
Ketika berbulan madu kemarin Zidan yang selalu mengikuti berita online yang selalu update setiap harinya, dia mendapatkan notifikasi berita baru yang belum sempat Zidan baca, karena lagi sibuk menikmati bulan madunya.
Zidan ketika ada waktu luang setelah pulang dari jalan-jalan, sehari sebelum pulang keIndonesia, dia baru sempat membuka notifikasi berita online itu. Dan alangkah terkejutnya ketika Zidan sampai membaca berita yang tentang kecelakaan Pesawat tujuan keSemarang sekitar tanggal sekian dan jam sekian.
Zidan langsung teringat kepada Qiyas jika Boss sekaligus Kakak sepupunya Qiyas dia akan berangkat keSemarang. Zidan tanpa fikir panjang dia langsung saja bingung, khawatir dan berusaha menghubungi Qiyas, setelah tersambung dengan Qiyas Zidan langsung bertanya berbagai macam pertanyaan dengan nada yang benar-benar sangat khawatir.
Setelah mendapat penjelasan dari Qiyas, Zidan baru bisa tenang, dan Zidan juga bisa bernafas dengan lega, setelah mengetahui ceritanya.
Kembali lagi keQiyas dan Kia. Hari Sabtu yang dinantikan oleh Kia dan Qiyas telah tiba untuk pindah kerumah barunya.
Acara syukuran rumah baru mereka nanti setelah dhuhur sekitar jam satu siang, akan tetapi semua keluarga Kia serta Qiyas, yaitu Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka sudah berada dirumah barunya Kia dan Qiyas sejak tadi pagi. Sedangkan Aulian dia berangkat kekantor dulu karena kantor tidak ada yang menghandle, sebab Papah dan Kakaknya tidak berangkat kekantor.
Kalau Ayah Ibrahim menyerahkan kantor untuk dihandel Rion dan Zahra untuk menggantikan Kia.
Mereka juga diundang oleh Kia serta Qiyas, akan tetapi boleh datang, asal pekerjaan kantornya harus diselesaiin terlebih dahulu.
Semua sudah Qiyas siapin, karena Qiyas juga menyewa pihak catering untuk menyiapkan hidangannya dan WO untuk mendekor dan menata didalam rumahnya, supaya bisa terlihat lebih sopan dan lebih cantik untuk menjamu para tamu yang datang, tidak banyak yang diundang, hanya tamu keluarga inti saja seperti acara Ijab Kabulnya Qiyas dan Kia kemarin.
Sama seperti Kia kemarin ketika baru pertama kali melihat rumah baru mereka. Ayah Ibrahim, Bunda Lili, Mamah Dian dan Papah Ziyas juga dibuat terkagum dengan arsitektur serta model rumah Qiyas yang begitu besar dan mewah.
Setelah pada selesai menunaikan sholat dhuhur berjamaah, para tamu undangan sudah pada berdatangan. Kecuali yang jarak rumahnya lumayan jauh mereka sudah datang dari pagi tadi.
Contohnya Keluarga pesantren, yaitu Zabir beserta istri dan anaknya Sabira, Ustadz Riza serta Lida yang alhamdulillah kebetulan dia bisa ikut dengan anaknya Lana juga diajak, dan terakhir Alif adiknya Zabir, Kakaknya Lida dia juga ikut. Mereka semua sudah tiba dikediaman Qiyas yang baru tepat pukul sembilan pagi, karena jarak yang mereka tempuh membuat mereka datang lebih awal.
Sama seperti yang lain, Keluarga Pesantren pun mereka juga sangat terpesona melihat rumah barunya Qiyas dan Kia, begitu mewah, besar dan sangat bagus sekali. Hingga Lida yang sudah diajak masuk suaminya dia tidak henti-hentinya mengagumi setiap ukiran dan pahatan yang ada diluar maupun didalam rumahnya Qiyas dan Kia.
"Sungguh Kia aku tidak menyangka jika kamu benar-benar sangat kaya raya, apalagi Kak Qiyas suami kamu, ini rumah atau Istana", kata Lida kepada Kia ketika Lida sudah duduk bersama Kia diruang tamu dan masih terkagum dengan rumahnya Qiyas dan Kia.
"Iya Yas, rumah kamu sangat mewah sekali, aku jadi segan untuk datang kerumahmu ini", kata Zabir kepada Qiyas.
Mereka semua saat itu sedang duduk diruang tamunya dirumah Qiyas dan Kia. Ketika baru datang tadi pagi dari Pesantren.
"Kamu jangan berbicara seperti itu Zabir, nanti aku tersinggung, jika kamu ingin main kesini kapan saja boleh dan pintu rumahku selalu terbuka untukmu dan semua keluarga Pesantren", jawab Qiyas kepada Zabir.
Dan sebelum itu pun Bunda Lili serta Mamah Dian mereka juga mengutarakan keterpesonaannya dengan rumah barunya Qiyas dan Kia.
"Masyaallah",
"Allahhu akbar",
Kata Mamah Dian dan Bunda Lili secara bersamaan ketika mereka baru sampai dan baru keluar dari mobil.
Sedangkan Papah Ziyas dan Ayah Ibrahim mereka juga sama-sama terkesan dengan arsitektur dan bangunannya rumah Qiyas dan Kia akan tetapi tidak seheboh istri-istri mereka.
Qiyas membeli tanah dan langsung membangun rumah itu sudah lama, sekitar satu tahun yang lalu, dan baru selesai semuanya serta baru semua terisi barang-barang sepenuhnya satu bulan sebelum Qiyas menikahi Kia.
Qiyas memperkerjakan empat security dan sepuluh bodyguard untuk bekerja sebagai keamanan dirumahnya, dan jadwalnya sudah diatur kepala keamanan dirumahnya Qiyas.
Mereka tidak menginap dirumahnya Qiyas dan Kia, karena Qiyas tidak menyukai terlalu banyak orang asing berada didalam rumahnya. Jadi para pembantu Qiyas mereka bekerja tetap dirumahnya akan tetapi mereka tidak menginap dirumah Qiyas, hanya satu yang menginap dirumah Qiyas, yaitu Bi Karsi yang umurnya sudah sekitar lima puluh tahunan, dan Bi Karsi sebelumnya sudah pernah bekerja dirumah kedua orang tuanya Qiyas sangat lama, dan sekarang diajak Qiyas untuk bekerja dirumah barunya.
Serta suami Bi Karsi juga Qiyas ajak untuk menjadi tukang kebun dirumahnya. Dan tukang kebun dirumah Qiyas ada lima orang, dan empat diantaranya mereka juga pekerja tetap akan tetapi sama seperti pembantunya Qiyas, mereka tidak tinggal dirumahnya Qiyas, kecuali suaminya Bi Karsi yang tinggal dirumahnya Qiyas.
Sudah banyak tamu yang berdatangan kerumah barunya Qiyas dan Kia. Begitu juga semua Keluarganya Mila dan Zidan mereka juga baru sampai sekitar jam setengah dua siang.
"Waaaah Hubby, rumahnya Kak Kia dan Kak Bule sangat besar dan mewah sekali", kata Mila kepada suaminya Zidan ketika baru saja turun dari mobil yang ditumpanginya.
"Kamu mau Hubby bikinin rumah seperti ini sweety, tapi tidak sebesar dan semewah ini, tapi kalau untuk membuat rumah sesuai keinginanmu insyaallah hubby sanggup", kata Zidan kepada Mila.
"Tidak usah Hubby, mendingan uangnya ditabung saja, untuk keperluan kita kedepannya, kasihan ibu mertua dan ayah mertua jika nanti kita punya rumah baru, nanti Ibu mertua dirumah tidak ada yang menggangguin dia lagi seperti biasanya", kata Mila yang awalnya dewasa akhirannya membuat Ibu mertuanya yaitu Ibu Gendhis yang ada disampingnya jadi reflek menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.
"Sudah-sudah ayo kita semua masuk", kata Papah Angga menengahi pembicaraannya Mila jika tidak digituin akan lama nanti menanggapi Mila.
Mereka memilih jalan kaki dari parkiran menuju rumahnya Qiyas, karena katanya sambil menikmati pemandangan yang ada disitu. Ketika ditawari untuk naik Golfcart.
"Ternyata capek juga ya Hubby dari parkiran menuju kedalam rumah sini", kata Mila yang masih didengar yang lain termasuk Kia dan Qiyas yang menyambut kedatangan mereka semua.
"Jadi benar pilihan Mila yah Hubby, uangnya disimpan saja untuk keperluan kita yang akan datang, karena Mila jika mempunyai rumah seperti ini Mila tidak kuat jika harus menyapu terasnya sangat luas, bisa bikin encok ini pinggang", kata Mila lagi dan disambut tawa oleh orang-orang yanga ada disitu dan yang pada mendengar.
Rion dan Mita juga datang diundang oleh Qiyas karena memang mereka keluarganya Qiyas. Ketika baru sampai diparkiran. Rion dan Mita mereka secara tidak sengaja berbarengan dengan Aulian yang juga baru sampai dirumah baru Kakaknya.
"Bukannya kamu sekertaris Pak Ibrahim ya, dan kamu, bukannya kamu Mita kan, kenapa bisa satu mobil sama Rion?? ", tanya Aulian kepada Rion dan Mita ketika mereka baru saja turun dari mobil dan parkir mobil mereka kebetulan juga bersebelahan.
Kemarin ketika diacara syukurannya Kia dan Qiyas dikantornya Ayah Ibrahim Aulian tidak bisa mengenali Mita, karena Mita merubah total penampilannya, jadi Aulian tidak mengenali jika Mita itu adalah sepupunya yang lagi menggoda Rion waktu itu. Padahal waktu itu Aulian juga melihat wajah Mita dengan jelas, tapi Aulian tidak ngeh jika itu Mita sepupunya.
"Iya Tuan saya sekertarisnya Ayah Ibrahim, dan dia memang Mita Tuan Aulian, Istri saya", jawab Rion kepada Aulian.
"Apaaaa!!!, kenapa aku belum mendapatkan kabar apapun dari Dom atau Uncle Ed", kata Aulian kepada Rion dan Mita dengan ekspresi yang sangat terkejut.
"Iya Kak, maaf kami belum mengadakan resepsinya, karena Kak Ri masih sibuk, kami bahkan sudah menikah hampir satu bulan Kak Aul dan ceritanya lumayan panjang jika kami menjelaskan", jelas Mita kepada Aulian.
"Ya sudah lain kali saja kamu menjelaskannya, ayo kita masuk saja dulu, takutnya acaranya sudah dimulai", ajak dan jawab Aulian pada akhirnya kepada Mita dan Rion.
Sedangkan Qiyas dan Bund Lili mereka sudah diberitahu oleh Papah Ziyas, jadi ketika mereka melihat Rion datang bersama Mita, mereka tidak terkejut.
Dan acara syukuran rumah barunya Qiyas serta Kia berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Acaranya benar-benar selesai sekitar jam setengah enam sore. Semua para tamu pada menikmati hidangan yang disuguhkan Qiyas dan Kia. Dan mereka semua pada betah dirumah barunya Qiyas serta Kia.
Qiyas dan Kia juga menyediakan kamar untuk para tamu yang rumahnya jauh dan ingin beristirahat sebelum mereka pulang. Seperti contohnya para Keluarga Pesantren. Dan Aulian juga meminta kamar khusus kepada Qiyas Kakaknya untuk dirinya sendiri jika dirinya main kerumahnya Qiyas dan Kia.
Dan Qiyas menuruti kemauan adik satunya itu dengan senang hati, karena memang dirumahnya Qiyas masih banyak tersedia kamar kosong untuk ditempatin.
ππππππππππππ
***TBC***