
Masih Flashback yah man teman..
Happy reading all ❤️❤️❤️
****
Aku menatap lekat ke arah bandul itu, dan kemudian mengalihkan pandangan ku ke wajah Tuan Abi, menelisik wajah nya lalu beralih lagi ke kalungnya. Ku lakukan hal itu secara berulang.
Mungkin kah.. Mungkin kah.. Ibu Tuan Abi dan Zayn adalah orang yang sama?
Akhirnya aku ingat, kalung seperti punya Zayn itu memang pernah aku lihat di atas nakas samping tempat tidur tuan Abi, saat dulu aku masih bekerja di sini. Di belakang bandul itu pun ada ukiran nama tuan Abi di sana, karena selain melihat aku pun pernah menyentuh nya.
"Heh!!!" Tuan Abi memekik membuatku terperanjat kaget. "Sudah saya bilang jangan pandangi saya seperti itu!!" Sarkasnya membuat ku mengelus da da.
"Kalau tuan tak mau saya pandangi.. ya di pakai bajunya!!" Ujarku tak kalah ngegasnya. "Heran deh, anda sendiri yang memamerkannya saya pula yang kena sembur!" Keluhku sambil memberikan ponselnya. Ia menatap ku tak bergeming hingga gantian kini aku yang kebingungan maksudnya.
"Apa?" tanya ku ketus ia mengangkat bahunya acuh.
"Tidak! aku heran saja dengan mu" Katanya membuat ku mengrenyitkan dahi. "Kira-kira urat malu mu itu masih tersambung tidak sih? apa perlu aku ganti atau bagaimana?" Tanyanya santai membuatku mengerucutkan bibir ku sebal.
"Maaf soal ponsel, tuan. Se-"
"Apa..Apa? Coba ulangi kamu barusan ngomong apa?" Tuan Abi menyela ucapanku bahkan ia sampai mendekatkan telinganya ke arah ku sambil menggosok-gosok tangannya di sana.
Aku di buat bingung dengan tingkahnya itu. Kenapa lagi ini atasan ku. Ada yang salah memang dengan ucapanku? aku kan hanya mengucapkan kata maaf kenapa dia heboh seperti ini? Ku rasa ini bukan pertama kalinya aku minta maaf.
"Apa sih tuan.. Saya mau tanya nama nyonya dan tuan besar itu siapa?" Tanyaku hingga membuat nya mengrenyitkan dahinya. "Saya pernah bertemu dengan nyonya besar tapi tak tahu namanya siapa. Nanti kalau bertemu di jalan saya akan bingung untuk menyapanya" Tuturku mencari alasan yang tepat. Semoga saja dia tak menyadari jika aku sedang mengintrogasi nya.
"Panggil saja nyonya Herold, kenapa harus pusing- pusing?" Ujarnya datar. Ayo putar otak mu Tasya. Bagaimana caranya aku mendapatkan informasi apa yang ku inginkan?.
"Ah tuan mah tidak asik. Saya kan ingin tahu nama lengkap beliau, saya sangat mengaguminya karena beliau sosok orang kaya yang santun." Tutur ku "Tidak seperti anaknya" Sambungku dengan nada yang pelan takut terdengar olehnya, tapi rupanya ia masih mendengar ucapan ku.
"Kenapa dengan anaknya, hah!!" Sentak tuan Abi lagi dan hanya ku balas cengiran di wajahku.
"Ehehehe anaknya... ganteng dan baik luaaaarrrrrr Biasaaa" Ucapku mencari aman.
"Namanya Lenny, Lenny Agustina Herold dan ayahku... seharusnya kau tahu karena beliau masih pemegang saham terbesar di perusahaan."Jelas nya membuatku tersenyum canggung dan menggaruk pelipisku yang sama sekali tak gatal.
"Ehehe saya lupa, tuan" Ucap ku malu. Namun sebenarnya aku tengah menyembunyikan satu hal darinya. Benar! waktu itu Zayn pernah memberi tahu ku nama ibunya. Dan aku semakin yakin jika mereka ini adalah saudara tiri. Tinggal bagaimana caranya aku untuk memberikan bukti tentang penemuan ku ini pada Zayn.
"Kau itu karyawan macam apa?!! nama pemilik perusahaan saja tak tahu" Keluh tuan Abi dan aku tak peduli. Aku tersentak saat teringat tujuan awalku datang ke sini malah terlupa kan.
"Oh ya, tuan.. Saya sebenarnya datang malam-malam kemari selain untuk menukar kembali ponsel itu, saya juga ingin menanyakan satu hal pada tuan" Ujar ku kali ini terlihat serius hingga membuat Tuan Abi pun membenarkan posisi duduknya dan berdehem.
"Apa?" Tanyanya ketus.
"Tuan... Apa.." Ucap ku menatapnya lekat bahkan aku mencondongkan tubuhku ke arahnya. Hingga kesan serius semakin terasa. Tuan Abi pun hanya terdiam dengan menaikan sebelah alisnya, seolah manantikan hal apa yang ingin aku katakan.
"Apa tuan... Sengaja menggoda saya? Tuan jatuh cinta dengan saya kan? Ngaku!" Ucapku membuat nya terperangah dan reflek melemparkan bantal Sofa yang ada di sampingnya ke arahku. Dan ku sambut dengan gelak tawa karena lagi-lagi berhasil menggoda tuan Abi hingga membuat nya kesal.
"Anastasya Putri!!!!" Geramnya namun tak melakukan apapun.
"Maaf tuan tapi saya sudah punya pacar" Kelakarku kemudian kembali ke mode serius.
"Sebenarnya saya penasaran sejak pulang dari batu Karas saya tak lagi melihat Maya dan teman-teman nya. Sebenarnya kemana mereka? Apa tuan memecatnya?" Tanyaku penasaran.
Yah, ini lah yang ingin aku tanya kan. Karena dugaan sementara tentang pelaku yang mengirimi ku foto Zayn, itu adalah Maya cs mengingat kami yang tak pernah akur. Tapi kalau di ingat lagi, sejak insiden di perahu waktu itu kami tak lagi pernah bertemu.
"Kenapa kamu bertanya tentang mereka?" Tanya tuan Abi setelah sebelumnya terdiam cukup lama.
"Tidak apa-apa hanya saja... Hidup saya terasa kurang menarik tanpa berdebat dengannya" Ucapku membuat Tuan Abi mendecakkan lidahnya.
"Mereka sudah saya pindahkan ke cabang yang ada di Lombok." Tukasnya datar. Kalau begitu.. Berati ia bebas dari tuduhan karena sedang tak ada di tempat.
Berarti Disty.... Benarkah dia yang selama ini sudah ku anggap sahabat tega menusuk ku dari belakang. Jika ia tapi.. Atas dasar apa?
Flashback Tasya end
"Sayang.." Zayn menyapa Tasya kembali saat kekasihnya itu sama sekali tak menjawab. Tasya yang mendengar panggilan dari Zayn pun mengerjapkan matanya kemudian sedikit melirik Disty dari ekor matanya.
"Baiklah... Ayo kita buktikan Lo terlibat atau ngga?" Gumam Tasya dalam hati.
"Maaf kemarin siang aku sibuk tak sempat melihat ponsel, dan semalam aku main di apartemen Tuan Abi" Ucap Tasya sengaja membuat Zayn panas. Tasya tak berniat menyembunyikan apapun dari Zayn. Jangan sampai dia pun ikut berbohong.
"APA!!!" Pekik Zayn mengejutkan Tasya dan juga Disty yang memang masih duduk di samping Tasya. Reflek Tasya pun menjauhkan ponselnya.
"Iya, ponsel kami tertukar saat tak sengaja bertemu di Lobby sore kemarin. Jadi, dari pada aku kena potong gaji lebih baik langsung saja aku antar ketempat nya kan?" Tutur Tasya menjelaskan.
"Tapi, lain kali kamu harusnya hubungi aku dulu. Paling tidak aku bisa mengantarmu ke sana. Kamu kan masih bisa menggunakan ponsel Rizky untuk menghubungi ku." Ujar Zayn lagi. Zayn saat ini benar-benar merasa cemburu. Bagaimana pun atasannya itu memiliki hubungan yang cukup baik dengan kekasihnya. Kalau seandainya Tasya kecantol oleh pesona Tuan Abi kan itu bisa bahanya untuk nya.
"Rizky pergi mengantarkan kekasihnya."Jelas Tasya lemah.
"Ck! Ya sudahlah yang penting setelah pulang dari kantor.. mampir lah ke danau waktu itu.. Aku menunggu mu di sana.. Oke sayang?"
"Danau yang ada di daerah Abcd?" -anggap saja itu nama jalan yah guys🤣-
Tasya sengaja menyebutkan alamat tersebut untuk menyakinkan dirinya tentang dugaannya
"Iya, sampai jumpa di sana malam nanti.. Bye sayang.. Love you" Ujar Zayn tapi hanya di balas deheman oleh Tasya dan panggilan pun berakhir.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
...----------------...
🤗 Dirgahayu Indonesiaku yang ke 77 🙌🙌🙌 Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.. Ranucha double up nih man teman..
Jangan lupa lemparin Nucha jempol sama gift nya yah🤗🤗 Lophe you phlen ❤️❤️
Happy reading all ❤️❤️❤️