My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
104.



Suasana hari itu terlihat sangat bahagia. Kembalinya Grace ketengah tengah keluarga ini membuat semua orang berkali kali mengucap rasa syukur.


Sulit di percaya melihat Grace yang cukup lama menghilang kini berada diantara mereka.


Semoga ini adalah awal kebahagiaan baru bagi mereka.


Reyhan berjanji akan memperketat penjagaan pada putra putri mereka.


Setelah saling bercengkrama, Daffin meminta perhatian pada semua orang. Ia akan mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuat mereka sedikit terkejut.


" Maaf, bisa Daffin minta waktunya sebentar?" ucap Daffin berdiri dan semua orang menatapnya.


" Ada apa nak? apa kamu ingin mengatakan sesuatu?" sahut Luna diangguki Daffin.


" Iya tante!! berhubung semua orang berkumpul disini, Daffin ingin mengatakan sesuatu." ucap Daffin dengan sedikit grogi.


" Katakan!! apa yang ingin kamu katakan." sahut Reyhan.


Luna dan Reyhan saling pandang, sepertinya mereka berdua bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh Daffin. Karena terlihat jelas keduanya saling tersenyum jahil.


Daffin terlihat sangat gugup, ia menarik napasnya dalam sebelum mengatakan keinginannya.


Dengan hati yang mantap ia menatap Reyhan dan Luna.


" Daffin meminta izin sama tante dan om untuk melamar putri tante. Graciella." ucap Daffin dengan penuh keyakinan.


Grace yang mendengar hal itu tentu saja membulatkan matanya. Ia tidak menyangka jika Daffin benar benar akan melamarnya secepat ini. Tapi sedetik kemudian ia tersenyum, itu artinya laki laki ini sangat serius padanya.


" Apa kamu sudah yakin dengan hati kamu? Aku tidak akan melepaskan putriku jika kamu masih belum yakin dengan putriku." ucap Reyhan dan Daffin mengangguk yakin.


" Daffin serius om. Apa perjuangan dan pengorbanan Daffin selama ini belum cukup membuktikan bahwa Daffin benar benar mencintai Grace?" Daffin menatap kedua mata Reyhan tanpa takut sedikitpun.


Jika seseorang berani berbicara dengan menatap kedua mata lawan bicaranya, itu artinya ia yakin dengan dirinya dan bersungguh sungguh dengan ucapannya. Dan Daffin memang bersungguh sungguh dengan apa yang ia ucapkan. Karena tidak ada sedikitpun keraguan saat dirinya meminta izin untuk melamar Grace.


" Apa kamu sanggup menjaga cucuku dan berjanji kejadian seperti kemarin tidak akan terulang lagi." sahut Ricko yang kini angkat bicara.


" Daffin tidak akan berjanji apapun Opa, tapi Daffin akan berusaha semampu Daffin untuk menjaga dan melindungi Grace hingga kejadian seperti kemarin tidak akan pernah terulang kembali." ucap Daffin dengan mantap.


Daffin tidak ingin mengatakan janji apapun, karena dirinya yakin setiap orang tidak bisa memegang teguh pada janji yang sudah ia katakan. Dan Daffin tidak ingin menjadi laki laki yang terlalu banyak janji. Tapi dia akan selalu berusaha untuk menjaga dan melindungi apapun yang sudah menjadi miliknya.


Dalam hati Ricko dan Reyhan memang sudah percaya dengan Daffin. Karena mereka bisa melihat kesungguhan dari setiap tutur kata dan perbuatannya.


Selama Grace menghilang, Daffin mencari Grace dengan di bantu beberapa anak buahnya.


Meskipun tidak ada yang tau, tapi Ricko dan Reyhan sudah mengetahuinya. Itulah kenapa Ricko dan Reyhan sudah yakin dengan Daffin dan yakin jika laki laki ini mampu menjaga Grace. Karena sesungguhnya laki laki yang di percaya adalah perbuatannya bukan hanya sekedar kata dan janji manis saja.


" Om akan kembalikan ini semua sama putri om. Karena bagaimanapun yang akan menjalani ini semua adalah putri om. Jadi gimana sayang? apa kamu menerima lamaran kekasih kamu ini?" ucap Reyhan beralih menatap putrinya yang tertunduk malu dengan tangan yang memilin ujung kaosnya.


Bahkan wajahnya pun sudah memerah karena semua orang kini tengah menatapnya dan menunggu jawabannya.


" Emm.. Grace..Grace mau kok pa." ucap Grace pelan dan semakin menundukkan kepalanya.


" Tatap papa kalau bicara." ucap Reyhan membuat Grace mendongkakan kepalanya.


" Katakan!!"


" Grace mau pa." ucap Grace menatap papa dan mamanya bergantian.


" Mau apa?" goda Luna membuat Grace mencebikkan bibirnya.


" Ishh mama.. Masa harus di jelasin lagi sih." Grace menyilangkan tanganya di dada dengan wajah yang cemberut.


" Ya kan kita gak tau kamu mau apa? sekarang coba kamu katakan dengan jelas." ucap Luna membuat Grace mendengus kesal. Dirinya sudah terlampau malu dengan suasana seperti ini.


" Grace mau menerima lamaran mas Daffin." ucap Grace dengan lantang.


Semua orang tertawa karena sudah berhasil membuat Grace bertambah kesal. Grace langsung bersembunyi di balik lengan Daffin karena dirinya sudah teramat malu.


" Iya..iya, tapi gak usah ngomong di telinga juga dong." bisik Grace membuat Daffin terkekeh.


" Ya sudah kita tentukan saja hari pertunangan Grace dan Daffin." ucap Reyhan lalu mereka berunding untuk memutuskan hari pertunangan keduanya.


Setelah memutuskan kapan pertunangan itu dilakukan Grace mengajak Daffin untuk menghidari keluarganya karena mereka terus saja menggodanya dan itu sukses membuat Grace kesal serta malu.


Hari pertunangan Grace akan dilangsungkan sekitar satu minggu lagi. Dan untuk acara pernikahan mereka akan di adakan sekitar dua bulan setelah acara pertunangan itu. Karena ini adalah hari pernikahan keluarga wijaya dan Gunandra, kedua keluarga itu berbondong bondong akan mengadakan pesta secara besar besaran. Dan itu akan di jadikan juga pesta pernikahan Zay dan Kiran nantinya.


Kedua orang tua Kiran dan Daffin sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Kini hanya tertinggal keluarga inti saja yang berada di kediaman wijaya.


Devan dan El sudah kembali ke kamar mereka, sedangkan Daffin dan Grace memilih untuk berada di balkon kamar Grace. Sementara itu di ruang tengah hanya ada para lelaki yang terlihat sedang membicarakan sesuatu. Sedangkan para wanita memilih untuk memasak makanan untuk makan malam mereka.


" Jadi gimana? hukuman apa yang pantas untuk wanita itu?" ucap Ricko dengan dingin.


" Papa tidak usah memikirkan hal itu, biar kami saja yang memikirkannya." ucap Arland langsund mendapat tatapan datar oleh Ricko.


" Kali ini biar papa yang bertindak, perbuatan yang dilakukan wanita itu sudah tidak bisa di toleransi lagi. Ingin sekali papa menghabisinya dan seluruh keluarganya." ucap Ricko dengan penuh Amarah.


Pak Rohim yang melihat itu beringsut takut, ia tidak pernah berhadapan dengan orang yang seperti ini. Keluarga ini memang tidak pandang bulu jika sudah ada yang mengusik keluarga mereka.


Zay yang melihat raut wajah takut Pak Rohim mencoba merangkulnya dan menenangkannya.


" Bapak gak usah khawatir, mereka semua orang baik. Tapi karena ada yang berani bermain main dengan keluarga ini, jadi mereka tidak akan segan untuk memberikan hukuman yang setimpal." ucap Zay dengan nada pelan dan pak Rohim hanya mengangguk paham.


" Sebaiknya besok pagi kita ke markas, kita lihat bagaimana keadaan wanita itu." ucap Reyhan di setujui semuanya.


**


Grace dan Daffin duduk berdua di kursi balkon. Mereka menikmati malam hari ini dengan suasana yang hangat. Suasana yang lama hilang dan kini mereka rasakan kembali.


" Akhirnya semuanya selesei ya mas, aku gak nyangka bisa kembali kerumah ini lagi." ucap Grace yang sedang menyandarkan kepalanya dibahu Daffin.


" Semuanya belum selesei sayang, masih banyak hal yang akan kita lalui nanti. Tapi aku seneng, buntut dari permasalahan ini sudah terungkap."


" Aku udah feeling dari awal jika semua ini ulah wanita itu, aku gak nyangka dendam dia ke aku segitu dalemnya."


" Sekarang gak usah kamu pikirin, yang harus kamu pikirin adalah orang orang yang sayang sama kamu."


" Iya mas. Makasih ya mas udah perjuangin aku. Dan kamu selalu yakin kalau aku masih hidup." ucap Grace meneteskan air matanya.


" Aku udah pernah janji kan sama kamu, kemanapun kamu menghilang, aku akan mencari kamu sampai kamu ketemu. And see, aku menemukanmu kembali dan membawamu pulang ke keluarga kamu." ucap Daffin. Ia menghapus air mata Grace dan mengecup kedua mata itu.


" Jangan pergi lagi ya, aku gak sanggup kalau harus kehilangan kamu untuk kedua kalinya." ucap Daffin menatap dalam manik mata Grace.


" Aku janji gak akan pergi lagi mas, makasih udah bertahan dengan aku." ucap Grace dan Daffin menganggukkan kepalanya.


" I love you Graciella."


" I Love you more, my annoying lecturer." ucap Grace terkekeh kecil


Dan bersama itu kedua bibir itu saling bertaut.


.


.


.


.


.


.


Kok diriku jadi baper? 🥺