I Love You, My Secretary

I Love You, My Secretary
Bab 92



Di sebuah gedung tepatnya di rooftop seorang pria tengah berpose di depan kamera bersama seorang wanita cantik. Dia adalah Rizla, ia tengah melakukan sesi foto shoot untuk produk yang akan perusahannya luncurkan. Harusnya itu adalah pekerjaan adiknya, hanya saja sang adik yang menekuni dunia Entertainment melarikan diri karena perdebatan dengannya kala itu.


Karena Reyvan sang aktris sekaligus adik dari Rizla pergi begitu saja, Manager Jery harus bekerja keras untuk mengatur ulang semua jadwal sang bintang. Tak hanya itu Rizla pun harus mengganti sejumlah uang pada beberapa produser sebagai bentuk penalti yang adiknya lakukan.


Hampir satu tahun sang bintang menghilang dari dunia hiburan, hilang tanpa jejak. Orang-orang yang di utus Rizla bahkan sulit untuk menemukan keberadaan Reyvan.


"Minum dulu, tuan." Ujar seorang wanita pada Rizla. Wanita yang tak lain adalah partner modelnya menyodorkan segelas minuman orange juice kepadanya. Rizla memandangi wanita yang sudah berganti busana karena sesi foto shoot baru saja usai itu sesaat. Kemudian kembali fokus pada notebook nya tanpa mengambil minuman tersebut.


Seperti itulah sosok Rizla, ia tak akan mudah terbuka pada orang lain. Pribadinya yang tertutup membuat Rizla sulit sekali di dekati. Meski hanya sekedar menyahut sapaan ia jarang sekali melakukannya.


Wanita itu tersenyum canggung saat niat baiknya di abaikan begitu saja oleh atasannya. Ia pun pergi begitu saja dari sana. Bertepatan dengan itu ponsel Rizla berdering dan tertera nama yang sedari tadi di tunggunya.


"Katakan!" Katanya ketika panggilan terhubung.


"...."


"Tunggu di sana!"


Bip.


Panggilan terputus dan Rizla berjalan tergesa-gesa menuju lift untuk turun menuju ruangannya dimana orang yang baru saja menelfonnya menagatakan bahwa dirinya ada di ruangan Rizla saat ini.


Ya, orang itu adalah Manager Jery, ia lah yang menemani sekaligus mengatur segala keperluan Reyvan sejak Reyvan terjun ke dunia Entertain. Pria yang mempunyai postur tubuh yang tinggi, berkulit putih, dan mempunyai mata sipit. Manager Jery selalu membelah tengah rambut klimisnya agar senantiasa terlihat keren.


Hari ini Manager Jery ingin memberikan laporan terkait keberadaan Reyvan. Seperti janjinya, memang tak memerlukan waktu yang lama untuk bisa menemukan keberadaan sang artis.


"Jadi apa yang kamu temukan?" Tanya Rizla tak sabar, bahkan ia belum mendudukan dirinya tapi sudah menodong Manager Jery tentang keberaan adiknya.


"Silahkan duduk dulu, tuan." Ujar Manager Jery seolah itu adalah ruangannya. Tentu saja ia langsung mendapatkan tatapan maut dari Rizla. Bisa-bisanya dia di buat penasaran terlebih Manager adiknya ini sama sekali tak terlihat takut dengannya.


Tentu saja, karena Manager Jery adalah sahabat Rizla sejak mereka SD. Jadi, keduanya memang tak lagi sungkan. Hanya karena mereka sedang berada di kantor jadi akan bersikap formal.


Brak..


Manager Jery memberikan sebuah map berwarna biru tepat setelah Rizla duduk. "Itu adalah hasil pencarian saya, tuan." Katanya menjelaskan maksud dari dokumen itu.


Rizla membuka dokumen tersebut dan membacanya dengan sangat teliti. Tak ingin ada satu informasi pun yang terlewat. "Jadi selama ini dia ada di sekeliling kita?" Tanyanya setelah selesai membaca dokumen itu.


"Betul, tuan. Kenapa kita sampai tak mengenali Reyvan? Itu karena dia mengganti gaya penamapilannya dan juga mengganti nama panggilannya. Dia bekerja di Herold Grup dan tinggal di apartemen xxxx. Kemarin dia menarik uangnya untuk melunasi tagihan rumah sakit atas nama almarhumah Ibu Dewi. Dan sampai hari ini masih berada di kampung Xx." Jelas Manager Jery secara singkat karena kalau di jelaskan lebih panjang lagi akan samapai satu bab belum selesai.


Rizla mengangguk dan memperhatikan sebuah foto terbaru dari adiknya. "Jadi karena ini kita sampai tak mengenalinya? Dia menyembunyikan mata birunya ternyata." Gumam Rizla.


"Segera seret dia kemabali, Jer. Anak itu harus di beri pelajaran!" Geram Rizla dan segera di angguki oleh Maneger Jery dan ia pun pamit untuk melakukan apa yang di minta oleh Rizla.


"Astaga! Kenapa kamu pakai kacamata, dek? Dan lagi rambutmu licin sekali. Kenapa bajumu, kamu masukkan?" Gumam Rizla seorang diri ia terkekeh geli melihat penyamaran Reyvan.


"Aku sangat merindukanmu.. Nakula. Itu nama panggilanmu yang baru kan?"


Matahari kini sudah kembali ke peraduannya. Langit pun sudah terlihat gelap tanpa sinar bulan dan juga bintang yang menghiasi langit malam ini. Seorang laki-laki yang tampak begitu gagah tengah duduk di ruangan private room sebuah restoran.


Ruangan itu telah di sulapnya sedemikian rupa, banyak sekali jenis bunga yang tersusun rapih di sana. Kelopak mawar tampak berserakan di lantai dan sebuah lilin pun tak lupa menyala membuat suasana kian romantis. Di meja bunga mawar dan beberapa bunga berwarna kuning dan putih tampak cantik di sana. Agar tidak monoton hanya berwarna merah Rizky sengaja menambahkan bunga berwarna lain agar lebih indah.


Malam ini Rizky ingin mengungkapkan perasanya pada wanita pujaannya, siapa lagi jika bukan Angel. Sosok Dokter Obgyn yang berhasil meluluhkan hatinya. Berawal dari sekedar iseng mengklaim nya sebagai pacar, nyatanya kini Rizky ingin benar-benar menjadikan Angel kekasihnya.


"Kenapa nih jantung makin ngak bisa di kontrol?" Ucapnya. Rizky kini benar-benar merasa begitu gugup. Bahkan ia mengeluarkan keringat dingin dam tanganya pun terasa dingin tapi badannya terasa memanas. Sensasi yang bisa membuat tubuh Rizky menggigil.


"Haduh.. Gue gugup banget. Nanti kalau sampe dia nolak gue gimana ya?"


"Kenapa nih badan rasanya ngga karu-karuan? Gue kaya mau demam gini. Dulu waktu jadi asisten dokter pas oprasi untuk pertama kalinya, gue rasa ngga segugup ini." Keluh Rizky lagi.


Ini adalah pengalaman pertama Rizky merasakan indahnya rasa cinta dan berniat mengungkapkannya. Tanpa ada siapa pun yang mengajarinya atau tanpa berguru pada siapapun. Ia hanya mengikuti apa yang di lakukan Zayn untuk Tasya saat di pinggir danau waktu itu. Saat itu ia lah yang membantu Zayn menyusun bunga sedemikian rupa di sana. Jadi ia pun melakukan hal yang sama malam ini.


Beberapa saat kemudian pintu pun terbuka dan nampaklah wanita yang sedari tadi Rizky tunggu. Angel datang dengan menggunakan dres selutut berwarna hitam dengan tambahan tiara kecil melingkar di pinggang rampingnya. Rambutnya yang kecoklatan di tata dengan gaya Twisted Hingga ia terlihat begitu anggun. Wajahnya yang memang sudah ayu, Angel beri riasan tipis. Semakin sempurnalah sosok Angel dimata Rizky hingga pria itu di buat tak berkedip oleh sosok wanita di depannya itu.


Rizky berdiri dari duduknya bermaksud untuk menjemput sang pujaan hati. Tapi baru saja Angel duduk dan menatap kagum ruangan bernuansa romantis karya Rizky sendiri. Karena ingin menjadi berkesan Rizky mempersiapkan semuanya sendiri tapi hal tak terduga pun terjadi.


Hacciiimmm..


Haciiiimmm..


Haciiimmmm...


Angel bersin terus menerus membuat Rizky panik. Suasana romantis yang ingin di bangunnya harus berantakan kala Angel mengatakan...


"Gue alergi serbuk sari.. Haciiimmm."


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


...----------------...


🤣 makannya jangan sok tahu, Ky!