
Pagi ini Grace sudah di perbolehkan pulang setelah menginap satu hari di rumah sakit.
Awalnya Grace menolak untuk di rawat di rumah sakit, dokter juga sudah memperbolehkan Grace untuk pulang, namun Reyhan melarangnya.
Reyhan dan Luna ingin Grace menginap sehari dan harus sering di pantau oleh dokter untuk mengecek keadaan Grace.
" Udah siap?" tanya Zay.
Semalaman ia dan Vero menemani Grace di rumah sakit, namun Vero pulang lebih dulu.
" Udah yuk, gue udah gak betah bau rumah sakit." jawab Grace lalu keluar dari kamar bersama Zay.
" Bentar gue kebelet, lu jalan aja dulu ke mobil, gue ke toilet bentar." ucap Zay diangguki Grave
Zay langsung berlari menuju toilet, sedangkan Grace langsung berjalan menuju mobil.
Namun tanpa disengaja ia bertabrakan dengan seorang wanita hingga keduanya terjatuh.
" Oouuhh shit... punya mata gak sih lo? sakit nih badan gue." maki wanita itu sambil berdiri dan menatap tajam Grace.
" Mbak yang jalan gak lihat lihat, malah nyalahin saya lagi." bantah Grace yang berdiri membersihkan celana dan bajunya.
" Lo itu salah bukannya minta maaf malah nyalahin gue lagi. Dasar gak punya sopan santun."
" Mbakk... mbak itu yang salah, mbak yang jalannya cepet dan nabrak saya, mbak yang harus minta maaf bukan saya."
" Kurang ajar lo ya, udah salah, gak mau ngaku, nyolot lagi."
" Angel.. ada apa ini? kenapa belum masuk juga?" sahut Rani yang baru saja menghampiri keduanya.
Yups. wanita yang bertabrakan dengan Grace adalah angel.
" Ada apa ini grace?" sahut Zay yang juga baru datang dari toilet.
" Gapapa, Ada monyet gila yang lepas dari kandang." ucap Grace lalu menarik tangan Zay pergi meninggalkan Angel dan mamanya.
" Heh lu tuh monyet gila, ngatain gue lagi." ucap angel sedikit berteriak.
" Angel udah, ini rumah sakit, jangan buat keributan." tegur Rani lalu menarik angel kedalam rumah sakit.
Rani menemani angel untuk melakukan chekup rutin.
Memang Kaki Angel sudah sembuh sejak beberapa bulan yang lalu namun ia enggan untuk memberi tahu Daffin jika dirinya sudah bisa berjalan.
Jika Daffin tau kalau dirinya sudah bisa berjalan, sudah pasti daffin akan memutuskan pertunangan mereka dan angel tidak akan di nikahi oleh Daffin.
Selain ketampanan Daffin, kekayaan Daffin lah yang membuat Angel tidak akan melepaskan Daffin begitu saja.
Apalagi dukungn dari mamanya yang membuat dia semangat untuk mempertahankan Daffin bagaimanapun caranya.
Sementara itu Grace masuk kedalam mobil dengan wajah terlihat sangat kesal.
Ia menggerutu tidak jelas karena wanita yang bertabrakan dengannya tadi.
" Emang wanita tadi siapa sih." tanya Zay, ia menghidupkan mesin mobil dan melesat keluar area rumah sakit.
" Mana gue tau, gue cuma jalan dan dia nabrak gue sampe kita berdua jatuh.
Dia yang nabrak gue yang disalahin dan suruh minta maaf pula. emang gila tuh cewek." jawab Grace kesal.
" Yaudah gak usah cemberut gitu, jelek tau." ucap Zay menoel dagu Grace.
" Dihh.. apaan dah." sahut Grace mencebikkan bibirnya namun tersenyum juga.
***
Daffin mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas namun laki laki itu tidak melihat wajah Grace sama sekali.
Jika biasanya Gadis itu tidak pernah bolos dan paling rajin masuk kelas namun berbeda untuk hari ini.
Gadis itu tidak masuk kelas, ia berpikir jika Grace terlambat, namun kelas sudah berjalan 10 menit.
Hingga jam kelasnya telah usai gadis yang di tunggu itu tidak menampakkan batang hidungnya.
" Bapak mencari Grace?" tanya Naya saat Daffin merapikan buku bukunya.
" Tidak." jawab Daffin singkat.
" Kalau nyari Grace juga wajar kok pak.
Grace hari ini gak masuk karena kemarin dia pingsan dan masuk rumah sakit." ucap Naya membuat Daffin sedikit terkejut.
" Kenapa dia bisa pingsan?" tanya Daffin dengan wajah sedikit khawatir.
" Katanya nggak nyariin, tapi kok kepo? wajah bapak juga kelihatan khawatir banget." sahut Grizzele dengan senyum meledek.
" Kalau tidak mau menjelaskan ya sudah, saya tidak masalah." jawab Daffin lalu melangkah keluar.
Mikirin aku? gumam daffin.
Daffin melanjutkan langkahnya tanpa membalas ucapan Naya.
" Lu gila.. grace cuma kelelahan bodoh, kenapa lu bilang terlalu mikirin pak daffin." ucap Grizzele menabok pelan lengan Naya.
" Biar lebih dramatis sedikit gitu." jawab Naya cengengesan.
" Dasar jubaedah, kelakuan dari dulu gak ada berubahnya."
" Bodoh amat.. yuk lah ke kantin." ucap Naya diangguki Grizzele.
Daffin merebahkan tubuhnya di sofa panjang di dalam ruangannya.
Sejenak ia berpikir apakah ucapan Naya tadi benar atau memang mengada ngada.
Daffin merubah posisinya menjadi duduk, untuk memastikan ucapan Naya, ia mengambil ponsel dan mengubungi Grace.
" Iya hallo..."
Daffin mengernyitkan dahinya dan kembali menatap layar ponselnya.
Ia memastikan jika ia tidak salah panggil nomor.
Nomor yang benar tapi kenapa yang mengangkat panggilannya seorang laki laki.
" Hallo.." ucap laki laki itu adalah Zay.
" Apa Grace ada?" tanya Daffin dengan nada setenang mungkin.
" Grace sedang istirahat, hubungi lagi nanti." jawab Zay.
" Baiklah, terimakasih." ucap Daffin lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Daffin mengehela napasnya, pikirannya sekarang di penuhi oleh Grace yang sedang sakit.
Ingin sekali ia menemui Grace saat ini, tapi tidak mungkin.
Daffin berjalan kearah meja kerjanya dan meneruskan pekerjaanya.
**
" Siapa yang telpon Zay?" tanya Grace yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Gebetan lo." jawab Zay merebahkan tubuhnya di atas ranjang Grace.
" Siapa? pak Daffin?" tanya Grace dengan mata membelalak.
Ia mengambil ponselnya dan melihat log panggilan terakhir.
Dan benar saja, orang yang baru menghubunginya adalah Daffin, dosen kesayangannya.
" Gak usah di telpon balik, gue tadi udah bilang kalau lu lagi istirahat." sahut Zay yang melihat Grace akan menelpon balik Daffin
" Isshh.. napa lu bilang gitu? kan gue lagi di kamar mandi tadi." ucap Grace dengan cemberut.
" Gak ada bantahan, lu habis ini istirahat.
Gue gak mau lu kelelahan dan pingsan kayak kemaren." ucap Zay dengan tegas.
" Bawel banget dah, sono lu kencan ma kiran." ucap Grace dengan kesal.
" Dia lagi pergi sama mama papanya, nanti malem gue ketemu dia." jawab Zay.
" cihh.. dah bucin ternyata." cibir Grace.
Zay tidak menanggapinya, ia memilih memejamkan matanya dan tak lama ia tertidur.
Grace naik ke naik ke atas ranjang, sebelum menyusul Zay tidur ia mengirim pesan untuk Daffin.
Grace : Jangan lupa makan siang yaa, love you 😁
Setelah mengirim pesan untuk Daffin, Grace meletakkan ponselnya diatas nakas dan tak lama ia menyusul Daffin terlelap.
.
.
.
.
🍃🍃🍃🍃