
Aku dan kawan-kawan segera pulang. Perapihan dikamar mandi langsung dilaksanakan hingga malam hari baru dapat diselesaikan.
"Mari pak" ucapku kepada sekelompok bapak-bapak yang sedang duduk bersender ditembok luar kamar mandi sambil mengipasi wajahnya dengan topi khusus pekerja bangunan. Bapak-bapak tersebut terlihat kebingungan walaupun tetap mengikuti langkahku.
"Saya dan teman-teman sudah membuatkan makan malam, silahkan dinikmati" ucapku mempersilahkan. Dimeja ruang tamu, sudah ada opor ayam, ayam kecap, balado telur, ikan goreng, sambal tomat, cah kangkung.
"Wahhh... kayaknya enak-enak nih makanannya, makasih ya nak" ujar salah satu bapak sambil mengamati makanan yang tersedia diatas meja dan menatap kami semua sekilas. Mereka semua lalu mencari tempat nyamannya masing-masing untuk duduk dan makan malam, aku dan teman-teman pergi kedapur untuk makan malam juga.
Saat kami sudah selesai makan malam, bapak yang tadi menghampiri kami semua didapur.
"Terima kasih makanannya nak, kami pamit dulu".
"Oh iya pak sama-sama, gimana? Enak?" tanyaku berbasa-basi.
"Enak, enak banget malah".
"Syukurlah kalau enak, ini ada sedikit rezeki buat bapak dan kawan-kawan, nanti dibagi ya? Saya percaya sama bapak" ucapku sambil memberikan lima amplop.
"E-eh.. nggak, nggak usah nak".
"Nggak papa pak, ambil aja, nanti dibagi ya sama temennya. Saya sudah atur jumlahnya".
"Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak ya nak".
"Iya pak, mari saya antar kedepan".
Setelah bapak-bapak tersebut pulang. Aku, Ais, Glen, Lala dan Zara membereskan makanannya dan merapihkan ruang tamu.
"Raihan!" teriakku
"Iya" Raihan melompat menghampiri kami semua.
"Dari mana aja kamu? Nggak kelihatan dari tadi" tanya Glen.
"Aku ngumpet, tadi lagi main tapi dikejar anji*g".
Kami semua tergelak bersama mendengar cerita singkat dan wajah sedih Raihan.
"Tapi bukan anji*g hidup, tapi anji*g udah mati".
"Arwah maksudnya?" tegas Ais.
"Iya arwah anji*g".
"Kenapa bisa sampai dikejar-kejar?" tanya Glen penasaran.
"Tadi aku lagi lompat-lompat, terus nggak sengaja nginjek sesuatu. Lagi pas udah keinjek, aku teken-teken sama puter-puter buat ngerasain benda apa yang aku injek. Tak lama setelah itu, aku denger suara gonggongan anji*g, ternyata... itu suara gonggongan anjing yang aku injek ekornya. Lagi pas aku lihat anjing nya, dia langsung ngejar-ngejar aku. Untung aku bisa lari dari dia" kami tergelak lagi mendengar ceritanya.
"Kasihan..." ucapku meledek sambil mengusap sudut mataku yang mengeluarkan air mata.
"Raihan, tentang lo yang pengen kasih kalung liontin buat Ana, jadi nggak?" tanya Glen.
"Jadi lah, sekarang aja gimana? Malam-malan kan waktunya pas, biar ada suasana romantis-romantis nya gitu".
"Romantis cucumu, orang dikasih kalung sama hantu bukannya romantis malah masuk rs" sarkas Glen.
"Rs apa tuh?" tanya Raihan tak paham.
"Rawon sedap" celetuk Ais dan Lala.
"Rumah sakit beg* bukan rawon sedap" geram Glen sambil menoyor kepala Ais.
"Aku kan ganteng, mana mungkin Ana sampai masuk rumah sakit kalau lihat aku" ujar Raihan dengan pede nya.
"Ganteng dari mana nya sih?" seloroh Zara.
"Ctak... kayaknya gw denger suara hati patah nih" celetuk Glen meledek.
"Aku emang ganteng kok, tapi dulu wakti hidup. Kata orang" sahut Raihan lalu terkekeh.
"Ngomong mulu si dari tadi, kalung liontin nya dimana?" selaku.
"Di ruang ganti sekolah kamu" sahut Raihan santai.
"Kalau begitu nggak bisa malam ini!!!" geramku, Ais, Lala, Glen dan Zara bersama dengan wajah menahan kesal.
"Oh iya yah lupa".
Aku mencubit lengan kanan Raihan, Ais mencubit lengan kiri, Lala menampar pipi kiri, Zara menampar pipi kanan. Sedangkan Glen menjitak kepala dan berdiri lalu menginjak keras kaki Raihan.
Aku pergi kedapur untuk membawa rantang berisi makanan yang tadi aku dan kawan-kawan masak untuk diberikan kepada nenek dan juga kak Ang.
"Aku mau pulang. Anterin yuk siapa yang mau" tawarku.
"Gw!" seru Adam.
"Gw aja!" seru Rey.
"Gw aja...".
"Gw aja Dam, sekali-kali napa si gw yang nganterin Risa".
"Aku anter aja Ris yuk" ucap Zara.
"Aku pulang dulu ya, Ai, Glen, La, Nu, Za" mereka berlima mengangguk serempak. Aku dan Zara keluar lalu masuk ke mobil Adam.
"Kenapa pakai mobilnya Adam? Emang nggak papa? Kan belum izin?" tanyaku bertubi-tubi.
"Enggak papa, kalau mobilnya kenapa-napa dia juga nggak bakal marah, kan buat nganterin kamu. Kalau pakai mobil bunda nya Glen... nanti kalau kenapa-napa suruh ganti, hahaha".
"Jadi intinya kamu nggak mau ganti kalau mobil ini kenapa-napa?".
"Iya" Zara lalu tertawa lagi.
"Jangan gitu lah...".
"Enggak.. enggak.. becanda aja, aku tadi nemunya kunci mobilnya Adam, kelamaan kalau harus cari kunci mobil bunda nya Glen. Nanti keburu Adam sama Rey sadar".
.
.
.
.
.
"Makasih yah udah nganterin, dah!!".
"Iya sama-sama, aku pergi dulu ya".
Aku masuk kerumah dan menemui kak Ang serta nenek masih duduk disofa menghadap layar tv yang masih menyala.
"Kak, Nek!" sapaku yang membuat mereka berdua langsung menoleh.
"Pulang juga kamu" ucap kak Ang.
"Maaf kak kemalaman, soalnya tadi..." aku menceritakkan tentang mas Kaka sampai keluarga mbak Zena kepada kak Ang dan juga nenek.
"Ya udah nggak papa, yang penting kamu baik-baik aja" ucap nenek.
"Bawa apa tuh?" tanya kak Ang sambil menunjuk rantang dengan pandangan matanya.
"Ini makanan yang Risa masak sama temen-temen dimarkas, ini Risa siapin khusus buat nenek sama kak Ang. Yang balado telur asli buatan Risa sendiri tanpa ada campur tangan temen-temen, tapi selain itu Risa dibantuin" aku membuka rantang demi rantang dan menaruhnya dimeja, lalu pergi ke dapur untuk mengambil piring dan sendok serta gelas dan air minum.
Nenek langsung mencoba telur balado buatanku.
"Enak... semuanya pas".
"Enak juga nih makanannya, pinter juga kamu, temen-temen kamu juga pinter" puji kak Ang.
"Ya udah, Risa masuk kamar dulu ya" aku pergi ke kamar dan pergi mandi. Selesai mandi aku duduk dihadapan layar komputer, memakai headseat, dan melakukan peregangan lalu menyalakan komputer.
Tring..
Sebuah pesan dari Lala nampak dilayar handpone ku.
"Main bareng!".
Aku langsung mengiyakannya dan masuk loading. Aku tersenyum saat loading sudah selesai. Segera saja aku mulai bermain game bersama Lala.
Bersambung...
Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka.
Terima kasih.