INDIGO TEAM

INDIGO TEAM
Setiap hari senin beli kapas manis (Season 1)



"Aku bantuin makannya ya Han, Cin?" tawarku saat melihat Raihan dan Cinta kesusahan untuk makan arum manis. Ingin tertawa sih sebenarnya, tapi takut menyinggung mereka berdua.


Raihan dan Cinta mengangguk. Aku kemudian mengambil arum manis tersebut dan menyuapi mereka berdua, sesekali aku mengayun-ayunkan tanganku sambil mengucapkan 'pesawat lepas landas, uwuwuwuuu'. Menyenangkan walaupun bukan manusia yang ku suapi.


"Anak indigo itu emang beda yah" ujar kak Anji, aku menoleh.


"Apa bedanya? Orang sama-sama manusia".


"Manusia biasa kan kalo nyuapin, biasanya nyuapin manusia lain atau hewan. Lah ini, nyuapin malah ke setan".


"Kakak mau di suapin aku?" dia mengerjap lalu menatap kak Anggres.


"Awas lu" kak Ang mengepalkan tangannya dan mengarahkannya kepada kak Anji.


"Kalau Risanya yang mau, masa gw nolak si Ang" keluh kak Anji.


"Emang kamu mau dek nyuapin dia?" aku menggeleng mendengar pertanyaan kak Ang kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha rasain lo, makannya nggak usah ke ge'er an" sinis kak Ang sedangkan kak Anji hanya menunduk.


"Kok kalo udah masuk mulut langsung cair si?" tanya Raihan. Apa dia belum pernah makan arum manis? Sampai-sampai dia heran kenapa arum manis yang di makannya cepat lumer ketika di mulut.


"Arum manis kan gula yang di bentuk jadi kaya kapas gini dengan beraneka macam jadinya. Makannya kalo di mulut langsung mencair karena terkena lendir mulut" terangku, Raihan mengangguk lalu memintaku untuk menyuapinya lagi "emang kamu belum pernah makan arum manis semasa hidup?" dia menggeleng.


"Yang banyak" keluh Raihan. Aku menurut dan menyomot lebih banyak lagi arum manis yang kini tinggal sedikit dan kumasukkan ke mulutnya.


"Aku juga mau yang banyak kak Ris" pinta Cinta ketika melihat Raihan begitu lahap memakan arum manis di mulutnya, bahkan ia sampai mendongak karena arum manis yang ku masukkan ke mulutnya hampir terjatuh.


"Ok..ok" aku menuruti permintaan Cinta dan melakukan hal yang sama dengan Raihan.


"Aku banyakin".


"Aku lebih banyak lagi kak Ris".


"Aku banyak lagi, banyakin lagi".


"Aku lebih banyak dari lumut ini kak Ris".


Suara ribut Raihan dan Cinta yang beradu banyak-banyakan makan arum manis benar-benar membuatku pusing harus meladeni yang mana dulu. Ketika aku salah menyuapi, yang seharusnya Cinta tapi malah ke Raihan, maka Cinta akan merajuk dan menyenggol dengan keras badan Raihan dan itu sebaliknya.


"Sudah habis" aku menyodorkan bungkus arum manis yang telah kosong ke wajah mereka berdua.


"Besok beli lagi yah di depan sekolah" ujar Raihan. Aku menggeleng.


"Kenapa?" tanyanya.


"Besok aku libur".


"Yahhhhhhh. Tapi aku masih pengin makan kapas manis itu lagi" rengeknya.


"Itu beli di mana kak?" tanya Cinta.


"Seberang sekolah".


"Pokoknya harus beli!" tegas Raihan.


"Kalau nggak ada penjual arum manis keliling kan bisa ke pasar" ujar Raihan lagi. Ngebet banget sih dia pengin arum manis, nanti kalo diabetes gimana?. Ada kah obat diabetes buat makhluk halus?.


"Jangan kebanyakan mengonsumsi arum manis Han, arum manis itu kan terbuat dari gula. Jika kamu mengonsumsi gula berkepanjangan atau terlalu sering itu dapat meningkatkan risiko diabetes" ujar Zara.


"Diabetes tuh apa?" tanya Raihan. Diabetes pun dia nggak tahu? Apa si yang dia tahu?.


"Diabetes adalah penyakit kronis yang di tandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh" terang Zara.


"Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak di serap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak di kontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita" tambahnya.


"Jadi....walaupun glukosa adalah sumber energi utama bagi sel tubuh, tapi jika dikonsumsi secara berkepanjangan, itu justru akan meningkatkan risiko berbagai penyakit yang mengancam nyawa, salah satunya adalah diabetes" sahutku.


"Karena sesuatu yang berlebihan itu pasti berdampak buruk!" ujarku dan Zara bersamaan.


"Owhhh....begitu. Ya sudah berarti setiap hari senin aja beli kapas manisnya" aku mengangguk senang. Jadi, aku tak perlu bersusah payah pergi ke pasar untuk membeli arum manis atau mencari obat diabetes untuk makhluk halus.


"Ini udah lewat waktu maghrib. Aku janjinya sama bunda pulang sehabis maghrib, aku pulang dulu ya?" Zara berdiri sambil bersiap-siap.


"Owhhh ya udah makasih ya udah main ke rumah aku".


"Sama-sama. Ini bajunya aku pinjem dulu ya Ris?" aku mengangguk mengiyakan.


"Kita juga mau pulang, bareng aja gimana. Rumah kamu di mana?" tanya kak Anji.


"Komplek 2 No 10".


"Oh ya kita nglewatin komplek itu, yuk bareng aja" ajak kak Anji.


"Nggak ngrepotin?" kak Anji menggeleng.


"Aku panggil ayah sama ibu dulu, bentar ya" aku berlari kecil menuju kamar ayah dan ibu.


"Bu!".


"Iya nak, kenapa?" ibu membukakan pintu. Di susul ayah yang berjalan pelan di belakang.


"Zara sama temen-temennya kak Ang mau pulang".


"Oh bentar" ibu kemudian berjalan cepat ke dapur dan kembali lagi dengan membawa tiga kantung kresek.


Aku dan ayah serta ibu lalu pergi ke ruang tamu dan mengantarkan teman-temanku serta teman-teman kak Ang kehalaman.


"Ini...satu-satu ya" ibu memberikan kantung kresek yang di bawanya tadi dari dapur.


"Terima kasih tante".


"Sama-sama. Sering-sering main ke sini ya nak" kak Bay, kak Anji dan Zara mengangguk bersamaan sambil tersenyum.


"Aku pulang dulu ya Ris! Assalamualaikum, byee. Besok aku ke rumah kamu bareng anggota IT, jam tujuh" aku mengangguk sambil membalas lambaian tangannya. Ia kemudian masuk ke mobil menyusul kak Anji dan kak Bay.


Bersambung....


Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka.