
Qiyas dan Kia masih menikmati rumah baru mereka. Bahkan saat ini jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam pun belum bisa membuat Kia untuk memejamkan matanya. Dan itu membuat Qiyas bertanda tanya.
"Kamu kenapa sayang belum ingin tidur?? ", tanya Qiyas kepada Kia sambil memiringkan badannya kearah Kia.
Karena saat ini mereka sedang tiduran diranjang kamar mereka, dan malam itu mereka sengaja menginap dirumah baru mereka setelah makan malam tadi.
"Tidak tahu Kak, rasanya hari ini Kia bahagia sekali, sungguh Kia sangat beruntung mempunyai suami seperti Kakak", kata Kia dengan tersenyum kepada Qiyas sambil melihat langit-langit kamar yang begitu indah.
"Kakak yang beruntung sayang bisa memilikimu", jawab Qiyas kepada Kia. Membuat Kia jadi memiringkan badannya sambil melihat kearah Qiyas.
"Ana uhibbuka fillah zawji" (aku mencintaimu karena Allah suamiku) ", kata Kia kepada Qiyas yang mana membuat Qiyas langsung terduduk dari tidur miringnya.
"Apa benar yang kamu katakan sayang?? ", tanya Qiyas kepada Kia dengan ekspresi muka yang benar-benar sangat bahagia.
Kia lalu ikut-ikutan duduk sambil menggenggam tangannya Qiyas dan dengan tersenyum sangat manis, karena Kia sudah melepaskan niqobnya, jadi Qiyas bisa melihat dengan jelas jika Kia sedang tersenyum sangat manis untuknya.
Kia hanya mengangguk dan tersenyum kepada Qiyas menanggapi perkataannya Qiyas tadi.
"Boleh diulangin lagi sayang, Kakak ingin mendengarnya sekali lagi", kata Qiyas kepada Kia dengan menggenggam tangan Kia begitu erat.
"Ana uhibbuka fillah zawji", Ana Uhibbuka Fillah", ulang Kia lagi dan langsung membuat Qiyas menarik tangan Kia untuk dia peluk.
Ketika Qiyas melepaskan pelukannya duluan dia lalu menangkup kedua pipi Kia dengan menggunakan kedua tangannya dan sambil berucap sesuatu.
"Ana Uhibbuki Aydhon Zawjati", (aku juga sangat mencintaimu istriku) ", jawab Qiyas kepada Kia sambil menangkup kedua pipi Kia dan mencium keningnya.
Akhirnya mereka berdua tidur dengan perasaan bahagia yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya sebelum menikah.
Mereka tidur dengan berpelukan dan memeluk satu sama lainnya untuk saling memberikan kehangatan dan menyalurkan perasaan bahagia mereka masing-masing.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Beda tempat tepatnya dirumah Zidan. Zidan dan Mila saat ini mereka sedang heboh packing untuk pergi honeymoon mereka.
"Iiih Hubby kenapa dimasukin semua sih, Mila tidak suka Hubby", rengek Mila kepada Zidan sambil mengeluarkan sesuatu yang dimasukkan Zidan kedalam koper.
"Tidak apa-apa, kan Hubby suka sweety", kata Zidan kepada Mila gantian dimasukan Zidan lagi barangnya ketika yang tadi dikeluarkan oleh Mila.
"Tapi ini sudah banyak Hubby, ini sudah sepuluh pasang lho, masak Mila mau memakai itu terus, apa kita nanti tidak jalan-jalan Kak, Mila kan tidak mau jika harus dikamar terus", kata Mila lagi dengan cemberut.
"Baik-baik ini saja ok, nanti kita beli saja disana yah yang banyak", jawab Zidan merayu Mila.
"Terserah Kakak saja deh, Mila capek mau tidur", kata Mila dengan sedikit merajuk kepada Zidan.
Mereka itu lagi meributkan tentang Ling***e yang akan dipakai Mila ketika disana. Daritadi yang diributkan mereka berdua hanya itu mulu, hingga akhirnya Mila yang merajuk untuk menyudahi perdebatan mereka.
Ketika melihat Mila merajuk Zidan sangat takut dan bingung. Dan Zidan langsung meninggalkan koper lalu mengikuti Mila yang langsung tiduran diatas ranjang dengan selimut yang menutupi seluruh badannya sampai kepala.
"Eeh, sayang jangan marah dong, ok-ok bawa sepuluh pasang saja", kata Zidan kepada Mila.
Mila yang tadi merajuk dia langsung tidur dan menutupi seluruh badannya dengan selimut sampai kekepalanya. Dan Zidan yang berbicara tidak mendapati tanggapan dari Mila, Zidan jadi dibuat semakin takut.
"Sayang, hey Hubby nurut deh, nanti boleh jalan-jalan kemana pun yang sweety mau akan hubby anterin", kata Zidan sambil menggoyangkan sedikit badannya Mila.
Zidan yang penasaran kenapa Mila tidak menjawab daritadi diajak ngomong akhirnya dia dengan perlahan menarik selimut yang menutupi tubuhnya Mila.
"Ternyata sudah tidur, pantas saja daritadi tidak menjawab dasar ***** kamu sweety, alias nempel langsung molor", kata Zidan untuk dirinya sendiri.
"Tapi kasihan juga, mungkin kamu memang kecapekan seharian ini", kata Zidan lagi sambil menata selimut yang menutupi badannya Mila.
"Mumpung sudah tidur, aku masukin saja lagi", kata Zidan dengan cekikikan.
Akhirnya Zidan memasukkan Ling****e yang tadi dikeluarkan Mila. Dan untuk Mila esok yang merajuk lagi biarlah diurus esok saja, bathin Zidan.
Zidan untuk yang terakhir kali mengecek semua yang akan dibawanya dan dibawa Mila. Serta surat-surat yang akan dibawa semua Zidan cek lagi agar besok jika ingin berangkat tidak perlu mengecek lagi dan tidak ada yang ketinggalan.
Setelah mengecek semuanya, Zidan akhirnya ikut berbaring disampingnya Mila dan menyusul Mila kedalam mimpi.
Keesokan harinya Zidan berangkat kekantor dulu karena dia dan Mila pesawatnya berangkat masih sekitar jam dua siang.
Saat ini Qiyas dan Kia pun sudah berada dikantornya masing-masing. Mereka setelah sarapan tadi dirumah baru mereka, Qiyas dan Kia langsung saja berangkat kekantor dan mungkin nanti pulangnya mereka akan kerumah Ayah Ibrahim dulu.
Tok, Tok, Tok
Terdengar pintu ruangannya Qiyas diketuk dari luar, dan Qiyas langsung saja mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu tadi.
Ketika sudah masuk ternyata yang mengetuk pintu adalah Zidan.
"Oh kamu Zidan, saya kira kamu hari ini tidak masuk untuk mempersiapkan keberangkatanmu nanti", kata Qiyas kepada Zidan setelah tadi sudah mempersilahkan Zidan duduk.
"Saya kesini cuman ingin menyampaikan Kak, jika semua pekerjaan saya sudah saya alihkan keFadhil dulu sementara, dan untuk Doni saya juga sudah mengajarinya bagaimana cara menghandle pekerjaannya Fadhil", kata Zidan kepada Qiyas.
"Ya baiklah, dan untuk proyek yang diSemarang bagaimana, kamu sudah mengasih tahu Fadhil atau Doni, belum Zidan?? ", tanya Qiyas kepada Zidan.
"Sudah Kak, untuk proyek itu saya serahkan keFadhil Kak, dan nanti yang akan menemani Kakak kesana adalah Fadhil, biar Doni saja yang akan mengahandle disini", jawab Zidan kepada Qiyas.
"Saya percaya kepadamu, yang penting kamu sudah mengajari mereka berdua ketika akan kamu tinggal cuti, biar disini tidak keteteran, karena saya sendiri setelah dari Semarang saya juga akan pergi honeymoon sendiri dengan Balqis", kata Qiyas kepada Zidan.
"Siaaap Kak, untuk masalah itu, insyaallah mereka sudah mudeng, dan jika ada kendala mereka saya suruh langsung menghubungiku, Kakak tenang saja", jawab Zidan kepada Qiyas.
"Ok, masih ada yang ingin kamu sampaikan lagi Zidan?? ", tanya Qiyas lagi.
"Nanti saya ijin pulang cepat ya Kak, sekitar jam sepuluhan, mau menjemput Mila dikampus sekalian mau menyiapkan untuk berangkat nanti", ijin Zidan kepada Qiyas.
"Silahkan Zidan, yang penting semua pekerjaanmu hari ini sudah beres semua sebelum kamu pulang dan ditinggal pergi", kata Qiyas kepada Zidan.
"Baik Kak, terimakasih, kalau begitu saya kembali keruangan saya dulu Kak, permisi", kata Zidan kepada Qiyas.
Qiyas hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Zidan.
Setelah Zidan pergi Qiyas lalu mengeluarkan catatan rencana dia kedepannya dan rencana untuk memberikan kejutan lagi kepada Kia setelah pulang dari Semarang.
"Semoga semuanya berjalan dengan lancar, Aamiin", kata Qiyas sambil melihat catatan rencananya yang sudah dia catat dibuku agendanya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
***TBC***