My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
12.



Grace berlari mengejar Daffin yang sedang berjalan menuju parkiran.


Hari ini ia sengaja tidak membawa mobil karena ingin melancarkan aksi modusnya untuk bisa nebeng bersama daffin.


" Pak Daffin.." panggil Grace saat Daafin sudah membuka pintu mobilnya.


" Iya ada apa?" tanya Daffin menutup kembali pintu mobilnya.


" Boleh nebeng bapak lagi gak? saya lagi gak bawa mobil pak." ucap Grace dengan wajah imutnya.


" Kamu bisa cari taxi Grace." jawab Daffin.


" Tapi saya mau nebeng sama bapak, boleh yaa..yaa.." ucap Grace menunjukkan puppy eyesnya.


Daffin mengehela napasnya lalu mengangguk pasrah.


Dengan senyum yang mengembang, Grace langsung masuk kedalam mobil sebelum Daffin menyuruhnya masuk.


Daffin geleng geleng kepala setelah itu ia masuk kedalam mobil.


" Di antar sampai rumah kan pak?" tanya Grace setelah mobil sudah melaju keluar dari gedung fakultas.


" Rumah kamu dimana?" tanya Daffin.


" Rumah saya di jalan xxxx, tapi sekarang saya lagi tinggal di rumah grandpa, jadi anterin saya kerumah grandpa saja." jawab Grace diangguki daffin.


" Mobil kamu kemana?" tanya daffin tanpa mrnoleh kearah grace.


" Sengaja gak bawa, karena pengen bapak nganterin saya pulang." jawab Grace.


Jika orang lain akan mencari alasan untuk berbohong, berbeda dengan grace, ia akan bicara apa adanya saat di tanya.


" Kalau tadi saya gak mau nganterin kamu gimana? Dan kenapa kamu yakin sekali saya mau nganterin kamu?" tanya Daffin, ia tidak habis fikir dengan jalan pikiran Grace.


" Gak mungkin bapak gak mau nganterin saya, lagian cinta tuh butuh perjuangan, jadi saya harus yakin kalau bapak mau nganterin saya pulang." jawab Grace.


" Kamu beneran cinta sama saya?" tanya Daffin melirik Grace.


" Cinta lah, kalau gak cinta ngapain saya deketin bapak? buang buang waktu saya aja." jawab Grace.


" apa kamu juga seperti ini sama laki laki lain yang kamu suka?" tanya Daffin.


" Enggaklah.. saya suka sama cowok baru pertama kali ini dan itu sama bapak.


Kalau bapak gak percaya, bapak bisa tanya ke sahabat saya atau sodara kembar saya." jawab Grace.


" kamu punya sodara kembar?" tanya Daffin.


" Punya.. namanya Zay, kalau bapak lihat saya mesrah sama cowok, sudah dipastikan cowok itu adalah Zay." jawab Grace, Daffin manggut manggut.


Tak lama mobil yang di kendarai Daffin sampai di rumah mewah kediaman Wijaya.


Mobil berhenti namun Grace enggan turun, ia malah menghadap ke arah Daffin.


" Kenapa tidak turun, bukankah kita sudah sampai?" tanya Daffin.


" Jadi gimana?" tanya Grace, mengabaikan pertanyaan Daffin.


" Apanya?" tanya Daffin mengernyit bingung.


" Mau jadi pacar saya yaa." ucap Grace sedikit terkekeh.


" Kamu ini belum mengenal saya, belum tau latar belakang saya, kenapa kamu ingin sekali jadi pacar saya?" tanya Daffin.


" Karena saya cinta sama bapak." jawab Grace polos namun terlihat menggemaskan bagi Daffin.


Tanpa sadar tangan daffin terulur mengusap lembut kepala Grace.


deegg...


Jantung Grace berpacu lebih cepat saat tangan kekar itu menyentuh kepalanya.


" Kamu masuk sana, belajar yang bener." ucap Daffin tersenyum manis.


" Jawab dulu pertanyaan saya." jawab grace.


" Pertanyaan yang mana sih?" tanya Daffin.


" Mau ya jadi pacar saya." ucap Grace mengulang pertanyaannya.


" Enggak." jawab Daffin membuat Grace mengerucutkan bibirnya.


" Yaahh kok ditolak?" ucap Grave pura pura bersedih, dia memang sudah tau jawaban akan pertanyaannya sendiri namun apa salahnya jika dicoba, siapa tau jawaban Daffin 'iya'.


" Kalau kamu benar benar mencintai saya, tunggulah sampai masalah saya selesei." ucap Daffin membuat Grace menatapnya dalam.


" Maksud bapak?" tanya Grace tak mengerti.


Mata Grace membola sempurna saat dengan tiba tiba Daffin mencium keningnya.


" Turun dan masuklah." ucap Daffin tanpa menjawab pertanyaan Grace.


Grace yang akal sehatnya masih belum kembali menurut saja saat daffin menyuruhnya turun, bahkan tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibir Grace saat mobil daffin melesat pergi.


Namun berbeda dengan daffin, laki laki itu justru tersenyum saat melihat wajah blank seaorang Grace.


Tidak dipungkiri jika pesona Grace mampu meluluhkan hatinya yang selama ini membeku.


Ia berjanji, jika masalahnya selesei ia akan menata ulang hidupnya bersama Grace.


Grace melangkahkan kakinya kedalam rumah dengan tersenyum dan tangan yang selalu mengelus keningnya.


Luna, Salwa dan Febby di buat heran saat melihat Grace yang masuk kedalam rumah dengan keadaan seperti itu.


" Sayang kamu sudah pulang?" ucap Luna namun tidak dihiraukan oleh Grace.


" Sayang.." panggil Luna sekali lagi.


" Graciella." panggil Luna sedikit menaikkan intonasinya.


" Eehh.. i-iya maa.. ada apa?" tanya Grace yang baru sadar dari lamunannya.


" Kamu kenapa Grace? sakit?" tanya Salwa.


" Sakit? mana ada Grace sakit, orang grace sehat sehat aja kok." jawab Grace lalu mendudukkan bokongnya di sofa.


" Terus kenapa pulang pulang kok mesam mesem kayak gitu? belajar jadi gila?" ucap Luna.


Grace mendengus sebal, mana ada orang belajar gila, nih emak kalau ngomong bener bener lupa ngefilter dah.


" Mana ada Grace belajar gila sih ma, Grace lagi seneng aja hari ini." jawab Grace tersenyum lagi.


" Seneng kenapa sih ponakan tante ini?" tanya Febby.


" Coba tebak Grace seneng kenapa?" ucap Grace menatap Luna, slwa dan febby bergantian.


" Entah.. emang kenapa?" ucap Salwa.


" Tadi Grace pulang di anterin sama dosen grace dong, makanya grace senyam senyum dari tadi." jawab Grace dengan wajah sedikit memerah.


" Kamu ini.. kenapa gak disuruh mampir dulu, mama juga mau kenal siapa cowok yang bisa bikin kamu jadi gila kayak gini." ucap Luna memarahi Grace.


" Loh loh kok mama jadi marah."


" Habisnya kamu punya pacar gak di kenalin sama mama." jawab Luna.


" Belum pacaran ma, masih PDKT doang." jawab grace.


" PDKT mulu jadian kagak." sahut Devano yang baru turun.


" Ganteng mulu, punya pacar kagak." balas Grace mencebikkan bibirnya.


" Eitss anda berbohong, tuh si Freya siapa?" jawab devano.


" Emang Freya mau jadi pacar lo?" tanya Grace.


" Jelas mau lah, tapi gue belum diterima sama dia sih." jawab Devano.


" Emang lu udah nembak dia?" tanya Grace.


" Belum." jawab Devan menggelengkan kepalanya.


" Oalah semprul.. gimana si Freya mau nerima elu kalau elu'nya belum nembak dia." geram Grace.


" Belum saatnya kak, nanti kalau waktunya udah pas gue akan nyatain perasan gue ke dia dengan serius." jawab devan.


" Kayaknya lu sama Zaki mau jadi besan deh Lun." sahut Salwa.


" Sepertinya... gak nyangka gue dari teman jadi besan, mana besan gue gesrek semua lagi, hadeehh nasibb." jawab luna sambil menepuk jidatnya.


.


.


.


.


Gimana penasaran gak siapa yang ditunggu Zay dan siapa Tunangan Daffin?


Makanya jangan lupa like dan komen terus biar authornya makin semangat buat up.😁