
Disebuah Club malam, Daffin dan Zay duduk di meja bartender dengan segelas wine di tangan mereka masing masing. Keduanya masih menunggu kedatangan Angel yang belum juga menampakkan batang hidungnya.
Dari banyaknya orang yang berada di club ini, tidak sedikit yang ternyata mengenal Daffin.
Dan itu dari kalangn bisnis dan juga mahasiswa tempat dirinya mengajar, namun Daffin sendiri tidak terlalu mengenal mereka dan merasa bodoh amat. Karena tujuannya disini adalah untuk melakukan sebuah misi.
" Sebaiknya lu kedalam dulu, biar gue nunggu Angel disini. Lu persiapin aja semuanya." ucap Daffin diangguki Zay.
" Eitss." Daffin mencekal pergelangan tangan Zay membuat sang empu menoleh padanya.
"Apa lagi."
Bukannya menjawab Daffin justru menyodorkan tangannya seolah minta sesuatu.
" Apaan sih bang?" Zay mengerutkan dahinya bingung.
" Pesanan gue." jawab Daffin. Zay manggut manggut lalu mengeluarkan sesuatu dari saku hoodienya.
" Bagus!! Dah sono lu." ucap Daffin, Zay mendengus kesal lalu pergi ke ruangan VIP yang sudah dipesan oleh Daffin sebelumnya.
Tak lama kemudian Angel datang dengan pakaian yang sangat sexy. Dress pendek yang memperlihatkan lekuk tubuh dan paha mulusnya serta belahan dada yang terlalu rendah.
Laki laki manapun akan terpesona melihat kecantikan Angel kali ini. Ia benar benar menjelma bak model dengan bentuk tubuh yang sangat indah.
Angel mengedarkan pandangannya lalu tersenyum saat melihat sosok laki laki yang sedang duduk di meja bartender. Ia berjalan dengan sexy menghampiri Daffin, dan itu sukses membuat kaum lelaki menatapnya lapar seolah ingin langsung memakannya.
" Daffin." Angel menepuk pundak Daffin hingga membuatnya menoleh pada Angel.
Daffin menelisik penampilan Angel malam ini, ia melihat dari ujung kaki hingga ujung kepala dan itu membuatnya sangat jijik.
Beruntung Grace tidak pernah berpenampilan seperti ini. Dan jika sampai itu terjadi, ia pastikan akan merobek baju sialan itu.
" Kamu udah nunggu lama?" Angel mendudukkan bokongnya dikursi yang tadi di duduki oleh Zay, ia juga meminta segelas wine pada bartender.
" Lumayan." jawab Daffin.
" Maaf ya, udah buat kamu nunggu." ucap Angel dengan senyum manisnya.
" Gapapa kok." jawab Daffin dengan lembut dan juga tersenyum manis.
Sekejap Angel tertegun mendengar cara bicara Daffin yang tidak seperti biasanya. Apalagi melihat senyum manis yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Bahkan Angel mengira ini adalah pertanda yang baik karena itu artinya Daffin sudah mulai membuka hati padanya dan sudah mulai melupakan Grace.
eehheeemmm.
Angel menetralkan detak jantungnya yang sedari berdegup kencang.
" Tumben kamu ngajak aku kesini? ada apa?" Angel menyilangkan kakinya dan menyesap sedikit demi sedikit wine yang ada di tangannya.
" Aku sudah memesan ruang VIP untuk kita, sebaiknya kita ngobrol disana saja. Karena disini terlalu banyak orang untuk melihat kemesaraan kita nanti." ucap Daffin membuat Angel sedikit terkejut.
Kemesaraan? kemesaraan yang bagaimana? Angel tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya. Apakah Daffin benar benar sudah mulai menerimanya?
" Ayo." ajak Daffin dengan lembut.
" Ahh.. i-iya." ucap Angel lalu menggandeng lengan Daffin dan mereka menuju ruang VIP.
Daffin membuka pintu ruang VIP lalu mempersilahkan Angel masuk.
" Aku ke toilet sebentar kamu tunggu disini dulu." ucap Daffin. Angel mengangguk dengan senyum lalu duduk di sofa.
Sementara itu Daffin kembali menuju meja bartender dan memberikan sesuatu pada bartender tersebut sambil membisikkan sesuatu.
" Siap tuan. Tuan tinggal tunggu saja, nanti saya antar kesana." ucap bartender tersebut.
Daffin mengangguk lalu kembali keruang VIP.
" Maaf lama." ucap Daffin yang baru saja duduk di samping Angel.
" Gapapa kok, emang ada apa kamu mau ketemu sama aku disini? apa ada hal yang penting yang ingin kamu katakan?" ucap Angel. Ia merapatkan tubuhnya pada Daffin dan melingkarkan tangannya pada lengan Daffin.
" Aku hanya ingin bertemu denganmu." ucap Daffin. Ia membelai rambut angel dan membuat wanita itu terkejut bukan main, karena selama ini ia tidak pernah di perlakukan Daffin selembut ini dan ini artinya Daffin udah mulai meresponnya. Namun sebaliknya justru Daffin merasa ingin sekali menjambak rambut wanita ini. Jika bukan karena misi yang ia jalani, ia tidak sudi bersentuhan dengan wanita ini.
Diruangan yang sama, Zay sudah memasang kamera untuk merekam semua yang akan terjadi. Ia bersembunyi di suatu tempat dan mengintip keduanya.
Ia melihat jelas bagaimana Daffin memperlakukan Angel dengan lembut, meskipun terlihat jelas wajah terpaksanya.
Disaat bersamaan, bartender yang ditugaskan Daffin untuk mengantar minuman sudah datang. Ia meletakkan sebotol wine di hadapan keduanya.
Ia juga sudah menuangkan wine itu kedalam gelas yang sudah di beri sesuatu atas perintah Daffin.
" Silahkan tuan dan Nona." ucap bartender itu menatap Angel, kemudian menatap Daffin sambil mengedipkan matanya seolah apa yang dia suruh sudah dijalankan.
" Terimakasih, kau boleh pergi." ucap Daffin, setelah itu si bartender keluar ruangan VIP.
Setelah bartender itu keluar, Angel menatap Daffin begitu dalam. Ia benar benar masih belum percaya akan perubahan sikap Daffin yang sangat lembut itu.
" Apa kamu sudah mabuk? atau salah makan?" Angel berucap sambil memiringkan kepalanya.
" Aku tidak kan mabuk hanya dengan segelas wine." ucap Daffin. Ia mengambil gelasnya lalu memberikan gelas satunya untuk Angel.
" Mari bersulang, aku ingin kita berdamai dan menerima satu sama lain." ucap Daffin. Angel tersenyum bahagia dan bahkan matanya berkaca kaca. Ia tidak menyangka sebelumnya jika Daffin benar benar mau menerimanya.
" Kamu serius?" Angel menatap dalam kedua mata Daffin, ia mencari kebohongan disana namun ia tidak melihatnya.
Memang Daffin sangat pandai dalam hal seperti ini.
" Aku serius." ucap Daffin tersenyum manis.
" Maaf!! S-soal Grace gimana?" Angel bertanya dengan hati hati. Ia ingin memastikan jika Dave benar benar sudah melupakan wanita itu.
" Aku tidak tau dimana keberadaannya, aku juga tidak tau di masih hidup atau tidak? Empat bulan sudah terlalu lama aku menunggunya. Jadi apa salahnya jika aku berpaling darinya." ucap Daffin membuat Angel tersenyum lebar. ia benar benar bahagia mendengar jawaban dari Daffin. Itu artinya dia sudah berhasil menyingkirkan Grace dari sisi Daffin.
Gue yang menang Grace. Lu salah kalau lawan gue. batin Angel tersenyum miring.
" Apa kamu serius?" tanya Angel diangguki Daffin.
" Apa aku terlihat berbohong?" Daffin membelai lembut pipi Angel hingga membuat Angel sejenak memejamkan matanya. Ia merasakan sentuhan lembut yang Daffin lakukan, karena ini adalah kali pertamanya Daffin melakukan hal seperti ini padanya.
" Enggak. aku gak lihat kamu berbohong." Jawab Angel.
" Kalau begitu mari bersulang." Daffin mengangkat gelasnya lalu keduanya bersulang.
*
Sementara itu Zay yang mendengar semua perkataann Daffin hanya geleng geleng kepala. Selain berprofesi sebagai Dosen dan juga pengusaha, Daffin sangatlah cocok untuk menjadi seorang Aktor karena aktingnya yang begitu natural.
" Coba nanti gue daftarin tuh Dosen jadi aktor terbaik. Siapa tau bisa menang awards." gumam Zay yang masih di tempat persembunyiannya.
" Gue beneran gak tau dah apa yang akan dilakuin Grace kalau lihat tuh rekaman? bener bener gak bisa bayangin gimana jadinya wajah bang Daffin entar." Lanjutnya yang justru menatap Daffin dengan iba.
" Dahlah kalau si Grace sampai ngamuk, mending gue pergi aja. Gak sanggup gue lihat kemarahan dia entar." ucap Daffin setelah itu kembali fokus pada dua manusia itu.
*
*
*
*
*
*
*
*
Maaf banget baru sempet update.🙏🏻
Aku lagi nyempetin diri buat healing time.😁
Makhlum, pikiran lagi kacau. 😢