BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
AUL LAGI KASMARAN



"Terimakasih Tuan, saya masuk dulu untuk membeli obat", kata Zahra kepada Aulian.


Karena mobil yang mereka tumpangi sudah sampai diapotek terdekat.


"Iya", jawab Aulian dengan tersenyum.


Ketika Zahra sudah keluar dari mobilnya dan masuk keapotek, Aulian berandai-andai dan membayangkan jika seumpama Zahra sudah resmi menjadi istrinya.


"Apa begini rasanya sedang menunggui seorang istri", kata Aulian sambil menyandarkan kepalanya disandaran kursi mobil.


"Astaghfirullah", Aulian langsung tersadar dari bayangan berangan-angannya dan berandai-andainya.


Karena didalam Islam berandai-andai atau pengandaian/seandainya adalah sebuah bentuk protes kita kepada takdir Allah SWT. Kemudian, beberapa ulama juga sepakat hukumnya haram.


Hal ini dikarenakan pengandaian semacam ini biasa dilakukan orang-orang yang munafik. Ia percaya takdir Allah SWT, namun di lain waktu ia meragukanya, dan menyesalinya apabila takdir tersebut tidak sejalan sesuai dengan keinginannya.


Rasullullah SAW juga pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Muslim:


β€œSemangatlah dalam menggapai apa yang manfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan bersikap lemah. Jangan pula mengatakan: Andaikan aku berbuat demikian tentu tidak akan terjadi demikian namun katakanlah: Ini takdir Allah, dan apapun yang Allah kehendaki pasti Allah wujudkan karena berandai-andai membuka tipuan setan.” (HR Muslim 2664).


Aulian terus beristighfar dan sambil menunduk dengan kepala yang ditundukkan distir mobil, hingga dia tidak menyadari jika Zahra sudah berjalan keluar dari apotek dan akan masuk mobil.


"Astaghfirullah", kata Aulian kaget karena mendengar suara pintu mobil tertutup.


"Maaf Tuan saya mengagetkan anda", kata Zahra dengan sopan ketika sudah masuk kemobil dan sudah duduk dikursi dalam mobil.


"Tidak apa-apa, apa sudah selesai?? ", tanya Aulian kepada Zahra.


"Sudah Tuan", jawab Zahra.


"Baiklah, ayo kita segera kembali kekantor", kata Aulian dan langsung menyalakan mesin mobilnya untuk kembali kekantor.


Dikantor Kia yang sudah tidak mengigau akan tetapi panas dia belum turun. Membuat mereka semua yang ada disitu masih sedikit khawatir. Terutama Qiyas yang tidak beranjak sama sekali daritadi. Tiba-tiba pintu ruangan kamar Qiyas terdengar ada yang mengetuk dari luar.


Papah Ziyas yang berada didekat pintu langsung saja membuka pintu itu dan ternyata yang mengetuk adalah Zidan, dan dibelakang Zidan Papah Ziyas melihat ada Fadhil dan Liem.


Papah Ziyas langsung saja keluar dari kamar itu, dan menyuruh para sekertaris untuk mengikutinya.


"Bagaimana semuanya apa sudah beres?? ", tanya Papah Ziyas yang sudah duduk dikursi kerjanya Qiyas dan para sekertaris mereka berdiri didepan meja kerjanya Qiyas.


Belum sempat para sekertaris menjawab terdengar bunyi pintu terbuka, ternyata yang datang Zahra dan Aulian ada dibelakang Zahra.


Papah Ziyas yang melihat Aulian datang bersama Zahra dia melihat sambil mengangkat sebelah alisnya keatas. Sedangkan Aulian dia tertawa kecil menanggapi tatapan Papahnya kepadanya.


"Permisi Tuan", kata Zahra ketika sudah masuk keruangan Qiyas.


Papah Ziyas hanya mengangguk menanggapi Zahra.


Zahra langsung saja masuk kekamar yang ada disitu. Sedangkan Aulian dia malah asik duduk dishofa yang dia duduki sebelumnya sambil mendengarkan Papahnya dan para sekertaris berbicara.


Gerak gerik Aulian selalu dilirik Papahnya, pasalnya Aulian duduk sendirian akan tetapi dia senyam-senyum tidak jelas. Dan itu membuat Papah Ziyas yang sedang berbicara kepada para sekertaris menjadi tidak konsen.


"Baiklah, kalian boleh kembali keruangan kalian masing-masing dan boleh mengerjakan pekerjaan kalian kembali", kata Papah Ziyas mengakhiri perbincangan dengan para sekertaris.


Zidan, Liem dan Fadhil mereka segera kembali bekerja dan kembali keruangan mereka. Dan ketika para sekertaris sudah pada keluar Papah Ziyas lalu berjalan menghampiri Aulian yang sedang duduk dishofa, dan Papah Ziyas sengaja memilih duduk disebelah Aulian.


Eheeemm


"Lagi seneng nih kayaknya", kata Papah Ziyas kepada Aulian.


Aulian yang lagi melamun sambil senyam-senyum tidak jelas, dia langsung menjawab pertanyaan Papahnya dengan tidak sadar.


"Iya nih", jawab Aulian masih dengan melamun dan dengan menyandarkan kepalanya disandaran shofa sambil melipat tangannya dibelakang kepalanya.


"Senang kenapa, cerita dong", pancing Papahnya.


"Tadi aku habis nganterin Zahra pergi beli obat keapotek, hmm coba saja Zahra mau menikah denganku", jawab Aulian masih dengan tidak sadar.


Papah Ziyas pertama kali melihat anaknya Aulian sedang jatuh cinta malah seperti orang gila fikirnya, rasanya dia ingin sekali tertawa dengan keras dan menjitak kepala Aulian, akan tetapi Papah Ziyas dia tahan sekuat tenaga.


"Coba lamar, datangi rumahnya ketemu sama ibunya, siapa tahu dia mau?? ", pancing lagi Papah Ziyas.


"Boleh juga itu idenya, tapi apakah Papahku sama Bundaku mau nganterin, menurut kaaaaammuu bagaiiiiiiiiimaaana, eeh Papah, sudah lama Pah, Papah duduk disitu, hehehe", kata Aulian yang ketika kata kamu bagaimana sangat pelan seperti slow motion karena dia kaget ketika menengok kesamping ada Papahnya dan dia langsung tertawa kecil, sambul menegakkan duduknya dan mengusap tengkuknya.


Papah Ziyas langsung menjitak kepala Aulian membuat Aulian mengaduh sambil tertawa malu, karena ketahuan sedang melamunin Zahra.


"Baru beberapa jam kamu kenal Zahra sudah begini bentuknya, hari ini belum satu hari kamu sudah kayak orang gila melamunin Zahra, ingat Aul dosa, jika kamu suka langsung datangi ibunya sana, dan Papah sama Bundamu akan mendukung kamu, yakinkan Zahra jika dikeluarga kita tidak memandang kaya dan miskin, bikin buat dia yakin mau dan tidak malu serta minder bersanding dan berdampingan denganmu, jangan menjadi laki-laki pengecut, nanti jika Zahra sudah diambil laki-laki lain baru nyesel", ceramah instan dari Papah Ziyas untuk Aulian.


Dan Papah Ziyas hanya mengangguk menanggapi Aulian.


"Baiklah, Aul akan berjuang, akan tetapi Aul akan mencari tahu siapa itu Zahra dulu ya Pah", kata Aulian kepada Papahnya.


"Semangat Nak, itu baru anak Papah", kata Papah Ziyas menyemangati Aulian sambil merangkul pundaknya.


"Oh iya, itu kabar Kakak ipar didalam bagaimana Pah, sudah baikkan belum?? ", tanya Aulian kepada Papah Ziyas tentang keadaannya Kia.


"Daritadi masih panas badannya, semoga setelah minum obat yang dibelikan Zahra nanti bisa mendingan, jika belum bisa nanti kita tetap akan melanjutkan syukurannya akan tetapi mungkin tidak ada Kakakmu dan Kakak Iparmu", kata Papah Ziyas panjang lebar.


"Kenapa Kakak Ipar tiba-tiba demam Pah?? ", tanya Aulian lagi dengan sedikit khawatir.


"Entahlah, mungkin karena dia syok pertama kali melihat Kakakmu Iyas marah, tahu sendiri Kakakmu memang orangnya sabar bisa mengontrol emosi, akan tetapi jika sudah kelepasan dia menakutkan kalau marah", kata Papah Ziyas.


"Iya Pah Aul tahu itu, karena Aul juga pernah kena sasaran amukannya Kak Iyas waktu Aul masih SD dulu, sampai Aul digantungin terbalik diatas pohon mangga samping rumah", kata Aulian mengenang masa kecilnya.


"Iya itu karena kamu memang sudah keterlaluan, Kakakmu sudah sabar banget menghadapin kamu, eh kamunya nglunjak ya dibegituin sama Kakakmu", kata Papah Ziyas kepada Aulian.


Sedangkan Aulian hanya tertawa menanggapi perkataannya Papah Ziyas.


"Tahu begitu kamu dulu tidak usah dibantuin, biar sekalian tidur saja dipohon ya, nyesel Papah nyuruh Pak Tirjo nurunin kamu", kata Papah Ziyas menggoda Aulian dan Pak Tirjo adalah tukang kebun dirumah mereka, akan tetapi Pak Tirjo sudah lama meninggal ketika Aulian masih SMP, karena sudah tua.


"Papah memang tidak sayang Aul ya, tega benar ngomong begitu sama anaknya sendiri", kata Aulian lagi.


"Memang, baru sadar kamu, jika Papah tidak sayang kamu", kata Papah Ziyas dengan nada dibuat sewot.


Dan Aulian hanya memutar bola matanya melihat kelakuan Papahnya kepadanya. Sedangkan Papah Ziyas dia menahan tawanya agar tidak keluar.


Kembali ke Kia yuk. Ketika Zahra masuk kekamar yang ada diruangan itu, semua mata orang yang didalam langsung melihat kearah pintu yang terbuka dari luar. Dan ketika yang datang Zahra Qiyas lalu meminta obat yang tadi dia suruh beli.


"Mana Zahra obatnya?? ", tanya Qiyas kepada Zahra dan langsung turun dari ranjang.


"Ini Tuan", jawab Zahra.


Qiyas lalu membangunkan Kia dengan perlahan.


"Sayang, hey bangun dulu yuk minum obatnya", kata Qiyas membangunkan Kia dengan pelan-pelan sambil menepuk pipi Kia.


Ketika melihat mata Kia perlahan-lahan terbuka, Qiyas lalu menaruh kompresan yang tadi buat mengompres dahi Kia. Dan Qiyas membantu Kia untuk duduk, sedangkan Mamah Dian membantu Kia meminumkan obatnya.


Ketika sudah selesai meminum obat, Kia mau duduk sambil bersandar dikepala ranjang.


"Kamu istirahat saja ya sayang, maafin Kakak ya, karena Kakak kamu jadi demam begini", kata Qiyas sambil memegang tangan Kia.


"Tidak apa-apa, Kia hanya kaget saja ko, melihat Kakak marah-marah, maafin Kia juga ya sudah bikin kalian semua menjadi khawatir, terutama suamiku, maafin Kia ya", kata Kia sambil melirik semuanya yang ada disitu dan gantian melihat kearah suaminya Qiyas.


"Kamu istirahat dulu ya sayang, biar kami semua keluar dulu", kata Mamah Dian kepada Kia sambil mengusap pipinya Kia.


"Kakak cepat baikan yah, Mila sedih", kata Mila dengan muka yang khawatir.


"Iya terimakasih ya semuanya sudah mengkhawatirkan Kia", kata Kia dengan tersenyum.


"Cepat sembuh ya nak, Bunda tunggu diluar", kata Bunda Lili dengan tersenyum kepada Kia sebelum dia keluar dari kamar itu.


Akhirnya semuanya pada keluar kecuali Qiyas. Qiyas masih didalam untuk menemani Kia, karena Kia juga tidak mau ditinggal Qiyas.


"Maafin Kakak ya", kata Qiyas lagi dengan berpelukan sama Kia sambil tiduran dan mencium kening Kia juga.


Diluar kamar terjadi kegaduhan karena semuanya pada menggoda Aulian sama Zahra, terutama Papah Ziyas dia tidak henti-hentinya menggoda anaknya, dan yang lainnya menjadi ikut-ikutan.


Sedangkan Zahra sendiri, dia malu, senang, ingin ketawa, deg-degan campur jadi satu.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Mau tahu Aulian diapain oleh Papah ZiyasπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚


Sini komen, Vote yuk maunya kalian si tampan Aul enaknya diapain Papah Ziyas?? πŸ€”πŸ€”πŸ˜†


Dan maaf yah readers jika nanti tidak bisa Up lebih dari satu, karena hari ini body Author lagi tidak fitπŸ€•πŸ€’πŸ˜·πŸ˜ž


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***