My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
86.



Hilang....


.


.


.


.


.


Ricko dan seluruh keluarga besarnya kini berada di lokasi kejadian. Disana juga masih banyak polisi yang masih menyelidiki kasus tersebut.


Luna yang sudah sadar akhirnya memaksa ikut, ia ingin melihat sendiri kejadian yang menimpa putrinya.


Daffin!! laki laki itu kini juga berada di tempat kejadian setelah mendapat kabar dari Zay.


Ia sungguh tidak menyangka kejadian ini menimpa Grace. Padahal baru beberapa jam yang lalu ia masih bisa bercanda dengan kekasihnya.


" Bagaimana Ndre? apa putriku sudah di temukan?" tanya Reyhan pada salah satu temannya yang berprofesi sebagai polisi. Dan kebetulan yang menangani kasus ini adalah Andre teman Reyhan sewaktu kuliah.


" Belum, tim sar sudah mencari sampai ke dasar jurang tapi putrimu belum juga di temukan." ucap Andre membuat Luna semakin terisak.


Febby memeluk erat tubuh luna untuk memberikan ketenangan pada adik iparnya itu.


" Tapi kamu tenang saja, kami semua akan tetap melakukan pencarian sampai putrimu ditemukan, aku yakin jika putrimu tidak mungkin berada jauh dari tempat mobil itu meledak." Lanjutnya sambil menepuk bahu Reyhan.


" Apakah Grace bisa selamat?" sahut Daffin yang wajahnya terlihat sangat frustasi.


" Kami belum bisa memastikan, jika Grace tadi sempat melompat sebelum mobilnya meledak harusnya dia masih bisa selamat meskipun terdapat banyak luka di tubuhnya. Tapi jika tidak, sudah bisa di pastikan dia tidak akan mungkin selamat." ucap Andre membuat Daffin menjambak rambutnya frustasi.


Begitupun dengan yang lain, Luna, Salwa, Febby dan Nadia semakin menangis histeris.


Tidakk? Grace tidak boleh meninggal. Grace masih hidup, Grace pasti bisa di temukan.


Grace tidak mungkin pergi secepat itu.


" Katakan!! katakan jika kemungkinan besar Grace pasti selamat. Katakan!!" Luna mencengkeram kuat kerah baju Andre. Ia sungguh tidak kuasa mendengar berita yang menurutnya sungguh tidak masuk akal.


" Tenanglah Lun, yang harus kita lakukan saat ini adalah menemukan keberadaan putrimu." ucap Andre mencoba menenangkan Luna.


" Dalam banyaknya kasus seperti ini, 80% korban tidak akan selamat. Tapi kembali lagi, jika Allah menhendaki Grace selamat, dia akan selamat. Kita hanya tinggal berdoa saja." Lanjutnya semakin membuat Luna terisak.


Reyhan menarik luna kedalam pelukannya, semua tidak menyangka kejadian ini menimpa putrinya.


Seluruh anak buah Ricko dan Reyhan kini di kerahkan untuk membantu tim sar mencari keberadaan Grace.


Mereka semua berpencar ke segala penjuru jurang untuk menemukan keberadaan Grace.


" Kami menemukan ponsel, dan potongan baju yang di duga milik korban." teriak salah satu anak buah Ricko.


Zay langsung merebut ponsel yang sudah hancur itu dan potongan baju yang di duga adalah jaket Grace.


" I-ini ponsel Grace, dan ini adalah jaket Grace yang di pakek ke kampus tadi." ucap Daffin.


Ia ingat betul jaket yang di gunakan Grace saat bersamanya tadi dan ponsel Grace yang bentuknya sama persis dengan miliknya.


" Kamu bener bang, i-ini ponsel dan potongan baju Grace." sahut Zay.


Zay akhirnya meneteskan air matanya yang sejak tadi ia tahan.


Pikirannya sudah melalang buana, kemungkinan untuk Grace bisa selamat sangatlah kecil.


Semua orang semakin terisak saat benda yang di temukan adalah milik Grace.


" Baiklah!! terus lakukan pencarian, kemungkinan korban berada tidak jauh dari tempat ini. Cari di balik semak semak, jangan sampai terlewatkan." ucap Andre.


**


Hari semakin gelap semua tim Sar dan anak buah Ricko dan juga Reyhan menghentikan pencariannya.


Dan Mereka akan melanjutkan pencariannya besok pagi.


Dengan wajah kecewa, semua orang kembali ke rumah masing masing karena Grace masih belum bisa di temukan.


Daffin yang masih belum bergeming hanya menatap bawah jurang yang sangat gelap.


Dalam hatinya ia sangat yakin jika Grace masih hidup dan bisa di temukan.


" Sayang kamu dimana? aku yakin kamu masih hidup dan aku yakin kamu pasti akan selamat." Daffin menunduk Dalam, ia tak kuasa menahan air matanya lagi.


Dadanya begitu sesak melihat orang terkasihnya celaka dan sampai saat ini belum bisa di temukan.


Pikiran Daffin berputar, mengingat obrolannya dengan Grace tadi. Dimana Grace bertanya bagaimana jika dirinya menghilang?


" Apa ini maksud dari ucapan kamu tadi? jika aku tau pertanyaan kamu benar benar terjadi, aku tidak akan mengizinkamu untuk bertanya." Daffin semakin kalut, ia tidak tau lagi apa yang harus di lakukan.


Ingin sekali ia meneruskan mencari keberadaan Grace namun tidak ada cahaya sedikitpun untuk di jadikan penerangan. Suasana jurang begitu gelap, ia takut jika justru dirinya ikut celaka.


" GRACIELLA.." teriak Daffin menggema.


Ia terduduk di atas aspal dengan kepala menunduk.


Air matanya semakin mengalir deras, ia berharap agar Grace segera di temukan dalam keadaan selamat.


***


Sementara itu disebuah gudang yang minim pencahayaan, seseorang tengah bahagia mendengar kabar kecelakaannya Grace yang terperosok kedalam jurang.


Padahal niat hati hanya ingin memberi Grace pelajaran, namun justru yang di dapat lebih dari apa yang di bayangkan.


" Jangan panggil gue Angel kalau gue gak bisa bikin lo musnah dari muka bumi ini." gumam Angel dengan seringainya.


Yaahh, Angel adalah dalang di balik ini semua, ia masih menaruh dendam pada Grace karena Grace lah rencanaya untuk menikah dengan Daffin gagal.


" Nih bayaran buat kalian." Angel memberikan segepok uang yang di masukkan kedalam amplop coklat.


" Terimakasih bos, senang bekerja dama dengan anda." ucap salah satu orang suruhan Angel.


" Kalian yakin kan tidak ada yang melihat kejadian ini?"


" Saya jamin 100% bos, tidak ada satupun orang yang melihatnya."


" Bagus, kalian boleh pergi dari sini." ucap Angel.


Semua orang suruhan Angel langsung pergi meninggalkan gudang itu.


" Jika gue gak bisa milikin Daffin, setidaknya lo juga tidak bisa memilikinya." gumam Angel setelah itu ia keluar dari Gudang dan pulang kerumah.


.


.


.


.


Nah kan?


Pasti ada dari kalian yang nebak pasti Grace gini, pasti Grace gitu.


Gak usah pada nebak, Grace lagi aku ajak jadi bestie 😂