
Kadang cinta memang bisa membuat seseorang menjadi egois. Entah itu masih bisa di sebut cinta atau obsesi, yang jelas Cellina Wilson saat ini tengah kesal. Karena, rencana yang di susunnya berantakan.
Ia memandangi wajahnya di depan cermin. Ia memicingkan matanya menahan geram, sembari mencari sebuah nomor di ponsel pintarnya.
"Temui aku di cafe XY, private room" Ucapnya saat panggilan terhubung.
"Kali ini mungkin aku gagal, tapi lihat saja nanti. Kau pasti akan jadi milik ku.. Zayn.." Gumamnya.
Beberapa hari ini Cellin selalu memantau kegiatan Zayn dengan di bantu oleh seseorang yang menjadi mata-mata nya, Cellin mengetahui segala kegiatan Zayn termasuk rencananya mengajak sang kekasih ke sebuah danau malam tadi.
"Kekasih? Cih, ini ngga akan lama!" Ia tak sudi mengakui bahwa Tasya adalah kekasih Zayn. Menurutnya, hanya ialah yang pantas di sandingkan dengan Zayn.
Cantik, modis, sexy, dan pewaris tunggal kerajaan bisnis WN Grup. Siapa yang tak ingin berada di samping Cellina? Hanya Zayn seorang. Karena itu ia sangat ingin menaklukkan hati laki-laki itu.
Sejak kuliah dulu, Cellin sudah menaruh perasaan lebih pada Zayn. Tapi sayang, laki-laki itu tak meliriknya sama sekali. Bahkan di bawah pengaruh obat perangsang pun Zayn masih menolak nya.
Flashback Cellina on
Aku keluar dari gedung hotel tempat ku menghabiskan malam dengan teman lamaku, Daniel. Aku begitu frustasi saat melihat dengan mata kepala ku sendiri, laki-laki yang ku impikan, yang ku harapkan nyatanya memilih wanita lain untuk bersama bergandengan tangan menapaki jalan cerita cintanya.
Kenapa bukannya aku? aku cantik, itu pasti. Anak pengusaha sukses nomor tiga di negara ini. Tapi, kenapa justru dia lebih memilih wanita itu yang hanya memakai sendal jepit sejuta umat?.
Aku tak habis pikir dengannya, kenapa dia menolak berlian seperti ku hanya demi kerikil yang mungkin akan menyakiti nya, nanti? Siapa yang tahu takdir kedepannya kan? Bisa jadi wanita yang di elu-elukan itu suatu saat nanti akan menjadi orang yang paling menyakitinya?
Sejak saat itu, aku selalu mencari tahu apa yang di lakukan oleh mereka. Dan fakta mencengangkan ku temukan.
Pantas saja Zayn memilih dia, rupanya dia adalah cinta pertamanya. Cih! wanita yang jelas-jelas sudah di jodohkan itu malah menjadi pilihannya. Apa Zayn itu buta? Jelas aku yang masih singel, kaya, cantik dan modis ini saja masih ada dia malah memilih seseorang yang sudah memiliki pasangan.
Akan ku buat satu kejutan kecil untuknya...
Hari dimana Herold Grup mengadakan acara Family gethring adalah waktu yang ku pilih untuk sedikit memberinya kejutan itu.
Dewi Fortuna seperti nya sedang berpihak padaku. Saat itu aku menemukan fakta dari mata-mata yang ku sewa jika Tasya tak bisa berenang dan parahnya lagi dia malah melepaskan pelampungnya. Apa dia itu cari mati?
Wanita aneh, sudah tahu takut dengan air tapi masih saja ikut dengan yang lain. Tapi ini justru bagus untukku. Jika kelinci sudah masuk sendiri ke dalam perangkap, bukankah ini memudahkan sang serigala untuk memangsanya.
Di atas perahu ia hanya sendirian dan itu adalah kesempatan emas untuk ku, tepat saat ia terdesak oleh beberapa karyawan lainnya. Saat itu penembak jitu yang ku sewa mulai membidik lengannya. Padahal aku ingin sekali menembak jantungnya, tapi karena dia adalah Tunangan temanku jadi aku hanya menggores sedikit lengannya.
Hadiah kecil yang akan selalu dia ingat!
Dari atas bukit si penembak membidik mangsanya, menggunakan senapan yang sudah di pasang peredam ia menembak tepat sasaran.
Byurrr
Hanya bunyi tubuhnya yang masuk ke dalam air lah yang terdengar. Bagus! Dengan begini tak akan ada saksi ataupun bukti yang tertinggal hanya ada sedikit luka. Sayang sekali hanya sedikit.
Beberapa hari setelah itu, aku mendapatkan kabar dari mata-mata ku jika mereka akan kencan. Saat itu aku mensetting sebuah drama. Dimana saat itu aku mengaku sudah menjadi korban kejahatan dan memasang wajah sesedih mungkin hingga hati Zayn yang memang lembut jika sudah mengenalnya tersentuh.
Aku tersenyum kala melihat wajah kesal Tasya, apalagi ia malah memilih duduk di bangku belakang.
Setelah mengantar Tasya, aku mengajak Zayn untuk mampir ke apartemenku, dengan alasan jarak yang dekat dan ucapan terimakasih, Zayn akhirnya mau menikmati kopi yang ku buat. Tidak ada campuran apapun di dalamnya, itu murni kopi hitam.
Namun, tidak dengan parfum yang ku gunakan. Aku sengaja memakai parfum yang membuat libido seorang pria meningkat kala mencium wanginya.
Awalnya aku percaya diri jika apa yang ku rencanakan ini akan berhasil. Namun, saat tubuh ku berhimpitan dengan nya...
Brukkk
Ia justru menggulingkan ku ke samping. Hingga aku berguling. Padahal jelas-jelas aku melihat dalam sinar matanya jika ia sudah tidak ada bisa lagi menahan sesuatu dalam dirinya.
"Cell.. Ughh.. Maafin gue... Gue harus pergi sekarang!!" Ucapnya saat itu hingga membuat ku terkejut. Namun, sesaat kemudian ku ubah kembali mimik wajahku menjadi tampak seperti khawatir. Walau sebenarnya aku kesal sekali.
"Tapi, Zayn.. Lo lagi ngga baik-baik aja. Gimana nanti kalau di jalan Lo kenapa-kenapa" Ucapku masih berusaha menahannya. Ia menepis lagi dan lagi sentuhan yang ku lakukan. Geram! Tentu saja aku sangat geram dengan setiap penolakan yang di lakukannya.
Gagal!! Rencana ku memiliki nya malam ini gagal.
Aku menatap nanar punggung kekarnya yang perlahan semakin menjauh.
"Laki-laki yang menarik."
Flashback Cellina end
Cellin menatap pantulan dirinya dalam cermin. Mengingat kejadian tadi malam membuatnya kesal. Entah bagaimana nasib Zayn ia tak tahu. Semoga saja Zayn tak menyadari apa yang ia lakukan padanya. Jika sampai Zayn sadar habis sudah ia tak akan bisa lagi mendekati Zayn.
Cellin meraih tas dan memasukkan ponsel ke dalamnya. Tak lupa ia juga menyambar kunci mobil yang katanya semalam di begal itu. Ia melajukan mobilnya menuju cafe XY untuk menemui seseorang.
Tak lama kemudian ia sudah berada di ruangan yang sudah ia reservasi sebelumnya. Seorang Waiters datang membawa buku menu untuknya, ia menyebutkan beberapa makanan yang akan menjadi menu makan siangnya.
Tak lama setelah Waiters itu keluar, pintu kembali di buka, kali ini sosok yang di tunggunya lah yang masuk. Dengan gaya sombongnya Cellin mempersilakan tamunya untuk duduk.
"Cepat juga kau sampai!" Ujar Cellin memandang tamunya dengan remeh. Sang tamu yang ternyata seorang perempuan itu menghembuskan nafasnya kasar. Walau sudah beberapa kali bertemu denah Cellin tetap saja gaya perempuan ini membuatnya kesal.
"Hem, aku tak punya banyak waktu. Ada apa kau meminta ku bertemu di jam kerja seperti ini?" Tanya wanita itu.
"Aku ingin kau melakukan sesuatu yang lebih mengejutkan" Ucapannya harus terhenti kala dua orang Waiters datang membawa pesanan yang ia pesan. Setelah mereka pergi ia kembali melanjutkan ucapannya.
"Kau tenang saja aku kan membayar mahal setiap kali kau berhasil melakukannya." Si wanita tamu itu memicingkan mata memindai wajah Cellin. Ia tak habis dengan wanita yang katanya orang kaya ini.
"Untuk apa kau melakukan ini dengan susah payah. Jika kau menyukai nya kenapa tak kau ungkapkan saja?" Saran wanita itu.
Brakkkkkk...
Cellin menggebrak meja mendengar ucapan wanita di depannya.
"Kau ku bayar untuk memantau gerak gerik dari teman mu itu. Jadi jangan pernah campuri apapun urusanku!!" Sentaknya tak terima.
"Teman?" Gumam wanita itu sambil tersenyum.
.
.
.
.
.
Bersambung...
...----------------...
🤔 Apa lagi sih akal-akalan mu Cell? Yang anteng aja bisa ngga sih?
😣 Ngga bisa dong Cha. Lu kirim dulu cogan wat gue, sekelas Kim Taehyung lah, baru gue akan balik kanan bubar jalan..
😒 Maunya elu itu mah.
Holla hello Readers tercintah ❤️❤️❤️ jangan lupa ya.. 👍☕💐🌹
Makasih yang udah mampir..
Happy reading ❤️❤️❤️