BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
TERBONGKAR



"Jika terjadi apa-apa dengan istri dan baby twinsku akan aku bunuh dirimu!!!", Kata Qiyas dengan geram, tegas dan lantang sambil memegangi perutnya Kia.


Qiyas setelah berbicara begitu kepada wanita itu, Qiyas lalu mengalihkan pandangannya keKia.


"Umi tidak apa-apa, tahan sebentar ya Umi", kata Qiyas kepada Kia dengan sangat lembut dan sambil terus memegangi perutnya Kia. Dan dijawab anggukan oleh Kia.


Qiyas lalu berjongkok dan mensejajarkan wajahnya keperutnya Kia.


"Dedek baik-baik bentar didalam ya", kata Qiyas kepada baby twinsnya yang ada didalam perutnya Qiyas dan langsung mendapat satu tendangan dari baby twins.


Para pengunjung yang melihat interaksi Qiyas sama Kia mereka pada baper akan keromantisannya Qiyas kepada Kia.


Semua pengunjung ketika melihat siapa yang dilabrak oleh wanita hamil adalah Qiyas mereka pada berfikiran jika wanita itu cuman mengaku-ngaku saja karena setahu mereka semua Qiyas bukan tipe laki-laki yang cepat dan mudah dekat dengan seorang perempuan. Sebab dari dulu sampai Qiyas menikah, tidak ada pemberitaan miring tentang Qiyas ditelevisi, media cetak maupun media online.


Karena hampir semua pengunjung adalah orang kantoran yang kantornya tidak jauh dari situ, ataupun mereka juga karyawannya Qiyas.


Apalagi tentang pernikahan besar-besaran antara Qiyas dan Kia, antara Keluarga Irawan dan Keluarga Ibrahim, kedua Keluarga yang sangat terpandang dinegara itu kemarin yang disiarkan ditelevisi, diberbagai media cetak dan media online. Membuat nama Qiyas dan Keluarga Irawan semakin terkenal. Dan mereka semua dinegara itu juga sudah mengenal siapa itu Istrinya seorang Qiyas Irawan, yaitu Adzkia Nabilah Balqis seorang CEO dari Perusahaan Ibrahim Company dan berasal juga dari Keluarga terpandang seperti Keluarga Irawan.


"Wanita bodoh berani sekali berurusan dengan Tuan Qiyas, apalagi dengan Keluarga Irawan", bisik salah satu pengunjung yang ternyata adalah karyawan kantornya Qiyas.


"Palingan dia cuman wanita murahan yang ingin mengaku-ngaku dan memeras Tuan Qiyas",bisik diantara pengunjung yang lain karena mereka juga sering melihat Qiyas dimajalah bisnis, televisi ataupun dikoran bisnis. Jadi hampir semua pengunjung tahu siapa itu Qiyas.


"Menarik, kita lihat saja, disini siapa yang benar dan siapa yang salah, karena setahuku Tuan Qiyas adalah laki-laki yang sangat sholeh", bathin seorang perempuan karena dulu dia pernah bekerjasama dengan Perusahaannya Qiyas. Dan dia juga sudah kapok tidak berani lagi berurusan dengan yang namanya Keluarga Irawan. Sebab dia dulu juga pernah membuat kesalahan dan hukuman yang dia terima dari Keluarga Irawan sangatlah fatal akibatnya.


Qiyas setelah berbicara begitu dengan Kia dan baby twins, Qiyas lalu memanggil dua waitress dan waiter untuk datang kemejanya.


"Iya Tuan apa ada yang bisa kami bantu", kata salah satu waiter yang dipanggil Qiyas.


"Tolong kalian berdua suruh dia duduk disitu dan jagain disamping kanan kirinya", perintah Qiyas kepada dua orang waitress untuk menyuruh wanita yang mengaku-ngaku hamil anaknya Qiyas duduk dikursi seberang mejanya Qiyas dan Kia.


"Sedangkan kalian berdua tolong jagain dia dibelakangnya, jangan sampai dia kabur", perintah Qiyas kepada kedua waiter untuk menjaga wanita itu dari belakang.


Semua pengunjung tetap memperhatikan apa yang terjadi dimejanya Qiyas, dan mereka juga memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Qiyas kepada wanita itu.


"Ini tidak sesuai rencana, jika tidak dibayar dan tergiur dengan uang yang banyak aku juga tidak mau berurusan dengan Keluarga Irawan, bagaimana caranya aku kabur dari sini", bathin Wanita itu sambil melirik kesana-kesini untuk mencari celah agar bisa kabur.


Wanita itu sungguh bodoh, Qiyas adalah orang paling mudah membaca gerak gerik dan ekspresi. Ketika Qiyas melihat wanita itu seperti mencari cara agar bisa kabur Qiyas lalu memanggil seorang waiter lagi.


"Iya Tuan", kata seorang waiter kepada Qiyas ketika sudah sampai didepannya Qiyas.


"Tolong kamu beritahu keamanan diCafe dan sekitar sini, untuk mengamankan Cafe ini, serta tutup Cafe ini sekarang, cepat!!", perintah Qiyas dengan tegas kepada seorang waiter itu.


Waiter itu langsung berlalu menjalankan perintah yang diminta Qiyas.


Kia yang masih senantiasa beristighfar ditempat duduknya sambil terus mengusap-usap perutnya yang sudah buncit, dan juga sambil memandang wanita yang duduk dihadapannya dengan sangat intens. Membuat wanita yang mengaku-ngaku itu dia sedikit segan dengan tatapannya Kia kepadanya.


Sungguh Kia lebih percaya kepada suaminya Qiyas, karena setahunya Qiyas bukan orang yang seperti itu. Dia tadi hanya sedikit terkejut dan kaget, yang menyebabkan perutnya menjadi kram tiba-tiba.


Qiyas setelah memberi perintah itu dia lalu mengambil Hpnya yang ada disaku jasnya untuk menghubungi seseorang.


"Zidan keCafe seberang, ajak Fadhil, Liem dan Papah juga untuk datang kesini sekarang juga, sepuluh menit harus sudah sampai disini!! ", kata Qiyas kepada Zidan dengan tegas, jelas dan tanpa mengucapkan salam serta langsung mematikan sambungan telefonnya tanpa mendengar jawabannya Zidan terlebih dahulu.


Zidan yang mendapat telefon seperti itu dia langsung beranjak dari duduknya dan langsung berlari untuk memanggil dan memberitahukan oleh semua orang yang disebutkan oleh Qiyas tadi ditelefon.


Karena Zidan sudah hafal, jika Qiyas berbicara dan menelfon seperti itu pertanda ada hal cukup serius yang sedang terjadi.


"Kita lihat saya atau kamu yang menang!! ", kata tegas Qiyas kepada wanita yang ada dihadapannya sambil menunjuk dan memperlihatkan wajah marah yang siap meledak.


"Jika ada yang berani mengambil gambar, akan saya tuntut kalian!!!! Hapus!!! ", kata Qiyas sambil berteriak kepada pengunjung yang diam-diam merekam apa yang terjadi kepada Qiyas.


Semua pengunjung yang mendengar perkataannya Qiyas, mereka semua langsung menghapus dan menyimpan Hpnya kembali.


Sedangkan wanita itu sudah ketakutan setengah mati, dan sambil memainkan jari-jarinya yang ada dipangkuannya pertanda dia sudah sangat takut.


Manager Cafe jelas tahu siapa itu Qiyas karena dia juga mengenal Qiyas dari berbagai media.


"Jika kamu ingin tahu, diam disini dan perhatikan sendiri!! ", kata tegas Qiyas kepada Manager Cafe. Membuat Manager Cafe langsung diam ketika mendengar perkataan tegasnya Qiyas.


Tepat sekitar sepuluh menitan sesuai perintahnya Qiyas, Zidan dan semua orang yang diperintahkan datang oleh Qiyas semuanya sudah pada masuk kedalam Cafe, termasuk Papah Ziyas sekaligus.


Papah Ziyas dan semua sekretaris ketika mereka masuk, mereka semua melihat kerumunan yang ada didalam Cafe dan ada Qiyas juga yang lagi berdiri, tanpa fikir panjang Papah Ziyas dan para sekretaris menghampirinya. Dan ketika mereka semua sudah sampai dimejanya Qiyas, Papah Ziyas dan para sekretaris melihat Kia yang terduduk sambil mengusap-usap perutnya, dan Qiyas yang sedang berdiri dengan wajahnya yang memperlihatkan jika dia sedang marah, fikir Papah Ziyas dan para sekretaris pasti ada yang tidak beres.


Apalagi mereka juga melihat ada seorang wanita hamil yang duduk dikursi seberang mejanya Qiyas dan Kia.


"Ada apa ini Yas, bisa jelaskan kepada Papah", tanya Papah Ziyas kepada Qiyas.


Qiyas lalu menjelaskan semuanya, dan membuat Papah Ziyas serta para sekretaris yang datang bersamanya dan manager tadi yang masih ada disitu langsung mengalihkan pandangannya kearah wanita yang mengaku hamil anaknya Qiyas.


Papah Ziyas sendiri dia lebih percaya dengan Qiyas anaknya, karena Papah Ziyas dia lebih mengetahui bagaimana watak dan sifatnya Qiyas.


"Siapa yang menyuruhmu!! ", kata tegas Papah Ziyas kepada wanita yang mengaku hamil anaknya Qiyas.


"Nona anda punya mulut, tolong dijawab pertanyaannya Tuan Ziyas", kata Liem dengan dingin kepada wanita itu karena wanita itu ditanya Papah Ziyas malah diam saja.


"Tidak ada yang menyuruhku", jawab wanita itu dengan mengeluarkan keberanian yang maksimal, sebab dia sudah dikerubungi oleh semua orang-orangnya Qiyas. Termasuk waitress dan waiter tadi.


Qiyas yang mendengar jawabannya wanita itu dia menjadi geram.


"Tolong kalian, periksa apakah itu hamil asli atau bukan", perintah Qiyas kepada kedua waitress tadi yang menjaga dikedua samping wanita itu.


"Mampus aku", bathin wanita itu.


Para pengunjung masih tetap setia memperhatikan semuanya yang sedang terjadi. Dan Cafe pun ditutup sementara oleh Qiyas tadi ketika Qiyas menyuruh para security dan keamanan untuk berjaga-jaga diluar sana.


"Maaf Tuan dia tidak hamil, dan saya berani jamin jika itu yang ada dibalik bajunya Nona ini adalah bantal hamil Tuan", kata salah seorang Waitress kepada Qiyas dan Papah Ziyas yang memeriksa wanita itu, serta dianggukin waitress satunya tadi yang ikut membantu memeriksa.


"Jangan sembarangan kalau ngomong, ini beneran aku lagi hamil, dan ini adalah anaknya Qiyas", kata wanita itu sambil berteriak kepada kedua waitress tadi.


"Liem tolong telefon Dr. Sara untuk menyiapkan ruangan, kita akan segera kesana untuk memeriksa apakah dia beneran hamil anaknya Qiyas atau bukan", perintah tegas Papah Ziyas kepada Liem sekretarisnya.


Perkataannya Papah Ziyas membuat wanita itu menjadi sangat ketakutan sekali, karena bagaimana dia berkelah pun pasti akan terbongkar.


"Baik Tuan", jawab Liem dan langsung mengeluarkan Hpnya dari saku jasnya.


Wanita itu langsung beridiri dan langsung mengaku semuanya. Kepada Qiyas dan Papah Ziyas.


Akan tetapi sebelum dia berbicara datanglah seorang laki-laki yang umurnya diperkirakan lebih tua dari Qiyas sedikit dan langsung menghampiri Qiyas dan yang lainnya.


"Permisi, maaf ada apa ini, Tuan Qiyas, Tuan Ziyas", kata sopan dari laki-laki yang baru datang tersebut. Dan ternyata dia adalah owner Cafe itu, yang tadi ditelefon managernya. Managernya setelah mengetahui informasi tadi, dengan pelan dan sembunyi-sembunyi dia menelfon bossnya memberitahukan kekacauan diCafe dan disuruh untuk cepat datang keCafe.


"Dia mengaku hamil anaknya Qiyas, dan jika ingin lebih mengetahui lihat saja CCTVnya yang ada didalam Cafemu", kata tegas Papah Ziyas kepada Owner Cafe. Dan membuat Owner tersebut langsung diam seketika.


"Cepat katakan apa maumu!! ", kata santai tapi tegas dari Papah Ziyas kepada wanita itu.


"Baiklah, saya mengaku, saya tidak hamil dan saya begini karena saya disuruh oleh Tuan Ananta Tuan", jawab jujur wanita itu kepada Qiyas dan Papah Ziyas.


Perkataannya wanita itu membuat Qiyas, Zidan dan Fadhil dia langsung melototkan matanya ketika mendengarnya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Mau tahu readers siapa itu Tuan Ananta😁😁, mana dong semangatnya buat Author yang habis Vaksin iniπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚, yang bawaannya ingin bobok😜😝


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***