I Love You, My Secretary

I Love You, My Secretary
Bab 71



"RIZKY!!!!"


Tasya yang baru saja sampai di kosan Rizky, begitu terkejut melihat adegan di depannya. Lebih terkejut lagi saat sepupunya itu jatuh menimpa perempuan itu. Apalagi saat bi bir keduanya menempel.


Ya, karena terkejut Rizky yang memang tengah berada di atas Angel hilang keseimbangan dan berakhir terjatuh menimpa Angel dengan posisi yang sangat menguntungkan nya. Tentu saja hal itu mengejutkan Angel. Apalagi ci uman pertama nya harus terenggut dengan cara yang tak indah sama sekali, hingga membuatnya tanpa sengaja mendorong bahu Rizky dengan sekuat tenaga nya.


Bruuukkkk


Rizky yang tak siap pun jatuh terduduk di lantai akibat dorongan itu. Ingin marah tapi rupanya ia kalah cepat dengan gerakan Tasya.


"Auuhhhh Akkk... Ssshhh... Sya, lepasin. Bisa copot nanti kuping gue!" Teriak Rizky saat merasakan telinganya yang di tarik oleh Tasya hingga ia yang tadinya terduduk kini perlahan bangun dan berdiri karena tarikan tersebut sangat kuat.


Tasya mengerahkan seluruh tenaga nya untuk memberikan hukuman pada adiknya itu, karena sudah berbuat yang tidak-tidak di dalam ruangan. Hal itu membuat Tasya kesal. Walau tak bisa di pungkiri, sebenarnya ci uman di Zaman sekarang adalah hal yang wajar. Tapi, tetap saja kan sebagai seorang kakak ia ingin memberikan yang terbaik untuk adiknya.


"Lepas Lo bilang, hah?!! kelakuan Lo itu malu-malu in, Rizky!! Kalau tadi paman dan bibi yang memergoki kalian bisa di bawa ke KUA detik itu juga kalian?" Ucap Tasya penuh emosi. Da Danya bahkan terlihat naik turun. Sebenarnya Tasya tak benar-benar kesal dengan yang baru saja terjadi. Karena ia pun melihat itu adalah sebuah ketidak sengajaan. Hanya saja mood nya saat ini sedang tak baik-baik saja, karena masalah foto tadi siang. Walau coba di tepis tetap saja kepikiran dan akhirnya ia menemukan pelampiasan emosi nya. Tentu saja Tasya tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


"Aduh.. Mba.. itu.. Itu ngga seperti yang mba kira. Kami ngga ngapa-ngapain." Angel akhirnya angkat bicara setelah sebelumnya tadi sempat syok sesaat. Angel tampak tak tega melihat wajah memelas Rizky, ia pun meringis ngilu seolah dirinya pun merasakan sakitnya. Bahkan tanpa sadar tangannya mengusap-usap telinga kirinya. Tapi, rupanya penjelasan itu tak membuat Tasya luluh dengan mudah.


"Ayolah.. Sya. Lo apa-apaan sih?. Bukannya itu wajar? Gue juga ngga sampe lima detik nyicil nya. Lepas lah!" Keluh Rizky.


"Nyicil ya? Ini gue juga lagi nyicil!!" Tanpa aba-aba Tasya pun menginjak kaki Rizky hingga bertambah lah penderitaan dokter muda itu.


"Ah.. Tasya please lah maafin gue. Janji deh gue ngga akan ngulangin hal kaya gini lagi." Karena merasa usahanya untuk merayu sang kakak tak membuahkan hasil, jadi jalan satu-satunya adalah mengakui kesalahannya atau telinganya akan benar-benar lepas.


Tasya akhirnya melepas juga Capitan mautnya karena merasa kasian juga dengan adiknya itu. Dan hal itu membuat Rizky maupun Angel menghela nafasnya lega.


"Sekali lagi gue liat Lo kaya gitu... gue pastiin hukuman yang Lo dapat pun lebih dari sekedar jeweran!!" Ucap Tasya penuh dengan ancaman membuat Angel dan Rizky menekan salivanya dengan susah payah. Apalagi melihat tatapan tajam yang di layangkan oleh Tasya.


"Huh.. untung ngga copot. Ngga bisa banget liat adeknya seneng. Padahal dia juga pasti pernah kaya gituan sama Atta nya itu, cuma ngga mau ngaku" Gerutu Rizky pelan sambil mengusap-usap telinganya yang masih terasa panas, tapi rupanya walaupun Rizky menggerutu dengan pelan Tasya masih bisa mendengar nya.


"Apa? Barusan Lo bilang apa?" Ujar Tasya lagi sambil memukul-mukul kan tangan kanannya yang terkepal ke telapak tangan kirinya seolah tengah mengancam Rizky.


"Ehehehe.. Gue?" Tunjuk Rizky pada wajahnya sendiri sambil cengengesan. "Gue ngga ngomong apa-apa. Gue cuma nanya Lo ngapain ke sini, tumben banget.. Ini kan bukan tanggal gajian gue" Sambungnya mengelak menghindari amukan kakak nya itu.


Sedangkan Angel dari tadi hanya diam menyimak obrolan dari dua bersaudara itu. Ia seperti terlupakan saat ini. Tapi, ia juga merasa lucu melihat Rizky yang tak berkutik di hadapan perempuan yang saat ini sedang duduk di depannya.


"Gue mau numpang tidur di sini lah. Lagi males gue ketemu Atta" Ujar Tasya santai. Kemudian tatapan nya beralih pada gadis yang sedari tadi hanya diam. "Lo ngajak pacar Lo, ehem.. ehem di sini?" Tanya Tasya polos yang langsung mendapatkan toyoran di kepala nya dari Rizky sedangkan Angel yang paham maksud ucapan Tasya langsung menyilangkan kan kedua tangan nya di depan da da sembari menggeleng dengan cepat.


"Eh ngga.. Bukan gitu mba, kita ngga ngapa-ngapain kok. Beneran deh!" Ujar Angel panik hingga membuat Tasya terkekeh lucu.


"Iya, gue paham kok. Tenang aja gue cuma bercanda. Terus jangan panggil gue mba. Gue belum terlalu tua, malah tuaan dia dari pada gue." Jelas Tasya sambil menunjuk wajah Rizky tepat di depan hidung pemuda itu yang tentu saja langsung di tampik kasar oleh Rizky.


Plaaakkk


"Ngaku juga ternyata kalau udah tua" Ujar Tasya meledek adiknya itu yang di balas cebikkan bi bir oleh Rizky.


"Dari pada berisik Lo di sini, mending masak Sono buat makan malam kita. Gue belum sempat beli tadi." Ujar Rizky mengusir secara halus kakaknya itu, karena menganggu waktu nya berduaan dengan Angel.


Walau dengan perasaan dongkol Tasya pun beranjak melakukan apa yang adiknya inginkan. Ia cukup peka dengan kode yang di berikan Rizky jadi ia tak melayangkan protesnya. Sedangkan Angel sendiri sudah ingin beranjak untuk membantu Tasya di dapur. Sebagai tamu, ia pun sadar diri apalagi dirinya adalah perempuan. Tapi, Rizky menahan nya dengan alasan jika Angel tak bisa bergerak leluasa karena luka di kakinya. Akhirnya mereka berdua pun duduk di sofa ruang tamu menunggu hasil masakan Tasya.


Di dapur, Tasya tengah mematung di depan kulkas sedang berfikir menu apa yang akan ia olah untuk makan mereka bertiga.


"Gue rasa ini aja lah yang simpel" Gumamnya mengambil ikan kembung yang di freezer kemudian meletakkan nya di bawah kucuran air dari wastafel agar ikan yang mulai beku itu tak lagi menempel satu sama lain. Setelah itu, Tasya beralih pada sayur-sayuran yang akan menemani ikan gorengnya.


Empat puluh lima menit semua masakan Tasya sudah terhidang rapih di meja makan, ia kemudian beralih memanggil pasangan sejoli yang sedang diam-diam di sofa ruang tamu hanya suara dari televisi yang terdengar.


Setelah selesai Rizky mengantarkan Angel ke rumah gadis itu. Tinggallah Tasya dengan meja makan yang masih berantakan. Ia menarik nafasnya dalam sebelum akhirnya membereskan satu persatu piring kotor di sana.


"Ujung-ujungnya gue lagi yang kena!" keluhnya.


Setelah meja makan kembali bersih Tasya hendak mandi tapi ia teringat saat ponselnya tadi kehabisan daya tepat saat ia mendapatkan kan ojol sebelum inseden menabrak Abi. Ia pun mencari ponselnya di dalam tas, tapi alangkah terkejutnya dia saat menyadari jika itu bukan lah ponsel dirinya melainkan ponsel Abi.


"Waduh.. Kenapa gue bisa ceroboh kaya gini? Tuan bos pasti lagi mencak-mencak sekarang!!" Ujarnya sambil menepuk sendiri keningnya. Merutuki kecerobohannya, tapi ia tak terlalu panik karena ia sudah pernah membauat Abi jauh lebih kesal dari hanya sekedar ponsel yang tertukar, dan ia masih baik-baik saja sampai saat ini.


.


.


.


.


.


Bersambung...


...----------------...


Holla hello Readers tercintah ❤️❤️❤️ jangan lupa lemparin Nucha jempol, kopi, sama bunganya yah man teman.


Terimakasih yang sudah mampir🤗🤗 Lophe you phlen ❤️❤️❤️


Happy, reading all ❤️❤️❤️❤️