INDIGO TEAM

INDIGO TEAM
Gangguan (Season 1)



Masih Pov Author.


Setelah sampai di ruangan Adam. Risa menghampiri sahabat nya dan memeluk tubuh yang terbaring tak berdaya di bed.


"Aku nggak tega lihat kondisi Risa begini" gumam Ais.


"Lu kira cuma lu doang yang nggak tega?" sarkas Glen. Kesedihan di dalam dirinya, terkadang membuat ia mudah marah dan tidak peduli dengan keadaan sekitar.


"Maaf" ucap Glen akhirnya. Namun tidak ada sahutan dari Ais, dirinya masih sibuk memperhatikan Risa yang menangis sesegukan sambil menggenggam tangan Adam.


"Kayaknya untuk menyelesaikan kasus-kasus yang tertumpuk, kita nggak usah bareng Risa dulu. Pikirannya pasti nggak bisa fokus sama kasus-kasus itu" ujar Zara.


"Setuju".


"Kalian tolong beliin makanan, mau nggak?" tanya Zara.


"Sini, gw aja" sahut Rey sambil menyodorkan telapak tangannya meminta uang untuk membeli makanan.


"Cepet ya" Rey mengangguk lalu berjalan keluar ruangan.


"Kalau seandainya Adam juga suka sama Risa, apa gw bisa bersaing sama cowo macam dia?" gumam Rey sambil terus melangkahkan kakinya menuju salah satu warung nasi goreng yang masih buka di sore menjelang malam ini. Lorong gelap dan sepi dan juga panjang harus Rey lewati sebelum keluar dari rumah sakit, berbagai macam gangguan dari mereka yang usil terus berdatangan silih berganti.


"Sial, apa mereka nggak punya pekerjaan lain selain ngusilin orang" batin Rey saat melihat makhluk berbaju putih dengan wajah buruknya sedang mengikuti dirinya dari sudut mata nya. Bukan hanya itu saja, makhluk serupa monyet yang sedang bergelantungan dari satu pilar ke pilar lain juga hadir menambah seram suasana saat ini. Rey memilih untuk mempercepat langkahnya, akan tetapi semakin dia mempercepat laju jalannya. Makhluk di belakangnya juga semakin cepat mengikutinya. Seolah, dia tidak ingin di tinggalkan oleh Rey.


Setelah sampai di lobi rumah sakit. Gangguan demi gangguan apalagi gangguan dari makhluk yang mengikutinya perlahan menghilang. Lenyap begitu saja seolah lobi ini adalah pintu gerbang yang di buka dan di tutup kembali oleh Rey hingga mereka terperangkap di dalam sana tidak bisa keluar.


Rey cepat-cepat berjalan menuju salah satu warung penjual nasi goreng yang masih buka. Dia harus bergerak cepat, jika tidak ingin mendapat ceramah panjang kali lebar oleh Zara. Sifat keibuan yang di miliki oleh Zara sering kali membuat Rey merasa nyaman di dekatnya, tapi juga terkadang kesal di buatnya.


Saat akan menyebrang, ia melihat seorang wanita sedang berdiri di tengah jalan tidak jauh darinya saat sebuah mobil sedan melaju cepat di jalan. Jalanan kebetulan sedang lumayan lengang membuat kendaraan bebas melaju cepat dan saling menyalip. Wanita tersebut tidak berkutik, tidak juga berteriak membuat Rey sedikit berfikir untuk menyelamatkan wanita tersebut.


Mobil sedan yang melaju kencang tadi menabrak wanita tersebut. Tapi apa yang terjadi? Tidak ada darah apapun di lokasi wanita tadi berdiri, mobil sedan itu pun tampak biasa saja melaju walaupun sempat sedikit melambat tadi. Se ditabraknya wanita tersebut, tubuh Rey terpaku tidak percaya. Kenapa? Wanita tersebut hilang bak di telan bumi. Dia hilang begitu saja setelah mobil sedan hitam tadi menabrak dirinya.


"Hai mas" sapa seseorang di belakang Rey. Saat Rey berbalik dengan posisi menunduk, yang pertama kali di lihatnya adalah kaki pucat penuh belatung dan luka borok yang mengapung beberapa centi dari tanah. Ia menengadah kan pelan-pelan kepalanya untuk melihat secara jelas tubuh makhluk di hadapannya mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Wuaaaaaa setan!!" pekik Rey akhirnya saat matanya sudah melihat jelas wajah wanita di hadapannya. Wanita tersebut sedang menyeringai menatap Rey yang ketakutan, satu bola matanya jatuh menggelinding mengenai kaki Rey yang sudah jatuh terduduk. Hantu tersebut mengangkat kedua tangannya dan melepas kepalanya layaknya seorang pengendara motor yang melepas helmnya.


"Pergi lo!" pekik Rey sambil menghentak-hentakkan kakinya.


Ketakutan belum selesai melanda setelah hantu tersebut melepas kepalanya, ia menarik sesuatu dari dalam perutnya dan menunjukannya kepada Rey yang langsung merasakan lemas di seluruh tubuhnya bahkan rambut nya pun kini sudah basah karena keringat yang membanjiri. Seoonggok daging merah dengan ari-ari yang masih menempel pada pusar wanita tersebut tampak begitu menyeramkan di mata orang yang melihatnya.


"Jangan ganggu gw! Pergi lo!" pekik Rey histeris.


"Kamu mau mas?" tawar hantu tersebut sambil mengarahkan seoonggok daging yang di pegang olehnya. Tangan kiri nya memegang kepalanya sedangkan tangan kanan nya memegang seoonggok daging yang ia tarik dari dalam perutnya. Darah mengalir di mana-mana bahkan sampai mengenai ujung sepatu kets yang di kenakan oleh Rey.


"Sial banget gw hari ini" batin Rey.


"Pergi" ucap seseorang berbadan pendek di samping Rey. Tangannya menggenggam sebuah gelang dengan warna hijau di beberapa titik.


"Gelang alam?"


Pov End Author.


Bersambung...


Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka.


Terima kasih.