
"Kenapa kalian di sini?" tanya Wisnu dingin pada sekumpulan siswa siswi yang menonton. Mereka semua langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan Wisnu, mereka tidak akan berani melakukannya. Semoga tidak ada yang membicarakan kejadian ini.
Setelah Zara membersihkan darahnya, ia pergi ke kamar mandi.
"Ris!!" ucap Lala ketakutan.
"Makhluk itu ngejar aku lagi Ris".
"Tenang ya" sahutku lemas. Apa gunanya aku menyuruhnya tenang? Aku tahu, Lala pasti akan membantah ucapanku. Dia ketakutan, dikejar makhluk menyeramkan. Aku tahu, tapi aku bingung akan berkata apa.
"Gw nggak bisa tenang kalo gini" rengeknya. Aku memeluknya, tubuhnya panas dingin.
Aku membawa Lala ke kelas. Membimbingnya berjalan, kakinya seolah kelu. Jalannya susah. Aku merasa ikut tersiksa saat melihat kondisi Lala. Tanpa terasa bulir bening asin ini mengalir begitu saja. Begitu deras, bahkan di sela-sela ketakutan yang melanda Lala. Dia masih sempat bertanya ada apa denganku. Aku tidak menjawab, tapi hanya tersenyum ke arahnya sambil mengusap air mataku.
Setelah membawa Lala masuk ke kelas. Seorang guru cantik berbadan tinggi masuk ke kelas. Mengumumkan, bahwa sekarang pulang lebih awal karena guru sedang ada urusan. Baguslah, dengan ini aku bisa istirahat dan menenangkan Lala. Sorenya, aku akan pergi ke rumah Ayu dan mengungkap kejahatan ibunya.
.
.
Aku dan Lala berjalan keluar sekolah. Menghentikan taksi yang kebetulan lewat untuk pulang. Tadi aku sudah memerika kondisi Zara, dia bilang 'pulang saja, tenangkan Lala dan juga dirimu. Aku baik-baik saja, kita harus bersiap untuk sore nanti'. Ayu pun, dia menyuruhku untuk pulang.
Setelah sampai di rumah. Aku segera membawa Lala ke kamarku, sedangkan aku pergi mandi.
Selesai mandi aku duduk menghadap balkon bersama Lala. Merenung sebentar hingga sebuah ketukan mengejutkan kami berdua.
"Risa, apa kau di dalam nak? Ini nenek".
"Iya nek" aku berjalan menuju pintu dan membukanya. Nampak wanita tua yang masih terlihat cantik menurutku sedang berdiri dengan tatapan lembutnya.
"Ada apa nek?" tanyaku.
"Makan dulu, nenek sudah menyiapkan makan siang. Tadi ayah dan ibu telefon dan bilang bahwa mereka akan pulang larut malam" aku mengangguk.
"Kak Ang?" tanyaku.
"Dia juga sepertinya akan pulang larut malam. Pagi tadi bilang pada nenek, bahwa hari ini dia ada kuliah sore dan akan mengerjakan tugas bersama dan di rumah temannya" aku mengangguk lagi.
"La. Ayo makan" ajakku pada Lala yang tengah termenung. Ia menoleh ke arahku.
"Ada apa dengan temanmu?" tanya nenek.
"Mungkin sedang tidak enak badan" sahutku berbohong. Aku berdosa karena ini.
"Owh.. ya sudah sebaiknya kalian makan dulu lalu tidur, nenek sudah makan. Nenek pergi dulu ya" aku mengangguk. Nenek kemudian pergi entah kemana.
Aku menghampiri Lala dan ikut duduk di sampingnya. Memegang bahunya dan kembali mengajaknya makan.
"Makan dulu ya" ajakku lembut namun sendu. Ingin rasanya aku menangis, tapi aku tidak ingin menambah rasa khawatir di dalam diri Lala.
"Aku suapi deh" ucapku sambil tersenyum.
"Lo kira gw anak kecil" kesalnya kemudian berdiri dan mengajakku makan. Setidaknya dia ingin makan.
"Ris! Gw pengin beli kucing" aku tersedak. Dengan tergesa-gesa, aku mengambil air minum dan meminumnya.
"Kucing?" Lala mengangguk. Ia memelas dengan mata bulatnya.
"Emangnya kamu ada uang?" ledekku.
"Tapi mandi dulu" Lala mengangguk senang kemudian dengan cepat menghabiskan makanannya. Ia pergi ke kamar mandi umum dan mandi di sana.
"Risaaa!!! Pinjam baju lagi dong" aku terkekeh bukan kesal mendengar ucapannya. Aku pergi ke kamar dan mengambilkan pakaian untuk di pakai oleh Lala, setelah itu aku kembali lagi ke bawah dan menyerahkan pakaian yang aku bawa.
"Makasih" teriak Lala dari dalam kamar mandi.
"Sama-sama".
.
.
Setelah Lala mandi, aku pun sudah rapih dan wangi. Menaiki scopy hitam kesayanganku. Aku dan Lala pergi ke cat shop terdekat, setelah pamit pada nenek.
"Kamu mau beli kucing apa?" tanyaku.
"Anggora hitam, ada nggak ya?".
"Coba nanti lihat".
Sesampainya di cat shop. Lala bergegas masuk dan memilih kucing yang di inginkannya. Aku juga suka kucing, suka sekali malah, tapi trauma. Dulu pernah melihara dua ekor kucing. Tapi mati semua, jadi malas untuk melihara lagi. Nanti kalau mati sedih lagi.
Aku mengikuti langkah pergi Lala. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membeli seekor kucing jantan dengan bulu hitam lebatnya dan mata bulatnya yang indah. Telinganya pendek begitupun kakinya. Cantik sekali kamu kucing, ahh gemes aku.
"Makasih kak" ucap Lala pada orang yang menerima uangnya. Di cat shop ini, untuk pembeli baru. Makan, kandang, pasir khusus yang biasa di gunakan untuk tempat buang air besar dan air kecil kucing serta wadah makan dan pasir. Di berikan secara gratis oleh pemilik toko.
"Bagus banget kucingnya, pilihan yang tepat La" pujiku.
"Makasih"
Aku dan Lala menaiki kembali scopy ini dan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumahku, ia langsung melepaskan kucingnya.
"Titip sampai gw pulang, di mana gw harus taruh ini makan sama pasir?" tanya Lala.
"Di deket pintu halaman belakang aja gimana?" Lala mengangguk. Ia kemudian pergi ke halaman belakang.
"Ihhhh mpus nya cantik banget" gumamku sambil mengelus-elus bulu halusnya.
"Kamu mau kasih nama siapa?" tanyaku sekembalinya Lala dari halaman belakang.
"Anggana".
"Wahhh nama yang bagus, hai Anggana" aku tertawa geli saat Anggana menjilati tanganku dan juga tangan Lala.
"Tidur yuk. Ini kucingnya bawa aja ke kamarku. Nanti pasirnya juga bawa aja ke kamar" Lala mengangguk. Aku membawa Anggana ke kamarku sedangkan Lala pergi mengurus pasir untuk tempat bab dan bak Anggana.
Setelah Lala kembali sambil membawa pasir di sebuah wadah yang di berikan toko kucing tadi. Kami berdua pergi tidur. Aku mengunci pintu balkon dan menutup rapat pintu kamar mandi serta pintu kamar. Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan pada Anggana.
Setelah kami berdua berbaring. Ternyata Anggana ikut naik ke kasur dan tidur di bawah kaki kami berdua. Tidurnya saja lucu. Aku dan Lala tertawa saat Anggana terjatuh. Akhirnya, aku bangkit dan menaruhnya di tengah-tengah kami berdua. Setelah itu, kami berdua pergi tidur.
Bersambung...
Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka.