I Love You, My Secretary

I Love You, My Secretary
Bab 116



"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dia hanya kelelahan dan aku harap jangan buat dia merasa tertekan seperti ini. Ibu hamil itu harus selalu dalam perasaan yang bahagia agar bayi yang ada dalam kandungannya pun bahagia." ujar Angel setelah selesai memeriksa Tasya. Rizky dan Zayn pun sama-sama menghembuskan nafas lega.


Rizky sedikit melirik Zayn ingin tahu ekspresi apa yang di tunjukan oleh pemuda itu setelah tahu tentang kehamilan Tasya, dan Rizky di buat heran karena Zayn sama sekali tak menampakan wajah terkejut. Tentu saja Zayn tak terkejut karena ia sudah tahu.


Tadi setelah Rizki mengecek kondisi Tasya tak lama Angel datang dan segera membantu Rizki memeriksa kondisi kandungan Tasya. Beruntungnya Angel selalu membawa alat medisnya terutama Doppler, yaitu alat untuk mendengar detak jantung janin secara mandiri. Karena alat ini tak secanggih USG, detak jantung janin baru bisa terdeteksi di alat Doppler milik Angel tersebut sekitar usia 12 minggu. Dan karena usia kehamilan Tasya diperkirakan baru 8 Minggu jadi detak jantung janinnya belum terlalu jelas terdengar.


Awalnya Angel terkejut karena ternyata Tasya sedang mengandung, tapi ia tak ingin menjudge kesalahan Tasya bahkan bertanya siapa ayah bayi itu pun tidak. Bagi Angel, semua ibu hamil harus merasakan perasaan yang nyaman terlepas dari bagaimana makhluk kecil itu hadir.


"Tolong izinkan aku di sini dulu, Ky. Setidaknya sampai Tasya sadar. Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja, jika seandainya nanti dia terbangun dan mengusirku lagi maka aku akan pergi." Pinta Zayn sendu tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Ayu Tasya yang pucat.


Sejenak Rizky terdiam menimbang permintaan Zayn, dan pada akhirnya Rizky mengizinkan Zayn menemani Tasya di dalam kamar berdua. Tapi sebelum berlalu Rizky meminta Zayn untuk menjaga batasan dan jangan sampai membuat Tasya kembali tertekan.


Setelah Rizky dan Angel menghilang di balik pintu, Zayn mendekati Tasya kemudian duduk di sisi ranjang sejajar dengan perut Tasya. Zayn menggenggam tangan Tasya dan menciumnya dengan penuh cinta, ia menyesal karena membuat Tasya menjadi ketakutan melihatnya.


"Hai sayang.. kamu membuatku khawatir, kau tahu?" Ucap Zayn padahal Ia tahu Tasya tak akan merespon ucapannya tapi ia tak peduli, Zayn terus bicara pada Tasya.


"Apakah kamu tahu menderitanya aku dua bulan ini tanpamu? Apa kau sengaja menghukumku seperti ini?  Tolong jangan menghukumku lebih jauh lagi, sayang. Aku tak sanggup hidup tanpamu.


Kau tahu, aku rasanya ingin menculikmu saat menerima undangan itu. Kau sungguh menguji kewarasanku, Sayang. Tapi aku bersyukur kau masih menjadi milikku dan membatalkan pernikahan itu. Bukankah aku egois? hahaha... tapi aku tak peduli karena kamu hanya milikku, selamanya. Kau tak akan pernah bisa lari lagi dariku karena aku sudah mengikatmu.


Apa kau marah? jika kau marah padaku maka, ayo bangun dan pukul aku jika itu bisa membuatmu tak lagi marah padaku. Aku tak masalah justru dengan senang hati menerimanya. Aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri, kau tahu. Jadi kumohon tetaplah disampingku. Bukankah itu janjmu? Kau bilang kau akan menemaniku Apapun yang terjadi, tapi kenapa kau memintaku untuk pergi? kamu juga bohong, sayang. Aku tak akan mempermasalahkan hal itu asal kau juga tak mencoba lari lagi dariku. Aku mohon bangun, sayang. Ayo kita buka lembaran baru kamu, aku, dan anak kita." Zayn terus mengajak Tasya berbicara. Karena baginya ini adalah kesempatan bercerita banyak pada Tasya, jika menunggu gadis itu sadar dan tak yakin jika dia akan mendengarnya yang ada dia akan kembali diusir.


Zayn beralih menetap perut Tasya yang masih rata, kemudian tangan kirinya terulur untuk mengusapnya.  Sedangkan tangan kanannya masih menggenggam erat tangan wanitanya dan tak ada niatan untuk melepaskannya.


"Hai Baby, apa kabar kamu di dalam sana? Ayah datang, nak. Apa kamu senang? Ayah sangat bahagia kau hadir diantara kami, tetapi bisakah Ayah meminta satu permintaan padamu, nak? Tolong bantu Ayah supaya mendapatkan maaf dari ibunya ya, dan kita akan bahagia bersama. Ayah menyayangimu, nak. Tapi maafkan ayah karena tak bisa bersamamu untuk saat ini. Tapi ayah juga janji secepatnya kita pasti akan berkumpul bersama. Kau bisa pegang janji Ayah jika ayah ingkar, kau boleh mengutuk Ayah menjadi tampan. Sungguh Ayah tak masalah,"  ucap Zayn sambil terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


Kebiasaan Zayn ternyata belum berubah, ia masih sama yaitu mengumbar janji yang entah bisa ia tepati atau tidaknya kelak.


"Jangan memberi harapan pada makhluk yang belum mengerti apapun. Kami tak butuh janji, yang kami mau adalah bukti!" tiba-tiba Tasya berucap padahal matanya masih terpejam membuat Zayn tersentak dan refleks menarik tangannya yang berada di atas perut Tasya.


"Eh, maaf... maafkan aku jika aku lancang,"  ujar Zayn gugup. Ia takut Tasya kembali berteriak dan membuat tubuhnya semakin lemah.


Perlahan Tasya membuka matanya, ia sebenarnya sudah sadar sejak Angel memeriksa dirinya tadi, hanya saja ia ingin tahu apa yang diucapkan oleh Zayn sehingga ia meminta waktu pada Rizky. Dan ya, dia mendengar semuanya. Tasya senang sekaligus lega karena dia dan bayinya ternyata bisa diterima oleh Zayn. Jadi ketakutannya selama ini tak berarti apa-apa.


"Apa kau mau memaafkanku sayang dan memulai Semuanya dari awal, bersamaku?"  ujar Zayn menatap dalam manik mata Tasya dan menggenggam lembut tangannya.


Tasya terdiam dan mencoba mencari kebohongan dari manik mata Zayn. Sayangnya dia tak menemukannya dan justru yang ia lihat adalah ketulusan pria itu. Tatapan Zayn saat melihat dirinya masih sama, penuh cinta membuat Tasya terhanyut dan tak bisa menolak.


"Tolong untuk kali ini jangan lagi kau hancurkan kepercayaanku!" ucap Tasya pada akhirnya.


Zayn tersenyum bahagia ia mencium tangan Tasya dan memeluk wanitanya dengan erat seolah ia takut jika Tasya kembali meninggalkannya. "Terima kasih, Sayang. Aku mencintaimu dan takkan pernah lelah mencintaimu." Ucap Zayn dan melabuhkan kecupannya sekali lagi pada kening Tasya.


"Aku tahu!" Sahut Tasya ketus namun tak membuat Zayn tersinggung, pria itu justru terkekeh karena merasa ekspresi Tasya sangat lucu.


Tanpa mereka sadari, sejak tadi interaksi keduanya di lihat oleh Rizky dan Angel dari balik pintu. Ternyata Rizky tak serta merta mempercayai Zayn, dan kini ia bisa bernafas lega karena sepertinya semuanya sudah membaik.