
Masih tentang Liburan...
.
.
.
.
.
.
Ini adalah hari kedua keluarga Wijaya beserta yang lain menikmati waktu liburan mereka. Untuk hari pertama, mereka lakukan hanya berkumpul di Villa saja karena masih ingin menikmati suasana sekitar Villa. Tidak heran jika mereka betah disana, karena memang Villa ini memiliki view yang mampu memanjakan mata.
Selain itu, fasilitas yang dimiliki Villa ini mampu membuat mereka enggan untuk beranjak. Apalagi untuk orang seusia luna dan teman temannya, tujuan mereka ikut berlibur hanyalah menghilangkan rasa penat dari segala aktifitas dan juga mencari ketenangan dari ramainya kota jakarta.
Jadi tak heran, jika hanya berdiam diri di Villa sudah membuat para orang tua itu bisa merilekskan pikiran dan tubuh mereka.
Untuk para kaum pemuda pemudi, mereka memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang ingin mereka kunjungi selama berada disini.
Wajar saja, karena jiwa eksplorasi mereka masih sangat tinggi. Jadi selama masa liburan ini akan mereka habiskan untuk mengeksplor tempat tempat yang ingin mereka datangi.
**
" Kalian mau kemana?" tanya Luna saat melihat semua anak anak sudah berkumpul. Padahal ini masih jam 7 pagi tapi mereka semua sudah bersiap untuk pergi.
" Kami semua ingin berkunjung ke pantai pink ma, katanya disana pantainya sangat indah." jawab Grace sambil memasukkan beberapa bungkus roti kedalam tas nya.
" Yaudah. Tapi kalian semua inget, jangan berpencar, harus terus sama sama agar kalian gak terpisah dan biar gak saling cari juga." ucap Luna dan mereka semua mengangguk paham.
" Iya mamaku sayang, makin tua makin cerewet aja sihh? jadi gemes kan." balas Grace sambil memeluk mamanya dari belakang dan mencium pipi Luna.
" Kamu nih ya, dikasih tau malah ngatain mama lagi." ucap Luna sambil menjewer telinga Grace.
" Aduuhh.. duuhh.. Sakit maa." rintih Grace sambil memegangi telinganya.
" Rasain, siapa suruh ngatain mama cerewet? Cerewet cerewet gini juga mama gak ingin kalian semua kenapa napa." ucap Luna sambil melanjutkan sarapan paginya.
" Iya maa.. maaf yaa." balas Grace seraya mencium pipi Luna.
" hmm."
" Gak usah ngambek ma, nanti gak di kasih jatah sama papa loh." sahut Devan membuat semua orang menatapnya dengan senyum tertahan.
" Jatah yang mana nih?" Luna meletakannya sendok dan garpunya lalu menatap Devan dengan menompang dagu.
" Ya pokonya jatah mama. Emang mama di kasih jatah papa apa aja?" tanya Devan berpura pura polos.
" Ehh... Jatah bulanan lah. Emang jatah apalagi." jawab Luna sedikit salah tingkah. Sedangkan Reyhan sudah tersenyum miring menatap Luna.
" Kali aja jatah ehem ehem." Gumam Devan dengan suara sangat pelan dan hanya dia sendiri yang mendengarnya.
" Kamu bilang apa barusan Dev?" tanya Luna yang samar samar mendengar gumaman putranya.
" Ehh.. enggak kok ma. Bener kata mama, jatah bulanan." jawab Devano gugup.
" Cihh... Kayak gak tau otak mesum lu aja." sahut El yang duduk disamping Devan.
" Diem lu! Lu mau kak Grace ngadu ke mama papa kalau kita sering lihat gituan?" bisik Devan.
" Jangan sampe, bisa di gantung mama gue." jawab El sambil melirik mamanya
" Bisikin apa kalian berdua?" sahut Alan yang melihat putra dan keponakannya saling berbisik.
" KEPO." jawab Devan dan El dengan kompak.
Semua orang geleng geleng kepala melihat tingkah Devan dan El.
Semua orang pun menikmati sarapan pagi sebelum melanjutkan aktivitasnya.
Untuk para orang tua, mereka lebih memilih untuk tetap di Villa saja, sedangkan anak anak mereka memilih untuk berkunjung ke pantai Pink yang terkenal sangat indah.
Setelah selesei sarapan Grace dan yang lain pamit untuk berangkat. Mereka menggunakan dua mobil untuk mengantar mereka sampai ke tempat tujuan. Jarak yang lumayan jauh membuat mereka harus berangkat lebih pagi dan keadaan pantai juga tidak terlalu panas.
Lebih dari 30 menit, akhirnya mobil yang membawa mereka sampai di tempat tujuan.
Mereka semua langsung keluar dari mobil dan berlari ke bibir pantai.
Pantai Tangsi atau lebih di kenal dengan Pantai Pink ini memiliki hamparan pasir putih lembut yang berwarna pink. Warnanya yang pink diakibatkan pecahan terumbu karang yang berwarna merah bercampur dengan pasir yang berwarna putih.
Terumbu karang tersebut tumbuh di perairan dangkal, kemudian pecahannya terbawa oleh arus ombak ke tepian sehingga menyatu dengan pasirnya. Sehingga akan tampak berwarna pink atau merah muda.
( Sekarang udah gak terlalu pink, cuma masih terlihat sedikit berwarna pink. Katanya begitu.)
" Gilaa... ini beneran indah banget." ucap Grace sambil merentangkan kedua tangannya.
" Biasanya lihat di gambar, sekarang gue bisa kesini langsung. Rasanya pengen nangis tau gak." sahut Grizzele yang juga begitu kagum dengan keindahan pantai pink ini.
" Lebay lu ah." cibir Naya sambil menoyor pundak Grizzele.
" Biarin, Emang ini indah kok. Wlee." sahut Grizzele dengan menjulurkan lidahnya.
" Airnya sangat jernih ya, jadi pengen nyelem." sahut Vero saat melihat aornya yang memang begitu jernih.
Selain dengan warna pink-nya, pantai ini juga memiliki air yang berwarna biru dan deburan ombak yang tenang.
Air yang jernih dan sangat bersih membuat semua orang bisa melihat terumbu karang yang yang tinggal didasarnya.
" Mau nyelem sama gue gak?" tawar Daffin.
" Lu bisa nyelem bang?" Daffin mengangguk sebagai jawaban.
" Bisa lah, kalau lu mau kita bisa nyewa peralatan buat kita nyelem." ucap Daffin dan Vero mengangguk antusias.
" Gue mau bang. Udah lama banget gue gak nyelem." jawab Vero.
" Gue ikut." sahut Zay yang berjalan mendekati mereka.
" Gue juga ikut." sahut Gibran.
" Gue juga." Sahut Izaam juga.
" Yaudah kita sewa peralatan buat nyelem dulu." ucap Daffin lalu kelima laki laki itu berjalan menjauh mencari tempat penyewaan buat Diving.
" Kalau mereka Diving, kita ngapain dong?" ucap Naya pada Grizzelle dan Grace.
" Kita naik ke bukit sana, pasti lebih bagus lihat view dari sana." usul Grace sambil menunjuk bukit yang berada di tengah tengah pantai.
" Yakin?"
" Yakin. Udah ayo." ucap Grace lalu menarik tangan kedua sahabatnya.
Sementara itu Devano dan keempat sahabatnya, mereka menyewa perahu untuk mengeksplor beberapa pulau yang ada di sekitar Pantai Pink ini. Diantaranya ada Gili Marengkek, Gili Kambing dan satu pulau kecil lainnya. Yups setelah ia merengek pada kakanya untuk diizinkan pergi menaiki perahu.
" Bener bener surga dunia gak sih? gak perlu capek capek ke luar negeri kalau di indonesia aja masih ada tempat sebagus ini." ucap Freya. Tangannya ia celupkan pada air laut yang benar benar jernih dan bersih. Bahkan ia bisa melihat ikan ikan kecil yang berenang.
" Di indonesia banyak tempat yang indah indah, kitanya aja yang memandang negara luar itu lebih indah. Padahal di indonesia sendiri masih banyak tempat tempat indah yang belum pernah kita ketahui dan kita kunjungi." Sahut Elvano.
" Tapi balik lagi ke selera orang masing masing gak sih? Kalau orang lain bilang negara luar lebih indah, yaudah itu hak mereka. Karena menurut gue sesuatu yang indah itu akan berbeda di mata setiap orang." sahut Rissa disetujui yang lain.
" Sama halnya kalau lu makan seblak terasa enak, tapi menurut orang lain itu gak enak sama sekali. Nah seperti itu cara pandang orang. Jadi biarkan mereka dengan cara pandang mereka sendiri dan kita dengan cara pandang kita sendiri." ucap Devano.
" Cool banget kalau udah ngomong bijak gini." ucap Freya sambil menoel dagu Devano.
" Jangan gitu ay, gue orangnya khilafan." ucap Devan membuat Freya mencebikkan bibirnya.
" Gak jelas lu."
" Makanya jelasin aja sih ay, gue capek di gantung mulu."
" Ngomong sekali lagi gue tampol lu."
" Dahlan Dev, kita mah mesti sabar. Seenggaknya mereka gak ngelirik cowok lain dan kita jadi prioritas mereka." sahut Nathan.
" Kalau kayak gini aja masih bisa manggil sayang, ngapain harus ada ikatan sih? Yang penting kan kita udah komitmen untuk saling jaga hati masing masing." ucap Risaa di angguki Freya.
" Dasar kang ribet." cibir Elvano yang ikutan jengah dengan hubungan kedua oasangant itu.
" Dasar kang jomblo, syirik aja kerjaan lu." ucap Rissa.
" Emang Lu gak jomblo? bukannya kalian gak pacaran? sama sama jomblo gak usah ngatain."
" Tapi gue ada komitmen ma ni anak." jawab Rissa sambil mengenggam tangan Nathan.
" Cuma komitmen, dan tidak merubah status anda."
" Udah diem. Berantem mulu." lerai Freya.
Mereka semua pun menikmati hari itu dengan Diving, eksplorasi dan tak lupa untuk mengabadikan setiap moment yang tercipta.
.
.
.
.
Iya iya.. nih aku update satu chapter buat kalian. 😁
Awas aja kalau sepi.
And maaf baru sempet update, karena kemarin masih sibuk ngedekor rumah. Dan Alhamdulillah udah selesei. Nah kan jadi curhat 😂