BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
PERMULAAN AULIAN dan RION



Bruuukkk


"Eh maaf Tuan saya tidak sengaja, saya sedang terburu-buru", kata Zahra yang baru saja keluar dari Aula dan dia berbicara dengan menundukkan wajahnya dan dengan sedikit menundukkan badannya.


Zahra setelah meminta maaf dia langsung saja berlalu pergi meninggalkan laki-laki yang ditabraknya tadi. Sedangkan laki-laki yang ditabrak Zahra dia melihat ada sesuatu yang berbeda didiri Zahra, hingga membuatnya ada rasa tertarik ingin mengetahui lebih jauh.


"Siapa perempuan tadi, sangat cantik alami dan anggun dengan baju gamisnya dan hijab yang serasi dengan gamisnya", kata seorang laki-laki yang bertabrakan dengan Zahra ketika keluar dari Aula.


Laki-laki tadi memperhatikan Zahra hingga Zahra masuk kedalam lift. Dan ketika Zahra sudah tidak terlihat lagi, laki-laki tadi langsung masuk bersama sekertarisnya dan bergabung dengan yang lainnya.


"Hay, kamu baru datang Nak", kata Papah Ziyas kepada laki-laki yang baru masuk tadi.


"Maaf Pah, tadi meetingnya sedikit alot, tau sendiri kan bagaimana karakter dari Tuan Kim", kata laki-laki itu kepada Papah Ziyas.


"Terus bagaimana akhirnya Aul??, lancar??, sudah nemu titik temu belum?? ", tanya Papah Ziyas kepada anaknya Aulian yang baru datang.


Iya laki-laki yang baru datang dan bertabrakan bersama Zahra adalah Aulian.


"Alhamdulillah sudah Pah, oh ya dimana Kak Iyas dan Kakak Ipar?? ", tanya Aulian kepada Papahnya.


"Mereka disana bersama Bunda dan Mamah Dian nak", kata Papah Ziyas memberitahu sambil menunjuk dimana Qiyas dan Kia berada.


"Aulian kesana dulu ya Pah, terus ini Papah mau kemana?? ", kata dan tanya Aulian kepada Papahnya.


"Papah mau ketoilet sebentar nak, mau buang air kecil, kebanyakan minum daritadi", kata Papah Ziyas.


"Ya sudah Aul kesana ya Pah", kata Aulian dan mereka akhirnya berjalan menuju ketujuannya masing-masing. Sedangkan sekertarisnya dia suruh untuk membaur dengan yang lainnya.


Aulian akhirnya berjalan menghampiri Qiyas dan Kia yang sedang bercengkrama dengan Bunda Lili dan Mamah Dian.


Ketika Aulian berjalan menghampiri Keluarganya dia samar-samar mendengar pembicaraan perempuan yang sedikit aneh menurutnya, dan ketika dia menengok ternyata seorang office girls muda yang dia perkirakan baru berumur sembilan belas tahun sedang berbicara dengan Aulian fikir dia bukan laki-laki sembarangan.


Aulian sengaja dia berhenti sejenak dimeja yang ada hidangan buah-buahanan dan salad buah, hanya untuk mendengarkan pembicaraan laki-laki tadi dan seorang office girls.


"Pak-pak saya boleh tanya tidak", kata Office girls yang bernama Mita dengan mendongakkan kepalanya keatas karena tinggi badan dia hanya 160cm. Berbeda jauh dengan laki-laki yang diajaknya ngomong.


"Boleh", jawab laki-laki itu dengan cuek dan dingin.


"Bapak makannya apa sih kenapa badan bapak bisa kayak king**** begini, tinggi besar dan menonjol semua", kata Mita kepada laki-laki yang dia ajak ngomong. Sungguh hanya Mita yang berani bicara blak-blakan dengan laki-laki itu selain Ayah Ibrahim.


Laki-laki yang diajak ngomong hanya menengok kearah Mita dan melihat dengan tatapan dinginnya. Sedangkan Mita dasar orangnya yang kepo alias kepingin tahuannya besar, dia tanya terus sampai dia mendapat jawaban yang menurutnya memuasakan.


"Ish bapak King**** kenapa ditanya diam saja sih, Mita kan penasaran Pak, siapa tahu jika Mita bisa makan seperti bapak badan Mita bisa besar seperti ini", kata Mita sambil menunjuk lengan laki-laki itu dan dengan pedenya memanggil laki-laki itu dengan sebutan King****.


Laki-laki itu hanya diam tidak menanggapi ocehannya Mita, karena fikir laki-laki itu pertanyaan Mita tidak penting. Sedangkan Aulian yang daritadi sengaja mendengarkan rasanya dia ingin tertawa dengan keras. Yang cewek cerewet yang cowok irit+dingin, dan sungguh berani office girls itu begitulah fikir Aulian.


Mita yang tidak mendapatkan tanggapan dia semakin gencar memberikan pertanyaan lagi. Dan kali ini pertanyaan Mita membuat laki-laki yang diajaknya ngomong melototkan matanya seakan mau keluar itu bola matanya, jika bisa mengeluarkan laser, mungkin sudah bolong itu badannya Mita.


"Pak satu saja lagi pertanyaan saya deh, soalnya bapak dari tadi ditanya diam saja, kayak mo****t peliharaan Ayah saya yang lagi sariawan", kata Mita dengan sembrono dan hanya ditanggapi dengan lirikan maut oleh laki-laki itu.


"Pak-pak sini deh mendekat", kata Mita menyuruh laki-laki tadi untuk sedikit menunduk.


Ketika laki-laki tadi sudah sedikit menunduk Mita memberikan pertanyaan yang membuat laki-laki tadi rasanya ingin menarik Mita keatas ranjangnya, karena pertanyaan Mita begitu frontal kepadanya, begitulah fikir laki-laki itu.


"Pak ***** bapak menonjol besar juga tidak Pak, soalnya kalau kecil kan kasihan nanti kegencet paha bapak yang besar ini, dan kalau kecil yaaah tidak pantas dong untuk badan bapak yang kayak king***** ini", bisik Mita kepada laki-laki itu ketika laki-laki itu sudah menunduk dan walaupun sudah berbisik akan tetapi Aulian bisa mendengarnya.


Aulian sudah tidak tahan lagi rasanya dia ingin tertawa, akhirnya tawanya dia keluarkan juga sambil menggigit tangannya dan berjalan menuju keKeluarganya karena dia sudah tidak tahan jika lama-lama disitu. Sedangkan laki-laki tadi yang mendengar pertanyaan Mita dia langsung melototkan matanya dengan sangat menakutkan, dasarnya Mita saja yang sableng dan seakan tidak punya dosa dia angkat tangan dan berkata yang sangat menjengkelkan bagi laki-laki tadi.


"Sudah deh Pak saya menyerah, semoga lain kali jika ketemu Mita lagi bapak jatuh cinta sama Mita, bye", kata Mita dengan angkat tangan dan langsung meninggalkan laki-laki tadi. Sedangkan laki-laki tadi setelah Mita pergi dia sedikit menyunggingkan bibirnya keatas hanya sedikit dan jika tidak diperhatikan tidak kelihatan jika dia sedang tersenyum.


"Sungguh wanita aneh", kata laki-laki itu dengan senyum yang sangat tipis, karena laki-laki itu dikantor terkenal tidak bisa tersenyum dan dingin.


Kembali lagi keAulian dia yang sedang berjalan sambil menahan ketawa mungkin jika dia sedang sendirian Aulian akan tertawa sangat keras sekali. Ketika sudah sampai dimeja para Keluarganya berkumpul dia tertawa lumayan keras sehingga membuat Keluarganya pada heran terutama Bundanya yang melihat Aulian terlihat aneh dimatanya yang datang tiba-tiba tertawa dengan keras.


"Kamu kenapa Aul tertawa begitu lumayan keras, apa ada yang lucu", tanya Bunda Lili kepada Aulian.


"Kakak Ipar laki-laki itu siapa sih Kak?? ", tanya Aulian kepada Kia sambil menunjuk laki-laki yang berbirbicara dengan Mita, dan Aulian tidak menggubris pertanyaan Bundanya.


"Oh itu sekertaris Ayah sekaligus orang kepercayaannya Ayah, namanya Rion", jawab Kia ketika melihat laki-laki yang ditunjuk Aulian.


Yups laki-laki yang diajak ngomong Mita adalah Rion. Mita adalah office girls baru, dan ketika Mita melihat Rion pertama kali tadi ketika berbicara diatas panggung membuat Mita penasaran dengan Rion, dan ketika Mita melihat Rion sedang mengambil buah-buahan sendirian Mita dengan beraninya menyamperin Rion dan bertanya seperti tadi.


Sedangkan keluarga yang ada disitu melihat aneh keAulian. Tiba-tiba terdengar pertanyaan yang juga sedikit aneh dari Bunda Lili.


"Kamu jika sudah ingin buru-buru menikah, jangan milih yang modelan Rion dong Aul, kamu tidak suka dengan Rion kan Aul, jangan bikin Bunda takut Aul", tanya Bunda Lili kepada Aulian.


"Sembarangan saja Bunda kalau ngomong", kata Aulian membantah Bundanya dan yang lain yang mendengar pertanyaan dan jawaban Aulian pada tertawa semua, termasuk Papah Ziyas yang sudah kembali dari toilet.


"Aul itu sukanya pada perempuan........... Perkataan Aulian terhenti ketika ada suara merdu disamping kanannya, karena Aulian masih berdiri diantara Qiyas dan Kia dan Aulian belum duduk.


"Ini Nona Hpnya", kata Zahra menyerahkan Hp Kia.


"Lha ini perempuannya", kata Aulian keceplosan karena sakin terpesonanya melihat Zahra yang ada disamping kanannya dan membuat semua keluarganya menjadi bengong karena tiba-tiba Aulian berbicara begitu ketika melihat Zahra sekertarisnya Kia.


"Maksud kamu, kamu suka dengan Zahra Aul?? ", tanya Bunda Lili kepada Aulian.


Dan Aulian yang masih terpesona dengan Zahra dia tidak menyadari pertanyaan Bundanya.


"Iya Bunda, sungguh sangat cantik", jawab Aulian sambil melihat kearah Zahra dan tidak menyadari jika tindakannya dilihat semua Keluarganya termasuk Ayah Ibrahim yang sudah kembali karena tadi sedang menerima telefon penting dari rekan bisnisnya.


"Ingat belum mukhrim, sadar", kata Qiyas yang baru menyadarkan Aulian.


"Eh Astaghfirullah hal'adzim", kata Aulian ketika sadar dan langsung mengalihkan pandangannya. Sedangkan Zahra daritadi sudah menunduk malu ketika Aulian melihatnya sampai tidak berkedip.


"Jadi ini wanita yang kamu sukai nak", goda Papah Ziyas kepada Aulian.


"Eehhh....... ", jawab Aulia bingung, karena tadi ketika menjawab pertanyaan Bundanya dia sedikit tidak sadar.


"Katanya Zahra tadi wanita yang kamu sukai", Ayah Ibrahim ikut-ikutan menggoda Aulian dan yang lain menjadi tertawa melihat muka bingung Aulian.


"Zahra, kamu mau tidak menjadi istri dari anakku Aulian", tanya Papah Ziyas kepada Zahra.


"Pap....... ", perkataan Aulian terpotong dengan perkataan Zahra.


"Maaf Tuan saya tidak bisa, dan saya mohon undur diri takut mengganggu", jawab Zahra dengan cepat dan sedikit menduduk lalu berlalu pergi.


Sedangkan Aulian langsung terbengong mendengar perkataan Zahra. Dan yang lain semakin gencar menggoda Aulian.


"Wah kayaknya ada yang baru ditolak tuh", goda Bunda Lili kepada Aulian.


"Berjuanglah dek, jika kamu benar-benar menyukainya", kata Qiyas kepada Aulian.


"Sudah-sudah apa kamu mau berdiri terus begitu Aul, sini silahkan duduk disebelah Bundamu", kata Mamah Dian yang melihat muka bengong dan bingung Aulian.


Karena fikiran Aulian menjadi blank gara-gara jawaban Zahra tadi kePapahnya.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Rion: bisa tidak jangan pasangin aku dengan orang modelan Mita, bukan tipeku😢😢


Author: jangan terlalu membenci, karena yang membenci bisa menjadi cintaπŸ˜πŸ€“πŸ˜Œ


Rion: terserahπŸ™„πŸ˜’


Readers: aku mendo'akan kalau Rion termehek-mehek sama Mita dan author jawab do'a kami para readersπŸ˜πŸ˜πŸ˜…


Author: siaaap laksanakanπŸ’˜πŸ‘ŒπŸ˜œπŸ˜‚


Rion: πŸ˜πŸ˜πŸ˜‘πŸ˜ΆπŸ™„πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜Ύ


Author dan readers: toooossss πŸ–πŸ–πŸ™ŠπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…


Ketika Author menulis Rion dan Mita author ketawa sendiri karena membayangkan laki-laki modelan Rion bertemu dengan cewek gesrek nan absurd modela MitaπŸ˜‚


Apakah readers sama dengankuπŸ˜…πŸ˜πŸ˜


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***