
Sepasang suami istri yang baru saja menikmati bulan madu itu kini sudah tiba di indonesia bersama dengan Aska yang berjalan dibelakang dengan dua koper di tangannya. Awalnya Grace mengira Aska hanya menemaninya saat di paris, ternyata laki laki itu juga ikut pulang ke Indonesia karena ada suatu hal yang harus ia seleseikan.
Setibanya dirumah, sepasang suami istri itu disambut meriah oleh keluarga besarnya. Grace yang saat itu melihat sodara kembarnya langsung berlari menuju Zay yang baru saja menuruni tangga.
" ZAAYYY." teriak Grace, ia langsung berlari dan memeluk tubuh tegap itu.
" Gue kangen sama lu." Grace mendongakkan kepalanya menatap Zay dengan wajah yang imut. Zay terkekeh dan mencubit gemas pipi Grace yang lumayan tembem.
" Gue juga kangen sama lu."
" Nanti kita cerita cerita ya, banyak yang pengen gue omongin sama lu." ucap Grace dibalas anggukan oleh Zay. Grace kembali memeluk Zay dengan erat. Ia teramat rindu dengan Zay. Bukan ia tidak rindu dengan yang lain, hanya saja ia ingin bercerita banyak dengan Zay saat ini.
Semua orang hanya geleng geleng melihat keduanya. Bahkan tak jarang ada yang heran kenapa kedua sodara kembar itu sangat akrab.
" Perasaan dulu gue gak seakrab itu deh ma Alan." gumam Luna yang masih di dengar oleh Alan di sampingnya.
" Gimana mau akrab, lu dulu lihat gue kek lihat musuh. Bawaannya mau nyeleding mulu." sahut Alan dengan sinis.
" Lu nyamber aja kek knalpot bajaj." balas Luna melirik Alan dengan sinis.
" Gue punya telinga, punya mulut. Kalau gak mau di samber mending lu ngomong dalam hati biar gue gak kedengeran." ucap Alan lalu berjalan menuju sofa. Baru saja ia berjalan satu langkah, kerah bajunya di tarik kasar oleh Luna.
" Lu apaan sih? lepas gak?" geram Alan sambil menepok tangan Luna yang masih mencengkeram kerahnya.
" Mau kemana lu?"
" Duduk, capek gue berdiri mulu dari tadi." jawab Alan sungguh geram.
" Emang siapa yang nyuruh lu duduk?" Luna masih setia mencengkram kerah Alan membuat laki laki itu semakin mendengus kesal.
" Anj- eh Astagfirullah. Luna, adek gue yang makin tua makin masya Allah cantiknya. Lepasin ya sayang, malu dilihat banyak orang." ucap Alan selembut mungkin.
" Lu ngatain gue tua?" Luna melotot tak terima.
" Terus lu mau di katain apa? ABT?" jawab Alan kesal
" ABT? apaan tuh?" tanya Luna bingung.
" Anak Baru Tua." jawab Alan yang tertawa sendiri mendengar jawabannya.
" Lu dari dulu bener bener lucknut ma gue ya, gue lempar lu ke kandang Lexa." geram Luna semakin menarik kerah baju Alan hingga membuat laki laki itu sedikit tercekik.
" Anaconda sialan. Lepasin gublug, sakit leher gue." rintih Alan
" Jawab dulu pertanyaan gue, siapa yang nyuruh duduk." Luna menahan tawanya karena berhasil menjahili Alan.
" Astagfirullah, Gue sendiri lun, gue sendiri. Gue capek pengen duduk." Alan menoleh ke belakang menatap Luna dengan jengah.
" Hehehe oke." Luna melepas cengkramannya lalu berjalan melewati Alan dengan santainya.
" Anak setan, Anaconda, kutu babi sialan lu ya" umpat Alan menatap sinis sodara kembarnya.
" Astagfirullah Reyhan. Lepasin gak? Gak bini gak laki kelakuan kek setan semua." ucap Alan benar benar di buat kesal oleg pasangan suami istri itu.
"Kita tuh dah tua, jaga ucapan dikit kek. Gak malu apa di denger anak anak sama yang lain." peringat Reyhan.
" Bodoh amat, lu berdua yang mancing emosi gue." ucap Alan setelah berhasil lepas dari cengkraman Reyhan. Ia langsung ngibrit meninggalkan Reyhan yang tengah menatapnya datar.
" Om Alan." teriak Grace saat Alan berjalan menuju sofa.
" iya princessnya om. Ada apa sayang?" Alan langsung menghampiri Grace dan memeluknya.
" Om gak kangen sama Grace?"
" Kangen dong, buktinya om ada disini buat menyambut kedatangan kamu." jawab Alan.
" Kalau kangen mana oleh oleh buat Grace?" Grace menatap Alan dengan puppy eyes nya. Alan pun bingung, oleh oleh?
" Loh kok malah minta sama om? kan kamu yang baru dari luar negeri. Harusnya om yang minta oleh oleh sama kamu."
" Cih, itu namanya om gak kangen sama Grace. Om kesini cuma mau oleh oleh dari Grace doang." Grace menyilangkan kedua tangannya membuat Alan kembali mendesah pasrah.
" Cobaan apa lagi ini?" gumam Alan sangat lirih.
" Grace denger." sinis Grace lalu duduk di sofa disamping Luna.
Bahahhahha
" Nasib lu kurang baik hari ini. jangan jangan lu tadi pagi lupa buat mandi kemenyan." sahut Luna menertawakan Alan.
" Lu pikir gue dukun pakek mandi kemenyan? Gue sleding juga pala lu." ucap Alan menatap Luna dengan sengit.
" Yaudah sini kalau berani." jawab Luna menantang.
" Kalau aja nyleding pala kau itu sebuah kewajiban, udah gue lakuin dari dulu." jawab Alan yang langsung duduk di sebelah Salwa.
" Udah udah, kalian ini malah berantem aja dari tadi . Gak malu sama mertua Grace dan Zay." lerai Nadia. Memang kedua orang tua Daffin dan Kiran berada disini untuk makan makan dalam rangka menyambut kedatangan Grace dan Daffin.
Kini semua keluarga besar menyempatkan untuk makan malam bersama di sebuah restouran ternama di jakarta. Luna yang mengusulkan itu langsung di setujui oleh semuanya. Biarpun lelah Grace dan Daffin menurut saja.
.
.
.
.
💜