
Matahari telah bersinar dengan cerahnya pagi ini, walau masih pukul enam tapi cuaca di luar sudah terik hingga membuat seorang laki-laki menenggak air putih dinginnya hampir dua botol. Dia baru saja selesai joging di sekitaran tempat tinggalnya. Hal biasa yang selalu ia lakukan tiap pagi.
Setelah ia beristirahat sejenak pemuda itu kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket. Selesai dengan ritual mandinya, ia memilih kemeja biru muda untuk ia pakai bekerja pagi ini.
Ia memasangkan jam tangan kesayangan nya sambil berjalan keluar kamar hendak membuat sarapan. Sebuah roti dengan selai coklat sudah tergambar di kepalanya, namun langkahnya terhenti kala melihat sosok wanita yang sedang sibuk berkutat dengan berbagai alat masak dan bahan masakan yang di keluarkan dari kulkasnya. Ia memicingkan matanya karena mengenali sosok yang dengan santainya menggunakan dapurnya.
"Sejak kapan Lo di sini?" Tanyanya seraya menarik kursi untuknya duduk. Yang di tanya langsung menolehkan kepalanya sebentar sebelum menjawab.
"Selamat pagi, Adek ku tersayang!" sapanya sambil membawa dua piring nasi goreng lengkap dengan bebagai campuran dari mulai sosis, suiran daging ayam, bakso, dan juga telur mata sapi di atasnya.
"Hmm... Kok gue ngga tau lo tidur di sini? " tanyanya lagi karena belum mendapatkan jawaban dari gadis di depannya.
"Hmm semalam gue minta Atta ngenterin ke sini, soalnya gue takut tidur sendirian.. Hehehe" jelas gadis itu yang tak lain adalah Tasya.
Semalam ia meminta Zayn untuk mengantarkan dirinya ke kosan Rizky. walaupun ia tidur sendirian di kamar yang terpisah dengan Rizky, tapi setidaknya masih ada manusia yang bisa ia bangunkan saat sedang ketakutan kalau ternyata benar di apelin sama demit laki-laki.
Awalnya Zayn menolak, bagiamana pun juga Rizky adalah laki-laki dewasa. Takutnya ada setan lewat dan menghasut mereka berbuat yang tidak seharusnya terjadi. Tapi akan lebih tidak mungkin lagi jika dia yang tinggal di kosan Tasya menemani gadis itu. Zayn juga merutuki kebodohan nya karena menakut nakuti Tasya, jadilah gadis itu di sini sekarang.
"Kenapa ngga minta Atta Lo itu aja supaya nemenin Lo!" ketus Rizky yang merasa gemas dengan tingkah kakaknya yang pantang di bicarakan hal-hal seperti itu langsung berubah menjadi mode manja, apa-apa minta di temani.
"Yang bener aja! Bisa di grebeg masa kalau kita ketahuan tidur bareng. Di kira kumpul kebo!" Sahutnya sewot.
"Kan kosan Lo biasa kalo malam-malam tertentu ramenya minta ampun. Meresahkan buat gue yang jomblo kalo nginep di sono tahu ngga!"
"Aish .. Ya bukan berarti gue ngikutin mereka kan?"
Rizky mengedikan bahunya seolah acuh. Baik Rizky maupun Tasya sama-sama memiliki kunci cadangan untuk bisa bebas keluar masuk kosan yang mereka tempati. Maka tak heran jika Tasya bisa ada di sini sekarang.
"Terserah lah.. BTW masakan Lo emang the best, Sya. Sering-sering aja ya masakain gue. Lo mau bareng ngga. Ayo!" Ujar Rizky saat makanan di piringnya telah habis. Tasya mengangguk dan menutup kotak bekal berisi nasi goreng nya.
"Oke!"
"Itu buat Atta?" Tasya mengangguk dan pergi ke kamarnya untuk mengambil tas kerjanya. Tak lama kemudian kini mereka sudah beriringan menuruni anak tangga untuk sampai di parkiran.
Rizky memasangkan helm pada kepala Tasya karena tangan gadis itu sedang penuh dengan bawaannya sendiri.
Sesaat kemudian mereka kini sudah berbaur dengan kendaraan-kendaraan lainnya di jalan raya. Mereka berhenti tepat di lampu merah, entah sadar atau tidak posisi Tasya yang sedang berpegangan pada pinggang Rizky seolah tengah memeluk pemuda itu.
Sebenarnya, hal biasa bagi keduanya saling peluk memeluk mengingat kedekatan mereka yang selalu bersama dari kecil hingga sebesar sekarang. Rizky bahkan sampai rela pindah bekerja demi bisa menemani Tasya yang saat itu sedang kalut. Tapi, tidak bagi seseorang yang melihat keduanya dari balik mobil yang ia tumpangi.
Seorang perempuan memandang lekat ke arah mereka. Senyum simpul terbit di bibir manisnya, dan saat lampu berwarna warna menjadi hijau ia mengganti tujuannya.
"Pak, ikuti motor itu ya? Kalau ada kesempatan salip!"
"Tapi, non.. kita kan harus ke rumah sakit?" Ujar pak sopir protes.
"Ck! Tinggal lakuin aja bisa ngga sih pak! Ngga usah banyak protes!" Ketus perempuan yang tak lain adalah angel.
Kebetulan gadis itu mulai hari ini pindah tugas. Ia akan bekerja di rumah sakit pamannya. Rumah sakit yang sama dengan tempat Rizky bekerja.
Mobil melaju mengikuti motor Rizky yang merubah haluannya. Karena Kantor Tasya dan rumah sakit tempat nya bekerja berlawanan arah, jadi Rizky membelokkan kendaraannya mengantar Tasya lebih dulu. Mobil Angel pun mengikuti dan di tempat yang cukup sepi, mobil yang Angel tumpangi berhasil menyalip motor Rizky.
Merasa jarak dari kedua kendaran itu cukup jauh, Angel turun di sisi jalan ia meminta supir pribadi nya untuk meninggalkan nya dan menunggu di tempat tak jauh dari tempat itu.
"Saatnya mulai drama!" Gumamnya sambil menyeringai. Ia ingin sedikit menjahili Rizky. Berhubung Angel tak tahu apa-apa tentang Pria yang sedang di incar nya. Ia dengan percaya dirinya mencoba membuat Rizky dalam masalah.
"Ini dia!" gumamnya saat matanya menangkap sosok yang di tunggu mendekat dengan motornya. Berhubung saat ini Rizky tak memakai helm full face nya jadi Angel dengan mudah mengenali pria itu.
Saat motor Rizky mendekat, ia segera menghadang jalan pria itu. Rizky yang terkejut pun reflek menarik rem tangannya. Kejadian saat awal pertemuan mereka pun terulang. Bedanya saat ini Angel tidak jatuh, ia justru menatap Rizky dengan sendu. Berbeda dengan Rizky yang sudah memasang wajah kesalnya.
"Heh!! Lo mau mati ya!" Sentaknya garang. Tasya terlihat kebingungan di balik punggung Rizky.
"Siapa dia, ky? Lo kenal?" Tanyanya.
"Kamu tega, ky padahal aku udah kasih semuanya sama kamu... Hiksss tapi kamu malah jalan sama dia? dan.. dan .. kamu malah pura-pura ngga kenal.. Hiks.." Angel sudah berlinang air mata saat mengatakan hal itu. Ini lah yang di maksud gadis itu. Ia mengira jika Tasya dan Rizky itu adalah sepasang kekasih dan dia ingin numpang iklan untuk membuat mereka bertengkar.
Apa yang di ucapkan Angel membuat Rizky menganga tak menyangka jika gadis itu akan mengatakan hal seperti itu. Sejak kapan ia mengambil sesuatu dari gadis ini, bukan nya gadis itu lah yang mengambil uang di dompetnya saat kemarin membayar tagihan bubur ayam yang tak sanggup ia bayar. Lalu sekarang apa?.
Lain Rizky lain pula Tasya, gadis itu membekap mulutnya sendiri saking terkejutnya dengan apa yang di ungkapkan gadis di depannya. Apa benar Rizky adik kesayangannya mengambil sesuatu yang berharga bagi seorang wanita?.
Tasya turun dari atas motor, menatap Angel dengan tajam. Tak semudah itu ia mempercayai ucapan orang lain yang menjelekan adiknya.
"Anda jangan asal bicara! Saya tahu seperti apa Rizky! Dia ngga akan berani melewati batasannya!" Sentaknya garang. Membuat Angel semakin terisak.
"Aku tidak bohong.. Hikss, Walau aku tak punya bukti tapi malam itu dia bilang mencintaiku dan kami menjalin sebuah hubungan.. Saya.. Saya kira dia serius dengan saya, tapi.. Tapi.. Hiks .hiks ." Angel sesenggukan dan tak mampu meneruskan kata-katanya.
"Pacaran? gue sama Lo? sejak kapan?" Tanya Rizky bingung. Ada apa dengan gadis di depannya?
"Ky.. aku benar-benar ngga nyangka kalau kamu ternyata... Akhhhhhh" Geram Tasya, membuat Rizky kalang kabut. Jangan sampai kakaknya ini percaya begitu saja pada wanita yang jelas-jelas tidak dia kenal baik. Rizky turun dari motornya dan berusaha meraih tangan Tasya dan berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya. Adegan itu tentu saja tak luput dari pantauan Angel, di balik tangisannya dia tersenyum.
"Bagus, sedikit lagi. Ayo tampar laki-laki itu, setelah itu berlari pergi dari dia!" Gumamnya dalam hati.
"Sya, dengerin aku dulu.. Ini ngga seperti yang kamu bayangin" Ujarnya berusaha meraih tangan Tasya yang selalu saja di tepis. Persis seperti seorang kekasih yang sedang merajuk. Tasya hanya tak menyangka adiknya ternyata seorang penjahat. Kenapa harus di rusak kalau tidak mencintainya? Itu yang saat ini sedang di pikirkan nya.
"Ho'oh jadi kamu mau jadi pacar aku?!" Tanya Rizky menatap tajam manik mata Angel yang sudah berlinang air mata. Setelah beberapa saat ia terdiam, kini ia tahu maksud dari aksi gadis di depannya hingga ia bisa nekad seperti ini. Jadi sebagai laki-laki yang baik, ia akan mengabulkan apa yang di inginkan Angel.
"Ya sudah, ayo!" Katanya sambil menarik tangan Angel untuk ikut naik ke atas motornya. Jelas saja hal itu membuat dua wanita di depannya bingung, apalagi Angel. Dia kan cuma berniat untuk membuat Rizky di marahi pacarnya tapi.. "Kok jadi gini?" Batin Angel.
"Woy!! Ky, mau kemana? Terus gue gimana?" Tanya Tasya yang geram dengan tingkah dua orang itu. Apa adiknya itu benar sudah punya kekasih?
"Lo berangkat sendiri aja ya? Udah Deket juga, gue mau anterin PACAR gue dulu ntar dia ngambek bahaya. Lo minta aja Atta buat jemput, bye!" Ujar Rizky menekan kata Pacar bermaksud menyindir Angel, ia kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Tasya.
"Woy!! Dasar Adik ngga ada ahlak!!" Teriakan Tasya masih bisa di dengar oleh Rizky dan Angel, dan hal itu membuat Angel mengangga.
"A..Adik?" Gumanya pelan tapi Rizky masih bisa mendengar nya.
"Iya.. Apa Lo pikir dia itu cewek gue? Dan Lo berharap kita bakal berantem terus putus pas denger omong kosong yang lo bilang?" Ujar Rizky berhasil membungkam Angel, kini ia masuk ke dalam perangkap nya sendiri.
"Dan karena Lo ngarep jadi pacar gue... Jadi.. Mulai hari ini lo adalah pacar gue!!" Tambahnya membuat Angel syok berat.
"APA!!"
.
.
.
.
.
Bersambung....
...----------------...
😏 waelah ky, mau punya pacar tuh romantis dikit ngapa! Sini belajar sama Nucha!
😝 ngga mau!! Nucha menyesatkan!!
Holla hello.. readers tercintah ❤️❤️❤️. like... like.. like donk ..
Happy reading all ❤️❤️