
Kini mobil yang di kendarai Zay sudah tiba di rumah utama keluarga Wijaya.
Grace menatap sekeliling yang masih tampak sama sejak empat bulan yang lalu.
Tak terasa air matanya menetes begitu saja tanpa diminta. Empat bulan bukan waktu yang sebentar bagi mereka yang kehilangan dirinya, karena tidak pernah sekalipun mereka berpisah satu sama lain dengan waktu yang cukup lama.
Rindu!! itulah kata yang cocok ia rasakan saat ini, ia rindu dengan mama, papa, Devan dan keluarga yang lainnya.
Empat bulan ia menghilang dan kini telah kembali ke keluarganya. Rasa haru tiba tiba menyelimuti hatinya, ia sejenak berpikir bagaimana reaksi keluarganya saat tau jika dirinya masih hidup?
Terdengar isakan kecil keluar dari mulut Grace membuat Daffin dan Zay menoleh kebelakang. Grace menundukkan kepalanya, ia terlalu emosional jika tentang keluarga. Dirinya juga merasa bersalah karena terlalu lama untuk bersembunyi. Tapi biarlah, ini sudah selesei. Pikir Grace.
Tak jauh berbeda dengan Grace, bu Imah dan pak Rohim di buat melongo melihat rumah Grace bak istana. Kedua orang itu justru beringsut takut saat melihat rumah besar milik Grace. Pasalnya baru kali ini mereka melihat rumah sebesar ini.
" Are you oke?" Daffin meraih tangan Grace dan di balas Grace dengan anggukan kecil dan senyum tipisnya.
" I'm oke. Bisa kita masuk sekarang? Aku udah rindu sama mereka." ucap Grace diangguki Daffin dan Zay.
" Maaf nak, bisakah kalian mengantar kami kembali pulang?" Ucap Bu imah membuat Grace, Daffin dan Zay menatapnya dengan kening berkerut.
" Kenapa buk?" Grace yang berada disampingnya meraih tangan bu imah dan pak Rohim.
" Ibu dan bapak tidak pantas untuk menginjakkan kaki kami di rumah seperti ini." Bu imah melihat penampilannya sendiri yang begitu sederhana.
" Bu, pak. Percayalah, keluargaku tidak memandang orang dari penampilan luarnya saja. Justru mereka akan senang nanti bisa bertemu dengan kalian karena kalian sudah menyelamatkan nyawa Grace." sahut Zay di setujui Daffin dan Grace.
" Tapi nak--"
" Percaya sama kami." sela Grace lalu merangkul keduanya.
" Sekarang kita keluar!! Tapi sebelum itu, aku mau buat kejutan sama mereka. Aku sama Zay akan masuk kedalam lebih dulu. Tunggu aba aba dari aku setelah itu kamu masuk sama ibu bapak." ucap Daffin diangguki Grace.
" Baiklah kita turun sekarang, dan kamu pakai topi ini dulu." Daffin memberikan topi hitam yang sudah ia siapkan pada Grace, kemudian mereka turun bersama.
**
Zay dan Daffin berjalan masuk kedalm rumah, disana sudah ada keluarga besar yang menunggu kedatangan mereka. Bahkan disana juga ada keluarga Daffin dan keluarga Kiran yang ikut datang atas permintaan Daffin dan Zay. Dan disini hanya minus Kiran karena dirinya sudah berada di jerman.
" Kalian dari mana saja? hal penting apa yang mau kamu sampaikan sampai harus mengumpulkn kami begini?" ucap Luna saat melihat Daffin dan Zay menghampirinya.
" Mama penasaran banget ya?" Goda Zay yang mendapat tabokan dari Luna.
plakk..
" Kebiasaan banget bikin orang penasaran." ucap Luna dengan kesal.
" Daffin sama Zay punya kejutan untuk kalian semua, dan kami yakin kalian pasti akan senang." ucap Daffin.
" Apa itu sayang?" sahut Elsa yang juga sama penasarannya.
prookk..prookk..prrookk..
" Sayang masuklah." Daffin bertepuk tangan membuat semuanya menatap satu sama lain.
Sayang? apa mungkin Daffin ingin memperkenalkan wanita barunya? Apa Daffin sudah benar benar melupakan Grace? berbagai pertanyaan timbul di pikiran mereka masing masing.
Namun sedetik itu pula mereka mengenyahkan pikiran itu saat melihat seorang gadis dengan topi yang mirip sekali dengan Grace dengan di dampingi orang tua disamping kiri kanannya.
Semua keluarga menatap satu sama lain, siapa wanita yang di bawa Daffin dan Zay ini?
Dan sedetik itu pula semua orang membulatkan matanya saat Grace melepas topi dan menatap semua orang dengan senyum manisnya.
" Assalamualaikum semua." ucap Grace dengan senyum manisnya. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak jatuh begitu saja.
Semua orang sangat terkejut karena wanita yang dibawa Daffin dan Zay pulang ini tak lain adalah Graciella.
Luna yang saat itu sedang berdiri sambil memegang gelas minuman langsung menjatuhkan gelas itu hingga pecah. Tanpa babibu ia langsung berlari menghampiri putrinya dan memeluk erat tubuh Grace yang sudah lama ia rindukan.
" Ini kamu kan sayang? ini Grace anak mama kan?" ucap Luna semakin mengeratkan pelukannya.
Semua orang pun berjalan mendekat ke arah Grace, bahkan semuanya menangis haru karena Grace masih hidup dan kembali lagi ketengah tengah keluaraganya.
" Iya ma, ini Graciella anak mama luna dan papa Reyhan." ucap Grace yang akhirnya ikut menangis.
Ia teramat rindu dengan mamanya.
" Kamu kembali sayang? maafkan kami yang mengira kamu sudah tiada." sahut Reyhan yang juga ikut menangis.
Grace melepaskan pelukan mamanya dan beralih memeluk Reyhan.
" Grace masih hidup pa, Grace selamat dari kecelakaan itu. Sekarang Grace kembali pada kalian." ucap Grace beralih memeluk Reyhan.
" Terimakasih ya Allah karena Engkau telah menyelamatkan dan mengembalikan putri kami. Terimakasih ya Allah, terimaksih." Reyhan menangis haru.
Doa yang selama ini ia dan keluarga besarnya panjatkan akhirnya terkabul. Grace kembali lagi ke tengah tengah keliarganya.
" Kak.." Panggil Devan dengan mata berkaca kaca.
" Dekk." Grace melepas pelukannya dan memeluk tubuh Devan dengan erat. Ia juga teramat rindu dengan adik yang sangat disayanginya meskipun rasa sayangnya mereka tunjukkan dengan pertengkaran. Tapi mereka tetap menyayangi satu sama lain.
" Maafin kakak karena kemarin saat di Kafe kakak gak ngaku kalau itu memang kakak." ucap Grace dan Devan mengangguk saja karena ia sudah sangat yakin jika kemarin memang kakaknya.
" Gapapa kak, gue seneng lu selamat dan kembali ke rumah ini lagi. Please jangan pergi lagi kak, kita semua sangat kehilangan lu." Devan meneteskan air matanya dan menatap Grace.
" Kakak janji gak akan pergi kemana mana lagi, kakak akan selalu ada di samping kalian." ucap Grace sembari menghapus air mata Devano.
" Syukurlah kamu selamat sayang, maafin Grandma dan grandpa yang gagal menemukanmu." Nadia memeluk erat tubuh cucunya. Ia sangat senang karena Grace telah kembali lagi ke rumah ini dengan keadaan selamat.
" Yang penting sekarang Grace udah kembali grandma."
Satu persatu orang memeluk erat tubuh Grace, mengucapkan rasa suka cita mereka yang teramat dalam karena Grace masih hidup dan kini kembali di tengah tengah mereka. Rasa syukur berkali kali mereka ucapkan atas kembalinya Grace, rasa haru menyelimuti keluarga itu membuat isak tangis satu persatu orang saat memeluk tubuh Grace.
" Mereka siapa sayang?" tanya Ricko saat melihat bu imah dan pak Rohim yang sedari tadi berdiri jauh di belakang mereka semua.
" Astaga, Grace lupa." Grace berjalan menuju pak Rohim dan bu imah. Ia menggandeng keduanya dan memperkenalkan nya pada keluarganya.
" Ini adalah bu imah dan pak Rohim, mereka berdualah yang sudah menyelamatkan Grace dari kecelakaan itu. Dan mereka berdualah yang merawat Grace dari hilang ingatan sampai Grace sembuh dan kembali ke kaluarga ini." ucap Grace.
Luna dan Reyhan yang mendengar penuturan Grace langsung memeluk keduanya.
Mereka sungguh sangat berterimakasih karena sudah menolong dan merawat Grace hingga Grace bisa kembali kepada keluarganya.
" Terimakasih kalian sudah menyelamatkan dan merawat putri kami. Kami sungguh tidak tau bagaimana cara kita berbalas Budi pada kalian." ucap Reyhan.
" Saya dan istri saya ikhlas menolong putri tuan dan nyonya." ucap pak Rohim dengan gemetar.
Berhadapan dengan orang yang banyak seperti ini membuatnya gugup bukan main.
" Paa, maa. Boleh gak bu imah dan pak Rohim ini tinggal sama keluarga kita? mereka hidup sebatang kara di pinggiran hutan, mereka juga tidak punya anak untuk merawat mereka. Jadi Grace hanya minta, mereka tinggal bersama kita karena Grace sudah menganggap mereka berdua seperti orang tua Grace juga." Grace berucap dengan sangat hati hati, ia bahkan menundukkan kepalanya saat meminta izin pada orang tuanya.
" Mereka sudah sangat berjasa pada keluarga ini karena sudah menolong dan merawat kamu. Jadi tidak ada alasan untuk kami menolak permintaan kamu." ucap Reyhan yang penuh wibawa.
" Sungguh pa?" Grace menatap Reyhan dengan mata berbinar.
" Iya sayang, mereka akan tinggal bersama kita." ucap Luna. Grace tersenyum senang lalu memeluk kedua orang tuanya.
" Makasih ma, pa."
" Sama sama sayang."
" Sekarang ibu sama bapak, tinggal sama kita. Kalian gak perlu takut, anggap kami adalah keluarga kalian yang tidak pernah bertemu." ucap Grace. Keduanya tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya ragu.
" T-terimakasih nak." ucap bu Imah dengan gugup.
" YEEYYY.. GRACE PUNYA DUA ORANG TUA." pekik Grace melompat kegirangan. Semua orang geleng geleng kepala melihat tingkah Grace yang seperti anak belasan tahun.
Disela sela kebahagian mereka, Ricko menatap lurus kedepan dengan tatapan datar. Ia memikirkan kembali siapa dalang kecelakaan cucunya.
" Aku benar benar akan menghabisi orang yang sudah melakukan semua ini sama cucu kesayanganku. Tidak perduli dia laki laki atau perempuan." Ricko berucap dengan kesungguhannya.
" Grandpa." rengek Grace dengan manja.
Inilah yang Ricko rindukan dari cucu perempuan satu satunya. Sifat manja Grace padanya yang selalu menjadi semangat tersendiri untuknya.
" Grandpa tidak perlu sampai melakukan itu, biarkan pihak polisi saja yang mengurusnya." ucap Grace menenangkan Ricko.
" Tidak sayang, orang yang melakukan ini sama kamu harus mendapatkan hukuman yang setimpal."
" Zay dan bang Daffin sudah menangkap pelakunya kok grandpa." sahut Zay membuat semua orang terkejut dan menatapnya penuh keheranan.
" Siapa?" tanya Reyhan.
" Mantan tunangan bang Daffin." jawab Zay.
" Maksud kamu Angel?" sahut Elsa diangguki Daffin dan Zay.
" Anak itu benar benar keterlaluan. Benar apa kata tuan Ricko, dia harus mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatannya." ucap Elsa dengan geram.
" Bagaimana bisa kamu tau jika Angel pelakunya?" sahut Reyhan.
Tanpa menjawab ucapan papanya, Zay memperlihatkan sebuah video melalui proyektor yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Terlihat jelas sebuah Video dimana Daffin dan Angel bercengkrama dengan mesrah di sebuah ruangan.
Grace melihat video itu dengan tatapan datar dan tanpa ekspresi sedikitpun.
Tak jarang Daffin dan Zay saling pandang lalu melirik Grace yang hanya diam menyaksikan Video yang sedang di putar. Mereka tau betul bagaimana suasana hati Grace saat ini.
Semua orang yang ada disama juga melirik Grace yang diam mematung. Mereka sudah hapal betul bagaimana sifat Grace saat tau sesuatu yang sudah jadi miliknya di sentuh orang lain. Makhlumlah, sifat Luna sudah menurun pada Grace sejak dia kecil.
Sampai Video itu selesei di putar pun tidak ada yang berani bersuara. Mereka melirik Grace yang masih menatap lurus Video yang sudah berhenti itu.
Dengan keberanian yang ada Daffin perlahan mendekati Grace yang berada tidak jauh darinya.
" S-sayang." Daffin dengan gugup ingin menyentuh pundak Grace namun ia urungkan saat grace menoleh dan menatapnya dengan tajam. Ia bahkan sampai memundurkan langkahnya karena tatapan Grace yang seperti ingin memakannya hidup hidup.
" S-sayang a-aku bisa jelasin. Sungguh aku melakukan itu hanya ingin menjebak angel, tidak ada maksud lain." Keringat dingin bahkan sudah ia rasakan di sekujur tubuhnya. Bahkan lebih baik ia melawan penjahat dari pada harus menghadapi Grace yang seperti ini.
" Apa tidak ada cara lain?" Grace dengan datar membalas ucapan Daffin.
" Kalaupun ada cara lain, pasti itu akan memakan waktu lama. Sedangkan aku hanya ingin kamu segera kembali ke keluarga kamu." ucap Daffin dan Zay yang berada disampingnya hanya mencebikkan bibirnya. Ia juga tau tujuan Daffin ingin Grace segera kembali karena ingin segera melamar dan menikahinya.
" I-iya aku salah, aku minta maaf ya." Daffin mencoba mendekat namun Grace malah berjalan mundur menjauhi Daffin.
" Stoop!! jangan deketin aku dulu." ucap Grace menahan Daffin agar tidak mendekatinya.
" Kenapa sayang?"
" BIBIIIII." teriak Grace menggema di seluruh ruangan.
Semua orang mengernyit bingung kenapa Grace malah memanggil pembantunya.
Tidak ada sautan dari para pembantu hingga membuat Grace mengulangi panggilannya.
" BIIBIIII." kali ini lebih keras lagi hingga membuat semua orang menutup telinganya.
"i-iya non. iya bibi datang." ucap pembantu itu juga sedikit berteriak.
" A-ada apa non?" tanya Pembantu itu sedikit terkejut karena yang ada di hadapannya adalah Grace, namun sedetik itu ia menyembunyikan ekpresinya saat melihat wajah kesal Grace.
" Tolong bibi ke pasar sekarang, beliin Grace bunga tujuh rupa dan jangan lupa beliin yang banyak." ucap Grace membuat semua yang mendengarnya melongo.
" Buat apa non?"
" Bibi gak usah banyak tanya, cepet lakuin apa ya g aku suruh." ucap Grace masih dengan kekesalannya.
" B-baik non." jawabnya lalu pergi sesuai perintah Grace.
" Buat apa sayang? kamu mau ritual?" tanya Luna yang menurutnya aneh mendengar Grace menyuruh membelikan bunga tujuh rupa.
" Iya sayang buat apa?" sahut Daffin yang juga tidak mengerti.
Sedangkan Zay, Vero, Devan dan Elvan yang mengerti langsung meledakkan tawanya.
" Kenapa kalian tertawa?" sahut Reyhan bingung melihat anak dan keponakannya malah tertawa.
" Kasih tau dah dek, lu pakek buat apaan tuh bunga." ucap Zay yang masih tertawa kecil.
" Buat mandiin kamu, biar kamu suci lagi dan terlepas dari syaitonnirojim kek Angel." ucap Grace menatap Daffin dan membuat semua tertawa keras kecuali Daffin.
Laki laki itu hanya tersenyum paksa saat mendengar penuturan Kekasihnya.
" Bisa bisanya kamu gak kesurupan pas deket ma dia." ucap Grace semakin membuat semua orang tertawa.
inilah yang selalu di rindukan oleh semua orang. Lawakan dari Grace yang mampu membuat siapapun tertawa.
" Haruskah melakukan itu?" ucap Daffin diangguki Grace.
" Harus lah. Lagian badan kamu udah gak suci lagi, jadi kalau mau deketin aku, kamu harus mandi bunga tujuh rupa dulu biar bersih tuh seluruh tubuh kamu. Kalau kamu gak mau, jangan pernah deketin aku." ucap Grace membuat Daffin mengangguk patuh.
Suasana hari itu terlihat sangat bahagia. Kembalinya Grace ketengah tengah keluarga ini membuat semua orang berkali kali mengucap rasa syukur.
Sulit di percaya melihat Grace yang cukup lama menghilang kini berada diantara mereka.
Semoga ini adalah awal kebahagiaan baru bagi mereka.
Reyhan berjanji akan memperketat penjagaan pada putra putri mereka.
TAMAT....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi bo'ong 😂
Canda canda.. belum tamat kok, masih panjang ceritanya.
Nih aku nulis panjang banget 2250 kata biar kalian puas bacanya. 😂
Dan aku minta maaf kalau part ini tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. Aku udah berusaha semaksimal mungkin.
Kalau masih banyak typo maafkan yak, nih mata udah berusaha mengoreksi lagi, tapi namanya orang kadang kelewatan. 🙏🏻🙏🏻