
Pesawat yang di tumpangi Zay sudah mendarat di bandara internasional Berlin.
Zay menginjakkan kakinya menuruni anak tangga pesawat setelah beberapa jam penerbangan.
Perjalanan yang lumayan jauh sama sekali tidak membuatnya lelah.
Justru semangatnya bertambah kali lipat untuk segera sampai di tempat tujuan dan ingin segera bertemu dengan Kiran.
Zay mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang di tugaskan Reyhan untuk menjemputnya.
" Tuan Zayyan Adelard Kusuma?" tanya seseorang laki laki berusia 35 tahunan menghampiri Zay.
" Iya benar, saya Zayyan. Apa anda tuan Aska?"
" Benar Saya Aska yang di tugaskan oleh tuan Reyhan untuk menemani anda selama disini." jawab Orang itu adalah Aska.
Aska adalah tangan kanan Reyhan di Black diamond setelah Rama dan Alex ia pindah tugaskan untuk mengurus cabang perusahaan di singapore.
" Mobilnya di sebelah sana. Mari." ucap Aska lalu mereka berjalan menuju mobil Range Rover berwarna hitam dengan Aska mengekor di belakangnya.
" Antar saya ke alamat ini." ucap Zay sambil menyodorkan ponselnya pada Aska.
" Ini apartemen tempat saya tinggal tuan." jawab Aska membuat Zay sedikit terkejut.
" Benarkah? Apa kau mengenal wanita bernama Kirana Zunaira? dia tinggal di apartemen itu di lantai 10." ucap Zay sambil menerima kembali ponselnya.
" Saya tidak mengenalnya tuan, karena apartemen saya berada di lantai 15." jawab Aska dengan sopan, Zay manggut manggut meskipun kenal pun Aska tidak akan tau jika Kiran adalah kekasihnya.
Mobil yang mereka tumpangi sampai di apartemen tempat tinggal Kiran.
Zay menyuruh Aska untuk membawakan kopernya setelah itu mereka berdua masuk kedalam Lift menuju unit apartemen Kiran.
Zay berdiri di depan pintu apartemen Kiran, jantungnya berdegup saat ingin menekan bel pintu itu.
Terlintas bayangan wajah Kiran yang terkejut saat ia berdiri di hadapannya.
Dengan gugup Zay menekan tombol itu namun Kiran tidak kunjung membukanya.
Zay terus menerus menekan bel pintu itu berharap Kiran segera membukanya.
Hampir 10 menit ia berdiri di depan pintu dan menekan bel itu namun Kiran belum juga membukanya.
" Apa kalian keluarga dari penghuni unit apartemen ini?" tanya seorang wanita yang menghampiri Zay dan Aska.
Zay mnegerutkan dahinya karena tidak mengerti bahasa jerman.
" Bukan, dia adalah kekasih dari penghuni apartemen ini? apa kamu tau kemana pemilik apartemen ini pergi?" Sahut Aska dengan menggunakan bahasa Jerman.
Karena sudah cukup lama ia tinggal di jerman jadi dia sudah mengerti bahasa jerman.
" Kalian harus pergi kerumah sakit, pemilik apartemen ini mengalami kecelakaan, lukanya cukup parah." jawab wanita itu.
" Apa kamu yakin dengan ucapanmu?" sahut Aska dengan wajah terkejutnya.
" Saya yang mengantarnya kerumah sakit, jadi sebaiknya kalian pergi kesana. Dia berada di Alexianer st. hedwig hospital." jawab Orang itu lalu pergi meninggalkan Zay dan Aska.
" Apa yang dikatakan orang itu? kenapa bawa bawa rumah sakit?" tanya Aska saat mendengar salah satu nama rumah sakit di berlin.
" A-anu.."
" Anu apa? cepat katakan." potong Zay dengan suara sedikit keras.
" Kata wanita tadi pemilik apartemen ini mengalami kecelakaan dan lukanya cukup parah, dia sekarang berada di rumah sakit Alexanier." jawab Aska membuat Zay membulatkan matanya.
" Antar saya kesana sekarang." ucap Zay diangguki aska.
Mereka berjalan cepat menuju mobil, pikiran Zay kemana mana. Bayangannya yang membuat Kiran kecewa kembali lagi memenuhi isi kepalanya.
Rasa menyesel kembali meyeruak di dalam dadanya.
" Lebih cepat sedikit." ucap Zay diangguki Aska.
Aska menambah sedikit kecepatan laju mobilnya dan tak lama mereka sampai di rumah sakit Alexanier.
" Tolong tanyakan dimana kamar Kiran dirawat." ucap Zay menyuruh aska untuk menanyakan kamar kiran pada receptionis.
" Apa ada pasien yang bernama Kirana Zunaira? Dia korban kecelakaan." ucap Aska pada receptionis itu.
" Tunggu sebentar biar saya carikan." jawabnya dengan ramah.
" Ada, pasien masih berada di ruang ICU karena lukanya cukup parah." jawab Reception itu.
" Bisakah anda tunjukkan dimana ruang ICU?" tanya Aska, ia tau jika Zay sudah tidak sabar untuk pergi kesana.
Resepsionis itu dengan ramah menunjukkan arah dimana ruang ICU.
Aska mengangguk paham, ia dengan segera menuju ruang ICU diikuti Zay disampingnya.
Zay dan Aska sudah tiba di depan ruang ICU setelah sedikit kesasar.
Beruntung saat mereka sampai sana, dokter baru saja keluar dari ruang ICU.
" Apa pasien di dalam bernama Kirana Zunaira?" tanya Aska pada dokter.
" Benar, anda siapa?" jawab Dokter itu bernama Ludwig
" Dia adalah kekasihnya, bagaimana kondisinya sekarang." jawab Aska menunjuk Zay yang disampingnya.
Mata Zay memanas saat melihat tubuh Kiran yang tak berdaya diatas ranjang.
Apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini? pertanyaan demi pertanyaan muncul dikepalanya.
" Sayang ini aku Zay, kamu kenapa bisa seperti ini? apa yang terjadi sama kamu." ucap Zay meneteskan air matanya, ia menggenggam tangan kiran dengan erat.
" Menurut saksi di tempat, mobil yang di tumpanginya oleng dan menabrak pembatas jalan." sahut dokter Ludwig.
Aska menerjemahkan apa yang diucapkan dokter Ludwig pada Zay.
" Sayang aku mohon bangunlah, maafkan aku, maafkan aku yang udah nyakitin kamu, aku janji akan lebih memprioritaskan kamu. Sekarang aku mohon kamu bangun." ucap Zay mencium punggung tangan Kiran berulang kali.
Penyesalan demi penyesalan semakin menyeruak di dalam dadanya.
Tak lama Kedua orang tua Kiran datang. Setelah mendapat kabar dari pihak rumah sakit bahwa putrinya mengalami kecelakaan kedua orang tua Kiran langsung melakukan penerbangan ke Jerman.
" Zay.. kamu sudah disini?" tanya Sita, ia tahu jika Zay akan menyusul kiran ke jerman tapi tidak menyangka jika Zay lebih cepat sampai disini.
" Iya tante, Zay baru sampe beberapa jam yang lalu." jawab Zay.
Tangan Kiran bergerak, perlahan ia membuka matanya dan menatap orang orang yang mengelilinginya.
" Alhamdulillah sayang akhirnya kamu sadar." ucap Sita mencium kening putrinya.
" Ma-ma, pa-pa." lirih kiran dengan suara tercekat.
" Iya ini mama sama papa."
" Dan ini aku Zay, aku nyusulin kamu kesini?" ucap Zay, ia bangun lalu mencium kening Kiran.
Ia tersenyum senang akhirnya Kiran sudah sadar
" Kamu siapa?" satu pertanyaan kiran mampu membuat senyum Zay luntur seketika.
Tidak.. tidak mungkin Kiran amnesia.
Tidak mungkin Kiran tidak mengenal dirinya.
ini pasti bercanda, yaa.. kiran pasti sedang mengajaknya bercanda.
" sayang jangan bercanda ini aku Zay, kekasih kamu. Aku datang ke jerman buat nyusulin kamu." ucap Zay menggenggam tangan kiran.
Kiran menarik pelan tangannya, ia benar benar tidak mengenali siapa lelaki yang mengaku menjadi kekasihnya ini.
" Dia siapa ma? kenapa aku tidak mengenalnya?" tanya Kiran dengan suara lirih.
" Dia Zay kekasih kamu, apa kau tidak ingat?" jawab Sita dibalas gelengan oleh Kiran.
" Dokter bagaimana ini? kenapa Kiran tidak mengenal saya." ucap Zay dengan menggunakan bahasa inggris.
" Dari hasil CT scan yang kami lakukan kemarin ada pembengkakan di dinding otak akibat benturan yang sangat keras pasca kecelakaan.
Karena peredangan di otaknya, pasien mengalami amnesia retrograde, yaitu seseorang yang sulit mengingat memori dan kenangan sebelum kejadian amnesia dan melupakan sebagian orang orang terdekatnya." jawab Dokter Ludwig yang ternyata bisa berbahasa inggris.
" Tapi kenapa hanya saya yang tidak dia kenal?"
" Mungkin sebelumnya ada sesuatu hal yang mengganggu di pikirannya yang membuatnya sakit hati. Jadi saat pasien mengalami amnesia ia tidak ingin mengingat hal itu." tutur dokter Ludwig.
" Apa putri saya bisa sembuh dok?" tanya Delon papa Kiran.
" Bisa. tergantung tubuh pasien itu sendiri.
Ada yang berbulan bulan bahkan ada yang bisa sampai tahunan dan tergantung bagaimana proses penyembuhan itu sendiri." jawab Dokter Ludwig.
" Dan jangan sampai anda memaksa pasien untuk mengingat siapa diri anda, karena akibatnya sangat fatal. Nyawa taruhannya." sambung dokter ludwig.
" Kamu yang sabar Zay, Kiran pasti akan mengingatmu suatu saat nanti." sahut Delon menepuk punggung Zay.
" Apa ada cara untuk memulihkan ingatan Kiran dok?" tanya Zay dengan wajah penuh harapan.
" Ada. pertama kita akan melakukan terapi.
Penderita amnesia akan diberikan terapi okupasi. Terapi ini dilakukan agar penderita amnesia bisa mengenal informasi baru serta membantu penderita untuk bisa memanfaatkan ingatan yang masih ada.
Kedua memberikan Suplemen vitamin untuk mencegah kerusakan sistem saraf yang lebih parah.
Dan yang ketiga kita bisa memakai alat bantu, seperti smartphone, telepon, dan agenda elektronik, akan membantu penderita amnesia mengingat aktivitas sehari-hari.
Selain itu, buku catatan dan foto-foto, seperti foto tempat atau foto seseorang, juga dapat digunakan penderita amnesia untuk mengingat kejadian atau orang sekitarnya." tutur dokter Ludwig.
" Terimakasih dok atas penjelasannya." ucap Zay.
" Sama sama. Setalah jni pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat." ucap Donter Ludwig di angguki semuanya. setelah itu dokter ludwig menyuruh perawat untuk memindahkan Kiran ke ruang rawat.
.
.
.
.
Berat juga perjuangan Zay 🤔