My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
68.



Truth or dare part 1.


.


.


.


.


.


.


" Sekarang gak usah dipikirin lagi, lu baru aja ngedapetin ingatan lo kembali. Lupakan semua yang menjadi beban pikira lo, waktunya lu membuka diri lu menjadi seseorang yang baru. Paham." ucap Grace dan Kiran mengangguk paham.


" Sekarang kita temui yang lain, dan lu juga harus makan. Karena pasti Zay udah nungguin lu untuk makan bareng." ucap Grace lalu mendorong kursi roda kiran masuk kedalam rumah.


Keduanya memasuki rumah dan mengampiri teman temannya yang sedang fokus dengan kegiatannya masing masing.


" Gue ada pengumuman buat kalian.", ucap Grace menyita perhatian semua orang.


" Apaan? kek kepala sekolah gue aja pekek pengumuman segala." sahut Devano yang harus rela memghentikan gamenya dan menatap Grace.


" Ingatan Kiran udah kembali lagi, Kiran udah inget kita semua." ucap Grace membuat Kiran menoleh padanya.


" Kenapa dikasih tau sih?" sahut Kiran menatap Grace dengan kesal.


" Serius?" sahut Izzam diangguki Grace.


" Beneran Ran?" Naya menatap Kiran untuk memastikan.


" Iyaa, udah dari semalem ingatan aku balik." jawab Kiran tersenyum manis.


" Syukurlah, kita semua seneng dengernya. Tapi kita juga seneng, meskipun lo hilang ingatan tapi lo tetep mau menerima kita sebagai temen lo. Kadang ada orang amnesia tapi gak mau di deketin siapapun kecuali orang yang dia ingat." sahut Grizzele. Semua mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh Grizzele.


Karena kebanyakan orang yang amnesia susah untuk dekat orang yang dilupakan.


" Itu karena aku percaya sama kalian semua." jawab Kiran menatap semua orang yang ada di depannya.


Tidak ada alasan bagi Kiran untuk menjauhi orang yang kenal dengannya, meskipun ia tidak ingat apapun tapi hatinya yang berkata untuk percaya dengan orang orang disekitarnya.


" Kak Kiran gak ngelakuin cara yang Devan kasih kan?" sahut Devano.


" Maksud lu cara apaan dev?" tanya Freya yang berada di dampingnya.


" Jedotin kepala kak Kiran ke tembok." jawab Devan lalu mendapat pukulan dari Freya di bahunya.


" Lu pikir ini dunia sinetron apa? otak lu dimana sih dev astaga? bisa bisanya lu nyaranin orang amnesia buat jedotin kepalanya ke tembok, Sini kepala lu aja yang gue jedotinnke tembok sekalian." Kesal Freya.


Ia benar benar tidak habis fikir dengan pikiran randomnya Devan.


" Yaelah yank, kan gue cuma kasih saran. Apa salahnya di coba yekan? berhasil ya syukur gak berhasil ya udah takdir." jawab Devan membuat semua orang geram padanya kecuali Kiran. ia justru tertawa melihat kepolosan Devan.


" Coba aja sendiri sana, lagian lu ngasih saran ada ada aja. Bukannya tambah waras yang ada kak Kiran tambah masuk rumah sakit." sahut Nathan yang ikutan geram dengan pikiran random sahabatnya.


" Lebih baik lu reparasi deh tuh otak, gue takut ada kelainan di otak lu." sahut Rissa membuat Devan mendelik padanya.


" Enteng bener tuh mulut kalau ngomong, pedes kek cabe kiloan." ucap Devan, Rissa hanya menaikkan bahunya acuh.


" Tuh lah cewek kalau kebanyakan makan cabe, omongannya bikin hati panas. semburan apinya sampai nusuk ke tulang." celetuk El seketika langsung mendapat tabokan dari Rissa dan Freya.


" Sudah sudah berantem mulu, gue punya ide nih. Gimana kalau kita main truth or dare?" usul Vero.


" Boleh tuh, mumpung gak ada kegiatan lain yakan." sahut Naya diangguki semuanya.


" Kalian siapin aja semuanya, gue sama Kiran mau makan dulu." sahut Zay lalu membawa Kiran ke meja makan.


Permainan truth or dare ini biasanya di lakukan dengan cara duduk melingkari meja dan memutar botol diatas meja, jika arah tutup botol berhenti mengarah pada salah satu anggota, maka anggota itu akan memilih truth atau dare.


Namun berbeda kali ini, karena terlalu banyak orang yang ikut dalam permainan ini, cara yang dimainkan akan berbeda.


Mereka akan menulis nama mereka masing masing dan menulis sebuah tantangan juga pertanyaan yang akan di pilih orang yang namanya akan disebut.


Setelah itu mereka akan memasukkan kedalam wadah yang berisi nama, tantangan dan juga pertanyaan.


Orang pertama akan mengambil sebuah nama, nama yang di sebut harus memilih truth atau dare. Setelah melakukan tantangan itu, orang itu akan memilih orang selanjutnya dan begitu seterusnya.


Kini semua orang sudah siap melakukan permainan truth or dare. Mereka juga sudah membuat keputusan jika salah satu pertanyaannya terlalu Privasi mereka berhak untuk tidak menjawab, dan sebaliknya jika tantangan yang mereka terima lumayan berbahaya mereka juga berhak untuk menolaknya.


" Oke disini gue akan jadi orang pertama." ucap Grace.


Ia mengacak sebuah wadah yang berisi nama nama orang dan mengambilnya satu.


" CAVERO." ucap Grace saat membaca kertas itu.


" Truth or dare."


" Truth aja dah, gue lagi mager buat pilih Dare." jawab Vero lalu Grace mengambil satu pertanyaan dan membacanya.


" Pernah gak lu pakek semvak bapak lu?" sebuah pertanyaan yang di tulis oleh salah satu dari mereka membuat semuanya tertawa.


" Gue yakin pertanyaannya gak ada yang beres." ucap Vero geleng geleng kepala.


" Udah jawab aja napa? Tapi bener juga sih, paling pertanyaannya gak ada tang bener alias konyol semua." sahut Izzam.


" Ulangi dulu pertanyaannya kak." sahut Dave sambil mengarahkan kamera ponselnya pada Grace.


Ternyata ia sedang menghubungi Arland dengan cara video call.


" Pernah gak lu pakek semvak bapak lu?" ulang Grace.


Devan mengarahkan kamera ponselnya pada Vero yang akan menjawab pertanyaan Grace.


" P-pernah dulu waktu SMA, tapi setelah itu gue balikin tanpa gue cuci lagi." ucap Vero yang wajahnya sudah memerah.


Mereka semua yang tertawa renyah namun tidak untuk seseorang sedang dalam video call.


Arland membulatkan matanya mendengar pengakuan putra semata wayangnya.


" CAVERO BARAQ WIJAYA." teriak Arland membuat Vero membulatkan matanya menatap Devan yang tertawa keras.


" Papa? aduh Mampus gue." gumam Vero dan yang lain malah tertawa semakin keras.


" Kamu bener bener anak kurang ajar ya, kenapa kamu bisa melakukan hal jorok seperti HAa?" Emosi Arland pada anak semata wayangnya.


" Pa.. paa Vero bisa jelasin." Vero merampas ponsel devan dan bertatap muka dengan papanya.


" Gak ada yang perlu kamu jelasin lagi, siap siap aja Credit card kamu akan papa blokir." ucap Arland lalu mematikan sambungan video call nya.


" Paaa.. yahh kok di matiin?" gerutu Vero. Ia lalu menatap Devan dengan tajam.


" DASAR ANAK SETAN, GUE BUANG JUGA LU KE KANDANG SINGA. sekarang papa marah sama gue, dan lu siap siap buat nraktir jajan gue selama Credit card gue di blokir sama papa." ucap Vero membuat Devan membuatkan matanya.


" Gak ada, enak aja. Itu salah lu sendiri bang kenapa ngelakuin gal kayak gitu."


" Lagian lu kenapa pakek video call bokap gue jamet? kesel gue punya sepupu lucknut kek lu."


" Tapi ganteng kan?" ucap Devan sambil menaik turunkn alisnya.


" BODOH amat, pokoknya lu harus tanggung jawab atas hidup gue selama di Indonesia." ucap Vero menatap Devan dengan tatapan sengit.


Devan mendengus kesal, niat hati ingin ngerjain abang sepupu malah dirinya yang di kerjain.


RIP dompet Devan.


.


.


.


.


Aku tuh ngakak banget baca komenan kalian yang ingin Oliv cepet cepet Die. Kalian sungguh akhlakless sekali.


Sabar sabar, kita ketawa ketawa dulu jangan emosi mulu.😂


Ada waktunya kok nanti, Kalau si olive udah die malah gak ada yang bikin greget lagi 😁.


Jadi sabar ya para readersku 😁