My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
5.



Grace, Zay dan devano baru saja pulang dari caffe.


Devano cukup terkejut saat ada sebuah motor sport terparkir cantik di halaman rumahnya, apalagi motor itu adalah motor yang selama ini ia inginkan.


Grace dan Zay saling pandang, mereka tau jika papanya sudah membelikan motor itu untuk devano.


" Motor siapa ya kak, bang? bagus banget lagi, ini nih motor yang gue pingini." ucap Devano sambil mengintari motor sport itu.


" Gue gak tau, mungkin ada tamu di dalam." jawab Grace pura pura tidak tau.


" Yuk masuk." ajak grace namun devan enggan beranjak.


ia terus memandangi motor sport yang sudah lama ia incar itu.


" Kapan gue punya motor kayak gini ya? gue pasti tambah ganteng dan cool banget kalau pakek nih motor. orang gini doang aja udah ganteng, ditambah pakek nih motor udah pasti cewek cewek makin klepek klepek sama gue." gumam Devan sambil mengelus motor sport itu.


" Emang tuh motor punya kamu dev." sahut Reyhan yang baru saja keluar bersama Luna.


Grace dan Zay juga ikut keluar kembali, mereka ingin melihat ekspresi devan saat tau motor itu memang untuk dia.


" HAAAAHH? jangan bercanda pa?" ucap devan dengan mata membulat.


" Beneran ma?" tanya devan pada Luna.


" Iya buat kamu, biar kamu makin ganteng dan makin aahh mantap."jawab luna sambil mengacungkan jempolnya.


" Ahh mama bisa aja, devan jadi malu.


Tapi ini beneran buat devan kan? kalian gak lagi ngerjain devan kan?" tanya devan sekali lagi.


" Kalau gak mau ya udah buat gue aja." sahut Zay yang hendak menaiki motor itu namun di cegah oleh devan.


" Enak aja lu, kemarin pinjem aja gak boleh, jangan harap lu bisa pegang motor gue." sinis Devan pada Zay.


" Heleehh.. bagusan juga motor gue." ucap Zay lalu masuk kedalam rumah.


" Irii? Bilang brother." teriak Devan namun Zay mengacuhkannya.


" Makasih paa, maa." ucap devan memeluk Luna dan Reyhan.


" Sama sama, inget jangan muka doang di gantengin tapi otak juga harus di pinterin." ucap Luna.


" Dengerin apa yang mama kamu katakan." sahut Reyhan.


" Ashiaapp Raja dan Ratuku." ucap Devano sambil memberi hormat.


Reyhan dan Luna geleng geleng kepala.


Sebuah mobil berwarna hitam masuk kedalam halaman rumah Reyhan.


Saat mobil sudah terparkir mulus mereka turun lalu menghampiri Reyhan, Luna, Grace dan Devan yang masih berdiri disamping motor baru.


" Assalamualaikum wahai para makhluk bumi." teriak orang itu siapa lagi kalau bukan kembaran Luna si_Alan.


" Wwiihh motor baru nih." ucap Elvano saat melihat motor baru devan.


" Yoi dong, dan lu tau? sudah bisa dipastikan kalau gue bakalan makin cakep pakek nih motor." ucap Devan.


" Pa.. papa gak niat beliin anaknya gitu?" tanya Elvano pada Alan.


" Kamu mau berapa nak? satu, dua, tiga atau se showroomnya sekalian?" tawar Alan.


" Ngeledek nih?" sinis Elvano.


" Oohh.. tentu tidak.. jangan sampai kamu kalah sama devano, nanti habis dari sini kita beli, oke." jawab Alan.


" Jangan terlalu dimanja." ucap Salwa menabok lengan suaminya.


" Sayang, Elvano anak kita satu satunya jadi wajar aja kalau aku memanjakannya, lagian aku gak mau anakku kalah sama anak dia." ucap Alan sambil melirik Reyhan.


" Jadi apa yang anak Rey punya, anak kita harus punya gitu?" ucap salwa diangguki Alan.


" Itu sama aja mengajarkan anak yang gak bener, kamu ini gimana sih." omel salwa.


" Kalau kalian kesini cuma ingin debat, silahkan pulang." ucap Reyhan.


" Dihh.. akhlakless sekali dirimu pak, yuk lah masuk sebelum tuan rumahnya ngamuk." ucap Alan lalu nyelonong masuk kedalam rumah.


" Om ada grace disini." ucap Grace saat alan melewatinya.


" Astaga keponakan om yang cantiknya masya allah, sehat sayang?" tanya Alan.


" Cihh.. telat." sinis Grace lalu berjalan mendahului yang lain.


" Eehh..eehh.. keponkaan om jangan ngambek dong, nanti gak om beliin es cream lagi loh." ucap Alan.


" Bahkan papa masih bisa beli sepabriknya kalau om lupa." jawab Grace, alan menatapnya malas.


" Duuhh susah nih kalau si princess ngambek, ntar diaduin papa modyar sendiri gue." gumam alan.


" Susul sana." ucap Salwa mendorong alan.


Alan pun berlari mengejar Grace yang masuk kedalam rumah.


" Princessnya om jangan marah dong, ya..yaa." ucap Alan mencoba merayu Grace.


" Bagaimana dengan sepatu gucci?" tanya Grace dengan menaik turunkan alisnya.


" APA?" ucap alan dengan mata membulat.


" Ya sudah kalau gak mau." ucap Luna yang sudah siap dengan ponselnya dan hendak menghubungi Ricko kakeknya.


" Eeitsss jangan... oke oke om belikan, besok akan segera datang." jawab Alan.


" Yeeeyyy.. makasih om." ucap Grace memeluk Alan sambil mengacungkan jempol pada luna.


Salwa bukannya marah, ia malah mengacungkan jempol pada Grace.


" Enak bener jadi kak Grace." cibir Elvano.


" jadi cewek sono biar dimanja juga." sahut Devan.


" Lu aja sono, pakek rok sekalian." jawab El melirik sinis devano.


" Yaudahlah... ke kamar yukk." ajak Devano.


" anjirr kata kata lu ambigu sat." ucap El menabok lengan devano.


" Main game njing, pikiran lu kotor mulu, rendem dulu sono sama soklin biar bersih tuh otak." kesal devano.


" Ngomong yang jelas dong, skuy lah." ucap El lalu mereka berdua naik ke atas ke kamar Devan.


" Grace juga ke kamar dulu ya, mau mandi." ucap Grace diangguki semuanya.


Luna dan salwa berkutat dengan peralatann dapur untuk membuat makan malam mereka, sedangkan Reyhan dan Alan berada di ruang kerja sambil membicarakan masalah bisnis.


Setelah makanan siap, luna memanggil anak dan suami untuk makan malam begitupun salwa.


Kini semua sudah duduk di kursi masing masing sambil menyantap makan malam mereka.


" Tadi bang arland telpon kalau Vero ingin pindah kesini." ucap Luna.


" Beneran ma?" tanya Grace diangguki luna.


" Waaah kang rusuh is back nih." sahut Devano.


" Dia akan tinggal disini ma?" tanya Zay


" Iya tinggal disini sama kita." jawab Luna, Zay manggut manggut.


" Besok sepulang sekolah dan kuliah kalian jangan kemana mana, kita kumpul di rumah utama dan kita akan menginap disana selama Om arland menetap di indonesia." ucap Luna.


" Haaa? lama bener ma? kalau om arland disini sebulan berarti kita disana sebulan juga dong." sahut Devano.


" Gak akan selama itu juga sayang, paling lama juga seminggu, ada kakek nenek buyut kalian yang harus mereka jaga." ucap luna.


" Oohh oke ma."


Setelah selesei makan malam alan dan sekelurga pamit pulang, namun tidak untuk elvano.


Ia ingin menginap disini.


" Papa sama mama pulang aja, kali aja kalian mau buatin el adek." ucap Elvano dan mendapat tatapan tajam dari salwa, sedangkan Alan mengacungkan dua jempol pada putranya.


" Good idea boy.. besok motor sport akan mendarat mulus di halaman rumah." ucap Alan.


" oohhsiaaap boskuuhh." ucap Elvano.


" Gak ada motor baru titik." sahut Salwa lalu berpamitan pulang pada Luna dan yang lain.


" Paaa." rengek elvano.


" Serahkan sama papa." ucap alan.


" Thank you paa." ucap El setelah itu alan pamit pulang menyusul salwa yang lebih dulu masuk kedalam mobil.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen, biar author makin semangat updatenya.