INDIGO TEAM

INDIGO TEAM
Risa sadar! (Season 1)



Pov Author.


Malam itu, di gelap nya jalan sepi. Dua ambulans melaju cepat menuju rumah sakit Matahari. Rumah sakit terdekat yang juga yang menyediakan pelayanan dua puluh empat jam. Teman-teman Risa dan Adam menangis, Zara ikut di ambulans Risa untuk menemani dirinya sedangkan Wisnu ikut di ambulans Adam dan yang lain memutuskan untuk memakai mobil Indigo Team dan mengikuti dari belakang.


Setelah sampai di rumah sakit, Adam langsung di bawa ke ruang IGD karena luka yang di dapat cukup dalam, terlihat dari derasnya darah yang tidak kunjung berhenti saat Wisnu dan Zara melakukan penolongan pertama hingga sampai di rumah sakit.


Zara sudah menghubungi orang tua Risa dan juga kakak Adam. Mereka memutuskan untuk kesana esok hari dan mempercayakan Risa serta Adam dalam pengawasannya.


.


.


.


.


.


Pagi ini, kak Ang serta ibu Mawar dan suaminya pergi ke rumah sakit, begitupun kakak dari Adam.


Keduanya sudah mendapat izin libur sekolah selama beberapa hari. Jika Risa sudah membaik, dia di bolehkan pulang dan kembali bersekolah, begitupun Adam.


Ibu Mawar yang mendapati kabar bahwa anak angkatnya di bawa ke rumah sakit setelah insiden di ruang bawah tanah kemarin langsung menangis sambil memeluk Risa.


"Ibu tenang ya" ujar ayah Zidan mencoba menenangkan istrinya itu. Walaupun Risa adalah anak angkat, tapi ibu Mawar begitu menyayanginya. Ia begitu perhatian pada Risa karena Risa adalah anak perempuan. Dulu, setelah pernikahan ibu Mawar dan suaminya. Ia menginginkan anak perempuan, tapi saat dia hamil lalu melahirkan. Ternyata anak pertamanya bukan anak perempuan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengasuh anak perempuan kakak-adik di sebuah panti asuhan ternama. Walaupun begitu, ia juga menyayangi anak pertama nya, Anggres. Ia berharap jika Anggres dapat menjadi lelaki yang baik dan mengarahkan adik-adik nya jika mereka salah langkah.


Beberapa tahun setelah ibu Mawar mengasuh Risa dan adiknya, Gisa. Saat mereka pergi ke pasar malam. Gisa hilang entah kemana. Pencarian sudah bertahun-tahun mereka lakukan hingga Risa beranjak dewasa dan polisi sudah mulai menyerah melakukan pencarian. Kesedihan melanda dirinya, suami dan anak pertama nya pun sama sedihnya. Tapi mereka lebih sabar dan mencoba untuk tetap tenang. Apalagi beberapa minggu setelah hilangnya Gisa, Risa mengalami kecelakaan hingga dia koma dan lupa ingatan. Risa mengalami lupa ingatan sampai dia kelas dua SMP. Tapi anehnya, Risa hanya lupa semua tentang adiknya, sedangkan ibu Mawar, ayah Zidan, kak Ang dia tidak melupakannya.


"Kalau Risa kenapa-napa gimana yah?" gumam ibu Mawar di sela isak tangisnya.


"Risa pasti baik-baik saja bu, dia kan anak yang kuat" ujar ayah Zidan.


.


.


.


.


.


Hari mulai beranjak sore, matahari sudah mulai menampakan sinar orens indahnya. Jika di pantai, matahari terbenam pasti akan nampak lebih indah. Di padukan dengan deburan lembut ombak dan juga semilir angin yang menyapu rambut hingga berterbangan kesana kemari.


"Pulang yuk, nanti malem ke rumah sakit jenguk Risa sama Adam. Aku cape banget nih" ajak Ais yang sedari tadi memang mengeluh cape. Bukan karena kegiatannya, tapi karena tidak ada Risa di sisinya.


"Ais, Glen!" dari kejauhan nampak Lala yang berlari menghampiri mereka berdua.


"Bener Risa masuk rumah sakit?" tanya Lala mempertegas berita yang di dapatnya pagi tadi. Pagi tadi saat ayah Zidan, ibu Mawar dan kak Ang sibuk bersiap akan pergi. Lala bertanya pada mereka akan pergi kemana, ibu Mawar menjawab dengan air mata yang mulai keluar bahwa Risa masuk rumah sakit. Akhirnya, ia memutuskan untuk pulang dan memastikan semuanya pada Ais dan Glen ketika bertemu di sekolah.


"Bener" sahut Glen.


"Kok kalian nggak ngabarin gw?" kesal Lala.


"Gw nggak kepikiran".


"Ya udah, nanti sore aku ke rumah lo ya buat pergi bareng ke rumah sakit njenguk Risa pake mobil gw. Nanti lo yang jadi supirnya" Glen mengangguk.


"Adam juga masuk rumah sakit, dia kena luka tusuk. Sebenarnya Risa masuk rumah sakit karena syok lihat Adam di tusuk" terang Glen. Wajahnya sendu tidak bersemangat.


"Hah? Adam juga? Ya udah, pulang yuk biar bisa siap-siap ke rumah sakit" ajak Lala.


Sore hari nya, Lala dan yang lain pergi naik mobil Lala menuju rumah sakit tempat Risa dan Adam di rawat. Mereka juga membawa beberapa buah tangan.


Setelah sampai di rumah sakit, mereka bergegas menuju ruangan Risa dan Adam di rawat tanpa bertanya pada petugas resepsionis karena Glen sudah tahu tempatnya.


"Zara, kamu tolong jaga Risa baik-baik ya. Kakak ada jadwal belajar kelompok sekaran" ucap kak Ang yang masih menjaga Risa setelah orang tua nya pulang.


"Baik kak, Zara dan yang lain akan menjaga Risa dengan baik" sahut Zara. Setelah itu kak Ang pamit pergi.


"Tangannya gerak!" heboh Ais saat melihat ada pergerakan dari tangan Risa.


"Matanya mulai ngebuka!" ucap Lala sama hebohnya.


Risa mulai memberikan tanda-tanda sadar dengan tangan dan matanya yang bergerak. Semua yang di dalam ruangan bersorak senang saat Risa mulai bergumam.


"Adam" gumam Risa.


Semuanya tersentak, saat nama Adam adalah ucapan yang pertama kali di ucapkan Risa setelah dirinya sadar.


"Dimana Adam? Gimana kondisinya?" tanya Risa.


"Kamu jangan mikirin dia dulu ya Ris, kamu belum sembuh total" ujar Zara.


"Enggak, aku mau tahu gimana kondisinya Adam. Kalo dia baik pasti aku juga baik, gimana kondisinya?" tanya Risa lagi.


"Gimana?" tanya Risa lagi.


"Adam belum sadar" ujar Zara dengan suara yang memelan. Risa yang mendengar hal tersebut langsung menangis terisak.


"Aku mau lihat kondisi Adam" ucap Risa sambil bersusah payah berdiri.


"Kondisi kamu belum sembuh total Risa, kamu baru sadar. Ada waktunya untuk kamu dapat lihat kondisi Adam" cegah Zara.


"Aku... mau lihat kondisinya, aku mau nemenin Adam sampai dia sadar" isak Risa. Zara dan yang lain merasa hatinya ikut sakit saat mendengar isak tangis Risa yang memohon untuk bisa melihat Adam.


"Ok.. ok, aku izinin kamu lihat dan dampingi Adam, tapi jangan di paksa ya" ujar Zara akhirnya. Ia membantu Risa yang sudah tersenyum senang untuk pergi ke ruangan Adam di rawat. Siang tadi, Adam sudah di pindahkan ke ruang rawat setelah mendapatkan penanganan di ruang IGD.


"Sebentar!" ucap Zara yang membuat semuanya berhenti, termasuk Risa.


"Ada apa?" tanya Risa.


"Aku nggak tahu ruangannya di mana" kekeh Zara.


"Gw tahu" sahut Wisnu.


Bersambung...


Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka.


Terima kasih.