
Daffin mendudukkan Grace di kursi balkon kamarnya.
Ia sudah membawa air dingin untuk mengopres pipi Grace yang masih terlihat memerah.
Daffin mengerti kalau itu sangat sakit, dan Daffin juga tau kalau Grace sedang berusaha menagan dirinya agar tidak menangis.
" Mau nangis?" tanya Daffin sambil mengompres pipi Grace.
" Enggak."
" Nangis aja, napa harus ditahan? aku tau ini sakit banget."
" Orang gak mau nangis kok malah di suruh nangis sih?" jawab Grace sedikit sewot.
" Ya aku pengen kamu nangis biar lega." jawab Daffin dengan wajah super ngeselin.
" Kok kamu ngeselin sih? orang gak mau nangis malah disuruh nangis. Gak waras kamu itu." ucap Grace sambil mencubit pelan pinggang Daffin.
" Aduuhh sakit sayang." rintih Daffin.
" Syukurin ngeselin sih."
" Makanya nangis dong, aku mau lihat kamu kalau nangis kayak gimana?" ucap Daffin terus menggoda Grace.
" Ngeselin lagi aku tinggal pulang nih." ancam Grace seketika membuat Daffin berhenti menggodanya.
" iya iya maaf... tapi beneran gak mau nangis kan."
" Maassss." rengek Grace.
Daffin tersenyum lalu menarik tubuh Grace kedalam pelukannya.
" Makasih kamu udah bantuin aku ngebatalin pernikahan ini. Berkat kamu aku jadi bisa lepas dari wanita itu." ucap Daffin sambil mengusap kepala Grace.
" hm.. sama sama, tapi aku masih gak terima di bilang pelakor sama tuh cewek, aku ngelakuin ini kan juga karena kamu." jawab Grace.
Ia mengingat perkataan angel yang menyebutnya pelakor di hadapan semua orang.
Ia takut jika semua tamu undangan tadi benar benar menganggapnya pelakor, padahal bukan seperti itu kenyataannya.
" Gak usah dipikirin, nyatanya kan kamu bukan pelakor." jawab Daffin.
" Tapi ku takut jika tamu kamu tadi menganggapnya beneran." ucap Grace mendongakkan kepalanya.
cuups.
" Gak usah khawatir, jangan pikirkan mereka yang tidak tau apa apa." jawab Daffin setelah mengecup kening Grace.
Grace mangangguk, ia menenggelamkan wajahnya di dada Daffin dan mempererat pelukannya.
Daffin mengusap kepala Grace dengan sayang, ia bersyukur ada Grace yang masuk kedalam hidupnya dan membantunya terlepas dari pernikahan yang tidak pernah ia inginkan.
" Jadi Gimana?" tanya Daffin membuat Grace mendongak dan menatapanya dengan kening berkerut.
" Apanya?" jawab Grace dengan raut wajah bingung.
" Jadi Kekasihku, mau kan?" ucap Daffin.
" Oke siapa takut." jawab Grace lalu kembali ke posisi nyamannya.
Daffin geleng geleng kepala, ia tersenyum lalu mengeratkan pelukannya.
Gadis aneh namun membawa kebahagiaan untuknya.
Daffin berjanji akan selalu menjaga Grace, memberikan yang terbaik semampunya.
Karena Grace adalah salah satu sumber kebahagiaanya.
Daffin mendongakkan wajah Grace, pandangan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain.
" I love you." ucap Daffin sambil menatap dalam manik mata Grace.
" I Love you more." jawab Grace dengan senyum manisnya.
Daffin menatap bibir Grace dan mengusapnya lembut dengan ibu jarinya.
Daffin mencium bibir Grace dengan lembut, ia menahan tengkuk grace untuk memperdalam ciumannya.
Grace tidak membalas, ia memang tidak tau bagaimana cara ciuman yang benar.
" Kenapa gak bales?" ucap Daffin saat melepas ciumannya.
" Gak tau " jawab Grace dengan wajah memerah.
" Kok gak tau?"
" Ya emang aku gak tau gimana cara membalasnya." jawab Grace menunduk malu.
" Yaudah aku ajarin." ucap Daffin lalu mereka kembali berciuman.
****
Di tempat lain Angel dan keluarganya baru saja tiba di rumah.
Angel ditarik paksa oleh papanya masuk kedalam rumah.
plaaaakkkk..
Satu tamparan untuk Angel dari papanya membuat angel menatapnya tidak percaya.
Semarah marahnya papanya dulu tidak akan pernah menampar angel.
" Papa nampar Angel?" ucap Angel dengan mata berkaca kaca dan tangan memegang pipinya.
" Kamu memang pantas mendapatkannya, serendah itukah harga diri kamu sampai harus membohongi keluarga Daffin?." ucap Robby dengan suara keras.
" Angek ngelakuin ini karena Angel sayang sama Daffin pa." jawab Angel dengan air mata yang sudah jatuh.
" Sayang atau hanya karena hartanya? papa tidak menyangka kamu akan menjadi wanita murahan seperti ini. Papa tidak pernah mengajarkanmu untuk menjadi wanita rendahan Angel. Dan kamu sudah mempermalukan keluarga kita." ucap Robby meluapkan emosinya.
" Papa jangan marahin angel terus dong, masalah seperti ini tidak akan terjadi kalau wanita itu tidak membongkarnya." sahut Rani yang langsung mendapat tatapan tajam dari suaminya.
" Jangan bilang kalau kamu bersekongkol dengan Angel dalam masalah ini." hardik Robby.
" Iya.. kenapa? siapa sih pa yang gak mau menjadi besan orang kaya? hidup kita dari dulu gini gini aja, siapa tau dengan angel menikah dengan Daffin hidup kita bisa berubah. Mama juga pengen seperti ibu ibu yang lain yang mempunyai menantu kaya raya, bisa beli barang barang mewah dan bisa berlibur kemana pun yang kita mau, tapi semua gagal karena kecerobohan angel dan wanita sialan itu." jawab Rani yang juga meluapkan emosinya.
" Kamu bener bener keterlaluan, kamu dan Angel sudah mempermalukan keluarga kita sendiri. Sekarang kalian masuk kedalam kamar dan jangan pernah keluar ruamh atas seizinku." ucap Robby dengan penuh penegasan.
" Gak bisa gitu dong pa, mama masih banyak urusan di luar. Mama gak mau di kurung seperti ini." tolak Rani.
" Masih punya muka kamu setelah mempermalukan keluarga sendiri?"
" Tapi mama gak bisa kalau berdiam diri dirumah saja pa." ucap Rani dengan wajah memelas.
" Turuti perintahku atau kalian angkat kaki dari rumah ini." ucap Robby membuat Angel dan Rani membulatkan matanya.
" Papa ngusir kita?" sahut Angel.
" Tergantung sikap kalian, turuti papa atau angkat kaki dari rumah ini." jawab Robby lalu meninggalkan Angel dan rani dengan wajah tidak percaya.
Angel tidak percaya dengan perubahan sikap papanya yang biasanya lembut dan selalu menuruti perkataanya justru sekarang tegas dan tidak ingin di bantah.
Begitupun Rani, ia tidak menyangka jika suaminya bisa bersikap tegas seperti itu. Padahal selama ini Robby selalu menuruti apa yang ia inginkan dan tidak pernah menolaknya.
Selama ini Robby selalu menuruti apa kata Anak dan istrinya, tidak pernah menolak keinginan mereka karena itu memang bentuk kasih sayang yang Robby tunjukkan pada anak dan istrinya.
Selagi semuanya dalam batas wajar, Robby tidak akan bertindak tegas.
Tapi untuk masalah kali ini ,mereka benar benar sudah keterlaluan. Jadilah robby memberikan penegasan pada Anak dan istrinya meski dengan cara mengancam seperti itu.
.
.
.
.
Daffin Kampret, ada orang nyatain cinta kayak gitu? ðŸ˜