BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
LAMARAN UNTUK KIA



Mohon maaf semuanya ya readers jika ada yang bingung dengan selisih umur Afrin, Kia dan Fasya alias Qiyas, intinya author bikin umur Qiyas dan Kia selisih 5 tahun. Maafkan mungkin author salah memencet tombol angka, karena sebelum menulis author sudah menghitung dan meneliti satu persatu semua umur para pemain😊 jika nanti bisa sempat mereview akan author review ulang setelah tamat, karena review ulang juga membutuhkan waktuπŸ™‚


Terimakasih sangat kepada kalian para readers yang sudah mendukung dan mengkritik yang bisa membangun saya untuk lebih teliti lagi. πŸ˜‰πŸ€— dan maaf jika tidak semua komen bisa saya balas satu persatu 😁😁


Salam kenal untuk kalian semua πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Aduh!!!!!!


Kata dua orang bersamaan, dan berbeda gender.


"Punya mata tidak sih, jalan itu lihat pakai mata", bentak laki-laki kepada seorang perempuan.


Perempuan itu yang dibentak masih menundukkan wajahnya dan beristighfar dalam hati untuk meredakan amarahnya.


Ketika laki-laki yang membentak tadi tidak mendapat respon dari wanita yang dibentaknya, sontak dia semakin geram dengan wanita yang ada didepannya, sudah tidak merespon dan malahan menunduk terus, fikir laki-laki tadi.


"Heh, kamu itu tuli, buta, atau budeg!!!!, daritadi diem dan menunduk mulu!! ", bentak lagi laki-laki tadi.


Perkataan kasar laki-laki tadi sontak membuat wanita yang dibentak langsung mendongak dan melihat kearah laki-laki tadi, akan tetapi hanya sekilas dan langsung menunduk lagi.


"Maaf, saya minta maaf atas ketidak sengajaan tadi, karena saya sedang terburu-buru mau kekamar mandi", kata wanita yang dibentak tadi.


"Huh, ternyata bercadar pantas saja, mungkin mata kamu tertutup juga sama cadar kamu, mangkanya kamu jalan bisa nabrak kayak tadi, dan pakaian kamu kampungan tidak ada seksi-seksinya", cemooh laki-laki tadi lagi.


Wanita bercadar yang mendengar cadar dan bajunya dicemooh oleh seorang laki-laki dia langsung menatap tepat kearah mata laki-laki tadi, laki-laki tadi sedikit tertegun dengan bola mata hitam legam milik wanita bercadar itu. Dan cemooh seperti itu bukan pertama kali wanita itu alami.


"Jika kamu menghinaku, itu artinya kamu menghina diriku, akan tetapi jika kamu menghina cadar dan cara pakaianku, itu artinya kamu menghina agamaku, karena diagamaku wanita yang sudah baligh diwajibkan menutup aurat. Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, laki-laki yang buruk untuk wanita yang buruk. Seburuk-buruknya laki-laki pasti akan mencari dan menikahi wanita yang baik untuk dijadikan istri ataupun ibu untuk anak-anaknya. Mengacalah pada dirimu tadi yang mencemooh dan menghinaku, apakah pantas laki-laki seperti itu mendapatkan seorang istri yang baik dikemudian hari. Jangan salahkan istrimu kelak jika dia tidak baik seperti yang kamu inginkan, semua kembali kepada dirimu!!!!!, permisi", kata wanita bercadar tadi langsung pergi masuk kekamar mandi dan membuat laki-laki yang mencemoohnya diam membisu.


Wanita bercadar tadi langsung saja masuk kekamar mandi. Dan meninggalkan laki-laki yang sombong tadi. Sedangkan laki-laki yang baru mendapat ceramah instan dari wanita yang dibentaknya dia menjadi diam sambil memikirkan perkataan wanita tadi.


Laki-laki itu langsung saja kembali ketempat duduk yang tadi buat pertemuan dengan pemegang saham terbesar diPerusahaannya.


Laki-laki itu datang bersama dengan sekertarisnya. Mereka datang terlebih dahulu sebelum investor Perusahaannya datang. Dan ketika dia kembali tempat dudukny dia sudah melihat wanita berhijab yang anggun duduk berseberangan dengan sekertarisnya. Mungkin dia sekertaris dari CEO mereka. Fikir laki-laki itu.


"Maaf lama, tadi ada insiden kecil didepan kamar mandi", kata laki-laki tadi sambil duduk dikursinya.


"Tidak apa-apa Tuan", jawab sekertaris laki-laki itu dan wanita berhijab yang duduk diseberangnya secara bersamaan.


"Apakah kamu seorang sekertaris, jika iya, dimana bossmu?? ", tanya laki-laki berjaz itu kepada wanita berhijab didepannya.


"CEO saya sedang berada dikamar mandi sebentar Tuan", jawab wanita berhijab itu.


Tidak beberapa lama muncullah wanita bercadar yang terlibat insiden dengan laki-laki tersebut.


"Kamu, ngapain kamu kesini!! ", kata laki-laki tadi kaget melihat wanita yang berdebat dengannya didepan kamar mandi menghampiri mejanya.


"Zahra, kita pulang kekantor sekarang, dan saham yang kita tanamkan kePerusahaan AGRARIA Tbk. Kita cabut semua dan kami juga tidak jadi menjadi investor diPerusahaanmu, permisi", kata wanita bercadar itu dan berbalik akan pergi.


"Baik Nona Kia", jawab sekertarisnya.


Yuhu, wanita bercadar tadi yang dibentak seorang laki-laki adalah Adzkia. Kia saat ini sedang berada diCaffe Giss untuk menemui CEO Perusahaan yang sedang membutuhkan seorang investor dan serta membahas saham yang tertanam diPerusahaan itu.


Kia datang sedikit terlambat karena tadi ada meeting penting lainnya. Dan ketika sampai diCaffe Giss dia kebelet buang air kecil, akhirnya ketika masuk keCaffe Kia menyuruh Zahra untuk menemui Clientnya dahulu dan menjelaskan jika dirinya kekamar mandi sebentar.


Ketika Kia jalan terburu-buru kekamar mandi dia tidak sengaja menabrak seorang laki-laki yang juga baru keluar dari dalam kamar mandi laki-laki, dan terjadilah seperti tadi.


"Tunggu maksut kamu apa hah!!!, apa hak kamu bilang begitu", tanya laki-laki tadi yang bernama Jion dengan sedikit membentak.


Jion adalah seorang CEO yang playboy, arogan serta selalu tertarik dengan wanita-wanita cantik dan seksi. Maka dari itu dia tadi sangat mencemooh pakaiannya Kia.


Perusahaannya Jion sedang diujung tanduk, dan ketika ada satu Perusahaan yang mau menjadi investor sekaligus mau menjadi penanam saham terbesar diPerusahaannya, dia sangat senang dan sangat berterimakasih. Oleh karena itu dia ingin bertemu langsung dengan CEO IBRAHIM COMPANY untuk mengucapkan terimakasih.


Setahu Jion CEO IBRAHIM COMPANY adalah Ayah Ibrahim, karena dia terlalu sibuk mengurusi wanita-wanitanya, jadi dia tidak tahu jika CEO IBRAHIM COMPANY sudah digantikan Kia, wanita yang tadi dicemoohnya.


"Dia adalah CEO diPerusahaan kami Tuan, dan dia anak kandung dari Presdir kami Tuan Ibrahim", bukan Kia yang menjawab, melainkan Zahra.


"Sudah tahu kan, ayo Zahra", kata Kia sambil berlalu.


Jion yang baru mengetahui fakta tersebut dia langsung kalang kabut dan takut jika beneran Perusahaan IBRAHIM COMPANY akan menarik semua sahamnya, dia benar-benar akan bangkrut dan gulung tikar.


Jion langsung berlari menghampiri Kia dan meminta maaf.


"Nona tunggu........... Nona", panggil Jion kepada Kia.


Kia langsung menghentikan langkahnya tanpa berbalik.


"Maafkan semua kelakuan saya tadi Nona, maafkan, dan jangan tarik semua sahamnya Nona, saya mohon", kata Jion dengan memelas.


Kia yang mendengarnya acuh tidak menanggapi dan berlalu pergi, tapi sebelum dia benar-benar keluar dari Caffe dia mengucapkan kata-kata untuk Jion.


"Allah mungkin marah kepadamu, karena kamu tidak menggunakan uangmu untuk kebaikan. Jangan salahkan saya ataupun orang lain, karena semua kembali kepadamu, kembali pada dirimu sendiri, permisi", kata Kia tenang dan tegas sambil menghadap Jion, setelah itu Kia langsung pergi dari hadapan Jion.


lidah tidak bertulang, jika berbicara tanpa berfikir akan merugikan diri sendiri. Mulutmu harimau mu itulah ungkapan yang tepat.


Kia langsung saja bergegas kembali lagi kekantor, karena dia hari itu benar-benar sangat sibuk dan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


"Biarlah masalah ini aku bicarakan kepada Ayah dirumah saja, karena hari ini banyak berkas yang harus aku cek", gumam Kia ketika sudah berada dimobil.


Kia benar-benar sangat sibuk, hingga dia pulangnya sedikit terlambat, dia habis sholat maghrib dikantor langsung pulang, dan ketika sampai rumah pas ketika orang tuanya sedang makan malam. Karena diperjalanan juga tadi sedikit macet.


"Assalamu'alaikum", salam Kia ketika sudah masuk kerumah.


"Ayah, sama Mamah dimana bi Hanis", tanya Kia.


"Tuan dan Nyonya sedang makan malam Non diruang makan", jawab bi Hanis.


"Oh ya sudah, saya kesana ya bi", kata Kia lagi.


"Iya Non", jawab bi Hanis.


Kia langsung saja menuju ruang makan. Dan Mamahnya yang melihat Kia langsung mengajak Kia makan.


"Kamu baru pulang Nak, sini makan malam bersama", kata Mamah Dian melihat Kia datang.


"Iya Nak, sini dulu", kata Ayah Ibrahim.


Kia langsung saja duduk dan ikut makan malam bersama, sebenarnya dia tadi ingin bersih-bersih badan dan sholat dulu, tapi dia tidak bisa menolak ajakan orang tuanya untuk makan bersama.


"Tumben jam segini baru pulang Nak, apa pekerjaanmu lagi banyak?? ", tanya Ayah Ibrahim kepada Kia ketika Kia sudah duduk.


"Iya Yah, banyak berkas yang harus Kia cek", jawab Kia kepada Ayah Ibrahim.


"Oh iya Yah, Kia menarik semua saham yang ada diPerusahaan AGRARIA Tbk. Dan Kia juga tadi tidak jadi menjadi investor disana", kata Kia lagi.


"Ada apa nak, apa ada masalah?? ", tanya Ayah Ibrahim kepada Kia.


Kia lalu menceritakan kejadian tadi siang ketika diCaffe tanpa dikurangi sedikitpun, sedangkan Ayah Ibrahim yang mendengarnya pun percaya dengan keputusan Kia. Karena Ayah Ibrahim percaya dengan kemampuan Kia untuk menghandle Perusahaan.


"Ayah percaya kepadamu Nak, lakukan jika itu yang menurutmu benar, Ayah akan selalu mendukungmu", kata Ayah Ibrahim kepada Kia.


"Terimakasih Ayah", kata Kia sambil memakan makanannya.


"Oh ya Nak, nanti ada yang ingin kami sampaikan kekamu", kata Ayah Ibrahim.


"Apa itu Ayah?? ", tanya Kia.


"Nanti kita bicarain diruang keluarga, sekarang kita selesaikan dulu makan malamnya", jawab Ayah Ibrahim.


"Tapi Kia nanti bersih-bersih badan dan sholat isya' dulu ya Yah", kata Kia.


Ayah Ibrahim hanya mengangguk memberi jawaban kepada Kia. Sedangkan Kia penasaran dengan apa yang akan disampaikan orang tuanya kepadanya.


Skip***


Setelah bersih-bersih badan dan sholat, Kia langsung turun menuju ruang keluarga, disana sudah ada Ayah dan Mamahnya yang menunggu dirinya.


Sebelum Kia turun Ayah Ibrahim dan Mamah Dian sedang membicarakan Kia.


"Ayah, bagaimana kalau rencana ini gagal Yah?? ", tanya Mamah Dian.


"Tidak, percaya saja pada Iyas Mah, ini semua kan ide dan rencana Iyas", jawab Ayah Ibrahim.


"Bagaimana dengan Kia Yah, bagaimana kalau dia menolak?? ", tanya Mamah Dian lagi.


"Kita harus meyakinkan sekali dong Mah, emang Mamah tidak mau melihat Kia dan Iyas bersatu?? ", kata Ayah Ibrahim.


"Ya mau Yah, siapa yang tidak mau mempunyai menantu seperti nak Iyas", jawab Mamah Dian.


"Mangkanya sebagai orang tua kita harus meyakinkan Kia dan membantu Iyas dalam melancarkan rencananya ini", kata Ayah Ibrahim lagi.


"Baik Yah, eeh sudah-sudah Kianya sudah jalan mendekat kesini Yah", kata Mamah Dian ketika melihat Kia sedang menuju ruang keluarga.


Sesampainya diruang keluarga Kia langsung duduk dishofa yang berseberangan dengan kedua orang tuanya.


"Ayah sama Mamah mau ngomongin apa keKia?? ", tanya Kia setelah Kia sudah duduk diantara mereka.


"Ini tentang laki-laki yang melamarmu Nak", jawab Ayah Ibrahim.


"Kami sudah menerima lamaran dia Nak dan dia akan datang hari Sabtu besuk bersama kedua orang tuanya dan semua keluarga besarnya", kata Mamah Dian.


"Kenapa Ayah dan Mamah tidak bilang dulu kepada Kia, kenapa kalian memutuskan tanpa bertanya dengan Kia", tanya Kia kepada kedua orang tuanya.


"Kami hanya ingin yang terbaik untukmu Nak, terimalah dia. Dia laki-laki yang sholeh, mapan dan kami yakin dia bisa membimbingmu", kata Ayah Ibrahim.


"Pertimbangkanlah Nak, kami hanya ingin melihat kamu menikah dan mempunyai keluarga", kata Mamah Dian.


"Kia akan pertimbangkan dan fikirkan Yah, Mah. Kia permisi dulu mau istirahat", kata Kia pamit keada kedua orang tuanya.


Kia sungguh kecewa dengan keputusan kedua orang tuanya. Mereka tidak berbica terlebih dahulu kepadanya. Kia kali ini benar-benar bersedih dan ingin marah kepada kedua orang tuanya, akan tetapi dia tidak bisa melakukannya.


Dan tadi kata Ayah dan Mamah Dian dia akan datang besuk Sabtu, berarti dua hari lagi dan itu akan bersamaan dengan datangnya Qiyas kerumahnya, begitulah isi hati Kia.


Kia membathin ketika sambil berjalan menuju kekamarnya. Dan ketika sudah sampai dikamarnya dia menumpahkan semua air matanya.


"Kenapa kalian tega kepada Kia Ayah, Mamah", kata Kia sambil menangis dan terduduk didepan pintu kamarnya.


"Ya Allah, bantu Kia, apa yang harus Kia lakukan?? ", kata Kia.


"Hamba tidak ingin melawan dan bikin sedih kedua orang tua hamba, tapi hamba hanya inginkan Kak Fasya, bukan laki-laki yang melamarku kepada Ayah?? ", kata Kia lagi sambil membenamkan wajahnya dikedua lututnya


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***