
"Plaaaakkkkk!!!!!
"Plaaaakkkkkk!!!!!
Terdengar bunyi tamparan yang begitu keras yang diberikan Tuan Subrata dan Tuan Cipto kepada anak mereka masing-masing.
Semua tamu undangan pada terkejut, karena Tuan Subrata dan Tuan Cipto akan menampar putrinya begitu keras dihadapan semua orang, kecuali Qiyas dia santai-santai saja melihat Rida dan Lina ditampar oleh Ayah mereka.
"Kamu membuat Ayah malu Rida!!!! ", geram Tuan Subrata kepada putrinya Rida.
"Mungkin ini balasan untuk kamu dan Rida atas watak kalian yang buruk ini", kata Tuan Cipto kepada Lina.
Tiba-tiba Qiyas mengambil Hpnya dan menelfon seseorang. Dan semua kegiatan Qiyas dilihat dan diperhatikan oleh semua tamu undangan yang datang termasuk Kia.
"Esbi lyāṇḍ mattu seṇṭrā klīniṅgnalli ṣērudāraru īga yārendu kaṇḍukoḷḷi", kata Qiyas yang membingungkan semua orang yang hadir, kecuali Kia karena Kia sedikit-sedikit tahu bahasa Kannada yang dikatakan Qiyas.
"Cari tahu siapa para pemegang saham diperusahaannya SB LAND dan SENTRA CLEANING sekarang juga" (artinya)
"Aku mau sekarang juga, cepat laksanakan perintahku", kata Qiyas dengan tegas dan langsung mematikan sambungan telefon.
SB LAND adalah Perusahaannya Tuan Subrata yang bergerak dibidang properti. Sedangkan PT SENTRA CLEANING adalah Perusahaan Tuan Cipto dibidang Cleaning service. Jika dibandingkan dengan Perusahaannya Qiyas dan Ayah Ibrahim, Perusahaan mereka tidak ada apa-apanya, masih kalah jauh jika dibandingkan dengan pendapatan pertahunnya.
"Hukuman apa yang akan kau berikan untuk putri-putri kalian ini Tuan Subrata dan Tuan Cipto?? ", tanya Qiyas dengan dingin dan sambil memasukkan tangannya kekantong celananya.
"Terserah Tuan Qiyas yang akan menghukumnya, sesungguhnya kami juga sudah capek ngasih tahu mereka, kami juga sudah memberi tahu mereka jangan jadi orang sombong dan iri, itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain", jawab Tuan Subrata.
"Baiklah jangan salahkan aku jika hukumannya akan sangat merugikan kalian semua", jawab Qiyas dengan santuynya dan tersenyum miring😂.
Sedangkan Ibunya Rida dan Ibunya Lina mereka sudah menangis daritadi dan mereka tidak ada niatan ingin membantu putri mereka, karena mereka sendiri juga sangat kecewa dan malu. Ibunya Rida dan Ibunya Lina mereka sudah sangat pasrah dengan hukuman yang akan menimpa Rida serta Lina.
Sedangkan Tuan Subrata dan Tuan Cipto mereka sudah pasrah, karena mereka berdua sama-sama pembisnis dan mengetahui siapa sebenarnya Qiyas dan bagaimana sepak terjangnya didunia bisnis seorang Qiyas dari Keluarga IRAWAN.
Para tamu undangan pada bertanya-tanya hukuman apakah yang akan diberikan Qiyas kepada Rida dan Lina. Ayah Ibrahim yang tidak diberitahu tentang masalah hukuman dia juga bertanya-tanya, karena Qiyas hanya bilang padanya untuk mempermalukan Rida dan Lina saja.
Jangan ditanya bagaimana kondisi Kia, dia begitu takut jika Qiyas akan berbuat yang sangat menakutkan untuk keluarga Rida dan Lina. Sedangkan Mamah Dian dia selalu memegang tangan Kia untuk memberikan dukungan dan ketenangan.
"Kak Bule hebat yah hubby, besok kalau Mila marah, begitu ah, akan Mila jambak rambutnya Hubby jika macam-macam sama Mila", kata Mila kepada Zidan, dan Zidan yang mendengarnya meringis membayangkan rambutnya dijambak Mila.
"Aku tidak bakal macam-macam sama kamu ko sweety, kan Hubby sayang dan cinta banget sama kamu", rayu Zidan kepada Mila.
Dasar mereka berdua sudah tahu keadaan lagi tegang, eh mereka bisa-bisanya berbisik-bisik begitu.
"Waaah, bisa dicontoh itu, kalau Papah macam-macam akan aku jambak itu rambut bawahnya Papah, dan Mamah akan kasih tahu Mila juga biar sama-sama menjambak rambutnya Zidan jika Zidan macam-macam sama Mila", kata Mamah Sabrina kepada Papah Angga yang duduk disampingnya diatas pelaminan.
"Mamah menakutkan", jawab Papah Angga dan mereka berbicara hanya mereka berdua yang dengar.
Zidan lalu mengalihkan pandangannya kepada Qiyas lagi sambil membathin.
"Kalian salah sasaran", bathin Zidan sambil melihat kearah Rida dan Lina.
Tiba-tiba terdengar suara dering Hp Qiyas, ternyata yang menelfon adalah orang suruhannya Qiyas tadi yang Qiyas telefon. Mereka memberikan informasi yang sangat bagus untuk Qiyas dan Qiyas sangat puas untuk informasi itu.
"Terimakasih, nanti akan aku hubungi kamu lagi", jawab Qiyas sambil mematikan sambungan telefonnya.
Ketika sambungan telefon Qiyas mati, lalu Qiyas memasukkan Hpnya kekantong jaznya sambil tersenyum miring kepada Tuan Subrata dan Tuan Cipto. Tiba-tiba terdengar dering Hp yang bersahut-sahutan. Ternyata itu suara Hpnya Tuan Subrata dan Tuan Cipto.
"Apaaaaaa!!!!!!!", kata Tuan Subrata dan Tuan Cipto secara bersamaan.
"Bagaimana mungkin", kata Tuan Subrata dan Tuan Cipto juga secara bersamaan.
Lalu Tuan Subrata dan Tuan Cipto mengalihkan pandangannya kepada Qiyas yang lagi melihatnya sambil tersenyum miring dengan tangan dimasukkan dikedua kantong celananya. Sedangkan Kia dia sudah pasrah akan apa yang dilakukan Qiyas.
"Aku tidak pernah membalas mereka, akan tetapi Allah memberikan balasan kepada mereka melalui suamiku", bathin Kia sambil melihat kearah Qiyas.
"Apakah anda puas Tuan Subrata dan Tuan Cipto dengan hukuman yang saya berikan?? ", kata dingin Qiyas kepada Tuan Subrata dan Tuan Cipto.
"Tapi kenapa Tuan Qiyas membuat anjlok saham diPerusahaan kami Tuan, kami bisa bankrut dan gulung tikar Tuan", kata Tuan Subrata kepada Qiyas.
"Memang itu mauku", kata Qiyas dengan santainya.
Ayah Ibrahim sangat terkejut mendengar hukuman yang diberikan Qiyas kepada Tuan Subrata dan Tuan Cipto. Ayah Ibrahim benar-benar salut dan ngeri dengan kemarahan Qiyas, jika menyangkut dengan putrinya Kia. Ayah Ibrahim benar-benar bisa melihat jika Qiyas begitu mencintai dan menyayangi putrinya Kia. Dan sungguh Ayah Ibrahim sangat beruntung mempunyai mantu seperti Qiyas.
Sedangkan para tamu undangan juga tidak menyangka jika Qiyas akan membjat bankrut Tuan Subrata dan Tuan Cipto.
Rida dan Lina setelah ditampar Ayah mereka masing-masing mereka tambah benci kepada Kia dan malu secara bersamaan.
Qiyas yang tidak sengaja melihat tatapan mata Rida dan Lina mengarah kearah Kia dengan tatapan yang sangat marah dan benci, Qiyas lalu menelfon seseorang lagi.
"Kalian empat orang datang kemari", kata Qiyas disambungan telefon dan langsung mematikan sambungan telefonnya.
Lalu setelah Qiyas berbicara begitu, masuklah empat bodyguard kedalam ballroom hotel, mereka adalah yang biasanya mengawal Qiyas dengan diam-diam, bahkan Kia pun tidak menyadarinya. Qiyas juga mengirimkan beberapa bodyguard untuk menjaga Kia, akan tetapi Kia juga tidak menyadarinya. Qiyas sengaja tidak bilang kepada Kia, agar Kia tidak merasa terkekang.
"Seret dua orang ini kedalam penjara, karena mereka masih belum kapok dengan kelakuan mereka, bahkan baru saja mereka memandang benci kepada Istriku", suruh Qiyas kepada empat bodyguard sambil menunjuk kearah Rida dan Lina.
Rida dan Lina langsung kaget serta syok ketika mendengar mereka akan dimasukkan kedalam penjara.
"Tuan Qiyas ampuni kami, kami memang salah, jangan masukkan kami kedalam penjara Tuan", kata Rida dan Lina secara bersamaan sambil sujud dan ingin memegang kaki Qiyas, akan tetapi Qiyas langsung mundur sebelum kesentuh mereka.
"Jangan pegang kaki saya dengan tangan lumpurmu itu, menjijikkan", kata Qiyas dengan dingin kepada Rida dan Lina yang sedang berlutut dihadapannya.
Empat bodygurd itu lalu dengan kencang memegang tangan Rida serta Lina. Dan mereka langsung menyeret Rida dan Lina.
Kedua orang tua Rida dan Lina sangat terkejut mendengar perkataan Qiyas, dan kedua orang tua Rida serta Lina mereka langsung menahan para bodyguard yang akan membawa putri mereka. Sebenarnya sih yang menahan adalah ibu mereka masing-masing, sedangkan Tuan Subrata dan Tuan Cipto mereka sudah pasrah dan stres menghadapi masalah diPerusahaan mereka masing-masing.
"Jangaaaaan!!!", teriak Ibunya Rida dan Lina secara bersamaan.
"Saya mohon Tuan jangan masukkan anak saya kedalam penjara", kata Ibunya Lina dan diangguki Ibunya Rida.
"Ayah bagaimana ini??, kenapa kamu malah diam saja melihat anak kamu akan dimasukkan kedalam penjara", kata Ibunya Rida kepada Suaminya Tuan Subrata.
"Biarlah, Ayah lagi pusing", kata Tuan Subrata kepada istrinya.
"Bawa mereka saja Tuan-tuan", kata Tuan Cipto pasrah kepada para bodyguard.
Para bodyguard lalu menyeret Rida dan Lina untuk keluar dan akan memasukkan mereka kepenjara sesuai perintah Qiyas. Sedangkan Ibunya Rida serta Ibunya Lina mereka sangat menangis histeris.
Dan tamu undangan yang melihat itu semua dari awal, mereka pada menyumpah serapahi Rida serta Lina.
"Syukurin,
"Rasain,
"Biar jera sekalipun,
"Dasar Ja***ng,
Dan berbagai hinaan terlontarkan untuk Rida dam Lina. Ketika Rida dan Lina diseret mereka sampai ditempat duduk Kia, mereka berdua langsung bersujud dikakinya Kia membuat Kia langsung terlonjak kaget dengan apa yang dilakukan Rida dan Lina.
"Kia maafin kami, tolong bilang kesuamimu jangan untuk memasukkan kami kedalam penjara Kia, kami mohon", kata Rida dan Lina kepada Kia sambil bersujud kepada Kia.
Kia lalu mengalihkan pandangannya kesuaminya Qiyas, dan Qiyas memberi isyarat dengan gelengan kepala.
"Maaf", kata Kia kepada Rida dan Lina ketika Kia melihat arti gelengan kepalanya Qiyas.
"Sudah cepetan bawa mereka keluar", perintah tegas Qiyas lagi kepada para bodyguard dan para bodyguard langsung saja menyeret Rida serta Lina keluar dari Ballroom hotel.
Tuan Subrata dan Tuan Cipto beserta istri mereka langsung turun dari panggung dan berlalu keluar untuk pulang.
"Zidan dan Mila Kakak minta maaf atas kekacauan yang terjadi tadi, sebagai gantinya bulan madu kalian Kakak tambah menjadi satu bulan dan Kakak akan membiayai semuanya", kata Qiyas kepada Zidan dan Mila ketika Tuan Cipto dan Tuan Subrata beserta istri sudah keluar.
"Tidak usah Kak, sepuluh hari saja sudah cukup, dan tidak apa-apa untuk masalah tadi, kita semua bisa memahami bahkan itu kita fikir sebagai hiburan saja Kak", jawab Zidan kepada Qiyas sambil bercanda.
"Kakak bule tidak apa-apa, malahan tadi keren sekali, jadi jika Hubby macam-macam sama Mila, Mila akan menjambak sampai rambut dia rontok beserta kulitnya", jawab Mila yang membuat semua orang tertawa, sedangkan Zidan dia menutupi mukanya malu.
"Nak Qiyas The best, sungguh tante tidak marah nak, tapi malah tante suka sama nak Qiyas, terlihat sangat tampan ketika marah tadi, kapan lagi coba bisa melihat laki-laki tampan seperti tadi, karena yang dilihat tante tiap hari adalah laki-laki yang sudah berbuban, bosen", kata Mamah Sabrina kepada Qiyas sambil mengacungkan kedua jempolnya dan membuat suasana mencair kembali seperti semula, sedangkan Papah Angga dia hanya menepuk dahinya gemas.
Para tamu undangan seakan melupakan kejadian tadi karena celetukkannya Mila dan Mamah Sabrina. Dan suasana kembali seperti semula ketika Qiyas sudah turun dari panggung dan menyamperin Kia yang sedang ditenangkan oleh Mamah Dian.
Para tamu undangan yang kebanyakan pembisnis mereka melihat langsung kemarahan Qiyas, membuat mereka akan berfikir dua kali untuk menyakiti dan berurusan dengan keluarga IRAWAN dan IBRAHIM.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
***TBC***