INDIGO TEAM

INDIGO TEAM
Desa Lawang (Season 2)



Happy Reading....


Tiga jam berlalu sudah. Rasa lelah dan bosan sudah lama melanda. ****** rasanya sudah seperti terbakar dan mati rasa.


"Istirahat dulu lah... aku pengin makan" rengek Risa.


"Kita cari rest area dulu" sahut Adam.


"Aku pengin nyetir, Dam" ujar Risa.


"Nggak boleh, kamu masih enam belas tahun".


"Yahh...."


Saat tiba waktunya, mereka berhenti di rest area. Risa langsung melakukan peregangan dan membeli makanan berat untuk ia santap bersama yang lain selama di rest area tersebut. Makanan ringan dan minuman pun tak kalah kehadirannya.


"Hanar, kamu mau makan?" tanya Risa.


"Mau, bunga melati ya".


"Cari dimana ya bunga melati" gumam Risa.


"Dek.." Risa tersentak kaget saat pundaknya ditepuk pelan oleh seseorang di belakangnya hingga hampir menjatuhkan gumpalan nasi beserta lauk di tangannya.


"Ehh.. maaf, saya ngagetin ya?".


Risa meletakkan kembali gumpalan nasi yang ditangannya ke atas kertas minyak pembungkus makanan berat miliknya lalu menatap sang pemilik suara.


"Kakak siapa ya?" tanya Risa.


"Saya Andero, saya mau memberikan ini" Andero memberikan sebuah bungkusan berwarna putih yang didalamnya berisi banyak bunga melati.


"Untuk aku?" Risa menerima bungkusan tersebut dan menatapnya.


"Bukan, emangnya kamu makan melati. Itu untuk dia" Andero menunjuk Hanar yang berdiri memandangi interaksi kakaknya dan Andero.


"Kakak bisa lihat Hanar?" Andero mengangguk.


"Kakak pergi dulu ya".


"Makasih untuk melatinya" Andero mengangguk kemudian melangkah pergi meninggalkan mereka berdua. Chalis dan Glen yang masih mengamati jalannya Andero tersentak kaget saat Andero menghilang di kerumunan orang-orang. Mereka berdua kemudian saling tatap dan salah satunya mengatakan pada Risa.


"Dia hilang".


"Hilang gimana?" tanya Zara.


"Tadi aku sama Glen amatin jalannya Andero, dia tiba-tiba hilang di kerumunan orang-orang" jelas Chalis.


"Jangan ngawur" timpal Risa.


"Seriusan, nggak ngawur" sahut Glen.


Risa membuka bungkusan tersebut, didalamnya bukan hanya bunga melati utuh saja, tapi ada sekitar sembilan bunga melati yang dirangkai membentuk sebuah gelang indah.


"Apa nih?" Ais mengambil salah satu gelang dan mengamatinya.


"Gelang lah, masa paku" sahut Reza.


"Owhh... gelang ya? Aku baru pertama kali lihat ada gelang dari bunga melati" Ais mengendus gelang tersebut "wangi lagi".


"Namanya juga dari bunga melati, ya wangi lah. Kalau dari bunga bangkai, lah busuk" sewot Reza.


"Iya juga sih, hehe".


Ais lalu memakainya karena menurutnya itu akan indah jika melekat dipergelangan tangannya.


"Aura?" gumam Adam seraya mengamati belakang tubuh Ais.


"Aura apa Dam?" tanya Zara seraya mengikuti arah pandangan Adam. Ia pun ikut mengernyit tatkala melihat ada gumpalan asap di belakang Ais yang berbentuk seperti seekor kuda bersayap.


"Ya kali ada aura bentuk kuda gitu, mana bersayap lagi" sahut Glen yang ternyata juga mengamati belakang tubuh Ais. Ais yang merasa diamati pun angkat bicara.


"Kenapa?".


"Ada kuda" sahut Adam, Reza, dan Glen. Sedangkan yang lain baru melihat belakang tubuh Ais.


"Kuda?" Ais menoleh ke belakang, samping kanan kiri, bawah dan atas. Namun tidak menemukan apa-apa.


Risa dengan iseng menarik gelang yang dipakai oleh Ais. Yang lain terkejut, sosok kuda bersayap tadi hilang tanpa jejak.


"Kok hilang?" gumam Glen.


"Ihhh Risa, jangan iseng dong. Sini, aku minta satu ya gelangnya. Bagus soalnya" Ais menarik lagi gelang yang tadi dipakainya dan kembali memakainya. Foula! Sosok kuda bersayap tadi muncul lagi.


Adam menarik gelang yang dipakai oleh Ais. Kuda bersayap itu hilang lagi. Ia lalu memakaikan gelang itu di pergelangan tangan Ais, dan... kuda itu kembali muncul lagi.


"Jangan bermain-main" ujar sang kuda yang membuat kedelapan kawan Ais terjungkal ke belakang karena terkejut.


"Yehhh... gitu aja kaget" ucao sang kuda.


Adam berdiri dan mencoba memakai salah satu gelang yang tersisa.


"Ra, ada apa di belakang tubuh gue?" tanya Adam.


"Emang ada sesuatu di belakang gue yang bentuknya kaya monyet?" Zara menggeleng.


"Bukan monyet, tapi serigala, matanya biru" Risa ikut menilik ke belakang tubuh Adam. Serigala tersebut lalu mendekati Risa dan mengusapkan bulunya ke tubuh Risa hingga membuat Risa terkekeh geli.


"Adudududuh... geli" Risa berjalan menjauhi sang serigala yang sudah kembali ke belakang tubuh Adam.


"Dia kayaknya suka sama Risa" ujar Glen.


"Perkenalkan, nama Saya Agrio. Saya adalah penjaga Tuan Adam" ujar serigala tersebut.


"Kalau saya, Stika" sahut sang kuda.


Yang lain pun mencoba memakai gelang melati tersebut. Berbagai macam sosok muncul di tubuh mereka, namun hanya orang lain saja yang bisa melihat sosok tersebut. Itupun yang memiliki kemampuan khusus.


Di belakang tubuh Adam, ada Serigala beriris mata biru bernama Agrio. Di belakang tubuh Risa, ada sosok manusia bersayap layaknya bidadari yang suka digambarkan di film-film, bergaun putih, bernama Bidara. Di belakang tubuh Zara, singa berwarna emas bernama Agluna. Di belakang tubuh Glen, ular berkepala tiga bernama Threesnack.


Di belakang tubuh Chalis, kucing berbulu tajam bernama Anggluna (jelmaan dari Anggana). Di belakang tubuh Ais, kuda bersayap bernama Stika. Di belakang tubuh Reza, Rey, dan Wisnu. Panda bernama Pindana, Elang beriris mata emas bernama Hiluna, dan sebilang pedang beraura biru dengan ukiran rumit di pegangannya bernama Briluna.


"Menghindar" satu kata itu yang diucapkan serempak oleh para penjaga team Indigo membuat kesembilannya tertarik ke belakang. Agrio, Bidara, dan Stika juga bergerak menarik mundur orang-orang di sekitaran tempat team Indigo duduk tadi.


Tak lama setelah itu, sebuah pohon besar yang rindang tumbang menimpa tempat dimana banyak orang santai-santai termasuk team Indigo.


Mereka semua melongo tak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Pengelola rest area tersebut dipanggil untuk membereskan masalah yang terjadi.


Di sisi lain, dimana Andero berada.


"Semoga kalian baik-baik saja" gumamnya.


...----------------...


Setelah selesai membantu mengurus pohon yang jatuh tadi, team Indigo kembali melanjutkan perjalanan. Menempuh medan yang terkadang membuat ban harus diganti atau mati mesin dan guncangan-guncangan yang membuat kepala terbentur berkali-kali.


"Akh..." rintih Ais tatkala kepalanya membentuk senderan kursi kemudi. Kepalanya langsung terasa berputar dan beberapa memori masuk ke kepalanya dengan cepat. Ais lalu memegangi kepalanya seraya merintih, membuat Reza dan yang lain panik bukan main hingga memutuskan untuk berhenti dahulu.


"Kepala aku... akhh... sakit banget...".


Beberapa menit berlalu. Kondisi kepala Ais sudah lebih baik. Ia kemudian menceritakkan tentang apa yang barusan masuk ke otaknya.


"Indigo Team".


"Markas".


"Risa, Zara, Glen, Chalis".


"Bunda".


"Ayah".


"Kamu inget itu, Ai?" tanya Chalis semangat.


"I-iya, itu tadi masuk ke otakku saat kebentur".


"Eummm..." Chalis segera memeluk Ais senang. Ais pun membalas pelukannya.


"Masih sakit kepalanya?" tanya Risa.


"Nggak".


...----------------...


Dengan berbagai perjuangan menempuh medan yang penuh tantangan. Akhirnya dua mobil tersebut mulai memasuki kawasan desa yang dengan sebuah gapura di jalan masuk utama yang tertulis diatasnya 'Selamat Datang Didesa Lawang'. Banyak lampu seperti lampion yang tergantung indah yang mengelilingi gapura tersebut.


"Hawanya kok nggak enak gini yah" keluh Chalis seraya mengusap tengkuknya. Hal yang sama pun yang lain rasakan.


Seorang lelaki tua dengan tongkat yang ia pegang untuk menyangga tubuh disaat berjalan, menghampiri Risa dan kawan-kawan.


"Muncul darimana tuh kakek?" bisik Glen kepada Zara yang tengah memutar netra memandang sekelilingnya.


Zara yang merasa Glen berbicara padanya menoleh lalu mengangkat alisnya. Glen memberikan menunjuk si kakek yang sudah berdiri dihadapan mereka dengan isyarat mata.


"Hah?" Zara terkesiap membuatnya mengalami gerakan reflek mundur.


"Ada apa?" tanya Glen masih dengan berbisik seraya mencolek lengan Zara.


"Matanya kakek itu, hilang".


Bersambung...


Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka. Bunga dan kopi dari kalian sangat membantu keberhasilan Author.


Thank You All....


❣️❣️❣️❣️


Author buat cerpen baru lhoh. Judulnya 'Salahkah Aku Jatuh Cinta?". Buat yang suka, jangan lupa dukungan cintanya ya... terima kasih sekali lagi❣️.


oh iya..


SELAMAT MERAYAKAN HUT RI KE-76...🎉🎉🎊🎊🌹🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨