I Love You, My Secretary

I Love You, My Secretary
Bab 64



Seperti yang sudah di katakan dokter, sore ini Zayn sudah bisa kembali ke rumah. Tak perlu menginap di ruangan serba putih itu, karena Zayn hanya perlu sedikit cairan untuk mengembalikan energi nya. Ia tak sakit parah hingga harus di rawat.


Kepulangan Zayn tentu saja di sambut gembira oleh paman dan bibinya. Tak ketinggalan juga kekasih tercinta Zayn yang sudah ada di sana sejak siang tadi.


Paman Zayn sudah berkenalan dengan Tasya dan menyambut dirinya dengan tangan terbuka. Beruntung nya, keluarga Zayn tak ada yang menatapnya dengan sinis seperti keluarganya yang tak menyukai Zayn. Mengingat hal itu membuat Tasya merasa tak enak hati.


Tak ada yang perlu di bereskan, karena memang bibi Lisa tak mempersiapkan perlengkapan untuk menginap di rumah sakit


Jadi, setelah Zayn berganti pakaian kini rombongan itu sudah dalam perjalanan pulang.


Tasya dan Zayn duduk di bangku belakang sedangkan paman yang mengendarai mobil dan bibi berada di samping paman.


Butuh waktu sekitar empat puluh lima menit akhirnya mobil yang di kendarai paman Zayn sampai di pelataran rumah yang sudah mereka tinggali berpuluh-puluh tahun itu.


"Ayo, biar aku bantu Ta" ujar Tasya saat melihat Zayn turun sendiri dari mobil. Paman dan bibi masuk lebih dulu untuk memberikan pasangan yang belum lama resmi jadian itu lebih banyak waktu.


"Ngga usah yank, aku bisa kok. Lagian kakiku ngga patah aku bisa jalan sendiri. Tapi kalau kamu mau jalan bersamaku ke pelaminan ya aku sih... iyes!!" Gurau Zayn membuat Tasya mendengus kesal.


"Mau kondangan kamu, jalan bareng ke pelaminan" Ketus Tasya yang tak peduli pada penolakan Zayn. Tasya meraih tangan pemuda itu dan memapahnya untuk membawa Zayn istirahat di kamarnya sesuai saran dari bibi.


"Bukan kondangan dong. Kita yang duduk di sana. kamu gimana sih!!" Gerutu Zayn karena Tasya tak mengerti kode yang ia berikan. Tasya terkekeh melihat wajah cemberut kekasihnya dan mencubit pelan pipi Zayn, gemas dengan tingkah kekasihnya itu.


"Uhhh gemesnya... Saat itu tiba aku akan menjadi wanita yang paling bahagia" Ucap Tasya serius tak lupa ia memberikan senyuman manisnya hingga membuat Zayn salah tingkah. Lucu, harusnya yang salah tingkah kan Tasya kenapa ini terbalik?


"Lama-lama Deket kamu bikin aku sakit diabetes... Kamu manis banget, sayang.."


Mereka kini sudah sampai di depan kamar Zayn, Tasya membuka pintu yang tertutup namun tak di kunci itu perlahan.


"Ekhem.. Pacaran teros!!" Sebuah suara yang terasa familiar di telinga Zayn menyapa keduanya saat pintu itu sudah terbuka sepenuhnya.


Zayn tersentak namun sesaat kemudian ia mematutkan wajahnya. Harusnya kan orang itu baru kembali Minggu depan, lalu sekarang kenapa malah ada di kamarnya. Tapi mengingat kelakuannya Zayn tak lagi heran.


Memang dia itu seperti hantu kadang menghilang kadang nongol sesuka hati.


Tasya pun juga terkejut ia menatap Zayn dan laki-laki yang sedang duduk menyender di ranjang itu bergantian. Laki-laki yang tak lain adalah sepupu Zayn, yaitu Aldo tengah menanti kehadiran Zayn sejak tadi di dalam kamar.


"Apa kita salah masuk kamar, Ta?" Tanya Tasya bingung. Ia tak terlalu terkejut tentang siapa laki-laki yang masih menatap mereka dengan datar itu. Karena Tasya bisa menebak dia adalah anak dari paman dan bibi Zayn dari struktur wajah pemuda itu sangat mirip dengan paman Zayn, hanya saja ia terlihat lebih muda.


"Tidak!! Dia yang seperti nya salah masuk kamar!" Ucap Zayn tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok Aldo yang masih saja menatap sinis keduanya.


Tasya yang mendapatkan tatapan seperti itu seketika mematung di tempat. Ia takut jika akan mendapatkan penolakan dari sepupu Zayn.


Zayn kemudian berjalan mendekati ranjangnya tak lupa ia juga menggenggam tangan Tasya, agar wanitanya tak merasa canggung.


"Mau ngapain Lo di sini?" Ketus Zayn. Yang di tanya langsung mencebikan bibirnya kesal. Ia sangat khawatir saat mendapatkan kabar saat adik sepupunya ini berada di rumah sakit.


Karena sejak dulu belum pernah ada sejarahnya Zayn saat sakit sampai di larikan ke rumah sakit. Paling mentok cukup di kompres atau istirahat seharian. Maka dari itu, Aldo bahkan sampai meninggal kan pekerjaan nya demi melihat keadaan sang sepupu. Namun, sambutan yang ia dapatkan ternyata di luar ekspektasi. Zayn bukannya terharu malah menatapnya dengan dingin seperti itu.


"Ck! gue kan pengen liat keadaan elo lah.. Ko kesannya Lo kayak ngga seneng gitu sih gue pulang" Ujarnya mengeluh, seketika tatapan dinginnya menghilang kala bicara dengan Zayn. Aldo memang selalu terlihat manja jika sudah berada di dekat Zayn. Bahkan Zayn sendiri kadang merasa risih.


"Kejam banget sih.. mentang-mentang sekarang udah punya pacar" Lanjutnya dan menatap Tasya sekilas kemudian kembali menatap Zayn. "gue di lupain" rengeknya, membuat Zayn menatap jengah sepupunya itu, sedangkan Tasya hanya bisa meringis geli melihat raut wajah cemberut Aldo.


"Geser lah sana.. Gue mau istirahat. Lo ganggu tau ngga" ketusnya mendorong bahu Aldo karena pemuda itu masih asik duduk di pinggir ranjang hingga Zayn kesulitan untuk bisa duduk.


"Ck!! ngga usah pegang-pegang!!" Kesal Aldo sembari mengusap-usap bahu yang baru saja di sentuh oleh Zayn seolah ada debu yang menempel di sana. Ia kemudian menyodorkan tangannya ke hadapan Tasya.


"Jangan sentuh calon istri gue!!" Ketusnya membuat Aldo menatap Zayn dengan sebal.


"Baru calon istri.. Lagaknya udah kaya istri beneran." Cibirnya


"Gue Tasya" Ujar Tasya dengan senyum canggung karena sedari tadi ia merasa terabaikan berada di antara dua saudara ini.


"Nah kan!! dia aja ngga ngakuin lo sebagai calon suaminya.. ngaku-ngaku Lo!!" Ledek Aldo yang mendapat kan celah untuk membuat Zayn kesal. Benar saja Zayn langsung memasang wajah cemberut nya.


"Kok gitu aja sih, yank?"


"Terus harus gimana?" Tanya Tasya polos dan semakin membuat Zayn kesal. Ia membuang wajahnya ke sebelah kiri tapi malah penampakan wajah mengesalkan Aldo yang ia dapatkan seolah tengah meledek dirinya.


Zayn lupa saat ini Aldo masih duduk di sampingnya. Karena kesal Zayn menampar pelan wajah mengesalkan Aldo kemudian membuang mukanya ke sebelah kanan tak lupa ia juga melipat kedua tangannya di depan dada.


Tingkah Zayn yang seperti anak kecil tengah merajuk ini membuat Tasya dan Aldo terkekeh.


"Sya.. namamu Tasya tadi kan?" Tasya mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari Aldo.


"Kok Lo bisa sih suka sama cowok modelan gini? Kaku, aneh, cuek, dan ngga peka gini?" Tasya melirikkan bola matanya ke atas dan mengusap dagunya dengan jari telunjuk seolah tengah berfikir mendapatkan pertanyaan seperti itu. Zayn yang penasaran pun melirik sedikit ke arah Tasya dari ekor matanya.


"Hemm kayaknya gue lagi khilaf deh.. Ngga sadar gitu" Ujar Tasya menjahili Zayn hingga membuat Aldo terbahak, sedangkan Zayn sudah tak lagi bisa di jelaskan bagaimana kondisi mukanya saat ini.


"Sayang... Kok kamu gitu sih?" Keluhnya tampak frustasi karena menjadi bahan ledekan.


"Ya gimana ya? habisnya aku ngga tahu alasan aku suka sama kamu itu apa. Karena aku cuma tahu kalau aku... Cinta sama kamu" Tutur Tasya sembari menunjukkan finger heart dan mengedipkan sebelah matanya menggoda Zayn, hingga membuat Aldo yang tadi sempat terbahak tersedak ludah sendiri. Sedangkan Zayn terlihat bahagia walau Tasya hanya mengucapakan kalimat sederhana seperti itu.


"Sayang.. Nikah yuk"


.


.


.


.


.


Bersambung...


...----------------...


😝 Siapin maharnya dulu 3 hektar kebun toge, Zayn. jangan main nikah-nikah aja.. Sini sungkeman dulu sama Nucha..


😜 Emang lu siapa?? nyokap gue? nenek gue?


😡 Wah ngajak berantem lu, Zayn... Gue gantiin peran lu baru tahu..


😁 Ampun Cha.. gue bercanda.. Nucha mau kopi? mau bunga? Ayo Readers tercintah ❤️❤️❤️ jangan lupa kasih Nucha jempol sama gift nya ya...


Terimakasih yang sudah mampir..


Happy reading all ❤️❤️❤️