
Grace baru saja pulang dari Caffe, dari raut wajahnya saat ini tidak dipungkiri jika dirinya tengah dalam susana senang.
Ia masuk kedalam rumah dan melihat Zay berada di depan TV bersama Luna.
Dengan langkah kaki yang riang, ia menghampiri keduanya.
" Grace pulang." ucapnya sambil mencium pipi luna dan Zay.
ia sedikit menggeser tubuh Zay agar ia bisa duduk di tengah tengah keduanya.
" ckk.. Kebiasaan banget sih." gerutu Zay, namun Grace hanya menjulurkan lidahnya.
" Kelihatannya ada yang lagi seneng nih." ledek Luna.
" Mama tau aja sih, emang kelihatan banget ya?" ucap Grace sambil menyandarkan kepalanya dibahu Luna.
" Banget lah sayang, emang putri mama lagi seneng kenapa? cerita dong." ucap Luna.
" Nggak ah ma Grace malu." cicit grace dengan wajah sedikit memerah.
" Cihh.. biasanya malu maluin." cibir Zay.
" Apa sih nyaut aja kayak setrum." sinis Grace
" Emang kenapa hmm? Lagian mama juga pernah muda." ucap Luna.
" Tapi janji jangan diledekin ya."
" Iyaa, buruan cerita." ucap Luna.
" Grace berhasil dapetin nomor dosen baru inceran grace." jawab Grace dengan wajah yang sudah memerah.
" Maksud kamu?" tanya Luna tak mengerti.
" Si Grace lagi pengen ngedeketin dosen barunya ma." sahut Zay.
" Kamu serius Grace?" tanya Luna.
" Serius ma, orangnya ganteng banget makanya Grace suka." jawab Grace
" Tapi masih gantengan papa kan?" sahut Reyhan yang baru pulang dari kantor.
" Eeeh papa, udah pulang pa." ucap Grace menyalimi papanya.
" jawab papa, masih gantengan papa kan? papa gak ngizinin kamu deket sama cowok kalau cowok itu gantengnya melebihi papa, karena papa gak mau kalah saing." ucap Reyhan mendudukkan bokongnya di sebelah luna.
" Kok gitu? gak bisa gitu dong pa? Emang dosen Grace ini ganteng kok..., eemmm sebelas duabelas lah ma papa." jawab Grace sambil membayangkan wajah Daffin.
" Gak usah berdebat siapa yang ganteng, karena manusia tertampan di bumi cuma gue gak ada yang lain, kalau ada yang mengelakknya sini baku hantam sama gue." sahut Devano yang baru saja turun.
" Nih manusia narsis nimbrug mulu heran." cibir Grace.
" Bukan narsis kak, emang kenyataan itu mah." jawab Devano mengambil toples berisi cemilan lalu memakannya.
" Sudah sudah... Grace, kamu mandi dulu, siapkan pakaian kamu, setelah ini kita kerumah utama." ucap Luna.
" Siap ibu negara." jawab Grace mencium pipi Luna lalu beranjak ke kamar.
Sepanjang menuju kamar Grace tidak berhenti tersenyum, ia membuka pintu kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Grace membuka aplikasi whatsapp lalu mengetik sesuatu disana, namun sedetik kemudian di hapus lagi.
begitu seterusnya hingga berlangsung 10 menit.
Nampaknya ia ragu ingin mengirimi Daffin pesan.
Akhirnya saat ketikan terakhir, jarinya tidak sengaja menekan tombol send.
" Yaahhh.. kok terkirim, yaah kok centang dua, loh kok udah berubah biru? aduh mampus gue." ucap Grace melempar ponselnya dan mengacak rambutnya.
Tiba tiba ada yang nyaut.
Setan 1 : halah sok sokan nyesel tapi dalam hati berharap dibales.
Setan 2 : Sok frustasi padahal nunggu balesan, lagu lama.
Pocong jendela : kita taruhan ,setelah ini pasti dia jingkrak jingkrak.
Kuntilanak : ayok, kalau dia gak jingkrakยฒ lu beliin gue daster ya, biar gue punya baju ganti, gue stress dihina mulu sama kuntilanak lain karena gak pernah ganti baju.
Pocong jendela : tapi kalau dia ngejingkrak lu beliin gue celana jeans, capek gue pakek style kayak gini.
Gue pengen jalan normal, gak lompat lompat mulu.
" Ghibah terus... Nih para setan dah ganti profesi kali ya jadi kang ghibah." ucap Grace lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Hampir setengah jam Grace menghabiskan waktu di kamar mandi, ia keluar lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur.
Grace mengambil ponselnya ternyata pesan yang ia kirim dibalas oleh Daffin.
Grace : Malam pak daffin, ini nomor saya. Grace.
Disimpan ya pak. ๐ฅฐ
Daffin : hm.
" Aaaarrrgghhhh.. dia bales pesan gue." teriak grace.
" Oke baru pemula jadi masih gue wajari." gumamnya saat melihat balasan singkat dari daffin.
Grace memasukkan ponselnya kedalam tas, ia membawa koper besar berisi baju dan buku untuk ia bawa ke rumah utama.
" Puas puasin ghibahin gue, karena untuk beberapa hari kedepan gue akan tinggal di rumah grandpa." ucap Grace pada setan yang sering mengghibahinya.๐
Grace keluar kamar lalu menghampiri orang tua dan sudaranya yang sepertinya sudah menunggunya.
" Gak salah kostum lu?" tanya Devano saat melihat pakaian yang dipakai Grace.
Grace melihat penampilannya." emang kenapa?" tanya Grace.
" Lu mau kerumah grandpa pakek baju tidur?" tanya devano.
" Iya, emang napa? suka suka gue lah, lagian ini udah malem, naik mobil juga dan gak ada orang yang lihat." jawab Grace.
" Sudah ayo kita berangkat." ucap Reyhan diangguki semuanya.
Luna bersama Reyhan, Grace satu mobil sama Zay dan Devano membawa motor barunya.
Setelah menempuh perjalanan sedikit jauh akhirnya mereka sampai juga dirumah utama.
Disana sudah ada mobil alan yang terparkir dihalaman rumah.
" Assalamualaikum Grandpa, Grandmaa." teriak Grace saat masuk kedalam rumah.
" Waalaikumsalam cucu grandma." jawab Nadia mencium Grace.
" Devano juga mau dong grandma." sahut devano.
" Sini sayang." ucap Nadia memeluk dan mencium Devano.
Setelah itu mereka berdua memeluk dan mencium Ricko.
" Bang Arland belum sampe ma?" tanya Luna.
" Sebentar lagi, mereka masih dijalan." jawab Nadia, luna manggut manggut.
" Grandpaa.." manja Grace pada Ricko.
" Ada apa pincess?" tanya Ricko membelai rambut Grace.
" Om alan jahat sama grace." adu grace pada Ricko membuat alan membulatkan matanya.
" Jahat? jahat kenapa?" tanya Ricko sambil melirik tajam pada alan.
" Om alan bohongin Grace, katanya hari ini sepatu grace datang tapi gak datang juga." jawab Grace cemberut.
Entah karena lupa atau apa, alan belum memesankan sepatu yang ia janjikan pada grace kemarin.
" Alaaan." panggil Ricko penih penekanan.
" A-anu pa, alan lupa, i-ini mau alan pesankan." ucap Alan.
" Cih.. grace udah gak minat." sahut Grace membuang muka.
" Yaahh.. jangan gitu dong princess. kamu minta apa? biar om pesankan sekarang." ucap Alan yang siap dengan ponselnya.
" Bener yaa?"
" Iyaa princess, kamu minta apa?" tanya Alan dengan lembut karena tatapan tajam Ricko.
" 5 pasang sepatu gucci, satu buat Grace, satu buat Zay, satu buat Devano, satu buat Elvano dan satu lagi buat Vero." jawab grace..
" AAPAA?." ucap Alan membulatkan matanya.
" Grandpaa." rengek Grace.
" Alaaaan.." ucap Ricko.
" I-iya.. alan pesankan sekarang." jawab Alan lalu menyuruh assistennya membeli 5 pasang sepatu gucci berdasarkan ukuran kaki masing masing.
" Bangkrut gue kalau kayak gini caranya." gumam alan pelan namun masih bisa didengar semuanya.
Semua orang hanya tertawa melihat wajah melas alan.
Tak lama mobil untuk menjemput Arland sudah tiba di kediaman Wijaya.
Arland beserta istri dan anaknya turun lalu masuk kedalam rumah.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarrokatuh." teriak Vero saat masuk kedalam rumah.
" Inilah kita sambut si manusia rusuh." ucap Devano.
" Jawab salam dulu dugong." ucap Vero menoyor devan.
" Baru nyampe main toyor aja lu bang, sumpret bener jadi abang." kesal Devan, Vero tidak menggubrisnya.
" Hallo semua.. Cavero yang tampan sudah datang dengan membawa segenggam cinta buat kalian." ucapnya lalu menyalimi kakek nenek dan yang lain.
" Gimana kabar kamu sayang?" tanya Nadia pada vero.
" Alhamdulillah baik grandma, Vero anaknya sehat, tidak kekurangan satupun, apalagi vero makin kesini anaknya makin kalem." jawab Vero dengan nada kalemnya.
" Iya saking kalemnya papa ingin ngikat kamu dibawah pohon toge." sahut Arland malas.
" Apa sih pa, orang Vero sekarang udah kalem ko, gak banyak tingkah." sanggah Vero.
" Iya kan ma?" ucap vero menatap Febby.
" Kalau kamu kalem tandanya ayam jantan bisa bertelur." jawab Febby.
" Waduhh.. savage sekali mak gue, gemes deh pengen cium pipinya." ucap Vero dan mendapat tatapan tajam dari Arland.
" Wiihh si Zay makin berisik aja sekarang, apa kabar Zay?" tanya Vero mendaratkan bokongnya di samping Zay.
Padahal Zay paling kalem diantara yang lain dan dari tadi dia hanya diam.
" Baik." jawab Zay singkat.
" Dingin banget pak." ucap Vero.
Zay hanya mengedikkan bahunya.
" Sudah,, ayo kita makan malam sekarang." ajak Ricko diangguki semuanya.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen
Aku minta maaf kalau masih banyak yang typo. ,๐๐ป๐๐ป