I Love You, My Secretary

I Love You, My Secretary
Bab 97



Jika Nakula yang mulai dari tadi malam berganti nama panggilan menjadi Rey tengah berbahagia karena cintanya yang di terima oleh Disty, Zayn justru di landa galau akut.


Malam ini, Zayn sengaja berkunjung ke mansion keluarga Herold. Tujuannya bukan untuk melihat sang ibu melainkan menemui tuan Robert.


Setelah di nobatkan menjadi bagian dari keluarga Herold, Zayn baru satu kali berkunjung ke kediaman ibunya, itu juga karena paksaan dari Nyonya Herold. Jika tidak Zayn mungkin tak akan mau menginjakan kaki di tempat yang menurut Zayn tak pantas untuknya.


Ibu dan bibinya sudah bertemu tiga hari setelah perayaan ulang tahun Nyonya Lenny waktu itu. Bibi Lisa bahkan sempat meminta Zayn untuk tinggal bersama ibu kandungnya, namun Zayn menolak dengan tegas dan memilih tinggal bersama paman dan bibinya. Bagi Zayn di sana lebih nyaman daripada tinggal dengan orang yang mengaku ibu kandung namun terasa seperti orang asing.


Itu karena ibunya tak lagi sama dengan yang dulu, kini ibu nya bukan lagi wanita biasa melainkan seorang nyonya. Jadi, Zayn merasa kecil jika berada di antara mereka.


Namun sang ibu tak kehabisan akal, dia membelikan Zayn sebuah apartemen mewah lebih mewah dari apartemen Abi. Tapi, lagi-lagi Zayn menolak dan hanya pernah melihatnya satu kali.


"Untuk sekarang Atta belum menginginkannya, tapi Atta sangat berterimakasih pada Ibu karena mau memikirkan nasib Atta," begitulah kira-kira yang di katakan oleh Zayn pada ibunya kala itu. Nyonya Lenny pun tak bisa memaksa karena sadar jika Zayn masih merasa nyaman bersama keluarga kakaknya.


Dan hari ini karena Zayn ada hal penting yang harus ia bahas dengan tuan Herold maka ia pun dengan ragu-ragu datang ke kediaman ayah tirinya itu. Apa lagi yang terpenting bagi Zayn jika bukan menyangkut kekasih hatinya, Tasya.


"Kau datang, nak?" sambut tuan Herold saat mereka sudah berada di delam ruang kerja tuan Herold.


"Maaf menganganggu waktu istirahat anda, tuan. Saya ingin menanyakan seauatu pada anda," ujar Zayn masih dengan kepala yang tertunduk.


"Berapa kali aku bilang, Zayn? Panggil aku, Papah! Aku juga papahmu, sama seperti Abi!" ucap tuan Herold merasa kesal karena Zayn tak pernah mau memanggilnya Papah.


"Tapi, apa saya pantas, tuan," Tanya Zayn masih takut dan juga malu.


"Panggil aku Papah! Atau jangan pernah temui aku lagi!" tegas tuan Herold membuat Zayn akhirnya mengalah.


"Baiklah, papah! Jadi, bagaiaman apa anda, ekhm.. Maksudku papah sudah menemukan jejak keberadaan Ayah? Waktu ku tak banyak, pah. Hanya tersisa enam hari," ujar Zayn menyampaikan kegelisahannya yang selama ini ia sembunyikan dari Tasya.


Tuan Herold menghembuskan nafasnya pelan sebelum menjawab pertanyaan Zayn. " Maafkan papah, nak. Papah belum bisa menemukan ayahmu. Terakhir kali anak buah papah mengabarkan keberadaannya ada di pulau Kalimantan namun setelah di telusuri dia rupanya sudah tak lagi tinggal di sana sejak satu bulan yang lalu." jelas tuan Herold membuat Zayn lemas seketika. Ia pikir dengan kuasa yang di punya oleh keluarga Herold maka pencarian ayahnya akan mudah, ternyata sama saja.


"kamu jangan khawatir, nak. Papah usahakan sebelum sabtu kami akan datang kerumah kekasihmu itu," ujar tuan Herold berusaha meyakinkan Zayn.


"Tapi, pah. Jika aku gagal tiga hari kemudian mereka akan menikahkan Tasya langsung dengan Daniel. Aku benar-benar kesal! Bisa-bisanya mereka segila itu hanya karena ingin lebih kaya!" gerutu Zayn yang tanpa sadar sudah sedikit terbuka pada Tuan Herold. Sedangkan Tuan Herold sendiri pun merasa kan kekesalan serupa. Ia menepuk pelan bahu Zayn memberi semangat pada anak tirinya itu.


"Tunangan Tasya itu anak dari tuan Abraham kan?" Zayn menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari tuan Herold.


"Kenapa kamu tidak bilang jika kamu juga anggota dari keluarga Herold? Papah yakin nenek Tasya yang mata duitan itu pasti akan langsung mendukungmu. Tidak mencari alasan yang tak masuk akal untuk menolakmu. Mana ada istilah yang mereka gaungkan? ada-ada saja!" gerutu tuan Herold membuat Zayn terkekeh.


Memang benar alasan yang dipakai keluarga Tasya sama sekali tak masuk akal. Zayn pun sebenarnya tersinggung saat nenek Tasya menghubunginya dan mengatakan jika dia tak setuju cucunya berhubungan dengan Zayn dengan alasan rumah tangga mereka kedepannya tidak akan bahagia karena Zayn yang berasal dari keluarga broken home.


"Apa yang harus aku banggakan, pah? Semua itu milik papah, aku hanya anak yang kebetulan sedang hoki, aku cukup sadar diri. Aku tak merasa kaya, jadi tak ada yang bisa ku jelaskan pada mereka, karena aku memang orang tak punya," tutur Zayn membuat Tuan Herold tersenyum karena perasaannya tak pernah salah. Zayn memang bukan lah manusia yang haus akan pengakuan dan kedudukan karena itu Tuan Herold begitu menyukai Zayn. Untung saja meski wajah Zayn mirip dengan mantan suami istrinya tapi sifat Zayn seperti ibunya.


"Papah akan berusaha semampu papah, nak. Kamu jangan putus asa ya?"


Keluar dari ruangan tuan Herold langkah Zayn terhenti saat ibunya menyusulnya setelah para maid memberi tahu kedatangan anaknya. Ibu Zayn memintanya untuk menginap karena besok weekend. Akhirnya malam ini Zayn tidur di mansion keluarga Herold.


****


Di tempat lain, Rizky kembali mencoba mengajak Angel untuk jalan-jalan berkeliling kota Jakarta di malam hari. Melihat gemerlap lampu jalanan yang berwana warni menggunakan sepeda motor kesayangannya. Tentu saja ajakan Rizky itu membuat Angel begitu bahagia dan di sini lah mereka berada.


"Woah, ramai banget ya? Gue mau jajan cilok!" Seru Angel saat Rizky berhenti di pasar malam yang begitu ramai lautan manusia. Maklum saja setelah dua tahun harus stay at home, akhirnya masyarakat di perbolehkan keluar rumah jadi tak heran jika saat ini beragai tempat hiburan dan juga wisata di serbu masyarakat, salah satunya adalah pasar malam yang di kunjungi Angel dan Rizky.


"Ayo, kita borong jajanan di sini!" seru Rizky semangat.


Mereka bersama-sama membeli beberapa cemilam yang menurut mereka menarik. Setelah di rasa cukup, Rizky mengajak Angel untuk menikmati makanan mereka di atas rumput karena sudah tak ada lagi kursi. Rizky menyewa sebuah tikar untuk alas mereka duduk.


"Maaf ya, gue cuma bisa ajak lo ke tempat seperti ini. Gue ngga cukup uang buat ajak lo nonoton di bioskop atau shoping di mall kayak orang-orang," tutur Rizky membuat Angel tersinggung. Dia memang orang kaya tapi jangan kira Angel tak bisa makan-makanan yang di jual pedagang kaki lima.


"Lo ngomong apa sih? Suasana kaya gini tuh gue suka banget tau. Apalagi jajan cilor ini," Ujar Angel mengangkat cilor dan memakannya di depan Rizky agar laki-laki itu tahu jika Angel pun bisa menikmati makanan itu.


"Lo ngga lagi pura-pura suka supaya gue ngga ngerasa bersalah kan?" Tanya Rizky yang sepertinya masih belum begitu percaya dengan Angel.


"Ya udah kalo lo ngga percaya! Lihat nih gue abisin semua makanan ini!" Ujar Angel dan mulai memakan dengan begitu bernaf*u seperti tak pernah makan selama dua hari. Rizky di buat melongo oleh tingkah Angel sesaat kemudian ia tersenyum apalagi melihat saus yang belepotan di sudut bibir merah delima milik Angel.


"Ah, bibir itu yang dulu pernah gue icip dikit kenapa sekarang terlihat begitu menggoda?" Batin Rizky merasa gemas dengan bibir yang terus begerak karena mengunyah makanan.


Tanpa sadar tangannya terulur untuk membersihkan sisa saus di sudut bibir Angel. Perlakuan tak terduga dari Rizky membuat Angel mematung apalagi saat tanpa ragu Rizky menjilat jempolnya.


"Manis," ujar Rizky membuat Angel melototkan matanya.


"Ih, itu kan bekas gue, Ky. Lo ngga jijik apa?" Ujar Angel meringis geli.


"Enggak! Gue bahkan bersedia ngambil makanan yang ada di dalam mulut lo," Sahut Rizky enteng tentu saja Angel langsung memukul lengannya karena tahu maksud dari ucapan Rizky.


Plakkk


"Jaga mulut lo!" Ketus Angel sedangkan Rizky meringis sambil mengusap lengannya yang terasa perih.


"Gue bercanda kali, serius amat!" Keluhnya sedetik kemudian ia menatap Angel dengan sendu membuat Angel salah tingkah.


"Gue ngga tau mau mulai dari mana, tapi.. Gue mau bicara serius ke elo, Ngel -Di bacanya Nyjel yah guys bukan gel๐Ÿ˜- Gue ngga tahu sejak kapan ini terjadi tapi di setiap gue berada di dekat lo, jantung gue rasanya seperti berdebar tak menentu. Gue ingin selalu ada di dekat lo, menjaga dan menemani elo. Jadi, Ngel apa kamu mau jadi pendamping gue menemani sisa hidup gue dan menua bersama? Will you marry me?"


Pretekkk... Preetteeekkk.. Duarrr..


Tepat saat Rizky mengungkapkan perasaanya, kembang api yang berwarna warni menghiasi langit gelap malam ini. Yang lebih membuat Angel terkejut adalah saat kembang api itu meletus di udara membentuk sebuah kata, I love you dan Will you marry me.


"Rizky.." Angel tak bisa berkata-kata, ia hanya bisa menatap takjub langit malam yang kini semakin indah dengan gemerlap kembang api.


"Angel mau kah kamu menjadi istri dan ibu untuk anak-anak kita?" Rizky mengeluarkan kotak berisi kalung yang sudah sejak lama ingin ia pasangkan di leher jenjang milik Angel.


"Rizky.. aku.. Yes I Will," Ucap Angel malu-malu dan Rizky langsung memakaikan kalung berbentuk hati itu ke leher Angel kemudian meninggalkan sebuah kecupan manis di kening Angel.


"Terimakasih, sayang. Aku mencintaimu," Tukas Rizky membuat pipi Angel merona.


.


.


.


.


.


Bersambung...


...----------------...


๐Ÿ˜’ dah tuh gue baik kan, lo pada dah ngga jomblo lagi kan, jangan pada demo di depan rumah gue lagi!