INDIGO TEAM

INDIGO TEAM
Gerbang mawar (Season 2)



Happy Reading...


"Bukan" sahut bunda.


"Lalu siapa?" tanya Adam dan Ligo bersamaan.


"Mbah Parno, dukun yang punya ilmu tinggi itu".


"Kayaknya urusan bunda disini udah selesai untuk hari ini, bunda mau pulang aja ya.. mau main congklak sama ratu Ila. Bye... bye... oh iya Go, kamu jaga baik-baik adik kamu ya. Gunain segala macam ilmu, jurus, dan gerakan pelindung serta serangan yang sudah kami ajarkan" ujar bunda.


"Tenang aja bun" sahut Ligo.


"Ya udah, bunda mau pergi dulu".


Tiga puluh detik berlalu. Bunda masih berdiri di posisinya dengan menyatukan telapak tangannya lalu di taruh di depan dada.


"Bunda.." panggil Adam dan Ligo bersama. Bunda membuka matanya perlahan dan terkejut saat melihat dirinya belum berpindah.


"Kok bunda belum pindah ya?" gumamnya.


"Bunda kan gerbang keluar-masuk dunia manusianya pakai mawar merah, kalau nggak ada itu ya nggak bisa pulang ke rumah di dunia kita" ujar Ligo.


"Terus di mana mawar merah?" tanya bunda.


"Ya itu buatan bunda sendiri lah..." sahut Ligo malas. Bunda Nami atau yang biasa di sebut ratu Nami oleh bawahannya ini memang suka lupa akan mawar merah yang menjadi gerbang keluar-masuk nya ke dunia manusia.


"Owhhh... iya ya.. Dam, tunjukkin ke bunda dong di mana kamar kamu" pinta bunda.


"Buat apa bun?" tanya Adam heran.


"Jangan banyak tanya".


"Banyak tanya gimana si bun, orang Adam baru tanya satu kali selesainya bunda minta ditunjukin kamarnya" timpal Ligo.


"Ya elah, gitu aja di masalahin" gumam bunda malas.


"Ayok Dam buruan. Ratu Ila sudah menunggu bunda buat mainan congklak, kamu kok lalat banget sih" geram bunda.


"Lelet bun!" koreksi Ligo.


"Ngomong aja typo" gumam Ligo.


"Typo itu salah ketik" ucap Adam.


"Terus kalau salah ngomong apa?" tanya bunda.


"Nypo kali" sahut Adam ngasal. Ia lalu berdiri sambil membawa kantung bubuk mawar merah pemberian sang bunda.


Adam berjalan menuju kamarnya tanpa menunggu bunda dan Ligo mengikutinya. Pikir Adam bahwa keduanya akan mengikuti Adam berjalan. Bunda dan Ligo justru tanya bersamaan masih dengan anteng di posisinya.


"Kamu mau ke mana Dam?".


Adam berhenti berjalan tepat di anak tangga ke sepuluh dari bawah. Ia menatap kedua orang yang dengan polosnya bertanya akan pergi ke mana Adam.


"Bukannya tadi bunda nyuruh Adam nunjukkin kamar Adam?" bunda mengangguk.


Adam lalu melanjutkan lagi jalannya menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Bi Nem kini sedang berada di dapur tanpa sadar bahwa ada bunda dan Ligo di rumah tuan-nya karena Ligo yang masih mengaktifkan mode peredamnya.


Sesampainya di depan sebuah pintu, Adam berhenti membuat bunda dan Ligo ikut berhenti. Hal itu membuat bunda merasa bahwa mereka kini sudah sampai di depan pintu kamar Adam lalu bertanya.


"Ini sudah sampai di depan pintu kamar kamu ya Dam?" Adam menjawabnya dengan gelengan. Ia kemudian menempelkan telapak tangannya di tengah-tengah daun pintu tersebut. Foula..! Seketika pintu terbuka, kekaguman tertera di wajah bunda dan Ligo. Namun kekaguman mereka kini berubah menjadi kernyitan heran, karena ruangan di balik pintu tadi hanyalah ruangan kosong tanpa ada apa-apa nya.


"Biasanya kan kamar identik dengan ranjang, meja, kursi, lemari, jendela, dan sebaginya. Tapi kenapa ini nggak ada apa-apanya Dam?" tanya Ligo heran.


"Ini bukan kamar gue" Adam berjalan menuju salah satu sudut ruangan kosong itu lalu kembali menempelkan telapak tangannya di salah satu dinding. Dinding di samping dinding tempat Adam menempelkan telapak tangannya membentuk sebuah pintu yang mengeluarkan warna emas berbentuk tulip di tengahnya lalu terbuka.


"Apa itu salah satu keistimewaan anakku?" batin bunda.


"Keren kamu... apa ini salah satu mode di duniaku yang kamu miliki Dam? Mode tulip emas? Kunci pintu otomatis yang akan terbuka dengan sentuhan telapak tangan pemiliknya di salah satu bagian yang sudah di tentukan untuk menempelkan telapak tangan?" puji Ligo sekaligus bertanya.


"Mungkin.. gue nggak tahu" sahut Adam kembali ke mode datar dan dinginnya.


"Anakku ternyata datar dan dingin juga ya.. perasaan dulu tidak seperti ini, haha... tak apalah, selagi itu tidak membahayakan, aku akan membiarkannya saja" batin bunda lagi seraya terkekeh.


"Heii... Nami dingin! Kapan kau kembali?! Aku sudah lelah menunggu tahu! Lama sekali si kau berkunjungnya! Harusnya kau juga mengajakku tadi! Huh...! Si congklak sudah mau meleleh nih..."


Suara yang tiba-tiba muncul di otak bunda membuatnya menutup telinga kuat-kuat. Karena suara tersebut meninggikan suaranya bersamaan dengan penggunaan mode dengung. Jika suara tersebut ada di sebuah ruangan yang memiliki kaca, mungkin kaca tersebut akan bergerak atau malah pecah. Kepala bunda seketika berputar-putar seperti garisan warna di permen lolipop yang ditata beraturan.


"Heii... Ila imut! Bisa tidak jika ngomong itu tidak teriak-teriak, mana pakai mode dengung lagi, sakit tahu otak sama telinga aku. Kalau sampai otak dan telinga aku rusak gara-gara suara kamu ini, aku tidak mau lagi bersahabat denganmu!" balas bunda sama tinggi suaranya, namun tidak menggunakan mode dengung.


"Ihhhh... kenapa sih ancamanmu itu selalu tidak akan mau bersahabat denganku lagi, kenapa harus itu?. Gantilah dengan ancaman yang lebih bagus dan menantang sedikit, seperti kamu tidak akan mau membelikanku selembar emas lagi setiap minggu. Ngomong-ngomong aku minta maaf, habis aku kesal si... kamu lama sekali berkunjungnya, aku kan juga pengin berkunjung untuk bertemu putriku" balas ratu Ila.


"Menurutmu? Mengancam untuk tidak mau bersahabat denganmu itu tidak menantang hah?! Sebaiknya kamu jangan datang ke dunia manusia dulu, apalagi niatnya untuk bertemu dengan Risa, dia sedang dalam pengaruh bubuk cinta. Auranya putih susu, itu akan bertentangan dengan auramu yang putih mawar. Sebaiknya jangan datang kesini dulu, ngomong-ngomong juga, aku maafin kesalahan kamu tadi. Aku tutup dulu telepatinya, ada urusan. Aku bentar lagi pulang, tunggu aja, ademin terus congklaknya ya biar nggak meleleh. Mcuahhh.... sama lope-lope sekebon mawar buat Ila imutku" bunda kemudian menutup mode telepatinya dan fokus pada kedua anaknya yang memperhatikannya.


"Kok liatin bunda, ada apa?" bunda menggaruk tengkuknya yang terasa gatal karena aksesoris yang baru saja ia beli di bazar bersama dengan ratu Ila kemarin malam.


"Owh... bingung ya bunda ngomong sendiri. Bunda nggak ngomong sendiri kok, tadi ngomong sama ratu Ila lewat telepati. Dia nyuruh bunda pulang segera, congklak udah mau meleleh soalnya. Jum masuk" bunda mengajak Adam dan Ligo masuk dengan bahasa 'ayo' ala-ala kartun upin&ipin.


Adam masuk diikuti Ligo dan bunda. Di ruangan ini lah, kamar Adam dengan kerapihan benda-benda nya berada. Di balik ruangan kosong yang nampak tak berguna.


"Hemm.... bagus, rapih, wangi kamar kamu. Berhubung tadi ada ruangan kosong blong sebelum masuk ke sini, jadi bunda buat gerbangnya disana aja ya... disini kayaknya kurang ideal, yuk keluar lagi" bunda mengajak kedua anaknya keluar sambi ia mulai berjalan keluar kamar Adam. Di ruangan kosong blong yang dibicarakan bunda, ia membuat sebuah bunga mawar yang tumbuh seperti bunga bangkai dengan satu benang sari lengkap dengan kepalanya yang muncul sedikit loyo seperti bagian panjang di bunga sepatu. Bunga mawar tersebut tumbuh langsung di atas lantai ruangan tersebut, bukan di pohon yang memiliki daun dan batang.


"Nah... ini gerbang bunda, jaga baik-baik ya... kalau rusak... bunda kurung kamu selama satu hari di kurungan GiO. Oh iya, kalau ada apa-apa kamu sentuh aja ya tangkai benang sari ini terus ngomong 24434" ancam bunda. Ia kemudian memasukkan kakinya ke tengah-tengah susunan kelopak-kelopak mawar lalu menghilang disana.


Bersambung....


Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka. Bunga dan kopi dari kalian sangat membantu keberhasilan Author.


***Thank You All...


❣️❣️❣️❣️***


*Mode tulip emas, salah satu mode di dunia Vanyum. Dunia yang dihuni oleh ratu Ila, ratu Nami, dan.Ligo. Mode tulis emas diambil dari gambar yang akan muncul dibenda yang dikunci jika kita menempelkan telapak tangan kanan ditempat yang sudah ditentukan. Gambar tersebut adalah bunga tulip lengkap dengan batang daunnya yang berwarna emas.


Mode dengung, salah satu mode di dunia Vanyum. Mode ini adalah mode yang biasanya digunakan saat berbicara, membuat suara menjadi mendengung. Mode dengung bisa diatur kekuatannya, dari 1/lemah, 5/sedang, dan 100/kuat.


Mode telepati, salah satu mode di dunia Vanyum, mode telepati adalah kemampuan komunikasi antar orang.


GiO, singa berjenis kelamin laki-laki namun memiliki sayap dan berwarna hitam . Penulisannya harus benar, G dengan huruf besar, i dengan huruf kecil, dan O dengan huruf besar. Di dunia Vanyum, jika penulisan GiO sampai salah, itu akan memberikan makna yang berbeda. Contoh, gio, singa berjenis kelamin perempuan memiliki sayap dan berwarna emas*.