I Love You, My Secretary

I Love You, My Secretary
Bab 70



Matahari perlahan mulai kembali ke peraduannya, semburat warna jingga menghiasi langit sore ini. Seorang laki-laki tengah mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia terlihat gelisah karena sang kekasih tiba-tiba tak bisa di hubungi. Sejak tadi siang, Zayn mencoba menghubungi Tasya tapi gadis itu entah kenapa tak menjawab pesan atau mengangkat penggilan nya.


Zayn merasa uring-uringan, karena ia hari ini tak melihat wajah sang kekasih. Hal itu membuat Zayn tak bisa tenang. Untuk membuat perasaannya kembali tenang, Zayn memutuskan untuk menemui Tasya di kosan gadis itu.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di sebuah mobil mewah, Abi tengah mematutkan wajahnya. Bertemu dengan Tasya membuatnya selalu pusing. Ada saja kelakuan wanita itu yang membuat Abi kesal. Seperti saat ini contohnya, baru saja bertemu tapi sudah bisa membuat Abi cemberut seperti itu.


Rico tersenyum di balik kemudi melihat wajah bosnya yang di tekuk itu.


"Tuan, mau menemui Tasya lagi? Biar saya antar ke tempat tinggalnya." Ujar Rico sambil menahan senyumannya. Sedangkan Abi mendecakkan lidahnya mendengar usulan tersebut.


Kalau bukan karena ponselnya yang tertukar dengan gadis itu, Abi mana mau menemui Tasya apalagi sampai harus ke tempat gadis itu. Sayangnya, hari ini Abi sepertinya tak beruntung karena baik ponsel yang di pegangnya atau ponsel miliknya yang saat ini berada di tangan Tasya tengah mati, mungkin karena benturan keras tadi atau memang karena dua ponsel itu kehabisan dayanya. Entahlah yang jelas hp nya saat ini tak bisa di andalkan.


"Gadis itu benar-benar ceroboh. Apa dia sengaja memberiku ponselnya? Lalu meminta ku untuk kembali bertemu dengannya?" Gerutu Abi.


Jika saja tak ada hal yang harus Abi kerjakan dari ponselnya, tentu ia tak akan sekesal sekarang tapi karena ia harus menghubungi beberapa rekan kerjanya, jadi saat ini mau tak mau ia harus bertemu kembali dengan Tasya.


"Apa kamu tahu di mana gadis aneh itu tinggal?" Tanya Abi setengah tak ikhlas.


"Ya saya tahu, tuan"


"Baiklah antar aku ke sana sekarang juga!" Perintah Abi pasrah. Sesuai perintah dari atasannya, Rico melajukan mobil mewah tersebut menuju sebuah gedung dimana Tasya tinggal.


Beberapa menit kemudian, mobil yang di tumpangi oleh Abi sudah berhenti di depan sebuah bangunan dengan pagar yang di tutup oleh sebuah triplek atau apa lah itu namanya, yang jelas ia berwarna dan terbuat dari plastik. Hingga menghalangi pengelihatannya untuk melihat ada atau tidak adanya kegiatan di sana.


"Kamu yakin ini tempatnya?" Tanya Abi ragu sambil memperhatikan sebuah bangunan yang di kelilingi oleh pagar yang rapat dari dalam mobilnya.


Rico mengangguk untuk meyakinkan atasannya bahwa ia tak akan salah. Karena Rico sendiri pun mendapat kan informasi itu saat Tasya masih bekerja di apartemen atasannya waktu itu. Dan seharusnya ia tak salah.


"Kalau begitu kamu yang turun sendirian, kasih tau gadis itu aku menunggunya di sini" ujar Abi menyandarkan punggung pada sandaran kursi mobilnya.


"Baiklah, saya turun dulu tuan. Semoga dia sudah sampai lebih dulu." Ujar Rico lagi.


Karena Rico adalah orang asing di sana, jadi ia tak memiliki akses untuk bisa masuk ke dalam bangunan kos tersebut. Rico harus bertanya pada beberapa orang yang tinggal tak jauh dari bangunan tersebut.


Dan akhirnya ia mendapatkan alamat rumah dari si pemilik kos-kosan tersebut. Tak susah untuk menemukan rumah ibu kos karena selain rumahnya yang ternyata berada di samping bangunan tersebut, di depan rumahnya juga tertulis plang "Ibu kos" dengan sangat besar dan jelas. Jadi, Rico tak perlu susah-susah untuk meminta izin pada si pemilik bangunan.


Setelah meminta izin, keduanya di izinkan oleh pemilik kosan untuk bisa masuk ke dalam dan ia juga memberi tahu dimana letak kamar Tasya. Rico berjalan dengan mantap menaiki satu demi satu anak tangga, hingga saat ini ia telah berada di depan pintu kamar yang di maksud oleh ibu kos.


Namun, sudah berkali-kali Rico mengetuk pintu kamar itu sama sekali tak ada jawaban dari dalam sana.


"Seperti nya dia belum pulang" Gumam Rico pelan setelah di rasa cukup lama ia berdiri di sana.


"Tapi, ini sudah lewat dua jam saat pertemuan terakhir tadi di kantor. Harusnya dia yang menggunakan sepeda motor sudah tiba di sini sejak tiga puluh menit yang lalu." Gumamnya lagi.


"Cari siapa, tuan?" Tanya sebuah suara dari balik punggung Rico membuat laki-laki itu tersentak kaget. Ia yang masih berdiri di depan pintu kamar Tasya dan sibuk menerka-nerka kemungkinan yang di alami Tasya tak menyadari kehadiran seseorang di belakang nya.


Seorang wanita yang masih mengenakan pakaian kerjanya itu merasa asing dengan wajah laki-laki yang berdiri mematung di pintu kamar Tasya. Selama ini hanya ada dua laki-laki yang rutin mengunjungi tetangganya. Jadi ia penasaran dengan laki-laki di depannya ini.


"Oh.. perkenalkan, saya Rico saya Asisten atasannya Tasya di kantor. Benar ini kamarnya kan?" Ujar Rico sopan dan di balas anggukan kepala oleh wanita itu yang tak lain adalah kak Sarah. Kebetulan kak Sarah baru saja pulang dari tempat kerjanya.


"Atasan? Bukanya atasannya Tasya itu bernama Zayn kan?" Tanya kak Sarah penuh selidik. Ia tak akan sembarangan memberikan informasi pada orang asing. Kalau laki-laki itu berniat jahat bagaimana?


"Iya itu benar.. Saya asisten dari pemilik perusahaan tempat Tasya dan Zayn bekerja." Ujarnya lagi menjelaskan dan hal itu membuat Sarah terkejut karena secara tak langsung berarti Rico itu adalah asisten dari majikan budhenya. Dulu saat menggantikan budhenya, Tasya sempat bercerita siapa itu tuan Abi.


"Oh baiklah. Tapi, seperti nya dia tak ada di dalam" ujarnya setelah melirik sedikit ke arah jendela kamar tersebut yang masih gelap.


"Iya seperti nya begitu. Apa anda tahu kemana biasanya Tasya itu pergi. Karena seharusnya ia sudah berada di sini satu jam yang lalu, kan?" Tanya Rico lagi. Sarah terdiam sesaat untuk mengingat kebiasaan gadis itu.


"Biasanya saat dia pulang terlambat, kalau dia tak mampir ke indoapril palingan dia mampir ke kosan sepupunya." Jelas Sarah. Rico kemudian pamit tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada Sarah.


Rico kemudian melaporkan hal tersebut pada Abi, dan mereka sepakat untuk menunggu gadis itu satu jam lagi. Siapa tahu dia sedang ada kendala di jalan.


***


Di tempat lain, Rizky tengah mengobati luka di kedua lutut Angel. Hubungan keduanya beberapa hari ini memang sedikit membaik, tak seperti saat pertama mereka bertemu. Mungkin karena intensitas pertemuan mereka yang bisa di bilang cukup sering hingga membuat keduanya terlihat semakin akrab.


"Auh.. bisa pelan-pelan dikit ngga sih" keluh Angel saat merasakan perih di lututnya. Rizky mendongakkan kepalanya membalas tatapan Angel.


"Berhenti panggil gue sayang!! Gue bukan pacar Lo!!" Sentak Angel tak terima. Namun, agaknya Rizky tak peduli. Ia justru kembali fokus pada luka Angel.


Tadi saat Rizky sedang mencari makan untuk makan malamnya, tanpa sengaja ia melihat Angel sedang tarik menarik tas dengan seorang pria di depan ATM. Angel yang mempunyai badan mungil pun kalah tenaga dengan si penjambret yang mempunyai badan kekar. Akhirnya, Angel tersungkur di jalanan dan tasnya pun raib di bawa lari oleh orang tersebut. Beruntungnya, ada beberapa warga yang melintas dan dengan sigap mengejar si pelaku yang belum terlalu jauh.


Rizky yang saat itu ada di tempat kejadian pun menawarkan diri untuk mengobati luka Angel di kosannya. Awalnya ajakannya itu di tolak oleh Angel, tapi beberapa orang mendukung usulan Rizky melihat luka yang di alami Angel cukup parah.


Akhirnya di sinilah kini mereka berada. Di kosan Rizky yang selalu terlihat rapih dan bersih.


"Fuuuhhh.. ini masih sakit nggak?" Tanya Rizky setelah selesai memberikan obat merah pada luka tersebut.


"Sedikit perih tapi.. oke lah" ujar Angel. Gadis itu masih memperhatikan tangan Rizky yang dengan cekatannya menutup lukanya dengan kain kasa.


Sesaat kemudian pandangan beralih pada wajah tampan Rizky yang Dimata Angel terlihat semakin tampan saat sedang serius seperti sekarang.


Tanpa sadar Angel terus menahan pandangnya pada wajah Rizky. Sedangkan Rizky yang sadar jika sedari tadi Angel memperhatikan nya pun mendongak kan wajahnya.


Dan untuk sesaat pandangan keduanya pun terkunci. Seperti tersihir, keduanya sama-sama tak ingin mengalihkan pandangannya.


Tapi, Rizky kemudian tersadar dan ia berdehem untuk menetralkan debaran jantung nya yang entah sejak kapan berdebar sebegitu hebatnya.


"Ehem.. gue.. gue mau nyimpen ini dulu." Ujar Rizky gugup sambil menunjuk kotak P3K nya. Sedangkan Angel pun tak kalah gugup nya dari Rizky. Ia merutuki kebod*hannya karena terpesona oleh sosok laki-laki di depannya itu. Buru-buru Angel memalingkan wajahnya yang terasa memanas sebelum Rizky melihatnya.


Rizky berdiri dengan wajah yang canggung. Tiba-tiba ia merasa gugup bahkan saking gugupnya, saat ia ingin memutar badannya, kakinya justru tak bisa menopang berat tubuh nya hingga ia kehilangan keseimbangan dan..


Brukkkk...


Entah kebetulan atau kesenjangan, yang jelas Rizky terjatuh tepat ke depan ke arah Angel. Rizky yang terkejut pun reflek menahan tubuhnya dengan tangannya memegang sandaran Sofa tepat di samping kepala Angel. Hingga kini keduanya nyaris berada tanpa jarak. Kotak P3K yang sebelumnya Rizky pegang pun jatuh dan membuat isinya berserakan di lantai dan sofa.


Deg ..


Deg..


Deg..


Lagi-lagi jantung keduanya berdebar tak karuan. Apalagi dengan jarak yang sedekat itu. Dimana kini terlihat posisi Angel tepat berada di bawah Kungkungan Rizky.


Pandangan kedua nya lagi-lagi terkunci, mereka terdiam sesaat dengan wajah yang sama-sama terkejut. Bahkan Angel pun sampai menahan nafas karena jarak mereka memang terlalu dekat.


"RIZKY!!!!"


Saat keduanya sedang menikmati irama detak jantung masing-masing, tiba-tiba sebuah suara menggelar terdengar mengejutkan keduanya.


Rizky yang terkejut pun tersentak dan hal itu membuat keseimbangan nya kembali oleng dan..


Cup


.


.


.


Bersambung...


...****************...


😱 Astaga... astaga.. astaga.. kenapa kalian semua pada mojok sih.. lah Nucha sama siapa dong ini..


😝 Nucha cukup jadi obat nyamuk aja ya.. nanti kita-kita kasih kopi biar ngga ngantuk..


Holla hello Readers tercintah ❤️❤️❤️ jangan lupa lemparin Nucha jempol bunga sama kopinya ya..


Terimakasih yang udah mampir 🤗🤗 Lophe you phlen ❤️❤️❤️


Happy reading all ❤️❤️❤️