BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
CHAPTER 9



Tanpa disadari Lida, Kia, maupun Qiyas ada sepasang mata yang melihat interaksi mereka bertiga, walaupun tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan, akan tetapi dari penglihatannya jika Ustadz Qiyas juga mencintai Kia.


Ya, Ustadz Farislah yang melihat interaksi Kia, Lida, dan Qiyas. Walaupun belum mendengar Kia menerima Khitbahannya, dia hanya manusia biasa yang juga bisa merasakan cemburu. Bagaimanapun hasil dan jawabannya Kia nanti dia pasrahkan semua kepada Allah, jikalaupun berjodoh, sejauh apapun pasti akan bersatu. Fikir Ustadz Faris menenangkan hatinya sendiri.


........ ★★★★★★★..... ...


Disebuah rumah sedang ada pembicaraan yang cukup dan lumayan serius untuk sepasang suami istri.


"Mah apakah Kia sudah telefon hari ini?? ", tanya Ayah Ibrahim kepada istrinya Mamah Dian.


"Belum Yah, mungkin nanti Mamah juga tidak tahu", jawab Mamah Dian.


"Apakah Kia belum menyinggung tentang khitbahannya dari Ustadz Faris ke Kia mah", tanya Ayah Ibrahim lagi.


"Mungkin Kianya belum siap Yah menceritakan itu, kita tunggu saja", jawab Mamah Dian lagi kepada Ayah Ibrahim.


Sepasang suami istri itu adalah orang tuanya Kia. Mereka memang sedang berada dirumahnya bukan berada dipesantren, walaupun Kia berada dipesantren dan jauh dari rumah, tetap saja orang tua Kia selalu memantau terutama sang Ayah yang selalu mengawasi secara diam-diam dan membayar orang untuk selalu mengawasi secara dekat serta selalu harus memberikan informasi tentang Kia. Walaupun berjauhan Ayah Kia tetap tau tentang pemberitaan anaknya yang sedang dikhitbah oleh seorang Ustadz.


"Apakah Ayah setuju jika Kia dikhitbah oleh Ustadz itu Yah?? ", tanya Mamah Dian kepada suaminya.


"Ayah pasrahkan kepada Kia, karena yang menjalani kan Kia, dan Ayah sudah menyelidiki siapa Ustadz yang bernama Faris itu, orangnya sangat sholeh dan sopan Mah, jadi Ayah setuju-setuju saja jika Kia nanti menerima khitbahannya Ustadz Faris", terang Ayah Ibrahim Ayahnya Kia.


Karena Mamah Dian jadi teringat dengan putri pertamanya yang bernama AFRIN AALIYAH SALSABILA yang mempunyai arti (Anak perempuan yang ramah, berani serta memiliki kedudukan yang mulia dan tinggi seperti mata air dari surga). Yang sudah dipanggil oleh Allah lebih dulu karena sebuah penyakit yang mematikan.


"Sudah Mah, Afrin sudah tenang disana, kita sebagai orang tuanya dan yang masih hidup harus lebih banyak mengirimkan do'a-do'a untuknya", Kata Ayah Ibrahim yang mengetahui isi hati istrinya.


"Mamah hanya sedih Yah, kenapa Afrin menyembunyikan penyakitnya dari kita semua Yah, Mamah merasa telah gagal menjaga titipan-Nya Ayah", kata mamah Dian dengan menangis.


"Sudah Mah, sudah", kata Ayah Ibrahim sambil memeluk pundak Istrinya.


Orang yang menjadi mata-mata dan informan untuk Ayah Ibrahim melupakan atau mungkin dia tidak tahu karena tidak diberitahu oleh Ayah Ibrahim tentang orang yang pernah menjadi masa lalu putri pertamanya juga ada dipesantren itu. Siapakah orangnya???. Hanya Takdir yang akan mengungkapkan itu semua dan mungkin nanti akan mengguncangkan dua buah keluarga.


Hanya sebuah informasi.


Sebutan Gus sangat umum di Jawa. Gus adalah sebutan atau gelar yang ditujukan kepada anak laki-laki keturunan Pak Kyai di Jawa. Gus ini merupakan anak kandung Kyai. Ketika dia naik menjadi pengurus pesantren menggantikan ayahnya, dia akan bergelar Kyai.


Sedangkan Ning adalah sebutan atau gelar yang ditujukan kepada anak perempuan keturunan Pak Kyai di Jawa. Ning ini juga merupakan anak kandung Kyai.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


***TBC***