
Grace melangkahkan kakinya dengan tergesa, ia dengan cepat melangkah ke ruang VVIP dimana Devan dirawat.
Braakkk..
" Waduuhh." gumam Devan, ia meringis saat melihat wajah kesal Grace saat membuka pintu itu dengan keras.
El dan yang lain pun memilih mundur, sudah bisa ditebak apa yang akan di lakukan Grace pada devan.
pletaakk...
" Dasar ceroboh, napa bisa jatuh." ucap Grace setelah mendaratkan sentilan di jidat Devan.
" Sakit atuh kak," Devan cemberut mengusap jidatnya.
" Jawab."
" Tadi devan mau pulang, terus di pinggir jalan devan ngelihat ayam lagi anu anuan, waktu devan lihatin tuh ayam gak taunya di depan ada gerobak sayur lewat.
Jadinya Devan banting stir deh dari pada devan nabrak tuh tukang sayur." jelas devan.
" Otak lu mesum mulu sih, ngapain lihat ayam yang lagi anu anuan? jangan jangan lu sering lihat video gituan ya? ngaku lu." tuduh Grace dengan mata melotot.
" Isshh mana mungkin devan lihat video begituan? devan masih polos, otak dan pikiran devan masih suci ya. enak aja kalau nuduh." elak Devan.
El dan Nathan mencebikkan bibirnya.
Bukan rahasia lagi jika mereka bertiga memang sering melihat video begitu.
Pernah El dan Nathan bertanya pada Devan dari mana ia dapat video seperti itu? Devan menjawab tidak sengaja menemukan video itu di laptop milik papanya.
Dan saat Devan membukanya, devan malah memasukkan identitas papanya demi bisa membuka Link video itu.
" Halah ngibul mulu lo, tampang modelan kek lu tuh gak ada polos polosnya. Kotor semua isi pikiran lu " sahut Freya melirik sinis Devan.
" Oeeyy yank, mulut lu minta di resleting naik ya? pedes amat kalau ngomong." ucap Devan.
" Kalian udah pacaran?" sahut Grace yang mendengar panggilan sayang devan untuk Freya.
" Enggak.".
" Iya."
" Devan iya, Freya enggak, yang bener yang mana?" Grace menautkan kedua alisnya.
" Percaya sama aku aja kak, kita belum pacaran kok." sagut Freya.
" Belum? berarti besar kemungkinan kalian akan pacaran dong?" Goda Grace menaik turunkan alisnya.
Freya merutuki kebodohannya, kenapa jawab Belum harusnya ia jawab Tidak.
" Yess, kalau begitu cepat siapkan nama anak kita yank. Lulus sekolah gue akan nikahin lu." sahut Devan kegirangan.
Pletak...
Pletaakk...
" Beuhhh double kill."
Pletakk..
" Triple gak tuh." ucap Rissa sambil bertepuk tangan.
" Anak anjing... Sakit woeeyy, gue bilangin mama lu nyiksa anaknya yang lagi sakit." ucap Devan sambil mengusap jidatnya.
Ia menatap El, Grace dan Freya dengan tatapan sinis.
Karena mereka bertigalah pelakunya.
" Gue bilangin mama juga loh ngebet kawin." sahut Grace.
" Canda doang elah kak, serius amat." ucap Devan mencebik.
Tak lama Zay dan Vero datang.
Dengan wajah khawatir mereka masuk dan melihat keadaan Zay yang hanya luka di beberapa bagian.
" Lu gapapa kan?" tanya Zay dengan wajah paniknya.
" Gue gapapa kok bang, santai aja adek lo kan seterong.
Nih baru kakak gue, bukan kek yang onoh noh, dateng dateng main sentil jidat aja." sindir Devan sambil melirik Grace.
" Coba ngomong sekali lagi?" ucap Grace sambil menaikkan lengan bajunya.
" Ampun kaakk,, Canda doang astagfirullah.
Lu PMS apa gimane sih? marah marah mulu? Beli paracetamol sana?" ucap Devan membuat semua orang mengernyitkn dahinya.
" Ya kali aja bisa nurunin hati dia yang lagi panas." sahut Devan tanpa memperdulikan mata Grace yang melotot.
" DASAR ANACONDAA .. NYUSRUK AJA SONO." geram grace mengacak acak rambut Devan.
" Sudah sudah.. kalian ini berantem mulu.
Mama papa sudah tau belum soal ini?" sahut Zay.
" Belum, gak ada yang ngabarin." sahut Elvano.
" Gak usah dikabarin, biar mereka gak khawatir." ucap Zay diangguki semuanya.
" Lagian tanpa lu kasih tau pun mereka juga udah tau kali bang, lu lupa para bodyguard mereka yang mantau kita dari jarak jauh?" sahut Devano.
" Biarin, mereka juga tau kalau luka lu gak parah parah amat." sahut Vero.
" btw kenapa lu bisa nyungsep?" tanya Vero.
Devan pun menceritakan kejadian itu pada Vero.
Bukannya kasihan, Vero malah tertawa keras.
Ia tidak habis pikir, apa yang ada di pikiran devano saat melihat ayam yang begituan.
" Kebanyakan nonton situs gak jelas tuh Ver, makanya otaknya udah kotor." Sahut Grace.
" Terus motor lu dimana?"
" Nathan bawa ke bengkel bang." sahut Nathan.
" Lain kali hati hati Dev, lu belum pandai banget bawa motor.
Kalau mama papa tau, tuh motor pasti akan disita sama mereka." ucap Zay sedikit menakuti.
" Lagian belum becus bawa motor gede aja sok sokan, kalau udah nyungsep gini kan gue cuma bilang Kasian deh lo." cibir Grace dengan gaya meledek.
" Gini amat punya kakak." Keluh Devan.
" Lu kenapa punya kembaran kek gini banget sih bang? gue yakin dia bukan kembaran lu, masa sifat kalian beda banget? Gue rasa suster dulu salah ambil bayi kali ya. maybe kak Grace ketuker sama bayi lain." ucap Devan dengan tampang polosnya.
" Astagfirullah kalau bukan adek udah gue kirim lu ke gang senggol." Kesal Grace meremat tangannya di depan muka Devan.
" Mati dong gue."
" Bodoh amat." jawab Grace jengah.
Gang senggol adalah TPU yang tak jauh dari tempat tinggal Mereka.
" Gue jengah lihat kalian berantem mulu, gue mau balik ke rumah, lu ikut gak grace?" ucap Zay diangguki Grace.
" Lu di perbolehin pulang kapan?" tanya Zay pada Devan.
" Kapan El?" Devan berbalik tanya pada El karena dirinya memang tidak tau kapan di perbolehkan pulang.
" Nanti sore bang kita pulang." sahut El, Zay manggut manggut.
" Kalau begitu kita bertiga pulang dulu, tolong jagain Devan, jangan sampe dia berulah lagi." ucap Zay diangguki semuanya.
" Bye bye adek pungut." ledek Grace melambaikan tangannya.
" Dasar wong gendeng edan." teriak Devan memberenggut.
Grace, Zay dan Vero melangkahkan kakinya keluar.
Mereka berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan tanpa sengaja pandangan Zay menangkap seorang wanita yang tidak asing baginya.
Zay menghentikan langkahnya saat mengenal siapa wanita yang sedang berbincang dengan dokter itu.
" Ada apa Zay?" tanya Grace.
Zay tidak menjawab, ia terus menatap datar ke arah seorang wanita yang sangat di kenalnya.
Grace dan Vero mengikuti arah pandang Zay, mereka terkejut saat mereka juga mengenal siapa wanita yang di lihat oleh Zay.
" DIA." gumam Grace dan Vero bersamaan.
.
.
.
.
Lanjut gak? 😁