BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
KEGELISAHAN AULIAN



Tok, Tok, Tok


"Masuk", jawab Zidan sambil membaca berkas yang lagi dia teliti dan dia tidak mendongakkan kepalanya.


Zidan yang mendengar pintu terbuka dan menutup dia langsung saja mendongakkan kepalanya karena setelah pintu tertutup dia tidak mendengar suara seseorang berbicara kepadanya. Dan ketika dia mendongakkan kepalanya dari berkas yang dibaca, alangkah terkejutnya dia melihat siapa yang ada dihadapannya.


"Sayang", kata Zidan dia langsung berdiri dan menyamperin Mila.


Iya Mila yang membuka pintu ruangannya Zidan. Mila yang melihat Zidan berdiri dia tersenyum manis kepada Zidan.


"Hubby kenapa daritadi tidak nyamperin Mila?? ", tanya Mila kepada Zidan.


"Maafin aku yah sayang, tadi lagi banyak pekerjaan, apalagi setelah kejadian Nona Kia tadi", kata Zidan sambil memeluk Mila.


"Iya tidak apa-apa, lagian tadi Mila juga lupa sama hubbyku ini, gara-gara khawatir sama Kak Kia", kata Mila sambil mengusap pipi Zidan.


Zidan memejamkan matanya menikmati sentuhan dipipinya oleh tangan Mila, Zidan tiba-tiba langsung menangkap tangan Mila dan langsung menciumnya.


"Kamu sekarang suka menggoda yah", kata Zidan kepada Mila.


"Siapa yang menggoda, yang menggoda itu begini", kata Mila dan dia langsung mencium bibir Zidan sekilas.


Membuat Zidan langsung terkejut akan tetapi dia senang, sedangkan Mila dia langsung tertawa kecil.


Zidan langsung saja membalas mencium Mila dibibirnya dan mereka saling berciuman dengan mesranya diruangan Zidan.


"Aku tidak tahan sayang", rengek Zidan kepada Mila ketika dia sudah melepaskan ciumannya.


"Sabar ini dikantor hubby, ditahan yah", kata Mila dengan sensual dan sambil mengelus ********** punyanya Zidan. (Sensor readers, authornya masih dibawah umurπŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚).


"Sudah besar yah", goda Mila kepada Zidan.


Zidan langsung saja menangkap tangannya Mila yang lagi memegang ********** (tiiiiiiiiiiiitπŸ˜‚) dibalik celananya, supaya tidak keterusan karena dirinya benar-benar sudah tidak tahan.


Kembali keAulian yuk.


"Baiklah akan aku buktikan kepadamu Zahra, jika aku benar-benar serius denganmu dan kamu sangat pantas bersanding denganku", kata Aulian dengan tegas.


Aulian berbicara sangat tegas kepada Zahra membuat kedua orang tuanya yang menyaksikan dan mendengar sendiri merasa bangga padanya.


Belum sempat Zahra menjawab kata-kata Aulian. Tiba-tiba terdengar suara jam berdenting yang ada diruangannya Qiyas, ternyata jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, dan mereka sepakat untuk sholat dhuhur berjamaah diruangannya Qiyas.


Mereka semua yang melihat Qiyas dan Kia keluar dari kamar, Mamah Dian orang pertama yang menyamperin Kia.


"Kamu kenapa keluar Nak, sudah baikkan?? ", kata Mamah Dian membuat orang yang disana juga menyuruh Kia untuk duduk dishofa bersama mereka.


"Sudah Mah, alhamdulillah, ini kalian mau sholat ya?? ", tanya Kia kepada semuanya.


"Iya nak", jawab Bunda Lili yang mewakili.


"Boleh Kia dan Kak Fasya ikut sholat bareng kalian", tanya Kia kepada mereka semua.


"Boleh nak, ayo kita sholat berjamaah bersama disini", kata Ayah Ibrahim kepada Kia.


Jangan khawatir mereka semua para wanita selalu membawa mukena kecil ditas mereka masing-masing.


"Akan saya siapkan tempatnya", kata Zahra dan diangguki mereka semua. Sedangkan mereka semua langsung bersiap-siap mengambil air wudhu.


Zahra langsung sigap dia langsung bergegas menyiapkan tempat untuk mereka semua sholat. Aulian yang melihat Zahra sedang menggelar sajadah dan menata tempat sholat dia langsung berinisiatif membantu Zahra.


"Terimakasih", kata Zahra kepada Aulian ketika sudah selesai dan setelah itu berlalu untuk gantian mengambil air wudhu.


Aulian hanya mengangguk menjawab perkataannya Zahra.


Diruangannya Zidan. Zidan yang sedang menahan sesuatu tiba-tiba mendengar suara adzan dialarm Hpnya, Zidan memang sengaja memasang alarm Hp adzan dijam dua belas siang karena dia juga terkadang harus mengingatkan Qiyas untuk sholat dhuhur dan mengingatkan Qiyas yang sering melewatkan makan siangnya, jika Zidan sedang meeting diluar kantor dia selalu mensilent atau menonaktifkan alarmnya.


"Ada suara adzan Hubby, ternyata sudah dhuhur saja yaah, cepat sekali", kata Mila kepada Zidan, dan Mila serta Zidan langsung melihat kearah jam dinding yang ada disitu.


"Sholat dulu yuk hubby", kata Mila lagi.


Zidan mengangguk menjawab Mila.


"Tahan-tahan Zidan, Tahan dulu", kata bathin Zidan sambil meredakan gejolaknya.


Akhirnya mereka semua pada sholat ditempatnya masing-masing, yang diruangannya Qiyas mereka pada sholat berjamaah, sedangkan Zidan dan Mila dia sholat diruangannya Zidan.


Semua umat muslim yang ada diPerusahaannya Qiyas pada menunaikan sholat dhuhur, dan semua karyawan sudah tidak sabar untuk menunggu jamuan makan-makannya setelah dhuhur nanti.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Setelah menunaikan sholat dhuhur berjamaah baru saja salam, terdengar suara dering Hp yang tidak berhenti dan masih diruangan itu, semuanya yang ada diruangan Qiyas pada mengecek Hpnya masing-masing, dan ternyata yang berbunyi adalah suara dering Hpnya Zahra.


Zahra yang melihat nama Rizky tertera dipanggilan masuknya, dia langsung sedikit menjauh dari semua orang untuk mengangkat telefonnya.


Aulian yang merasa perasaannya tidak enak, dia diam-diam mengikuti Zahra dari belakang dan tidak ada yang menyadari gelagat Aulian, kecuali Papah Ziyas yang tadi sholat berada disebelah Aulian. Karena tadi yang mengimamin sholat adalah Qiyas.


Zahra langsung saja keluar ruangannya Qiyas dan sedangkan Aulian bersembunyi didekat tembok yang tidak terjangkau pandangannya oleh Zahra.


Bukan Aulian banget dia suka menguping pembicaraan orang lain, apalagi seorang perempuan, akan tetapi entah kenapa hatinya Aulian kali ini tergerak, gelisah dan ingin mengetahui siapa yang menelfon Zahra.


"Assalamu'alaikum Rizky", salam Zahra ketika mengangkat telefonnya, dan Aulian mendengarnya.


"Siapa Rizky, kenapa perasaannku menjadi tidak enak begini?? ", bathin Aulian yang mendengar Zahra menyebut nama Rizky.


"............ …",


"Maaf Rizky, mau apa kamu nanti malam datang kerumahku??, kan saya kemarin sudah bilang, saya tidak bisa menerimamu, maafkan aku Rizky, ibumu juga sudah melarangmu untuk berteman apalagi berhubungan denganku Rizky", kata Zahra yang masih jelas didengar Aulian.


Aulian yang mendengar itu rasanya dia sangat kaget, ternyata bukan dirinya saja yang menginginkan Zahra. Aulian sangat takut jika Zahra sampai dimiliki oleh laki-laki lain.


"............ ... ",


"Maafkan aku Rizky, walaupun orang tuamu sudah merestuimu, tapi aku tetap tidak bisa menerimamu, kita berteman saja seperti dulu", kata Zahra ditelefon.


Sedangkan Aulian yang mendengar jika Zahra menolak dia semakin semangat karena masih ada kesempatan untuknya.


"............. ... ",


"Jika kita berjodoh, kita bakalan akan bersatu, apapun itu rintangannya Rizky, akan tetapi untuk saat ini maaf kita berteman saja seperti biasanya, jika kamu ingin berjuang untukku silahkan Rizky, aku tidak bisa melarangmu, sudah dulu ya, aku mau bekerja lagi Rizky, Assalamu'alaikum", kata Zahra langsung mengakhiri sambungan telefonnya.


Aulian yang mendengarkan pembicaraannya Zahra dia menjadi ketar ketir bagaimana jika laki-laki yang namanya Rizky itu sampai diterima Zahra, Aulian menjadi sangat takut.


Rizky adalah teman Zahra dari SMA, kuliah dan sampai sekarang. Rizky adalah sebenarnya juga anak yang baik, dia anak seorang anggota DPR, dan dia kemarin sebelum Aulian Rizky sudah menyatakan perasaannya kepada Zahra untuk meminta Zahra menjadi istrinya. Akan tetapi ibunya Rizky tidak merestui karena Zahra anak orang miskin. Dan katanya Rizky ibunya sudah merestuinya jadi dia akan berjuang mendapatkan hatinya Zahra.


Aulian langsung saja merapatkan badannya kedinding ketika Zahra sudah selesai menelfon. Sedangkan Aulian dia menjadi tidak tenang dan gelisah. Karena ternyata dia mempunyai saingan yang bernama Rizky itu.


"Aku harus bergerak lebih cepat", bathin Aulian yang melihat Zahra sudah masuk keruangannya Kakaknya.


🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰


Semangat ya abang tamfan Aul, cepat bergerak sebelum Neng Zahra diambil RizkiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***