INDIGO TEAM

INDIGO TEAM
Bukan mimpi biasa (Season 1)



Note : bagian akhir bab ini menggunakan bumbu fantasi horor author. Harap bijak dalam membaca!.


"Siapa yang mati di bunuh?" sergah kakakku.


"Pocong kak Bay. Kata Zara dia meninggal karena di bunuh, mungkin itu adalah salah satu penyebab dirinya belum tenang" sahutku.


"Aku ingin bertemu dengan pocong kak Bay. Apa bisa?" tanya kak Bay.


"Ra...bisa nggak?" tanyaku sambil memperhatikan wajahnya.


"Bisa sih kalau kak Anggres sama...itu yang di sampingnya kak Bay siapa?" tanya Zara berbisik.


"Kak Anji".


"Owh...ya bisa kalau kak Anggres sama kak Anji mensucikan diri" ujar Zara.


"Emangnya kuat?" tanyaku.


"Kuat. Kita kan hanya mempertemukan satu orang, sedangkan kak Anggres dan kak Anji sudah dewasa. Nanti aku sanggah kak Anggres sama kak Anji pakai energi ku biar mereka nggak pingsan setelahnya" aku mengangguk. Kemudian aku menyuruh kak Anggres dan kak Anji berganti pakaian lalu berwudhu. Selesai melakukan perintahku, mereka duduk di sampingku sambil berpegangan tangan.


"Nanti tangannya jangan di lepas ya kak" ujar Zara. Kakakku dan kak Anji mengangguk.


Aku kemudian memegang tengkuk kak Bay dan pocong kak Bay. Kak Bay langsung menubruk makhluk berbalut kain putih di hadapannya tanpa rasa takut sedikit pun. Dia menangis sambil terus memeluk pocong kak Bay.


"Apa namamu Bay Adanitara?" kak Bay melepaskan sejenak pelukannya lalu menatap pocong kak Bay, pocong kak Bay mengangguk mendengar pertanyaan kak Bay.


"Kau adikku!" kak Bay kembali memeluk makhluk di hadapannya dengan isak tangis yang seolah menjadi musik di antara pelukannya. Pocong kak Bay hanya terdiam mematung ketika di peluk, sepertinya dia juga ingin membalas pelukan kak Bay tapi karena tangannya di ikat jadinya dia hanya bisa menaruh dagunya di pundak kak Bay. Aku melakukkan hal yang sama dengan waktu aku mempertemukan keluarga almarhum ranres dengannya. Membuat tali aura, walaupun aku melepaskan peganganku, mereka makhluk yang ku hubungkan masih bisa melihat selagi energi yang ku terima masih cukup.


Aku selalu membuat tali aura ketika akan melepaskan peganganku supaya makhluk ghaib yang ku hubungkan dengan manusia dapat berpelukan.


"Kau siapa?" tanya pocong kak Bay "Aku merasakan perih di sudut hatiku ketika kau menangis sambil memelukku".


"Aku kakakmu, Bay Arganitara" sahut kak Bay. Jadi mereka kakak adik??.


"Aku tak paham".


"Kau hilang saat aku, kamu, ayah dan bunda pergi ke pasar malam, waktu itu umurmu baru tiga belas tahun. Kau ingat sekarang?" pocong kak Bay kembali menggeleng.


"Sudahi saja ris pertemuan ini" aku terkesiap ketika kak Bay tiba-tiba memintaku untuk berhenti menghubungkan dunia mereka.


"Baiklah".


"Hufttt...." helaan nafas Zara terdengar jelas di telingaku. Sepertinya dia lelah, akan ku suguhkan buah-buahan berair nanti supaya energi kembali lagi atau minuman ber ion.


"Kamu baik-baik saja?" tanyaku sambil memegang pundak Zara.


"Aku nggak papa, cuma sedikit lelah aja tadi nyanggah jiwa mereka pakai energi lumayan susah karena pikiran meracau nggak jelas" sahut Zara. Aku langsung menatap kakaku dan temannya itu, kak Anji. Mereka hanya cengengesan ketika merasakan tatapanku.


"Mikirin apa kalian kak?" mereka saling tatap dan tersenyum.


"Kakakmu mikirin tentang kak Bay sedangkan kak Anji mikirin kamu" sergah Zara membuatku mengangkat sudut bibirku ke atas dan mengernyit sangat.


"Mikirin aku?" aku menatap kak Anji yang cengengesan, wajahnya sedikit memerah. Apa dia malu?? Tubuhnya juga terus bergerak, apa dia gugup??. Kakakku tiba-tiba menampar keras pipi kak Anji hingga menimbulkan tanda merah di sana, dia juga menatap tajam kawannya itu. Entah apa motif dari kelakuannya itu.


"Apaan si?" keluh kak Anji sambil mengelus pipinya. Aku mengabaikan mereka dan berpaling pada kak Bay yang terlihat murung.


"Kakak kenapa minta di sudahi saja pertemuannya?? Memangnya sudah selesai??" aku bertanya padanya yang hanya menunduk sedih.


"Apa boleh jika besok kamu ke rumah kakak selepas pulang sekolah. Kakak mau minta bantuan kamu buat pertemuin pocong kak Bay sama ayah, bunda di rumah" aku berfikir sebentar. Apa besok aku bawa saja ya beberapa anggota IT.


Tiba-tiba pintu di ketuk dan suara salam terdengar di telingaku. Suara ayah dan ibu! Mereka sudah pulang?? Jika kerja, biasanya mereka pulang larut malam.


Aku bergegas berjalan menghampiri pintu, ketika aku akan membukanya ternyata ibu sudah membuka pintu tersebut terlebih dahulu. Ia tersenyum ketika melihat tanganku sudah terangkat, ia lalu masuk di susul ayah yang kemudian menutup pintu putih itu.


"Telat sayangg" aku tersenyum mendengarnya. Ku turunkan tanganku lalu mengambil tangan ibu untuk ku cium kemudian ku lakukan hal yang sama pada ayah.


"Lhohh ada temen-temennya Anggres sama Risa juga yaa?? Silahkan duduk, tante buatkan minum sama camilan ya?? Pasti Risa sama Anggres melupakan itu tadi" ujar ibu sambil menyilahkan Zara dan kedua teman kak Anggres untuk duduk ketika mereka bertiga berdiri sambil melempar senyum bersiap menyalami kedua orang tua ku.


Ku lihat ayah melemparkan jas nya pada kak Anggres yang langsung dengan sigap menangkapnya.


"Ibu sama ayah baru pulang kerja?" tanyaku.


"Iya nak" sahut ibu.


"Tumben pulang cepet?" tanyaku lagi.


"Iri bilang kakk!!".


"Semua karyawan di perintahkan untuk pulang cepat karena kantor akan sedikit di hias untuk acara ulang tahun kantor yang akan di laksanakan malam esok" sahut ayah "Ang! kamu tolong taruh jas itu di keranjang pakaian kotor samping kamar mandi sana ya!" ayah menunjukkan kamar mandi di samping dapur, kamar mandi tersebut di gunakan untuk umum. Ibu biasanya akan mencuci pakaian di sana, di sana juga di sediakan keranjang untuk menaruh pakaian kotor.


"Ehhh mas itu jas baru ambil tadi pagi lhoh!. Masa baru di pake beberapa jam langsung di bilang kotor, cape tahu aku nyetrikanya!" omel ibu.


"Kata siapa baru di ambil tadi pagi?. Orang itu jas yang minggu lalu, kan aku yang nyuruh kamu nyetrika jam empat pagi tadi karena mau di pakai. Jas yang lain udah pada jamuran mana kecil lagi" sahut ayah.


"Ya jamuran karena nggak pernah kamu pakai".


"Lah orang jas kecil masa mau di paksa pakai aja ya nggak enak dong geraknya".


"Makannya kalo abis di beli itu langsung di gunain. Kalo emang udah pada nggak muat, kamu pilih mana yang nggak muat, sama yang masih muat. Nanti aku cuci dan yang udah nggak muat aku sumbangin aja daripada nyesek-nyesekin lemari".


"Okh". ayah kemudian pergi ke kamarnya.


"Ini jasnya terus gimana?" tanya kak Anggres.


"Ya di taruh keranjang pakaian kotor lahh!" sahut ibu kemudian berjalan menyusul ayah ke kamar.


"Sabar kak..sabar" ujarku sambil menahan senyum. Kakak tak menghiraukannya, ia hanya berjalan menuju keranjang tempat pakaian kotor di letakkan. Di setiap kamar sebenarnya juga di sediakan keranjang untuk pakaian kotor, tapi di sediakannya keranjang pakaian kotor di samping kamar mandi umum lantai satu itu untuk pakaian yang basah, kotor dll. Sedangkan keranjang pakaian kotor di setiap kamar itu untuk pakaian kotor ketika berganti pakaian di kamar.


"Sebentar ya Ra, aku mau motong buah-buahan dulu buat kamu" Zara menolak.


"Tidak usah repot-repot Risa! Aku sudah membaik kok. Air putih saja sudah cukup" ujarnya sambil menunjuk segelas air putih di atas meja.


"Udah nggak papa, nggak repot juga kok" aku berjalan menuju dapur, tapi ternyata Zara juga mengikutiku.


"Kamu mau buah apa?" Aku ada buah Semangka, buah Pier, buah Mangga, buah Melon, buah Naga, buah Jambu Kristal, buah Anggur, buah Pisang, buah bit, buah Honda, sama buah Jezz" Zara mengernyit beberapa kali ketika aku berucap.


"Buah Pir bukan buah Pier, nggak ada yang namanya buah honda ataupun buah jezz" aku terkekeh.


"Terserah sih buah apa aja aku mah suka. Tapi aku nggak suka buah Honda sama buah Jezz" aku terbahak mendengar ucapannya.


"Kamu sekarang yang pilih".


"Terserah kamu aja".


"Kamu yang pilih" aku menyilahkan Zara untuk memilih buah yang di inginkannya untuk yang kedua kalinya.


"Okay, okay, kalau kamu maksa. Aku pilih buah Semangka, buah Mangga, sama buah Naga aja" aku kemudian mengambil setengah buah Semangka, beberapa buah Mangga dan juga buah Naga. Apa buah Naga itu adalah telur Naga yang di kutuk?.


"Ra!" panggilku, mengalihkan sekejap pandanganku dari buah-buahan yang sedang ku potong.


"Iya?" dia menoleh ke arahku.


"Aku mau cerita" aku memotong perlahan-lahan buah Mangga dan juga buah Semangka yang sudah ku kupas supaya tidak mengenai tanganku.


"Cerita aja". aku kemudian menceritakkan mimpi yang di alami oleh Lala kepada Zara.


"Adam?" aku mengangguk.


"Kenapa Adam bisa masuk ke mimpi Lala ya?" gumamku.


"Mimpi yang Lala alami bukanlah mimpi biasa. Saat itu...sukma Lala di tarik oleh sesuatu yang membuat Lala terbawa ke tepi kolam renang tersebut. Kolam renang yang berwarna merah itu, di hasilkan oleh darah delapan belas manusia yang sudah di bunuh makhluk kolam renang. Adam itu masuk ke mimpi Lala, dan membawa Lala pergi dari tempat tersebut maka dari itu dia bisa terselamatkan. Energi yang di gunakan Adam masuk ke mimpi Lala itu nggak main-main, jika mereka tertangkap. Maka kemungkinan di dokter, Lala dan Adam akan di nyatakan meninggal. Lala terbawa ke dimensi lain" aku terkejut, mataku berkali-kali terbelalak ketika mendengar ceritanya.


"Kamu serius?" Zara mengangguk.


"Apa Adam di bantu?" Zara kembali mengangguk.


"Hanya di bantu aku dan Wisnu".


"Kenapa hanya kalian?" aku terheran. Bukankah jika lebih banyak orang yang membantu energi seseorang yang akan melakukan sesuatu dengan banyak energi itu lebih baik??. Tapi ini kenapa malah hanya dua orang saja?.


"Karena hanya energi kami saja yang cocok membantunya. Adam itu berbeda, setiap misi yang di lakukannya membutuhkan energi yang berbeda juga. Dan kebetulan saat itu energi yang kami punya cocok untuk membantunya" aku baru tau tentang Adam yang ternyata bisa seperti itu.


"Kenapa kamu bilang 'kebetulan saat itu energi yang kami punya cocok'. Kalau begitu.berarti energi kalian juga bisa berubah?" dia mengangguk.


"Energi yang di miliki oleh manusia indigo dapat berubah sesuai dengan tingkat emosinya saat itu" aku terperangah. Bisa begitu???.


Bersambung...


Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka.