokan pelan dari Naya.


" Bukan lope lope lagi, kadang gambar bulan bintang juga kelihatan dimata dia." jawab Grace kemudian tertawa bersama Grizzele.


" Sialan kalian berdua." umpat Naya karena kedua sahabatnya selalu saja meledeknya.


" Ungkapin aja sih, gak usah nunggu si cowok peka. Hati perempuan gak bisa di gantung lama lama. Kalau lu di tolak, itu berarti lu harus move on dan cari cowok lain. Kalau dia nerima lu, yaudah berarti dia jodoh lu. It's simple right?" ucap Luna membuat Naya mendelik padanya.


" Simple pala lu, gue yang ngelakuin dodol. Lu mah enak tinggal ngomong simple, simple ,simple doang." ucap Naya melirik kesal pada Grace.


" Bwara Mr. Simple, Simple


Geudaeneun geudaeneun geudaer." sahut Grizzele yang malah meledek Naya dengan nyanyiannya.


" ckkk... Lu juga malah ngeledekin gue lagi." Naya semakin kesal malah membuat Grace dan Grizzele tertawa puas.


" Lu lakuin apa yang di katakan sama Grace, dia bener. Sampai kapan lu mendem perasaan kayak gini? Kalau udah ada kepastian kan enak. Dia suka balik sama lu ya Alhamdulillah dan kalau pun dia gak suka sama lu, yaudah lu tinggal cari yang lain. Lagian laki laki bukan Gibran doang." ucap Grizzele dan kali ini sukses membuat Naya terdiam.


Tak ada yang bicara lagi setelah itu, Grace yang masih sibuk di rias, Grizzele yang sibuk bermain ponsel dan juga Naya yang kini sibuk mencerna ucapan para sahabatnya.


Tak lama pintu kamar Grace terbuka dan menampilkan sosok wanita berparas cantik. Ia berjalan anggun menghampiri putrinya yang kini telah dirias dengan sangat cantik.


" Kamu cantik banget pakek kebaya ini, gak nyangka kalau kebaya ini sangat pas dan cocok saat kamu pakek." Luna menatap Grace dan mengusap lembut punggung putrinya.


" Iya dong ma, makanya saat ijab qobul, Grace pengen pakek kebaya mama ini?" jawab Grace membuat Luna terkekeh.


" Kamu ngingetin mama waktu muda dulu sayang. Gimana gugupnya mama waktu itu saat papa kamu melangsungkan ijab qobul dibawah." ucap Luna.


" Sama kayak Grace sekarang dong ma, Jantung Grace kayak lari maraton saking gugupnya." jawab Grace dan dibalas Luna dengan teerkekeh.


" Itu tandanya jantung kamu masih normal." ucap Luna dan Grace mengerucutkan bibirnya.


" ckk.. Mama iih, bukannya nenangin anaknya malah ikutan ngeledek."


" Biar kamunya gak gugup sayang. Oh ya, mama mau ngasih tau, Daffin sama keluarganya udah datang." ucap Luna membuat Grace mendongakkkan kepalanya.


" Serius?" tanya Grace, Luna mengangguk.


" Kamu di kamar dulu, nanti mama akan panggil kamu jika ijab qobulnya udah selesei." ucap Luna diangguki Grace.


****


Sementara itu di lantai bawah Daffin beserta keluarga yang lain sedang berbincang dengan keluarga yang lain. Tak banyak yang di undang dalam acara ijab qobul ini karena kedua belah pihak keluarga menginginkan hanya kerabat dekat saja yang datang agar acara berlangsung dengan lancar dan khidmat.


Daffin terlihat sedang berdiri sendiri di dekat jendela, ia menatap luar jendela dengan dua tangan ia masukkan kedalam saku celana.


Setelan jas putih yang ia kenakan membuat dirinya terlihat bak pangeran, sangat tampan dan juga berkharisma.


plukk...


Zay menepuk bahu Daffin, membuat sang empu membalikkan badan menatap Zay.


" Gak usah gugup bang, rileks aja." ucap Zay dan Daffin mengangguk kecil.


" Yuk kesana, acara mau dimulai." ucap Zay lalu Daffin berjalan mengikuti Zay yang berjalan sedikit di depannya.


Daffin di giring ke meja dimana penghulu sudah menunggunya.


Jangan tanya lagi bagaimana perasaan Daffin saat ini, meskipun wajahnya terlihat tenang dan datar namun ia merasa gugup bukan main.


Dirinya khawatir jika salah mengucapkan nama atau mahar, padahal satu minggu menjelang pernikahannya dia terus saja menghafal kalimat untuk ijab qobulnya.


" Tuan Daffin, bisa kita mulai sekarang." ucap pak penghulu itu diangguki Daffin dengan yakin.


Reyhan yang menjadi wali Grace menjabat erat tangan Daffin, ia bisa merasakan keringat dingin dari tangan laki laki yang akan menjadi menantunya itu.


" Rilexs dan jangan gugup." ucap Reyhan


Daffin tersenyum dan mengangguk.


" Bismillahirrahmanirrahim."


" SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN ANANDA DAFFIN GUNANDRA PRAYOGA BIN ERICK GUNANDRA DENGAN GRACIELLA PARMADITA WIJAYA BINTI REYHAN KUSUMA DENGAN MAS KAWIN UANG TUNAI DAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUNAI."


" SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA GRACIELLA PARMADITA WIJAYA BINTI REYHAN KUSUMA DENGAN MAS KAWIN UANG TUNAI DAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUNAI." ucap Daffin dengan satu tarikan napas.


" Bagiamana saksi? Sah?"


" SAAAAHHH."


" Alhamdulillah."


Acara ijab qobul berjalan lancar, kini Daffin dan Grace telah resmi menjadi pasangan suami istri.


Setelah Daffin mengucapkan ijab qobul, Grace keluar dengan diapit kedua sahabatnya.


Grace berjalan sangat anggun dengan kebaya putih yang melekat pada tubuhnya.


Semua orang menatap Grace dengan takjub tak terkecuali Daffin


Laki laki itu masih tidak menyangka jika wanita cantik yang sedang berjalan ke arahnya kini telah resmi menjadi istrinya.


Grace duduk disamping Daffin, mereka saling pandang lalu tersenyum malu.


Sungguh Grace sangat gugup saat duduk disamping Daffin yang mana sekarang sudah resmi menjadi suaminya.


Mereka pun saling bertukar cincin.


Daffin memasangkan cincin di jari manis Grace dan begitupun sebaliknya.


" Selamat sayang, kamu udah jadi istri sekarang." ucap Luna memeluk tubuh putrinya.


" Makasih ma."


" Kamu udah tau kan tugas seorang istri apa aja? kamu harus melakukannya dengan baik.


Kamu harus nurut apa kata suami, gak boleh membantah, dan gak boleh menolak apa yang suami inginkan." ucap Luna menasehati putrinya.


" Iya ma, makasih atas semua nasehat mama dan papa.


Grace minta maaf kalau Grace sering buat salah sama mama dan papa." ucap Grace memeluk Luna dan Reyhan bergantian.


" Jaga putriku Daf, kuserahkan tugasku kepadamu." ucap Reyhan memeluk laki laki yang kini telah resmi menjadi menantunya itu.


" Siap pa!! Sudah menjadi tugas Daffin untuk menjaga dan melindungi Grace." ucap Daffin dengan penuh keyakinan.


" Selamat kak, bang, gue gak nyangka kalau kalian udah nikah aja. Tinggal gue doang nih yang dari lahir ampe sekarang masih aja ngejomblo." ucap Devan yang justru mengundang gelak tawa yang lain.


" Untuk sekarang gapapa jomblo, siapa tau kamu nanti dapet yang lebih baik dari apa yang kamu inginkan" ucap Grace yang sengaja menyindir Freya yang berada disamping Kiri Devano.


Dan benar saja, gadis itu kini tertunduk mendengar ucapan Grace.


" Apaan sih, tapi gue aminin aja deh. Aamiin." ucap Devano membuat yang lain semakin tertawa namun tidak untuk gadis seperti Freya, dia malah merasa canggung dan memilih menghindari.


" Thank you. Lu tau? impian gue sekarang udah tercapai." uvap Grace membuat kening Daffin berkerut.


" Keinginan?"


" Tidur berdua sama suami." ucap Grace kemudian tertawa keras.


" Dasar." Zay menoyor kepala Grace membuat wanita itu mencebikkan bibirnya.


" Habisnya, gue iri tiap lu cerita hubungan lu sama Kiran. Kan gue jadi pengen." ucap Grace membuat orang yang berada di sekitarnya geleng geleng kepala.


Kini satu persatu orang mengucapkan selamat kepada mempelai pengantin. Setelah acara ijab qobul itu selesei, sejenak mereka mengistirahatkan tubuh mereka karena sore nanti akan melanjutkan acara kedua yaitu pesta pernikahan mereka.


Untuk pesta pernikahan kali ini di buat semegah mungkin karena dua pasang anak pengusaha terkaya itu melangsungkan pesta pernikahan secara bersamaan.


Jadi tidak heran jika Pernikahan anak keluarga tersohor itu di laksanakan di sebuah gedung mewah dan disiarkan di beberapa program televisi.


Headline berita pun penuh dengan kabar pernikahan mereka.


Banyak tamu undangan yang datang mulai dari keluarga besar, kerabat dekat maupun jauh, pegawai kantor, teman bisnis, teman kuliah dan masih banyak lagi.


Setelah semuanya memulihkan tenaga mereka, kini tiba saatnya mereka menuju gedung pernikahan.


Hingga tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di gedung pernikahan itu. Grace, Daffin, Zay dan Kiran dibuat terperangah saat melihat dekorasi gedung yang sangat indah dan mewah.


Memang para orang tua yang mengatur segala pernikahan anak anak mereka, mulai dari Gedung, WO, cathering, undangan, Jasa MUA, Souvenir dan Dokumentasi ( Fotografer/video).


Kini para tamu yang dibuat terperanga saat melihat kedua pasang pengantin yang begitu cantik cantik dan juga tampan tampan. Bahkan tak jarang dari mereka menyesali kenapa bukan anak anak mereka yang menjadi pasangan dari salah satunya.


" Gak nyangka banget bakal serame ini tamu undangannya." gumam Grace diangguki Daffin, Zay dan juga Kiran.


" Orang tua kita bener bener pengen buat kaki kita patah kali ya? gak kira kira banget ngundang tamunya." ucap Grace mendengus kesal.


" Husss... Gak boleh gitu. Mereka udah berjuang keras menyiapkan ini semua buat kita. Jadi kita seharusnya berterima kasih sama mereka karena gak gampang untuk menyiapkan hal seperti ini." ucap Daffin diangguki Grace.


" Kita kesana sekarang." ucap Zay lalu kedua pasang pengantin itu menuju pelaminan.


__


Disisi Lain Naya, Grizzele dan yang lain kini sedang menikmati makanan mereka. Makan sambil mengobrol udah menjadi kebiasaan mereka, dan yang kini tengah mereka obrolin adalah Pesta pernikahan Grace dan Zay yang sangat mewah dan megah.


Mereka bahkan tidak menyangka jika pernikahan kedua orang itu dibuat sedemikian rupa.


" Jadi pengen cepet cepet nikah kan?" gumam Naya yang tak hentinya melihat dekorasi gedung yang sangat indah.


" Pasangan aja lu belum punya." cibir Izzam membuat Naya mendengus kesal.


" Gimana mau punya, orang laki lakinya saja sampai sekarang belum peka." sahut Grizzele sambil melirik Gibran yang sedang asik dengan makanannya.


" Lu nikah ma gue mau gak Nay? orang tua gue juga mampu kalau bikin gedung kek gini." sahut Vero membuat Gibran mendongakkkan kepalanya.


" Gak boleh, enak aja." ucap Gibran membuat keempat temannya mengerutkan dahinya bingung.


" Lah? napa lu? kesambet?" sahut Izzam.


" Gak boleh ada yang menikahi Naya selain gue." ucap Gibran membuat Naya dan yang lain terkejut dengan ucapannya.


" Maksud lu apa?" sahut Grizzele tidak mengerti.


" Jangan pikir selama ini gue gak tau kalau Naya suka sama gue, dan jangan berpikir gue cowok gak peka. Gue tau semua itu tapi gue memilih diam. Gue ingin memantapkan hati gue sebelum gue maju ngedeketin Naya. Kalian semua tau gimana sikap gue sama cewek cewek. Gue gak mau saat udah jadi pacar Naya, gue masih sama dengan sikap gue yang suka ngegodain cewek. Jadi selama ini gue pelan pelan belajar buat ngerubah sikap gue." ucap Gibran yang membuat semua temannya terkejut.


" Lu serius gib?" ucap Grizzele diangguki Gibran.


" Gue serius. Dan sekarang gue tanya sama lu Nay. Lu mau gak jadi cewek gue dan menerima kekurangan gue?" Ucap Gibran menatap Naya.


Jangam tanyakan ekspresi wajah gadis itu, ia begitu terkejut mendengar penyataan Gibran saat ini.


" Jawab Nay, jangan bengong doang." coleh Grizzele membuat Naya tersadar.


" Mau, gue mau jadi pacar lu." ucap Naya membuat Gibran dan lainnya tersenyum.


" Nah gitu dong, gue iku seneng lihatnya." ucap Grizzele diangguki yang lain.


Akhrinya Naya dan Gibran kini resmi berpacaran.


___


Sementara itu Devano sedang menikmati hidangan yang sudah disajikan.


Devan yang sedang memakan puding dengan nikmat, tidak mengetahui jika Freya sedang berdiri di sampingnya.


" Eheeemm." Devan menoleh kesamping dan sedikit terkejut saat mendapati Freya yang berdiri disampingnya, karena sejak tadi ia mengira yang berdiri disampingnya adalah Elvano. Sedangkan teman temannya yang lain menikamati hidangan yang lainnya.


" Freya?"


" Boleh kita bicara sebentar?" pinta Freya. Devano sedikit berpikir lalu kemudian mengangguk mengiyakan permintaan Freya.


Devan menaruh piringnya lalu berjalan sedikit menjauh dari kerumunan diikuti Freya di belakangnya.


" Mau ngomong apa?" Devan bersandar pada tembok dengan kedua tangannya ia masukkan ke dlam saku celana.


" Gue mau minta maaf sama lu. Gue tau gue udah egois selama ini karena gak bisa ngertiin perasaan lu. Gue sadar kalau gue butuh sosok lu di hidup gue. Tiap malam gue mikirin lu yang cuek sama gue dan hati gue merasa sakit tiap kali lihat wajah cuek lu." ucap Freya membuat Devan sedikit terkejut akan penyataannya.


" Dev, mungkin lu masih marah sama gue, mungkin lu masih kesel sama gue dan bahkan mungkin lu udah gak sayang lagi sama gue. Tapi untuk kali ini, izinkan gue mengatakan sesuatu sama lu dan terserah lu mau percaya atau enggak. " Freya menjeda kalimatnya dan menarik napasnya dalam.


" Gue sayang dan cinta sama lu, gue berharap lu selalu ada disisi gue karena tanpa gue sadari lu adalah sosok penyemangat bagi gue." ucap Freya. Setelah mengatakan hal itu ia menundukkan kepala, ia tidak berani melihat respond yang akan di berikan oleh Devano. Namun disisi lain, ia merasa hatinya lega karena bisa mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya selama ini.


" Frey." Devan mengapit dagu Freya dan mendongakan wajah gadis yang tertunduk itu.


" Apa itu artinya lu mau jadi pacar gue?" tanya Devan sambil menatap kedua manik mata Freya dan Freya mengangguk sebagai jawaban.


" Gue mau Dev, gue mau jadi pacar lu. Asal lu janji sama gue, apapun yang terjadi nantinya kita harus tetep sama sama." ucap Freya diangguki Devan dengan cepat dan juga bahagia.


" Makasih frey, makasih. Gue masih sayang sama lu, gue gak mungkin berpindah kelain hati karena hati gue udah terpaku dalam oleh hati lu." ucap Devan memeluk erat tubuh Freya.


" Maafin gue karena baru sekarang bisa nerima lu jadi pacar gue." ucap Freya.


" Gapapa. Yang penting lu sekarang jadi pacar gue." jawab Devan yang semakin mengeratkan pelukannya.


Devan menarik tangan Freya dan sedikit berlari menghampiri keluarganya.


" MAMA, PAPA ANAKMU UDAH GAK JOMBLO LAGI. DEVAN UDAH PUNYA PACARA, YEEEEEEYYYY." teriak Devan yang membuat seluruh tamu menatap nya dengan heran.


jangan tanya bagaimana wajah Freya, dia sangat malu atas kelakuan Devano.


Acara demi acara pun di mulai, mulai dari pembukaan, penyambutan mempelai pengantin, ucapan selamat pada kedua mempelai, tamu dipersilahkan menikmati hidangan, special perform, foto bersama dan terakhir penutupan.


Tak terasa waktu berjalan sudah sangat cepat hingga akhirnya tiba sudah di acara penutupan.


Sang pembawa acara menutup resepsi pernikahan ini, tak lupa ia mengucapkan selamat pada kedua pasang mempelai pengantin.


Perlahan satu persatu tamu meninggalkan gedung acara dan terakhir adalah keluarga Grace dan lainnya yang meninggalkan gedung untuk kembali kerumah Reyhan.


TAMAT !!!!!


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih buat semua yang udah setia sama novel ini. Makasih juga buat segala bentuk dukungan kalian, mulai dari Vote, like and komen. Pokoknya makasih banget. Ada atau enggaknya season dua nanti, aku akan kabari Disini.


Kenapa kok cepet tamat? karena udah jadi rencana aku kalau Grace nikah, novel ini akan tamat.


Q : Kok gantung thor? terus pasangannya El, vero dan yang lain siapa? kenapa gak ada pasangannya?


A : Karena aku mau bikin beda aja, hahah..


Kalau ada season dua, nanti aku akan cariin mereka pasangan. Tapi untuk season satu ini emang aku lebih fokus sama Grace, Devano dan Zay.


Jadi mohon maaf kalau ending season satu ini diluar ekspetasi kalian.


Sekali lagi makasih udah baca novel ini. Untuk season dua, aku juga gak tau kapan bisa update. Karena aku mau nerusin dua novel aku yang udah lama terbengkalai.


Thank you and see you.


❤️