
"Iya Na, ini aku" Ana segera memeluk Raihan dengan berlinang air mata.
"Maafin aku... maafin aku Han".
"Maaf buat apa?" Raihan menatap wajah Ana.
"Maaf karena belum bisa jadi pacar yang baik buat kamu".
"Kamu terima kalung itu ya, kalung ini menjadi bukti cintaku padamu" aku menyerahkan kalung liontin tersebut pada Ana yang langsung menerimanya dan memeluk lagi Raihan.
"Terima kasih Han, aku pasti akan menjaga kalung ini. I love you".
"I love you too Ana, aku pergi dulu, dah...".
Pertemuan berakhir seiring hilangnya Raihan dari pandangan mataku. Glen menatap sendu kepergian Raihan.
"Aku pasti akan mengingatmu Glen! Terima kasih semuanya! Terima kasih Risa untuk traktiran permen kapasnya! Aku pergi dulu!".
"Raihan.." Glen menitikan air matanya membuat Ana menatap bingung kearahnya.
"Maaf, ada apa dengan temanmu?" tanya Ana.
"Tanya sama saya Na?" tanyaku sambil menunjuk diri sendiri.
"Iya kamu".
"Owh.. dia itu deket banget Na sama Raihan".
"Owh... ngomong-ngomong terima kasih atas bantuannya ya" aku dan yang lain mengangguk.
"Kalian sudah makan? Pelayan baru saja memasak makan malam, mari makan bersama" aku menatap kawan-kawan yang mengangguk saja. Kami semua mengikuti langkahnya menuju dapur.
Selesai makan malam, aku dan kawan-kawan pamit pulang. Malam semakin dingin, jika tidak minum tol*k ang*n sesampainya di rumah nanti, aku pasti akan langsung masuk angin.
Dan benar saja, setelah turun dari motor. Aku langsung bersin-bersin.
"Kamu baik-baik aja?" tanya Adam.
"Enggak, aku kayaknya masuk angin. Tapi tenang aja, aku ada obatnya kok, nanti diminum pas mau tidur" Adam mengangguk walaupun masih menatapku khawatir.
"Aku baik-baik aja".
"Apaan sih! Nggak jelas!".
"Sudah pulang kamu Ris?" aku menoleh. Ibu, ayah dan kak Ang sedang berdiri tidak jauh dariku dan Adam. Aku, Adam dan kawan-kawan menghampiri ayah dan ibu lalu menyalaminya.
"Habis ada misi lagi ya?" terka ibu yang langsung disambut anggukan olehku.
"Lancar?" tanya ayah.
"Alhamdulillah lancar" sahut ku dan kawan-kawan.
"Kalian sudah makan malam belum?" tanya ibu lagi.
"Sudah, dirumah Ana" sahutku.
"Ana siapa?" tanya kak Ang.
"Ana pacarnya Raihan kak" sahut Ais.
"Kami pamit pulang dulu om, tante, kak. Sudah malam soalnya" ujar Wisnu.
"Oh iya iya. Ini ada oleh-oleh dari kami, diterima ya. Ini udah diatur semuanya, kebagian semua kok" ibu masuk ke rumah dan keluar lagi sambil membagikan masing-masing satu paperbag.
"Terima kasih om, tante, kak. Kami pamit dulu. Assalamualaikum".
"Sama-sama, waalaikumsalam".
"Aku pulang dulu Ris" ucap Adam. Aku mengangguk sambil tersenyum manis.
Setelah semuanya pulang, kami masuk ke rumah dan pergi ke kamar. Badan terasa sudah sangat lelah dan perlu istirahat. Mataku juga sudah terasa sangat berat untuk terbuka. Setelah melakukan rutinitas malam seperti biasa sebelum tidur, aku bergegas naik ke kasur dan bermain hp sebentar. Aku ini memang seperti itu, walaupun lelah, tapi tidak bermain hp sebentar saja sepertinya ada yang kurang. Ketika sudah puas bermain hp, dan mataku sudah tidak dapat diajak melek lagi. Aku mematikan hp, tarik selimut, cari posisi yang nyaman dan tidur.
Bersambung...
Sama nih, author juga cape. Udah ngantuk banget. Maaf ya kalau sedikit.
Jangan lupa like, kirim hadiah serta vote dan komen positif jika suka. Author masih menerima bunga dan kopi dari kalian.
Selamat Malam Semua.
Terima kasih.