
Hari ini adalah hari dimana Daffin dan angel akan melakukan ijab Qobul.
Daffin yang sudah siap dengan menggunakan tuxedo warna putih itu kini berdiri di pagar balkon sambil kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celana.
Matanya menatap lurus kedepan, ia berharap Grace datang hari ini.
Entah kenapa sejak semalam nomor Grace susah untuk di hubungi.
Ia ingin langsung pergi kerumah Grace namun ia tidak punya cukup waktu untuk pergi.
" Kamu kemana sih?" gumam Daffin saat mencoba kembali menghubungi nomor Grace namun belum aktif.
Ia tidak punya nomor saudara atau teman grace untuk bertanya kemana Grace?.
" Sayang.." panggil Elsa saat masuk kedalam kamar Daffin.
" Ada apa ma?" jawab Daffin menghampiri Elsa.
" Kenapa murung hm?" tanya Elsa melihat wajah putranya yang tidak bersemangat sama sekali.
Ia yakin putranya murung bukan karena pernikahannya dengan Angel batal, ia yakin jika ada hal lainnya.
" Nomor Grace gak bisa di hubungi, padahal Daffin ingin sekali Grace datang kesini." jawab Daffin mendesah pelan.
" Mungkin dia lagi sibuk sayang, dan mungkin juga dia cemburu lihat kamu akan menikahi wanita itu." ucap Elsa sedikit menggoda Daffin.
" Tapi dia udah tau kalau pernikahan ini akan batal, jadi tidak ada alasan untuk dia cemburu." jawab Daffin sedikit sewot.
" Ya berarti dia lagi sibuk, positif thinking aja napa sih." jawab Elsa.
Daffin tidak menanggapi lagi, ia mencoba kembali untuk menghubungi Grace.
**
Sementara itu di kamar lain Angel telah selesei di make up. Ia memakai kebaya modern berwarna putih.
Disana hanya ada Angel, mamanya dan Lisa temannya.
" Aku gak nyangka sebentar lagi akan jadi nyoya di keluarga ini." ucap Angel dengan seringainya.
" Mama juga gak nyangka bisa berbesan dengan keluarga kaya ini. Tapi kamu harus inget untuk terus berhati hati, jangan sampai kebohongan kamu ketauan oleh keluarga Daffin." ucap Ranti memperingati Angel.
" Angel tau itu ma, mama jangan khawatir." jawab Angel.
" Lo yakin akan betah tinggal disini sama mama mertua lo yang benci banget sama lo itu?" sahut Lisa.
Angel sudah menceritakan semuanya bagaimana sikap mamanya Daffin pada Angel.
" Lo tenang aja, meskipun mama Elsa benci sama gue tapi papa Erick gak akan benci sama gue, justru dia yang akan ngebela gue" jawab Angel dengan bangganya.
" Terserah lo lah, gue cuma doain aja semoga acara lo hari ini lancar." ucap Lisa.
Tapi entah kenapa ia merasa seperti akan terjadi sesuatu nanti.
**
Ditempat Lain Grace sedang bersama dokter Roy untuk menuju rumah Daffin.
Ia mengajak dokter dan dua perawat lainnya yang biasanya menangani Angel untuk mereka jadikan saksi jika Angel masih berusaha mengelaknya.
Mobil yang mereka kendarai sampai juga di rumah Daffin.
Beruntung Rumah Daffin sangat besar jadi bisa menampung banyak tamu undangan.
Keluarga Daffin memang sengaja mengundang banyak tamu mulai dari kelurga dekat dan rekan bisnis.
Keluarga Angel pun tidak mau kalah, mereka mengundang keluarga dekat/jauh mereka, teman dan rekan bisnis orang tuanya.
Tujuan Daffin mengundang banyak orang adalah karena semakin banyak tamu yang datang akan semakin baik untuk membongkar kebohongan Angel di hadapan banyak orang.
Dengan begitu banyak orang yang tahu bagaimana sifat asli Angel.
" Kalian tunggu disini, jika sudah waktunya nanti akan saya panggil kalian." ucap Grace pada dokter Roy dan kedua perawat itu.
Dokter Roy dan dua perawat itu mengangguk.
Mereka menunggu di tempat yang sudah Grace siapkan.
Grace masuk kedalam dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Daffin namun laki laki itu tidak ada.
Grace melihat tante Elsa yang sedang berbicara dengan para tamu undangan itu lalu menghampirinya.
" Tante Elsa." Sapa Grace dengan menggunakan masker.
"Kamu siapa?" tanya Elsa karena tidak mengenali wajah Grace yang tertutup masker.
Grace membuka maskernya sebentar lalu memakainya kembali.
Ia memakai masker karena tidak ingin ada yang tau kehadirannya terutama Angel.
" Grace? kamu datang sayang?" ucap Elsa memeluk tubuh grace dengan senang.
" Pasti dong tan, mas Daffin dimana?"
" Masih di kamarnya, dia lagi galau karna nomor kamu gak bisa dihubungi." jawab Elsa terkekeh.
" Boleh Grace ke kamarnya?"
" Boleh sayang, kamu ke atas saja, setelah itu ajak dia turun karena sebentar lagi penghulu akan datang " jawab Elsa diangguki Grace.
Dengan cepat Grace berlari menuju kamar Daffin yang berada di lantai dua.
Dengan sedikit ngos ngosan Grace mengetuk pintu kamar Daffin dan tak lama Daffin membukanya.
" Haii." sapa Grace dengan senyum manisnya namun sayang tertutup masker.
Daffin yang memang sudah mengenal suara Grace langsung menarik tangan Grace masuk kedalam kamar dan menguncinya.
" Kamu kemana aja? kenapa nomor kamu gak aktif dari semalam." ucap Daffin yang sudah mendudukan Grace di pinggiran ranjang.
" Sengaja biar kamu cariin." jawab grace nyengir namun membuat Daffin menggeram kesal.
Disini dia khawatir sedangkan Grace malah sengaja melakukan itu.
" Kamu itu buat aku khawatir tau gak, lain kali jangan kayak gitu lagi, aku gak suka." omel Daffin.
" Maaf... Kalau semalam emang ponsel aku lowbat, tapi kalau tadi pagi emang sengaja." jawab Grace tanpa dosa.
" jangan diulangi." ucap Daffin diangguki Grace.
" Ayo turun, kata tante elsa penghulu kamu udah datang." ajak Grace yang sudah berdiri.
" Semuanya udah siap?" tanya Daffin.
" Kok nanya aku? kan kamu yang mo nikah." ucap Grace sedikit sinis namun hanya bercanda saja.
" Bukan itu maksud aku. Ehh... kamu cemburu?" ucap Daffin menoel dagu Grace.
" Cemburu? ngapain? kalau kamu tinggal nikah beneran pun aku masih bisa cari cowok yang lebih dari kamu." ucap Grace dengan sombongnya.
" Beneran?" ledek Daffin.
" Iya lah " jawab Grace sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Tapi aku maunya nikah sama kamu." ucap Daffin menarik tubuh Grace untuk lebih dekat dengannya.
" Bukan sama Angel?"
" Sama kamu sayang." bisik Daffin tepat di telinga Grace.
" iisshh.. awas kamu." sahut Grace mendorong tubuh Daffin.
" Kenapa?"
" Kok kenapa? Ayo turun penghulu kamu udah dateng." jawab grace jengah.
" Yaudah kamu turun dulu setelah itu aku." ucap Daffin diangguki Grace.
Grace membuka pintu kamar Daffin, ia menoleh kiri kanan berharap tidak ada yang mempergokinya keluar dari kamar Daffin.
Setelah dirasa aman, ia langsung berlari menuruni tangga dan menghampiri tante Elsa yang masih mengobrol dengan tamunya.
" Daffin mana sayang?" tanya Elsa.
" Bentar lagi turun tante." jawab Grace, Elsa manggut manggut.
Daffin berjalan menuruni tangga dengan memasang wajah datarnya.
Para tamu menatap Daffin yang terlihat sangat tampan meskipun wajahnya terlihat sangat dingin.
" Penghulu sudah datang, kita bisa memulai acara ijab qobulnya." ucap Erick.
Daffin tidak menjawab, ia berjalan menghampiri Grace dan mamanya.
" Bolehkah saya memanggil calon istri saya kesini?" tanya Daffin pada penghulu.
" Tentu saja, silahkan." jawab penghulunya.
" Ma. tolong panggilkan Angel kemari, Ijab qobul tidak akan di mulai jika dia tidak ada disini." ucap Daffin di angguki Elsa.
Elsa berjalan menuju kamar tamu yang berada di lantai bawah.
Ia membuka pintu membuat Angel dan yang lain menoleh padanya.
" Keluarlah, ijab qobul akan dimulai." ucap Elsa menatap Angel dengan tersenyum.
Setelah mengatakan itu Elsa kembali menutup pintu dan kembali menghampiri Grace.
" Tumben calon mertuamu bisa senyum?" sahut Rani yang melihat sikap Elsa yang lain dari biasanya.
" Mungkin mama elsa sudah mau menerima angel ma, karena bagaimananpun setelah ijab qobul dan seterusnya Angel akan menjadi istri daffin dan menantunya." Jawab Angel tersenyum senang.
" Sudahlah, sebaiknya kita segera keluar, ijab qobul tidak akan dimulai sebelum kita keluar." sahut Lisa.
Angel dan Rani mengangguk, Lisa mendorong kursi roda Angel keluar menemui Daffin yang sudah duduk di depan penghulu.
" Bisa kita mulai ijab qobulnya?" tanya penghulu setelah Angel duduk disamping Daffin.
" Bolehkah saya memberi sedikit kejutan untuk calon istri saya?" ucap Daffin diangguki penghulu.
Angel yang mendengarnya tersenyum senang, ia penasaran kejutan apa yang akan di berikan Daffin untuknya.
Dalam hatinya tidak menyangka jika Daffin mulai menyukainya, karena selama ini sekalipun Daffin tidak pernah memberinya kejutan.
Jangankan kejutan, bertemu dengannya saja Daffin terlihat sangat Enggan.
" Sayang tunjukkan sekarang." ucap Daffin pada Grace yang berdiri tidak jauh darinya.
" Sayang? maksud kamu siapa Daf?" sahut Angel tidak terima.
Daffin tidak menanggapinya, banyak tamu yang berbisik kenapa Daffin memanggil seseorang yang memakai masker itu dengan sebutan sayang.
Ada apa sebenarnya? dan siapa wanita yang dipanggil Daffin sayang?
Grace mematikan semua lampu membuat tamu undangan menjadi ricuh.
" Dimohon untuk semuanya tenang dan jangan ada yang bersuara." ucap Grace melalui microphone.
Seketika semua tamu undangan menjadi tenang meskipun mereka penasaran apa yang sedang dilakukan oleh gadis yang memakai masker itu.
Grace memutar rekaman percakapan Angel dengan lisa waktu itu dan memasukkannya kedalam spicker.
Semua saling berbisik saat mendengar jelas isi percakapan itu.
Angel, Lisa dan mamanya dibuat shock dan tidak percaya bagaimana mungkin itu bisa terjadi.
Tidak sampai disitu, Grace menyalakan proyektor lalu mengarahkannya ke tembok, kemudian sebuah Video Angel yang bisa berjalan terpampang nyata disana.
Semua orang berbisik, Siapa wanita yang sedang berjalan itu? Karena memang saat itu Grace merekamnya dari samping jadi tidak terlihat begitu jelas wajah Angel.
Tubuh Angel bergetar, wanita dalam video itu dirinya dan Lisa. ia tidak menyangka jika ada yang membongkar kebohongannya. padahal ia sudah berhati hati untuk tidak sampai ketahuan siapapun.
Tubuh Lisa juga ikut bergemetar, ia takut akan terseret dalam masalah ini.
Sedangkan Rani, ia menggeram kesal karena kecerobohan Angel.
Papa Angel yang memang tidak tau apa apa hanya menatap putrinya dengan raut wajah bingung.
" Semua itu tidak benar, suara dalam rekaman itu bukan saya dan wanita yang bisa berjalan itu bukan saya. Pasti wanita itu menjebak saya, itu pasti suara dia." Sanggah Angel dan menatap Grace dengan tatapan tajam.
" Masih gak mau ngaku?" sahut Grace melepas maskernya dan berjalan menghampiri Angel.
" LO." tunjuk Angel dengan wajah murkanya.
" iya ini gue, lo masih inget sama gue kan?" ucap Angek dengan senyum smirknya.
" Ini semua pasti ulah lo, lo ngejebak gue biar gue gak jadi nikah sama Daffin karena lo mau ngerebut Daffin dari gue. Dasar pelakor sialan." maki Angel
" Ngejebak elo? ini bukan menjebak Sayang, tapi ini sudah takdir lo ketauan berbohong.
Ini Karma buat lo karena lo memanfaatkan Daffin dan keluarganya.
Dan tadi lo bilang apa? gue pelakor? oke, katakanlah gue begitu karena gue gak mau orang yang gue cintai masuk ke kandang ular kayak lo." jawab Grace.
" Tidak... kalian jangan percaya sama wanita gila ini dia hanya menjebak saya, kalian dengar sendiri kan kalau dia mengakui dirinya pelakor. Ini pasti salah satu caranya untuk menggagalkan pernikahan saya dengan Daffin." ucap Angel dengan berteriak.
" Apa sejak awal Daffin menginginkan pernikahan ini? kalau bukan sebuah tanggung jawab, dia tidak akan mau menikahi kamu dan saya juga tidak sudi mempunyai menantu seperti kamu." sahut Elsa yang sedari tadi menahan amarahnya.
" Tante... tante pasti udah di pengaruhi sama wanita ini. Percayalah itu bukan suara angel dan di video itu bukn angel tan." ucap Angel yang sudah menangis.
Prookk..prookk .prookk..
Grace menepukkan tangannya tiga kali dan datanglah dokter beserta kedua perawat itu.
" Maaf, tapi semua yang ada dalam video itu benar.
Wanita dalam Video itu memang anda nona angel.
Anda memang sudah bisa berjalan sejak enam bulan yang lalu. Maafkan saya karena menyembunyikan ini semua karena nona angel sebelumnya sudah mengancam saya" sahut Dokter Roy.
" Tidakk.. tidak mungkin, anda jangan mengada ngada, anda pasti bersengkokol dengan wanita ini untuk menjebak saya." teriak Angel tidak terima.
Dokter Roy memberikan map yang berisi hasil perkembangan Angel selama masa pengobatan dan terapi itu kepada Grace.
Grace menerimanya lalu memberikannya pada Erick kemudian erick membacanya sendiri.
" Apa kamu masih mau mengelaknya?" ucap Erick membanting map itu di atas pangkuan Angel.
" Om.. ini semua tidak benar om. tolong percaya sama Angel." ucap Angel terisak.
" PERNIKAHAN INI BATAL, TIDAK ADA PERNIKAHAN ANAK SAYA DAN WANITA INI." ucap Erick dengan suara keras.
Semua tamu undangan saling berbisik dan memaki.
Mereka tidak menyangka Angel dan keluarganya melakukan hal seperti itu hanya demi harta keluarga Gunandra.
" Sekarang kamu pergi dari rumah saya, dan jangan pernah menampakkan wajahmu dihadapan saya." ucap Elsa.
" Saya mohon maaf atas perlakuan putri saya tuan, saya sungguh tidak menyangka jika Angel akan berbuat sejauh ini." ucap Robby yang merasa bersalah.
" Aku memaafkanmu tapi tidak untuk anak dan istrimu.
Sekarang kalian pergilah sebelum istri dan anakku yang menyeret kalian keluar dari sini." ucap Erick di angguki Robby.
" Ayo kita pulang sekarang." ucap Robby dengan tegas.
" Gak mau, aku mau nikah sama Daffin pa." ucap Angel yang terus menangis
" PULANG SEKARANG." bentak Robby membuat Angel menciut.
Ia berdiri dan menghampiri Grace yang sedang tersenyum smirk.
PLAAAKKKK...
Angel menampar keras pipi Grace membuat Daffin dan semuanya membulatkan matanya. Grace meringis saat pipi terasa begitu panas akibat tamparan dari Angel.
" APA YANG KAMU LAKUKAN." bentak Daffin.
Ia menghampiri Grace lalu memeluknya.
" Itu tidak seberapa dari sakit hati gue sama dia. Lihat saja, gue akan pernah terima lo mempermalukan gue kayak gini." ucap Angel pada Grace lalu pergi disusul keluarganya yang lain.
Semua tamu undangan sudah bubar setelah Angel dan keluarganya pulang.
Begitupun dengan dokter dan juga dua perawat itu.
Kini hanya tinggal Grace, Daffin dan keluarganya saja.
" Sayang kamu gapapa kan?" ucap Daffin sambil mengusap lembut pipi Grace yang terlihat jelas bekas tangan Angel.
" Kamu ini gapapa gimana? jelas jelas pipinya merah, udah pasti Grace kesakitan." omel Elsa.
" Aku ke kamar dulu sama Grace mau ngobatin pipinya." ucap Daffin diangguki Elsa dan Erick.
.
.
.
.
Part tepanjang..
huft