
Happy Reading...
Sesampainya Risa dan Hanar di taman Indah. Mereka berdua langsung pergi ke tempat di mana Rey duduk.
"Ada apa Rey?" tanya Risa setelah ia duduk di samping Rey.
"Makasih udah mau dateng" Risa mengangguk.
"Gue mau tanya sekali lagi, lo cinta apa enggak sama gue?" Risa menggeleng.
"Serius?" Risa mengangguk.
Rey menaburkan bubuk putih seperti bedak ke wajah Risa. Bubuk tersebut kemudian memudar dan hilang. Iris mata Risa berubah menjadi putih susu.
"Gue tanya sekali lagi sama lo, lo cinta apa enggak sama gue?" Risa kini menjawabnya dengan anggukan.
"Bubuk cinta?" Hanar terkejut bukan main saat melihat dengan jelas bubuk yang di usapkan ke wajah wanita yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.
"Kak.. kakak.. sadar kak.." Hanar menghampiri Risa lalu menggoyang-goyangkan tubuhnya. Rey berlagak kasian, ia lalu menaburkan sesuatu dari kantung satunya lagi kepada Hanar yang langsung menjerit dan bergerak menjauh. Ia kemudian menghilang.
"Makasih..." Rey segera memeluk Risa. Risa tidak membalasnya.
Saat mereka berpelukan, Adam yang kebetulan sedang melewati taman Indah melihat mereka berdua. Dan melihat ada gumpalan asap yang menyelimuti keduanya, Rey terselimuti gumpalan asap berwarna hitam, sehitam arang. Sedangkan Risa terselimuti gumpalan asap berwarna putih, seputih susu.
"Rey... sialan lo! Beraninya pake ilmu hitam buat memikat hati Risa" gumam Adam kesal. Ia tidak menghampiri mereka berdua. Ia sedang memikirkan cara untuk menyadarkan keduanya.
Bruggg... akhhh..
Rintihan itu terdengar dari mulut Adam karena tertimpa benda sebesar manusia dewasa. Sedangkan yang menimpa, mengernyit heran karena tidak merasakan sakit. Ia menggenjot-nggenjot benda yang di dudukinya, yang tak lain dan tak bukan adalah perut Adam.
"Berdiri lo!" ujar Adam tertahan, menahan rasa sakit di sikutnya yang ia gunakan untuk menyangga tubuh, perutnya yang di genjot-genjot layaknya trampolin di wahana bermain dan kakinya yang tertimpa tongkat seberat lima kilogram sepanjang hampir dua meter.
Manusia yang menduduki Adam bangun lalu mengambil tongkatnya. Tak lupa, ia juga membantu Adam untuk berdiri. Ia amati tubuh Adam dengan seksama lalu seketika matanya membola. Ia kemudian menggandeng tangan Adam dan berlari sejauh dan secepat mungkin. Lebih tepatnya, membawa Adam menuju rumahnya. Tempat yang paling aman untuk saat ini.
"Heh! Lo itu siapa si?!" bentak Adam kesal. Manusia yang menduduki Adam tadi menempelkan jari telunjuknya di bibir Adam sambil celingak-celinguk. Ia memberikan peredam di tempat ia dan Adam duduk dan mengunci semua jalur keluar-masuk manusia pada umumnya dirumah itu.
"Lo belum jawab pertanyaan gue!" Adam menghempaskan tangan manusia di sampingnya.
"Kamu Adam?" Adam mengangguk.
"Wahhhh.... adek aku...." manusia itu segera memeluk Adam dengan sangat erat.
"Ehh... lo itu siapa si?" Adam mendorong tubuh manusia yang memeluknya itu dan menatapnya aneh.
"Kamu itu adek aku, aku Ligo, kakak kamu yang kedua" manusia yang mengaku namanya Ligo memegang kedua pundak Adam dan menggoyang-goyangkannya.
"Ligo...?"
Ligo mengangguk.
"Ratu Nami? Mas Gege? Keturunan ketiga? Batu suci? Buku batu suci? Perpus? Risa?" Adam memikirkan kata-kata yang di ucapkan oleh Ligo.
"Wahhhh... jadi lo kakak kandung gue yang kedua, salam ketemu bang" Adam memeluk Ligo.
"Iya, salam ketemu juga. Oh iya..."
Ligo menceritakkan bahwa Risa terkena sihir bubuk cinta. Bubuk cinta adalah bubuk dari dukun yang sudah memiliki ilmu tinggi, bubuk tersebut digunakan untuk mengikat hati wanita incaran. Bubuk cinta, akan muncul beberapa waktu kemudian setelah orang yang memang niatnya akan dikirimkan bubuk itu bermimpi bahwa dirinya bertemu dengan seorang dukun. Sebenarnya, itu bukanlah mimpi, melainkan jiwa nya yang ditarik dan bertemu dengan sang dukun pemberi bubuk cinta. Saat penerima bubuk cinta terbangun, bubuk cinta tersebut yang berada disebuah kantung akan berada disisinya.
Sedangkan sesuatu yang dilemparkan ke arah Hanar adalah garam gaib. Garam gaib adalah barang yang tak kasat mata, garam tersebut akan dilemparkan kepada makhluk gaib yang mencoba membuka atau menyadarkan wanita incaran yang terkena bubuk cinta. Makhluk gaib yang terkena garam gaib itu akan kepanasan lalu menghilang. Efek panasnya bisa sampai satu bulan.
"Terus gimana nih?" tanya Adam khawatir.
"Gimana ya... kakak juga nggak tahu, bunda nggak ngasih tahu si" sahut Ligo santai.
"Bu-bunda?" gagap Ligo ketakutan.
"He'eh, bunda"
"Lepasin bunda... sakit tahu telinga Ligo, pedes nih"
"Kamu kira cabe" bunda melepaskan jewerannya dan menghampiri Adam lalu duduk di sampingnya.
"Adam.... bunda kangen banget sama kamu" bunda langsung memeluk Adam penuh kerinduan. Ya! Dia adalah ratu Nami, sahabat ratu Ila dan ibunda Adam, Ligo, serta Agas.
"Bunda? Ratu Nami?" bunda melepaskan pelukannya lalu mengangguk.
"Kamu harus cepat menyadarkan Rey dan Risa sebelum terlambat Dam" ujar bunda.
"Apa yang harus aku lakukan bunda? Kak Ligo saja tidak tahu bagaimana caranya" keluh Adam.
"Ligo itu jika sedang diajari bukannya memperhatikan malah mainan dengan rumput bergoyang karena terpaan angin. Nih, minumkan pil ini pada mereka berdua" bunda memberikan sebuah wadah transparan. Di dalamnya telihat banyak pil berwarna merah cerah.
"Itu adalah ekstra sari bunga mawar merah kesukaan bunda, itu udah bunda kasih rempah-rempah untuk menyadarkan seseorang dari pengaruh ilmu hitam" ujar bunda.
"Oh iya, kamu harus berhati-hati ya.. soalnya, Rey dilindungi oleh sesosok makhluk serupa mbak kun yang selalu setia dibelakangnya. Dia energinya kuat, walaupun masih kuatan bunda" jiwa sombong mendadak bunda seketika bangkit sementara. Ia bukan sombong asli, melainkan sombong hanya untuk bercanda supaya suasana tidak sebeku es di frizer.
"Bunda yakin kamu bisa, kamu dan Risa sudah memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Apapun yang akan terjadi pada kalian berdua, itu tidak akan membuat kalian berpisah".
"Bagaimana bunda dan kak Ligo bisa mengetahui nama-nama teman-teman Adam?" tanya Adam heran.
"Pakai kacamata hologram" bunda nampak mengambil sesuatu di balik roknya yang sisi kanan dan kirinya mirip seperti atasan pastel. Ala-ala rok kebaya. Benda yang ia ambil di balik rok nya lalu ia pakai.
"Gini".
"Ohhh ya bunda, bagaimana bisa Rey memiliki jimat pengikat seperti itu?" tanya Adam.
"Dikasih sama dukun lah, masa sama tentara" sergah Ligo.
"Dari mbah Parno, dukun yang sudah punya ilmu tinggi. Jadi, si Rey itu baca suatu pesan dari dunia mayanya, pesan itu berbunyi "Cara ampuh mendapatkan hati wanita.
Salah satunya dengan cara menggunakan ilmu mbah dukun
Jika berminat, datanglah ke tempat ini
Desa Megah Sari. Pukul sebelas lima puluh sembilan". Barang-barang mbah Parno itu bisa datang ke tempat tujuan setelah orang yang berniat akan memakai jimatnya membaca pesan itu atau bermimpi bertemu dengannya. Sebenarnya bukan mimpi juga sih, tapi jiwanya yang ditarik keluar" jelas bunda.
"Oh ya.. kamu tahu mawar putih di rumah Risa kan?" Adam mengangguk.
"Kamu jaga baik-baik mawar itu ya, soalnya itu gerbang yang buat ratu Ila masuk ke dunia manusia. Jangan sampai rusak, jika rusak dia tidak akan bisa keluar".
"Kenapa harus Adam?".
"Alasan pertama, kedua orang tua dan kakak angkatnya itu tidak akan sepeduli itu pada tanaman milik Risa karena memang mendapat larangan dari Risa sendiri, larangan tersebut berbunyi "biarkan Risa yang menjaga tanaman-tanaman milik Risa, sebagai cara sederhana Risa menjadi wanita yang bertanggung jawab". Sebenarnya bukan hanya tanaman aja si, tapi semuanya"
"Alasan kedua, Risa kini dalam pengaruh bubuk cinta. Ia bisa merusak apapun sesuai perintah yang muncul di otaknya. Itu adalah salah satu efek bubuk cinta. Tapi, hanya benda-benda tertentu saja si yang ia rusak. Contohnya, mawar putih miliknya. Kenapa? Karena itu adalah gerbang untuk ibundanya ke dunia manusia. Pemberi bubuk cinta ini akan melakukan berbagai cara untuk melancarkan niatnya".
"Pemberi bubuk cinta... itu Rey?" tanya Ligo.
Bersambung...
Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka. Bunga dan kopi dari kalian sangat membantu keberhasilan Author.
***Thank You All....
❣️❣️❣️❣️***