I Love You, My Secretary

I Love You, My Secretary
Bab 52



"Jangan ikuti aku!!"


"Aku ngga mau liat kamu!!"


"Aku benci sama kamu!!" Teriak Tasya sambil berjalan di sepanjang trotoar jalan. Ia sungguh kesal dengan sikap Zayn yang benar-benar di luar nalar. Ada ya, laki-laki yang melamar kekasihnya tapi ngga modal. Tempat sudah di sediakan oleh pihak kantor lengkap dengan music, suasana mendukung, view luar biasa indah, bahkan cincin pun tidak modal. Benar-benar luar biasa.


Tasya merasa harga dirinya seperti di permainkan. Sebenarnya Tasya tidak benar-benar marah, ia hanya kecewa dan gemas dengan tingkah kekasihnya itu. Bahkan ia tak sadar sedari tadi Tasya berteriak sendiri.


"Aku bilang jangan ikuti aku!!!" Sentaknya lagi, namun kali ini ia berhenti berjalan saat merasa ada yang tidak beres.


"Kok, ngga ada suara apa-apa ya?" Gumam nya dan kemudian membalikkan badannya. Seketika wajahnya di tekuk bak baju kusut karena seminggu tidak di setrika.


"Kok ngga ngejar sih? Nyebelin banget sumpah! Jadi cowok ngga peka banget! Aku kan maunya di kejar terus di bujuk, kok malah diem aja! Arghhhhh Atta aku benci kamu!!!" Teriaknya sekencang yang dia bisa. Tasya pun tak peduli ada di mana dirinya sekarang berada. Yang jelas ia hanya butuh pelampiasan. Untungnya jalanan di sini sepi jadi ia bisa dengan bebas berteriak tanpa takut akan menganggu kenyamanan orang lain.


"Oh pengennya di kejar!" Sebuah suara dari balik punggung nya membuat Tasya terperanjat kaget. Ia reflek memutar badannya, dan pandangan pertama yang di lihat Tasya membuat gadis itu terkejut dan reflek tangannya melayang ke depan begitu saja.


"Arghhh"


Buagghhhh


Gubrak


Zayn terduduk di jalanan karena tinjuan maut dari Tasya tepat mengenai wajahnya. Karena Zayn pun tidak siap dan tidak menduga akan mendapatkan serangan mendadak dari Tasya membuatnya oleng dan berakhir terduduk di jalanan. Apalagi ia tercengang mendapatkan serangan yang begitu keras dari Tasya. Gadisnya rupanya memiliki kekuatan yang lumayan besar. Pantas ia tidak mudah di tindas.


Sedangkan Tasya, jangan tanya ekspresi nya saat ini. Ia sendiri di buat terkejut dengan aksi nya barusan. Ia menatap bingung tangannya sendiri kemudian mengalihkan pandangannya pada laki-laki di depannya, ia lakukan hal itu secara berulang seolah tidak menyangka jika ia bisa membuat seorang laki-laki tumbang hanaya karena satu pukulan. Dengan tatapan polosnya Tasya menundukkan sedikit tubuhnya mengamati setiap inci laki-laki di depannya.


"Akhh... Kenapa kamu pukul aku sih, yank!" Seru Zayn geram. Untung saja yang memukulnya itu adalah kekasihnya, jika saja itu adalah orang lain dan pastinya laki-laki sudah Zayn ajak berkelahi. Padahal ia sendiri pun tidak terlalu pandai berkelahi, waktu kemarin saja ia bisa K.O hanya dengan beberapa pukulan tanpa bisa melawan. Berhubung yang memukulnya adalah pujaan hatinya ia hanya bisa meringis menahan sakit sambil beranjak bangun dengan perlahan.


"Loh, Atta.. kamu beneran Atta? Aku pikir tadi hantu!" Ketus Tasya yang merasa lega karena yang ada di depannya itu adalah manusia bukannya jelmaan makhluk halus yang menyerupai pacarnya.


"Ya ampun, sayang! Aku yang gantengnya paripurna kaya gini masa kamu samain kaya hantu sih??" Protes Zayn.


"Lagian kamu ngapain ada di belakang aku, mana mukanya deket banget lagi, aku kan kaget!" Ujar Tasya masih saja ketus padahal Zayn sudah membuat muka semenyedihkan mungkin supaya mendapatkan simpati dari Tasya, tapi sepertinya gadis itu cuek saja.


"Aduh... Sayangku. Kaget juga ngga usah pake mukul kan bisa. Aku kan jadi sakit"


"Itu sih salah kamu sendiri, dan aku malah puas bisa membuat cap bogeman tangan aku di pipi kamu. Kalau bisa sih aku pengen bikin hidung kamu patah!" Ujar Tasya sambil menunjukkkan kepalan tangan nya di hadapan Zayn. Seketika itu juga tenggorakan laki-laki itu terasa tercekat. Marahnya Tasya rupanya mengerikan.


"Ehehe! Aduh sayangku, cintaku... ampun!! aku kan cuma bercanda tadi. Jangan di ambil hati ya. Biar aku aja yang ambil hati kamu" Ujar Zayn sambil menurunkan kepalan tangan Tasya dari depan hidungnya dan tersenyum manis layaknya gula.


Tasya membuang mukanya ke samping, menyembunyikan senyuman di wajahnya. Bisa besar kepala nanti Zayn kalau tahu Tasya tersipu hanya karena panggilan seperti itu.


"Ck! Terus ngapain kamu di sini? Kan aku udah bilang jangan ikuti aku!" Kembali Tasya ke mode kesalnya. Zayn menggaruk pelipis nya bingung. Bukannya baru tadi Tasya minta di kejar ko sekarang marah-marah? Ia pusing sendiri menghadapi kekasihnya.


"Yank, kan tadi kamu yang mau aku kejar. Ya udah ayo kita pulang, ini udah hampir malem loh"


"Ya udah, kamu aja yang pulang duluan! Aku ngga mau pulang bereng kamu!" Ujar Tasya ketus, ia memalingkan wajahnya sambil melipat tangannya di depan dada. Di dalam hatinya Tasya berharap Zayn akan membujuknya dan mengeluarkan rayuan mautnya hingga membuat dirinya tersipu. Dari buku yang sering di baca Tasya akhir pekan kan seperti itu, ia ingin mempraktekan nya.


"Oh ya udah, kalo gitu aku pulang dulu ya! udah ngantuk soalnya" Ujar Zayn dan mulai melangkah pergi meninggalkan Tasya yang menganga di tempatnya. Jika saja rahangnya tak bertulang sudah bisa di pastikan jika gigi-gigi nya akan rontok berjatuhan. Reaksi Zayn sungguh tak terduga. Benar-benar laki-laki yang tidak peka.


"Hati-hati ini udah malam, biasanya di sini rawan penampakan" Tambahnya dan kembali melanjutkan langkahnya sambil menahan tawa melihat wajah Tasya yang berubah menjadi pucat.


Tasya memang paling takut dengan sesuatu yang berbau horor. Mendengar hal itu, Tasya dengan cepat menengok kan kepalanya ke kanan, kiri, depan, belakang, atas bahkan bawah. Jangan sampai apa yang di ucapkan Zayn itu benar.


"Ah, Akan ku balas kau, Atta!" geramnya.


"Loh.. Katanya tadi mau pulang sendiri?" Tanya Zayn sok polos saat Tasya menyusulnya dan malah berjalan di depan nya.


"Jangan berisik!!" Ketus Tasya tanpa membalikkan badannya. Zayn terkikik melihat wajah kesal Tasya ia berjalan lebih cepat untuk menyamai langkahnya dengan Tasya.


Grep..


"Jangan jauh-jauh.. Nanti kamu di culik hantu laki-laki, Hantu di sini suka sama wanita cantik kayak kamu!" Ujarnya sambil merangkul pundak Tasya. Tasya yang tadinya hendak melepaskan rangkulan tangan Zayn pun seketika terdiam dengan tubuh yang kaku karena takut dengan ucapan Zayn.


"Malam ini kau beruntung, Ta!" Gumanya dalam hati. Sedangkan Zayn jangan di tanya bagaimana ekspresi wajah nya yang merasa puas bisa mengerjai kekasihnya.


Entah kenapa ide jahil itu tiba-tiba muncul begitu saja. Padahal ia tadinya pun berniat untuk membujuk kekasih nya itu dengan cara yang manis. Tapi, ternyata tanpa bersusah-susah merangkai kata yang indah Tasya sudah mau jalan berdua lagi dengannya. Bukankah ini yang di namakan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui? Selain bisa kembali membawa Tasya ke mobilnya, ia juga bisa merangkul bahu gadis itu. Masalah maaf mah urusan belakangan, yang penting Tasya bisa sampai di rumah dengan selamat.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


......................


😒 sak ae lu Bambang...


🤣 ngga usah sirik Cha.. Sono ajak laki lu jalan! jangan ngamar Bae..


😒 Gile lu ndro.. Tengah malem gini jalan-jalan.. Embahmu!! Tapi di temenin kopi boleh kali ya, buat temen gadang ini...


Jangan lupa kasih dukungan karya Ranucha ini ya Readers tercintah ❤️❤️ Biar Nucha semangat up nya... Kalo banyak kan dengan senang hati nanti aku juga kasih up banyak-banyak...


Happy reading all ❤️❤️