My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
102.



Angel perlahan membuka matanya saat kesadarannya mulai kembali. Ia mengucek kedua matanya dan melihat sekeliling yang terlihat sangat asing.


Sebuah ruangan gelap, kotor dan pengap membuatnya bergedik jijik.


" Gue dimana ini? bukannya gue semalam di club sama Daffin?" gumam Angel memegangi kepalanya yang masih terasa sangat berat.


Ia mencoba berdiri dan berjalan menuju arah pintu yang terkunci.


Dooorr..dooorrr..


" Siapapun yang diluar tolong buka pintunya." Angel berteriak seraya menggedor gedor pintu ruangan itu, namun tidak satupun yang mendengarnya.


" BUKA PINTUNYA BANG SAT." teriak Angel sambil memaki.


Tak lama pintu itu terbuka dan muculah Ica, Aldo dan Adam. Angel berjalan mundur saat melihat tatapan tajam dari ketiga manusia itu.


" S-siapa kalian? Kenapa gue bisa ada disini?" Angel beringsut hingga tubuhnya terpentok ke tembok.


" Siapa kita gak penting bagi kamu. Yang jelas kamu akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatanmy." ucap Ica berjalan maju ke arah Angel. Ia mencengkeram rahang Angel hingga membuatnya mendongakkan kepalanya.


" L-lepas!! i-ini sakit." Angel berucap dengan terbata bata karena Ica mencengkramnya sedikiit keras.


" Sakit? bahkan rasa sakit ini tidak seberapa dengan rasa sakit yang dirasakan oleh keponakanku. GRACIELLA." ucap Ica dengan menekankan nama Grace.


Angel membulatkan matanya, bagaimana wanita ini bisa tau jika dirinyalah yang membuat Grace celaka.


" A-aku tidak mengerti apa maksudmu. K-kau mungkin salah orang." elak Angel membuat Ica tertawa sumbang.


" Salah orang? bagaimana calon suami Grace bisa salah orang? apa kau tidak ingat kejadian semalam?" Ica melepaskan cengkramannya dan berjalan mundur dua langkah. terlihat jelas raut wajah panik Angel saat mendengar perkataannya.


" S-semalam?" Angel mencoba mengingat dimana dirinya dan Daffin di sebuah ruangan VIP sedang bercengkrama dengan mesrah.


Apa mungkin gue udah bongkar rahasia gue sendiri di hadapan Daffin? bagaimana mungkin gue bisa mengatakan itu? nggak..ngakk mungkin gue jujur sama Daffin kalau gue yang bikin Angel celaka.


" Gimana udah ingat?" Ica tersenyum smirk melihat gelagat Angel yang terlihat jelas jika dirinya gelisah.


" A-aku gak ingat apa apa? S-semalam aku mabuk, mungkin aku salah bicara." ucap Angel dengan sangat gugup.


" Begitu yaa? Oke. Biarkan nanti Daffin dan Zay sendiri yang akan membebaskanmu. Karena merekalah yang membawamu kesini. Dan tugasku hanya menjagamu agar kau tidak kabur dari sini." ucap Ica lalu berjalan menghampiri suami dan putranya.


" T-tunggu.!!! Tolong biarkan aku keluar dari sini. Mama papaku pasti sedang mengkhawatirkanku." Angel berlutut di kaki Ica. Ia memohon agar Ica membiarkannya pergi dari sini.


" Aku sudah bilang jika tugasku hanya menjagamu, bukan membebaskanmu. Perbuatan yang kau lakukan sangatlah keji, jadi jangan harap kau bisa bebas dari tempat ini." Ica menarik paksa kakinya yang di pegang oleh Angel lalu berjalan keluar diikuti suaminya."


Sementara itu hanya Adam yang tersisa diruangan itu, ia berjalan mendekati Angel lalu mencengkeram kuat dagu Angel dan memaksa wanita itu menatpnya.


" Sekarang giliran dirimu yang akan menderita. Apa kau tidak tau ini tempat apa? kalau kau tidak tahu, biar aku kasih tau." ucap Adam tersenyum manis. Sebelum ia melanjutkan ucapannya, ia melepas cengkramannya dan mengusap lembut pipi Angel.


" Ini adalah markas Black Rose dan Black Diamond. Kau tau kan dua gengster terbesar itu? pasti tau lah, kan mereka terkenal di mana mana." ucap Adam tertawa keras hingga membuat Angel merinding mendengar tawanya.


" Dan kau tau siapa pemimpin kedua Gengster itu? Mereka adalah mama papa dari orang yang telah kau buat celaka. GRACIELLA." ucap Adam membuat Angel memaku.


Angel tau betul bagaimana kejamnya dua gengster tersebut, itu artinya dia yang salah mencari lawan. Sungguh di luar dugaan jika Grace adalah anak dari ketua Gengster itu.


Lalu bagaimana ini? tidak mudah keluar dari sini dalam keadaan selamat.


" Lo pasti bohong sama gue, ini cuma tempat biasa dan gue yakin nanti Daffin akan kesini buat nolongin gue." ucap Angel membuat Adam semakin tertawa keras.


" Menolongmu? bahkan dia sendiri yang mengantarmu ke tempat ini." balas Adam. Ia berdiri dan menatap Angel dengan tatapan penuh kebencian.


" Kau terlalu bodoh, kau kira bang Daffin akan mudah begitu saja melupakan Grace? Kau punya otak harusnya kau gunakan untuk berpikir, jangan kau gunakan untuk kejahatan doang. DASAR BODOH." Sarkas Adam setelah itu ia keluar dari ruangan itu dan tak lupa mengunci kembali pintu itu.


" DAFFIN SIALAN." maki Angel mulai menangis.


Angel merutuki nasibnya karena terlalu mudah di jebak oleh Daffin.


Seharusnya ia tidak mudah percaya begitu saja dengan Daffin. Harusnya ia berhati hati dengan perubahan sikap Daffin. Karena tidak mungkin Daffin melupakan Grace begitu saja.


***


Grace tentu saja terkejut karena ia masih belum bisa menemukan dalang di balik kecelakaannya.


Namun Zay dan Daffin sudah memberi tau jika dalang dibalik kecelakaannya sudah tertangkap dan sekarang sudah berada di markas Black Rose.


Dan saat ini Grace sedang mengemasi barang barangnya dengan bu Imah dan pak Rohim yang duduk di ranjang Grace. Memperhatikan Grace yang sedang memasukkan barang barangnya kedalam tas.


" Ibu sama bapak pasti akan merindukanmu nak." ucap bu Imah dengan mata berkaca kaca.


Terlihat jelas raut wajah sedihnya saat Grace memberi tahu jika dirinya akan kembali ke keluarganya.


Kehadiran Grace beberapa bulan ini mampu membuat kedua orang tua itu seperti memiliki buah hati.


Tak heran jika keduanya begitu sedih saat Grace kaan kembali ke keluarganya.


" Ibu sama Bapak gak usah khawatir, justru Grace akan bawa kalian kesana." Grace berjongkok di hadapan bu imah dan pak Rohim dengan menggenggam tangan keduanya.


" Tidak perlu nak, biar bapak sama ibu disini saja. Sampaikan saja salam kami berdua untuk keluarga kamu Dan yang paling bapak ibu harapkan adalah semoga kamu sering sering datang kesini." sagut Pak Rohim yang juga terlihat begitu sedih.


" Pak, buk. Grace mohon, kalian ikutlah denganku. Grace akan menjamin kehidupan kalian berdua. Bukan maksud Grace gimana gimana, disisi lain Grace sudah menganggap kalian adalah orang tua Grace sendiri. Jadi Grace mohon, ikutlah dengan Grace." ucap Grace dengan tatapan memohon.


Ia tidak ingin melihat kedua orang tua yang menolongnya ini hidup sebatang kara seperti ini. Jauh dari pemukiman warga dan lumayan beresiko.


" Benar apa yang di katakan Grace pak, buk. Ikutlah dengan kami. Kami akan memberikan kalian rumah untuk kalian tempati." sahit Zay yang baru saja tiba bersama Daffin.


" Tap nak--"


" Grace mohon." sela Grace yang sudah meneteskan airmatanya.


" Disana kalian tidak akan jauh dari Grace, kalian tetap akan menganggap Grace adalah anak kalian dan Grace akan menganggap kalian adalah orang tua Grace." sambungnya dengan bersimpuh di kaki keduanya.


" Jangan seperti ini nak. Baiklah, ibu dan bapak akan ikut dengan kalian. Tapi bagimana dengan rumah ini?"


" Bukankah tanah ini masih milik pemerintah? jadi tidak masalah jika bapak dan ibu tinggalkan." sahut Daffin dan keduanya mengangguk paham.


" Baiklah kalau begitu ibu akan siap siap dulu."


" Tidak usah terlalu membawa banyak barang buk, pak. Karena disana sudah tersedia." ucap Zay diangguki keduanya.


Semua sudah beres, mereka tidak terlalu membawa banyak barang karena memang tidak ada barang yang layak untuk mereka bawa.


Setelah itu mereka berjalan ke mobil yang terparkir cukup jauh. Daffin dan Zay duduk di kursi depan, sementara itu Grace dan bapak ibu itu berada di belakang dengan Grace yang duduk di tengah.


Kemudian mobil perlahan meninggalkan area hutan menuju rumah utama.


Memang Daffin dan Zay menyuruh semua keluarga besar untuk berkumpul, tak terkecuali keluarga Daffin dan juga Kiran. Mereka semua berada disana dengan kebingungan karena Daffin dan Zay berkata akan memberikan mereka kejutan.


.


.


.


.


.


Hehehe sabar ya yang pengen Grace dan Daffin cepet cepet nikah. Iya nanti bakalan nikah kok. Tapi aku mau cerita ini tertata dulu. Aku gak mau ceritanya loncat loncat, soalnya disini banyak tokoh yang mesti di ceritain juga.


Jadi sabar ya, dan semoga kalian gak bosen sama cerita ini.


Kalau boleh jujur sih, dari sekian novel yang aku bikin. Ini adalah salah satu novel yang aku sukai. Jadi aku mau bikin novel ini mudah dimengerti sama pembaca.


Dan termikasih untuk antusias kalian sama novel ini. Jujur aku seneng banget lihat komen kalian yang bikin mood naik dan buat makin semangat untuk nulis.


Pokoknya Love you buat kalian. 😘❤️