INDIGO TEAM

INDIGO TEAM
Cemburu (Season 2)



Happy Reading...


Pagi ini mentari masih memunculkan diri,


menyapa makhluk bumi untuk semangat melaksanakan aktivitas kembali. Risa di bawah lebarnya selimut lembut miliknya masih menjelajahi alam mimpi. Memang baru pukul setengah enam pagi. Alarmnya nanti pasti akan bunyi sendiri.


Hingga akhirnya pada pukul enam lebih lima belas menit pagi ia terbangun dan bergegas mandi. Selesai mandi ia kemudian memakai seragam dan bergegas keluar kamar. Saat membuka pintu, ibunya sudah berdiri di depan pintu dengan pose akan mengetuk pintu.


"Makan" ibunya menurunkan tangannya lalu berjalan mendahului Risa. Risa terkekeh dan menyusul ibunya, bersama kakak dan kedua orang tua angkatnya ia sarapan pagi ini.


"Anterinn..." Risa merengek pada kakaknya.


"Yuk" kak Ang berdiri seraya menyangkutkan tasnya ke satu pundaknya, ia ambil kunci mobil lalu menyalami tangan kedua orang tuanya setelah Risa.


Mereka pun berjalan keluar dengan diantar ibu dan ayah sampai halaman, mereka kemudian memasuki mobil yang langsung meluncur ke sekolahan Risa.


"Belajar yang lebih baik" Risa mengangguk seraya tersenyum.


"Owh iya, juga kamu jangan galak-galak sama adik kelasmu" Risa mengernyit lalu menoleh ke arah kakaknya.


"Itu si tergantung tingkah mereka, hihihi".


Setelah mobil berhenti di depan gerbang sekolah, Risa menyalami tangan kakaknya dan keluar. Ia melambai pada mobil kakaknya yang mulai melaju, setelah itu ia memasuki sekolah.


"Selamat pagi, pak" sapanya pada kedua satpam yang berjaga di depan gerbang sekolah.


"Pagi neng Risa, makin cantik aja nih, mana kayak ceria banget gitu wajahnya" sahut salah satunya, sedangkan temannya hanya membalas sapaan selamat pagi Risa tanpa ada kegenitan.


"Hehehe, pak Arno bisa aja. Saya masuk dulu ya, pak. Mari pak" Risa mengangguk kecil lalu mengayunkan kakinya menuju aula out door sekolah.


"Elu sama cewek genit amat si, No!" sentak teman pak Arno, ia adalah pak Putra.


"Genit apanya? Gua kan cuma ngomong apa adanya" kilah pak Arno.


"Halah... Tinggal ngaku aja begitu susahnya" pak Putra menoyor kepala pak Arno hingga membuatnya mendengus kesal.


Sedangkan Risa kini ikut berbaris menjadi panitia MOS yang akan diadakan tiga hari ke depan. Banyak peserta didik baru yang berkumpul di aula, berpakaian lumayan aneh dan ribet. MOS tahun ini bertema "Cinta Materi, Raih Prestasi".


Adam selaku ketua panitia MOS membukanya dengan salam dan sepatah kalimat. Setelah itu kegiatan MOS hari pertama baru dilaksanakan, pengenalan lingkungan sekolah yang luasnya cukup besar itu berlangsung selama beberapa jam.


Bel istirahat berbunyi nyaring setelah selesainya kegiatan MOS hari pertama. Team Indigo berkumpul di taman seraya menikmati makanan dan minuman pesanan mereka. Tiga orang anak kelas sepuluh yang duduk tidak jauh dari mereka berbisik-bisik seraya menatap team Indigo.


"Mereka siapa sih?" tanya gadis berambut hitam sebahu yang merupakan ketua geng tersebut.


"Kata kakak kelas yang lain, mereka itu orang-orang spesial, katanya punya kemampuan untuk melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Bahkan katanya juga ada yang lebih dari itu" sahut temannya yang berambut lurus sebawah pundak namun belum sampai ke pinggang.


"Spesial?" yang menyahut tadi mengangguk.


"Itu laki-laki yang rambutnya coklat kok kayak deket banget sama cewek yang kaya tomboy itu" ucap teman mereka berdua, yang memiliki warna rambut paling berbeda dengan kedua sahabatnya, yaitu hitam semu merah. Mereka bertiga adalah siswi baru, sebuah geng terbentuk karena pertemanan mereka, sebut saja gengnya 'beautiful woman'. Geng tersebut terdiri atas, Venile sang ketua berambut hitam sebahu, Indri anggota geng 'beautiful woman' berambut hitam sebawah pundak namun belum mencapai pinggang, dan Redy si pemilik rambut hitam semu merah.


"Gue harus bisa dapetin dia" batin Venile. Senyum miring tercetak di bibirnya yang tipis merah alami.


Selepas istirahat bel pulang sekolah berbunyi. Venile dengan genitnya menghampiri Adam dan mengajaknya pulang, Zara mengernyit melihat polah salah satu adik kelasnya itu.


"Virus" batinnya.


"Kakak mau pulang bareng aku nggak? Sahabat aku udah pulang duluan soalnya" tanya Venile.


"Dih! Ganjen banget lo!" celetuk Glen, Venile hanya mendengus kesal karena celetukkan Glen itu.


"Maaf adek genit, disini ada perempuan yang hatinya sedang terbakar api cemburu, adek genit silahkan pergi dan pulang bareng sahabatnya. Mereka menunggu disana, jangan berbohong hanya untuk pulang bersama dengan lelaki yang sudah mencintai seorang wanita, dia tidak akan mudah terpengaruh" ujar Rey panjang lebar. Venile hanya mengernyit dan menatap satu persatu perempuan yang berada di dekatnya, memang ada satu yang menampakkan ekspresi berbeda. Venile bukannya sadar diri malah semakin ngelunjak.


"Mereka kayaknya belum punya hubungan spesial lebih dari sahabat deh. Bukan siapa-siapanya kok main cemburu-cemburuan, kalau dia sakit hati ya salahnya sendiri lah. Masalahnya di mana? Dia yang cemburu, kok lo yang repot" balas Venile.


"Ngelunjak lo!" sentak Reza. Risa hanya menghela nafas berat seraya geleng-geleng kepala.


"Kayaknya dia emang udah cinta sama cewek itu, buktinya.. Elo yang nggak pernah dicuekin sama cowok yang lo deketin, sekarang malah dicuekin sama tuh cowok. Sabar aja ya Niel" ujar Indri kemudian terkekeh.


"Nggak usah ketawa, nggak ada yang lucu!" sentak Venile, Indri pun sontak merengut berganti Redy yang tertawa terbahak-bahak. Merekapun memutuskan untuk pulang.


...----------------...


Di markas Indigo Team sore ini, Risa hanya fokus pada buku-buku yang ia baca. Sedangkan teman-temannya kecuali Zara dan Wisnu sibuk mengomentari polah Venile tadi siang.


"Tuh bocah genit banget yak?" ucap Chalis yang langsung mendapat anggukan dari yang lain.


"Kalau dibiarin bisa bahaya nih, hubungan romantis antara si tomboy setengah dan si dingin hangat bisa terancam pupus" sahut Glen dengan mencampur bumbu-bumbu meledek pada Risa dan Adam.


"Santai aja. Kalian tahu Adam dan Risa kan? Adam itu nggak akan semudah itu berpaling dan Risa juga pasti akan ngerti, secara kan Adam itu tampan, mapan, kaya, baik lagi. Siapa sih perempuan yang enggak suka? Jujur aja aku juga suka kok sama Adam, tapi kalau disuruh milih buat jadi kekasihnya atau sahabatnya, mending jadi sahabatnya" sela Zara.


"Tenang aja Ris, aku setia kok sama pendirian aku buat enggak menikung sahabat sendiri" lanjutnya.


Risa hanya membolakan kedua matanya lalu mengernyit dan menutup bukunya.


"Kalian itu ngomongin apa sih? Apa nggak ada yang lebih penting dari Venile? Panas tahu aku dengernya!" ucap Risa.


"Cieee... Cemburu... Cieee..." ledek Chalis, Ais, Glen, Rey, dan Reza bersamaan. Sontak saja Risa langsung melempari kelimanya dan buku yang tebalnya kira-kira lima centi dan mengenai kepala Reza.


"Haduhhh.... Puyeng...".


"Tadi gue dapet info" ucap Wisnu dengan mimik wajah yang serius. Risa nampak tertarik dengan mimik wajah serius Wisnu. Ia merasa bahwa Wisnu akan mengalihkan topik pembicaraan, ia menyanggah dagu dan menunggu kalimat apa lagi yang akan Wisnu keluarkan.


"Info apa?" tanya Glen.


"Kalau Risa cemburu Venile deketin Adam, hahahahahahaha" Wisnu tertawa terbahak-bahak untuk pertama kalinya di depan teman-temannya, yang lain hanya melongo kemudian ikut tertawa. Sedangkan Risa? Merajuk hingga melempari mereka semua dengan buku-buku yang ada di depannya.


"Ngomong gitu lagi, aku goreng kalian!" ancamnya.


"Jahat amat kita mau digoreng, mending di sayang" sahut Chalis kemudian tertawa lagi.


"Ihhhhhh.... Diem kenapa sih?!! Wisnu!! Tadi mau ngomong apa?! Yang serius dong!!" kesal Risa.


"Okh... Okh..." Wisnu menghentikan tawanya.


"Beneran momen langka, Wisnu ketawa terbahak-bahak karena Risa cemburu, hahaha..." ujar Reza.


"Udah diem, kasian Risa" uja Adam, semuanya pun terdiam mematuhi ucapannya.


"Gue dapet info tentang angkot hantu, kemarin ada korban lagi" ucap Wisnu kemudian.


"Korban lagi? Berarti sebelumnya udah ada korban?" tanya Risa menegaskan.


"Menurut berita yang gue denger begitu".


"Angkot hantu itu maksudnya gimana si?" tanya Ais.


"Kata warga setempat, angkot hantu itu sering muncul waktu ada orang yang nunggu angkot di sekitar area angkot tersebut kecelakaan hingga merenggut banyak nyawa. Korban kebanyakan selamat, namun selalu pulang dengan membawa luka. Orang-orang yang melihat korban angkot tersebut biasanya akan melihat korban hanya berjalan, bukan naik angkot. Korban akan berjalan sejauh sampai ia sadar, ketika sadar barulah hantu di angkot tersebut beraksi untuk membuat korban ikut ke alam mereka. Menurut salah satu warga, hantu angkot tersebut belum tenang karena waktu mereka kecelakaan karena mengalami perampokan" jelas Wisnu panjang lebar.


"Berati misi kita membantu adalah untuk menemukan perampok tersebut?" tegas Rey dan Wisnu mengangguk.


"Kita ke lokasi kejadian besok setelah pulang sekolah, kita cari sesuatu yang bisa dilihat masa lalunya oleh Zara" ujar Wisnu, semuanya mengangguk setuju kemudian memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Bersambung...


Thank You All


❣️❣️❣️❣️