
Flashback pada saat istirahat makan siang...
Tap... Tap.. Tap
Suara high heels yang beradu dengan lantai sebuah restoran, memecah kesunyian siang itu. Tampilan Cellina yang selalu memukau, membuat setiap mata memandangnya dengan takjub.
Cellin berjalan dengan anggun menuju sebuah ruang VIP restoran itu. Di dalam ruangan tersebut rupanya sudah ada seorang wanita yang menunggunya. Wanita itu menatap Cellin datar.
"Tumben lo duluan yang ngajak bertemu. Ada apa?" Tanya Cellin saat ia sudah mendudukkan dirinya di depan wanita itu.
"Langkah yang lo ambil sepertinya salah sasaran!" Tukas wanita itu membuat Cellin mengenyitkan dahinya.
"Maksud lo?"
"Tasya... dia itu sama sekali tidak terpengaruh dengan foto yang gue kirim."
"Gimana bisa nggak berpengaruh? Loe fotonya kurang bagus kali!" Ujar Celine tak terima, membuat wanita itu hanya bisa menghela nafasnya kasar.
"Tasya itu.. Dia tipe wanita yang menaruh kepercayaan besar pada pasangannya, dia juga selalu berpikiran positif. Apalagi dia tahu persis jika Zayn sangat mencintainya. Jadi, gue saranin lo harus rubah rencana lo itu." Tutur wanita itu menjelaskan apa yang selama ini dia amati.
"Lalu.. Apa lo punya rencana yang lebih bagus?" Tanya Cellin setelah cukup lama terdiam. Senyum simpul terbit dari bibir wanita di depan Cellin.
"Tentu saja... Aturlah bagaimana caranya supaya Tasya dibenci oleh Zayn, karena menurut gue Zain justru yang terlihat lebih pencemburu, pasti akan mudah jika sasaran kita ganti." Ujar wanita itu menyeringai. "Tapi, sepertinya ini akan sulit, mengingat Zayn pun sanggup menunggu Tasya selama bertahun-tahun." Sambung wanita itu membuat Cellin yang tadinya sempat mengembangkan senyum kembali terdiam.
"Gue rasa itu nggak perlu!" Tukas sebuah suara yang tiba-tiba sudah berada di dalam ruangan tersebut membuat kedua wanita itu terkejut.
"Lo... Kenapa lo ada di sini?" Tanya Celline terkejut saat sosok Daniel tiba-tiba langsung duduk di sampingnya
"Gue rasa lo nggak perlu capek-capek ngelakuin hal itu, karena sekeras apapun usaha mereka gue yakin pada akhirnya... Gue lah yang akan menang" Tukas Daniel dengan percaya dirinya, membuat wanita itu saling pandang dan mengenyitkan dahinya kompak.
"Maksud lo apa?" Tanya Cellin bingung.
"Iya. Bukannya lo itu... Sekarang bukan siapa-siapanya Tasya lagi?" Tanya wanita itu yang memang tahu tentang hubungan antara Daniel dan Tasya.
Daniel tersenyum kemudian ia menjawab pertanyaan wanita itu dengan tenang seolah tak ada keraguan dalam ucpannya. "Yang terlihat memang seperti itu, tapi gue tentu saja mempunyai rencana yang sangat bagus tanpa harus bekerja keras seperti kalian." Tukas Daniel membuat kedua wanita itu bertambah heran.
"Sudahlah tak usah dipikirkan. Yang pasti kalian harus hati-hati, karena sekarang... di sekeliling Zayn banyak orang yang mengawasi pergerakannya. Gue belum tahu siapa, tapi gue rasa Zayn itu bukan orang sembarangan." Jelas Daniel membuat kedua wanita itu mengangguk.
"Oh ya... Gue minta lo datang ke sini sebenarnya mau bilang kalau malam ini Tasya dan Zayn akan bertemu di taman sekitar Jalan abcd." Tukas wanita itu membuat Cellin tersenyum, sedangkan Daniel menatap lekat pada wanita yang baru saja memberikan informasi pada Celin. Wanita itu tak takut untuk membocorkan informasi yang ia dapatkan di hadapan Daniel karena Cellin sudah lebih dulu mengatakan jika mereka akan bekerja sama dengan pemuda itu.
"Lo.. Lo kan temennya Tasya? Waktu di Batu Karas gue perhatiin lo selalu bareng dia." Tukas Daniel terkejut karena baru menyadari wanita di sampingnya. Sedangkan wanita itu tersenyum dan malah mengacuhkan pertanyaan Daniel ia justru dengan santainya meraih orange juice dan meminum minuman tersebut tanpa mempedulikan ekspresi dari mantan tunangan Tasya.
"Nggak usah kaget gitu. Dia memang orang itu. Perkenalkan sekutu gue.. Adisty Narendra." Tutur Cellin memperkenalkan wanita yang selama ini menjadi informannya.
***
Hari berganti begitu cepat, kini weekend telah berada di depan mata. Hari terakhir berkutat dengan banyaknya dokumen yang menumpuk di meja setiap karyawan perusahaan Herold Grup di pekan ini tinggal beberapa menit lagi terlewati.
Tasya sedang merapikan lembaran map yang sudah berserakan di mejanya. Sesekali ia melirik ke arah pintu menunggu sang kekasih menghampirinya. Sudah menjadi rutinitas wajib setelah mereka berpacaran, Zayn akan bertugas untuk mengantar jemput Tasya.
Tentu saja karena waktu mereka untuk membahas masalah pribadi hanya di jam sebelum dan sesudah bekerja. Selama itu pula, Tasya belum juga menemukan bukti untuk di berikan pada Zayn soal penemuannya yang mengatakan jika ibu kandung Zayn dan Abi adalah orang yang sama.
Di sisi lain, waktu yang di berikan oleh neneknya kini sudah semakin sedikit. Zayn telah membuang waktu dua minggunya untuk berkutat di satu hal tanpa menemukan titik terangnya. Hal ini pula yang kadang membuat kosentrasi Zayn dalam bekerja mulai terpecah.
Jika Tasya sedang sibuk membereskan barang-barangnya, Zayn justru tengah melamun di depan jendela ruangannya. Ia memandangi langit senja yang berwarna oranye indah menghiasi langit sore ini.
Di sisi lain, seorang pria gagah sedang berjalan menuju sebuah ruangan yang tak lain adalah ruangan milik Tasya.
Tok.. Tok.. Tok..
Pemuda itu mengetuk terlebih dahulu pintu ruangan Tasya membuat gadis yang masih sibuk di mengotak-atik komputernya mengalihkan pandangannya pada sosok pria yang mengetuk pintunya.
Dinding yang terbuat dari kaca membuatnya bisa melihat dengan jelas siapa yang bertamu di jam pulang kantor itu. Seketika Tasya pun berdiri dan hendak membukakan pintu, namun ia kalah cepat dengan pria tersebut. Sebab pria itu sudah lebih dulu membuka pintunya.
"Selamat sore, sekertaris Tasya." Sapanya formal karena ini masih berada di kantor. Tasya membungkukkan sedikit badanya untuk memberi hormat pada pria yang lebih tinggi jabatannya itu dari Tasya.
"Selamat sore, Asisten Rico. Ada yang bisa saya bantu?" Jawab Tasya tak kalah formalnya. Pria itu yang tak lain adalah asisten Rico pun tersenyum. Ini adalah pertama kalinya ia berhadapan dengan Tasya seformal ini. Biasanya jika mereka bertemu, selalu saja Tasya akan berbuat hal-hal aneh samapai membuat Abi emosi.
"Apa pak Zayn masih di ruangannya?"
"Masih.. Apa anda ingin bertemu dengannya? Mari saya antar?" Ujar Tasya ia sudah melangkahkan kakinya hendak menuntun Rico untuk masuk ke dalam ruangan Zayn, tapi langkah Tasya di tahan oleh Rico. Ia mengatakan jika dirinya bisa sendiri dan Tasya pun tak memaksa.
Kini, Rico sudah duduk di sofa dan di depannya Zayn masih terdiam menantikan hal apa yang ingin di sampaikan asisten pemilik perusahan itu padanya.
" Begini Pak Zayn.. Kedatangan saya ke sini untuk memberikan undangan dari Tuan Abi" Ujar Rico sambil menyodorkan sebuah amplop dengan pita berwarna biru tua di tengahnya pada Zayn.
Zayn pun mengrenyitkan dahinya heran. Karena tak biasanya atasannya itu mengundang dirinya secara personal pada sebuah acara. Apalagi di amplop tersebut tertulis namanya saja tanpa embel-embel partner.
"Acara ulang tahun untuk nyonya besar?" Tanyanya dan di jawab anggukan kepala oleh Rico. "Apa ini acara tertutup? Apa saya bisa membawa Tasya juga?" Sambung Zayn.
"Tidak! Sekertaris Tasya tak mendapatkan undangan dan tak di perkenan kan hadir. Karena ini adalah acara tertutup hanya beberapa petinggi saja yang turut hadir termasuk anda. Dan Tuan Abi berharap anda tak memberitahukan hal ini pada sekertaris Tasya mengingat jika ia adalah Fans Nyonya Besar. Tuan Abi takutnya jika Sekertaris Tasya tahu dia akan merengek untuk ikut, sedangkan Nyonya besar pun menyukai Sekertaris Tasya dan sampai saat ini masih meminta Tuan Abi untuk melamar sekertaris Tasya. Jadi, untuk menghindari hal-hal yang tak di inginkan sebaiknya ia tak perlu tahu." Jelas Rico panjang lebar.
Ucapan Rico memang benar dan tanpa berfikir panjang Zayn pun menyutujuinya dan pasti akan hadir besok malam. Sendirian...
.
.
.
.
.
Bersambung..
...----------------...
😁 Abi.. Nucha di undang juga ya? Nucha dah sedia kresek warna item nih!!
😒 Plaese deh Nucha, ngga usah norak gitu! Lagian ngga ada yang mau ngajak Elu.. Biang kerusuhan soalnya!
😭😭😭
Holla hello readers tercintah ❤❤❤ Jangan lupa lemparin Nucha like sama Gifnya ya.. Terimakasih untuk kalian yang mengikuti cerita Tasya sampai sekarang.. 🤗🤗 Lophe You Pul Pokonya 😘😘
Happy reading All ❤❤❤