
Disudut sebuah Caffe Grace duduk sendiri dengan di temani secangkir Coffee Americano.
Ia menunggu Grizzele dan Naya yang dalam perjalanan menyusul dirinya.
Sambil menunggu kedatangan Grizzele dan Naya, ia menunduk memainkan game yang ada di ponselnya.
Tanpa di sadari Grace, seseorang menghampiri dirinya dan langsung menyiram kopi milik Grace itu di kepalanya.
Grace membualatkan matanya, ia terkejut saat kopi yang terasa masih hangat itu mengalir dari atas kepalanya.
" Bangs---" ucapan Grace terhenti saat ia mendongakkan wajahnya dan tau siapa orang yang menyiramnya.
" Saaat." lanjutnya menatap Geram orang itu yang tak lain adalah Angel. Grace menatap Angel dengan tajam dan kedua tangannya mengepal.
" Kenapa? kaget?" Ucap Angel dengan senyum smirknya.
Saat itu Angel dan kedua sahabatnya Lisa dan Rere masuk kedalam Caffe yang sama dengan Grace, namun saat memasukki caffe mata Angel tidak sengaja melihat seseorang yang sangat di bencinya duduk sendirian.
Angel lalu menghampiri orang itu yang tak lain adalah Grace dan menyiram kepala Grace dengan Kopi yang ada di depan Grace.
Banyak pengunjung yang menoleh ke arah mereka karena suara umpatan Grace yang begitu kencang.
" Lo cewek gila tau gak, napa lo nyiram gue HAA." bentak Grace dengan emosi yang memuncak.
" Karena lo pantes ngedapetin itu, bahkan apa yang gue lakuin gak ada apa apanya di banding apa yang lo lakuin sama gue." ucap Angel yang tak kalah emosi.
" Lo masih marah sama gue karena pernikahan lo batal?" Grace tersenyum smirk. " Lo tuh harusnya sadar diri karena bagaimanapun kebohongan lo itu merugikan orang lain. Sebuah pernikahan tidak akan langgeng jika di awali dengan kebohongan, apalagi calon suami dan calon mertua lo aja gak respect sama sekali sama lo." ucap Grace dengan sarkas dan tersenyum remeh.
" Tau apa lo tentang pernikahan? kelakuan lo itu gak ada bedanya seperti pelakor tau gak? PEREBUT LAKI ORANG." ucap Angel dengan penuh penekanan.
" Di kamar lo pasti ada kaca kan? LEBIH BAIK LO NGACA DIRI LO SENDIRI SEBELUM NGATAIN ORANG LAIN." ucap Grace dengan suara keras.
" Kebohongan yang Lo lakuin sama keluarga Daffin itu dah keterlaluan apalagi tujuan lo berbohong untuk menguasai harta keluarga Daffin." lanjutnya hingga semua pengunjung mendengarnya dan saling berbisik.
" Lo " Geram Angel dan mengepalkan tangannya Kuat, ia hendak melayangkan tamparan pada Grace namun seseorang mencekal tangannya.
" Berani lo nyentuh sahabat gue, gue pastikan tangan lo akan patah saat itu juga." sahut orang itu adalah Naya dan Grizzele yang baru saja tiba di Caffe.
Naya menepis kasar tangan Angel membuat Angel dan kedua sahabatnya menatapnya tajam.
" Jangan kalian ikut campur urusan gue." tunjuk Angel di depan muka Naya dan Grizzele, namun langsung di tepis kasar Oleh Grizzele.
" Ohh tidak bisa, apa yang membuat sabahat gue terluka gua akan ikut campur tidak perduli yang gue hadapi adalah SEORANG KRIMINAL." ucap Naya menekankan dua kata terakhirnya dan menatap Angel dengan tajam.
" Sekarang lebih baik kalian bertiga pergi dari sini sebelum gue panggil satpam untuk menyeret kalian bertiga pergi dari sini." sahut Grizzelle menatap keti wanita di hadapannya ini.
Angel menatap nyalang Grizzele dan Naya, ia mngepalkan tangannya kuat.
Menandai wajah Grizzele dan Naya untuk masuk kedalam orang yang berurusan dengannya selain Grace.
" PERGI GUE BILANG." bentak Grizzele.
" Awas kalian bertiga, gue akan balas perlakuan kalian sama Gue. Tunggu pembalasan gue." ucap Angel lalu pergi diikuti Lisa dan Rere.
Grace, Grizzele dan Naya menatap ketiga wanita itu hingga keluar dari Caffe.
Naya dan Grizzele langsung mendekat ke arah Grace dan membantunya untuk membersihkan noda Kopi di kepala dan wajahnya.
" Kita pulang aja." ucap Grace diangguki kedua sahabatnya.
Grace mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah, di belakang mobil Grace ada mobil Grizzele dan Naya yang mengikutinya.
Mobil Grace dan Naya sudah sampai di kediaman Reyhan, mereka bertiga turun lalu masuk kedalam rumah.
" Grace kamu kenapa sayang?" sahut Luna yang melihat penampilan Grace sangat berantakan dan kotor.
Bukannya menjawab ia justru langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
" Grace." teriak Luna karena Grace mengabaikannya.
" Anu tante Grace tadi disiram sama mantan tunangannya pak Daffin." sahut Naya.
" Mantan tunangannya Daffin?" ulang Luna diangguki Grizzele dan Naya.
" Kenapa begitu?"
" Mungkin dia belum terima kalau pernikahannya batal karena Grace membongkar kebohongannya tan." sahut Grizzele.
Memang apa yang membuat Angel membenci Grace kalau bukan karena hal itu?.
" Ada apa ma?" sahut Zay yang baru pulang dari rumah Kiran.
" Biar Zay susul dia ke kamar, kalian berdua tunggu aja disini." ucap Zay pada Grizzelle dan Naya.
Mereka berdua mengangguk lalu Zay menaiki tangga menuju kamar Grace.
tookk..tookk..
" Masuk aja, gak di kunci." teriak Grace lalu Zay masuk kedalam kamar Grace.
" Lu gapapa?" tanya Zay yang melihat Grace mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
" Gapapa." jawab Grace singkat.
" Lu diapain sama mantannya Daffin?" tanya Zay yang duduk dipinggiran ranjang.
" Gak diapa apain." jawab Grace tanpa menatap Zay.
" Lu tuh gak bisa bohong sama gue."
" Kalau udah tau napa nanya?"
" Gue pengen lu jujur aja sama gue, akhir akhir ini lu gak pernah cerita apa yang lu alami. Bahkan lu batalin pernikahan daffin dan pacaran sama Daffin aja gue gak tau." ucap Zay melihat perubahan sikap Grace akhir akhir ini.
" Lu sibuk dengan cewek lu, gue ngertiin itu. Beban yang lu tanggung gak sedikit makanya gue diem aja kalau gue ada masalah. Selagi gue masih mampu nyelesein masalah gue sendiri gue gak akan berbagi masalah gue sama lu." jawab Grace yang memutar tubuhnya menghadap Zay.
Zay menghampiri Grace dan berjongkok di depan Grace. Ia menggenggam tangan Grace dan mendongakkan kepalanya menatap wajah Grace.
" Kiran cewek Gue, dan gue udah berjanji untuk prioritasin dia. Tapi lo sodara kembar gue, apapun itu lo tetep yang paling utama buat gue.
Gue gak suka lo nyimpen masalah lo sendiri kek gini.
Lo satu satunya anak cewek di keluarga ini, udah tugas gue dan Devan buat ngejaga lo. Seberat apapun beban Gue jika lo butuh gue, gue akan selalu utamain lo. Jadi jangan berpikir semenjak ada Kiran rasa sayang gue ke elo atau keluarga berubah. Itu gak akan pernah berubah.
Karena rasa sayang sama sodara, keluarga itu beda sama rasa sayang sama pacar. Lo paham kan maksud gue." tutur Zay panjang Lebar.
Grace mengangguk paham, ia memeluk Zay dengan erat. akhir akhir ini ia tidak pernah cerita masalahnya karena ia tau masalah Zay juga banyak. Belum lagi waktu Zay yang terbagi antara hal ini dan hal itu.
Grace tidak mau menambah beban pikiran Zay, karena bagaimanapun juga ia udah dewasa dan dan tidak ingin bergantung dengan orang lain. sebisa mungkin ia bersikap mandiri untuk menyeleseikan masalahnya sendiri.
" Ayo turun, kasian Grizzele dan Naya nungguin lo di bawah." ucap Zay diangguki Grace.
" Gak usah cemberut lagi, lu jelek kalau lagi manyun gini." sambungnya sambil mencibit gemas hidung Grace.
" Apaan sih." sahut Grace tersenyum malu.
" Dih malu malu." goda Zay.
" Diem ih."
Mereka pun turun dengan Zay merangkul pundak Grace.
" Sorry lama." ucap Grace menghampiri Grizzele, Naya dan mamanya.
" Gapapa, lgian ada mama lo yang nemenin Kita." Sahut Naya.
" Kamu gapapa kan sayang?" sahut Luna diangguki Grace.
" Grace gapapa ma, maaf tadi grace gak jawab pertanyaan mama. Grace udah gak betah sama rambut dan badan Grace yang lengket banget." ucap Grace yang merasa bersalah karena mengabaikan pertanyaan mamanya.
" Mama ngerti kok, yaudah kalau gitu mama tinggal ke dalam dulu ya. Kalian terusin aja ngobrolnya." Ucap Luna diangguki Grace, Zay dan kedua sahabtanya.
" Bentar lagi anak anak akan kesini." ucap Naya pada Grace dan Zay.
" Gapapa suruh kesini aja, kan hari ini sabtu. suruh nginep sekalian. nanti kita barbeque'an gimana?" usul Grace.
" wah ide bagus tuh, tapi bahan bahan buat barbeque ada gak?" sahut Grizzele.
" Nanti kita beli bentar di supermarket." jawab Zay lalu mereka mengangguk setuju.
.
.
.
.
Angel mulai berulah 😁