My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
37.



" Lusa kamu mau nemenin aku Kemo kan?" tanya Olivia pada Zay .


Keduanya baru saja keluar dari rumah sakit.


Zay mengantar olivia untuk memeriksa kondisi tubuhnya, dan Dokter mengatakan jika lusa ia harus menjalani kemoterapi lagi.


" Akan aku usahakan." jawab Zay sambil mengusap kepala Oliv.


" Kalau kamu sibuk gapapa, aku ngerti kok."


" Aku akan nemenin kamu." jawab Zay tersenyum manis.


Ponsel Zay berdering, ia melihat nama pemanggil lalu mengabaikannya.


" Kenapa gak diangkat?" tanya Oliv saat Zay mengbaikan panggilannya.


" Gapapa, nanti aja aku telpon balik." jawab Zay.


Ia tidak mungkin mengangkat telpon dari kiran disaat ia bersama Olivia.


Zay tidak ingin pertemuannya dengan Olivia membuat Kiran curiga dan berujung menyakitinya.


Egois? memang.


Zay belum siap jika Kiran marah dengannya, namun ia juga tidak bisa melihat Olivia yang lagi berjuang melawan penyakitnya sendiri.


" Kamu pacaran sama Kiran?" tanya Oliv membuat Zay yang fokus menyetir menoleh kearahnya.


" Kamu tau?"


" Hanya menebaknya saja, ternyata benar?" jawab Olivia tertawa kecil.


" Maafkan aku, bukan maksud kita menghianati kamu." ucap Zay yang tiba tiba merasa bersalah akan hubungannya dengan Kiran.


" Enggak juga Zay, kamu memang pantas mendapatkan wanita sebaik Kiran.


Aku tau dia menyukaimu sejak lama, harusnya aku yang meminta maaf padanya karena merebutmu darinya." ucap Olivia.


Ia melepaskan sabuk pengamannya karena mobil Zay sudah berhenti di depan rumahnya.


Zay tidak menjawab, entah apa yang ada di dalam pikiran pemuda itu.


" Aku masuk dulu, kamu mau mampir?" tawar Oliv sebelum ia turun dari mobil Zay.


" Ahh.. enggak. aku harus pergi, besok aku kesini lagi, aku ingin mengajak kamu jalan jalan ke taman besok." ucap Zay mengusap lembut pipi Oliv.


" Baiklah, aku masuk dulu, kamu hati hati dijalan." ucap Oliv diangguki Zay.


Oliv turun dari mobil setelah itu mobil Zay melesat pergi.


Zay melesatkan mobilnya menuju rumah kiran, ia teramat bersalah karena mengabaikan panggilan dari Kiran berulang kali.


" Keluar dong, aku di depan rumah kamu." ucap Zay melalui sambungan telepon.


Dari balkon kamar terlihat Kiran melambaikan tangannya pada Zay, ia segera turun dan menemui Zay.


" Kenapa kesini?" tanya Kiran saat Zay turun dari mobil.


" Kangen sama kamu." jawab Zay mencium pucuk kepala kiran.


" Gombal banget." Kiran mencebbikkan bibirnya.


" aku serius, aku kangen sama kamu."


" Ya..ya..ya.. terserah kamu." jawab Kiran Malas.


" Tadi sibuk ya kok telfon aku gak di angkat sama sekali?" tanya Kiran.


Mereka berjalan saling merangkul masuk kedalam rumah.


" Sedikit, maaf ya." ucap Zay berbohong.


" gapapa, maaf kalau telfonku ngeganggu kamu, tadinya aku mau ngajak kamu ke toko buku dulu."


" Yaudah ayo kita kesana sekarang."


" Gak usah, aku udah beli online, besok akan datang." jawab Kiran, Zay manggut manggut.


" Lusa penerbanganku jam 10 pagi, kamu nganterin aku kan?" tanya Kiran membuat Zay menoleh padanya.


" jam sepuluh?" ulang Zay diangguki Kiran.


Jam sepuluh pagi? itu artinya Zay masih menemani Oliv untuk kemo terapi.


Zay dibuat bingung, kenapa bisa barengan seperti ini?


Ia mengira jika Kiran mengambil penerbangan sore hari.


" Kenapa? kamu gak bisa nganterin aku?" tanya Kiran yang melihat ekspresi bingung dari wajah Zay.


" Enggak kok, aku anteri kamu ke bandara." jawab Zay sambil mengusap kepala Kiran.


***


Grace masih berada di rumah Daffin, sedari tadi ia merengek minta pulang namun Daffin selalu mencegahnya.


Alasanya jika ia masih kangen dengan Grace.


" Aku pulang ya? udah mau sore loh, nanti sodara aku pada nyariin." ucap Grace yang kesekian kali.


" Gak mau nanti aja, aku masih pengen kamu disini." jawab Daffin yang bersender dibahu Grace.


" Kita belum pacaran aja kamu manjanya kayak gini, gimana nanti kalau udah pacaran atau nikah?." cibir Grace, Daffin tidak menanggapinya.


Ia terus memainkan rambut grace, memilinnya dan menciuminya.


" DAFFIN... APA APAAN KAMU? SIAPA WANITA ITU." teriak Angel yang tiba tiba masuk kedalam rumah bersama mamanya.


Grace mendorong pelan kepala Daffin yang ada di pundaknya lalu berdiri.


Baginya akan lebih baik jika angel melihat kedekatannya dengan Grace.


" S-saya---"


" Dia calon istriku." ucap Daffin memotong ucapan Grace.


Dengan cepat Grace langsung menoleh ke arah Daffin, ia menyikut pelan perut Daffin karena asal berbicara.


" APA KAMU BILANG? KITA AKAN MENIKAH DAFFIN, AKU CALON ISTRI KAMU." teriak Angel tak terima.


" Tapi saya tidak akan sudi mempunyai menantu seperti kamu " sahut Elsa yang baru saja turun.


" Kamu sungguh keterlaluan Elsa, putramu sudah merusak putriku dan sekarang kalian malah bersikap tidak tau diri." hardik Rani dengan tatapan benci.


" Bukankah kemarin saya sudah katakan untuk menemui saya di rumah sakit? lantas kenapa kalian tidak datang? takut? takut jika kebohongan kalian terbongkar?" seru Elsa dengan santainya.


Ia duduk di kursi tunggal dengan menyilangkan kakinya.


" Kami ada urusan, jadi tidak bisa datang memenuhi permintaanmu yang konyol itu." jawab Rani yang masih bisa tenang.


" Konyol? ini menyangkut masa depan putraku, dan kau bilang ini konyol? apa otakmu sudah tidak waras?" ucap Elsa berdiri menatap tajam kedua wanita itu.


" Sepertinya kita pernah bertemu?" sahut Grace yang sedari tadi menatap wajah Angel dan Rani bergantian.


" Jangan mengarang, kita baru ketemu disini." ucap Angel menatap Grace dengan tatapan sinis.


" Di rumah sakit waktu kau menabrakku, bukahkan waktu itu kau bisa berjalan? kenapa sekarang pakai kursi roda? apa kau baru saja kecelakaan lagi?" jawab Grace membuat Angel dan Rani tercengang.


Tidak... Kebohongannya tidak boleh terbongkar sebelum ia menikah dengan Daffin.


Rani memutar otak bagaimana cara menyingkirkan wanita di samping Daffin ini.


" Kamu serius sayang?" sahut Elsa mendekat kearah Grace.


" Iya tante, grace yakin dia orang yang sama dengan yang tabrakan sama grace tempo hari." jawab Grace antara yakin dan ragu.


" Kamu jangan mengada ngada, aku tidak pernah bertabrakan dengan siapapun di rumah sakit, Mungkin saja kau salah orang karena yang jelas bukan aku orangnya." sahut Angel menatap tajam kearah Grace.


" Jangan percaya tan, Daf, wanita ini berbohong " sambunganya menatao Elsa dan Daffin bergantian.


" Kau membohongiku?" sahut Daffin menatap angel dengan tatapan yang lebih dingin.


" enggak daf, mana mungkin aku membohongi kamu, aku belum bisa berjalan.


Kamu jangan percaya sama wanita gila ini." jawab Angel menunjuk Grace.


" Enak aja kamu bilang aku gila. Kalau aku Gila terus kamu apa? edan?" Sahut grace dengan kesal.


" DIAM KAMU." bentak Angel.


" Dih.. ini mulut aku, kenapa situ yang ngatur? kalau gak mau denger aku ngomong, copot saja telingamu."


" Kau." geram Angel menatap tajam Grace.


Jika ia tidak berakting lumpuh, sudah dipastikan kedua gadis itu akan berkelahi.


" Apa? mau nantangin? lihat kondisi bun, situ di kursi roda, saya bisa berdiri. Tanpa dimulai pun sudah tau siapa pemenangnya." sahut Grace dengan gaya sombongnya.


" Sudah sayang jangan di teruskan, tidak perlu kamu meladeni wanita seperti dia." sahut Elsa mengusap punggung Grace.


" Sekarang juga kalian pergi dari sini." seru Elsa mengusir keduanya.


" Saya cuma mau kasih tau, pernikahan Daffin dan Angel harus segera dilaksanakan minggu depan.


Kalau kalian terus menghindar, Daffin akan saya laporkan ke polisi atas dasar pelecehan." ucap Rani memberi ancaman pada Daffin dan Elsa.


" Saya tidak takut, sekarang kalian pergi dari sini." ucap Elsa, kemudian Rani dan Angel keluar rumah dengan perasaan marah.


" Kamu yakin kalau kamu pernah melihat Angel bisa jalan?" tanya Elsa pada Grace.


" Iya tan, waktu itu Grace keluar dari rumah sakit dan gak sengaja tabrakan sama dia waktu Grace jalan ke parkiran.


Grace ingat betul dia marah marah sama Grace, padahal dia yang nabrak Grace." jawab grace.


" Bagus dong ma, kebongan demi kebohongan dia akan terbongkar, dengan begitu Daffin gak perlu memnikahi wanita itu." sahut Daffin.


" Kita tinggal cari bukti aja sayang, dan mama akan mencari cara supaya angel mau dibawa kerumah sakit untuk memastikan keperawanannya." ucap Elsa dengan senyum smirknya.


" Kamu udah percaya kan sama aku kalau aku gak cinta sama wanita itu?" ucap Daffin menatap Grace.


" hm.. tapi aku belum bisa nerima kamu selagi kamu masih punya status dengan wanita itu." jawab Grace.


" Tunggulah sebentar lagi, sebelum pernikahan pasti kebohongan mereka akan terungkap dan disitulah pernikahan kita akan batal." ucap Daffin.


Ia menarik tubuh Grace kedalam pelukannya.


eheemm...


" Disini masih ada orang loh." sindir Elsa.


Grace dengah cepat mendorong tubuh Daffin.


Malu.. rasanya grace ingin menghilang saja dari sini.


.


.


.


.


Aku Tim Zay - Kiran ✅


Ada yang tim Zay - Oliv?